Mengejar Cinta Eiliyah

Mengejar Cinta Eiliyah
MCE 16


__ADS_3

Ketika mobil Aksa sudah berhenti di depan warung makan sederhana yang di tunjukkan eiliyah. Aksa terdiam melihat warung itu. eiliyah yang akan membuka pintu mobil merasa t ada pergerakan di sampingnya.


“Kenapa sa, ada yang salah” tanya eiliyah yang melihat Aksa diam.


“Nggak papa” jawab Aksa


“Kalau kamu ngak mau kita bisa pindah” ucap eiliyah


“Nggak apa-apa, ayo kita turun” ajak Aksa.


Melihat Aksa turun eiliyah langsung menyusul Aksa.


“mang soto sama es jeruk dua ya” ucap eiliyah kepada penjual soto


“Iya neng, silahkan duduk” ucap mang Udin penjual soto langganan eiliyah.


Kemudian eiliyah dan Aksa mencari tempat duduk yang nyaman.


“kamu ngak pernah makan di rempat seperti ini” tanya eiliyah


“Nggak” ucap Aksa tersenyum sambil memperlihatkan gigi putihnya.


“ini pacarnya ya neng biasanya kalau kesini Cuma sama zie” ucap istri mang Udin sambil menyajikan makanan dan minuman yang ia pesan.


“iya Bu” ucap Aksa menjawab pertanyaan istri mang Udin. tanpa persetujuan eiliyah. sedangkan eiliyah yang mendengar itu langsung memelototi Aksa.


“cocok banget mas, masnya ganteng neng ei cantik semoga langgeng langgeng ya neng” ucap istri mang ujang. Eiliyah hanya tersenyum mendengar ucapan istri mangujang


“mari mas neng” pamit istri mang Ujang setelah menyajikan pesanan eiliyah


“makasi Bu” ucap eiliyah pada istri mang udiu yang hanya di angguki oleh istri mang Ujang kemudian langsung pamit pergi.


Ketika eiliyah menikmati makanannya ia melirik aksa. karna makanan Aksa belum di sentuh sama sekali.


“kenapa” tanya eiliyah


“nggak papa kok” jawab Aksa


“cobain dikit deh, enak kok kalau ngak di coba mana tau rasanya enak apa ngak” ucap eiliyah yang melihat Aksa diam tanpa menyentuh sotonya. Setelah mendengar ucapan eiliyah Aksa langsung menyendok kan sedikit kuah untuk ia cicipi. setelah kuah itu masuk ke mulutnya yang ia rasakan adalah nikmat.


“gimana” tanya eiliyah setelah melihat Aksa mencicipi makanan itu.


“enak.... nggak kalah sama makanan di restoran” sambil mengembangkan senyumnya.


“Mangkanya jangan lihat dari tempatnya saja” ucap eiliyah kemudian melanjutkan makanannya.


“Mau nambah” tanya eiliyah yang melihat isi mangkuk Aksa yang sudah hampir habis


“hehehe nggak deh” jawab Aksa

__ADS_1


“enak banget ya Sampek lahap gitu makannya” tanya eiliyah pada Aksa yang sudah menghabiskan makanannya. Aksa yang mendengar pertanyaan eiliyah hanya tersenyum sembil mengangguk-angukkan kepalanya.


“besok-besok kita kesini lagi ya” ucap Aksa sambil meminum minumannya


“boleh” jawab eiliyah singkat dan langsung melanjutkan makannya.


Setelah menyelsaikan makannya mereka langsung bergegas pergi.tapi sebelum pergi ia membayar makanan mereka.


“loh sa, ini bukan arah ke butik” tanya eiliyah ketika mobil Aksa tidak mengarah ke butik.


“kita jalan-jalan bentar, aku tadi kan udah bilang. aku ingin ajak kamu ke suatu tempat” ucap Aksa


“kamu itu selalu saja semau kamu” ucap eiliyah dengan nada kesal


“mau gimana lagi liy, kalau aku tanya kamu pasti kamu menolak ajakanku” jawab Aksa sambil fokus menyetir. Eiliyah hanya menatap keluatlr jendela tanpa merespon perkataan aksa.


“jangan ngambek gitu dong liy” ucap Aksa sambil merai tangan eiliyah kemudian mengelus punggung tangan eiliya dengan ibu jarinya. eiliyah langsung menarik tangannya dari genggaman Aksa. Melihat respon eiliyah seperti itu Aksa langsung menepikan mobilnya.


“maaf, Jika kamu tidak mau nggak papa. Aku akan antar kamu ke butik” ucap Aksa pada eiliyah.


“Nggak papa lanjut ajah, lagian udah jauh juga” ucap eiliyah


“tapi jangan marah gitu dong liy” ucap Aksa


“aku Cuma kesel ajah” ucap eiliyah


“ya itu kan sama saja Liy” ucap Aksa


“senyum dulu dong” goda aksa. kemudian eiliyah memperlihatkan senyumnya dengan terpaksa.


“Yang bener dong liy jangan kepaksa gitu” ucap Aksa


“bawel” ucap eiliyah sambil memperlihatkan senyum termanisnya.


“nah gitu dong, kan jadi tambah jatuh cinta aku sama kamu” ucap Aksa


“nggak usah gombal kamu, cepet jalan” ucap eiliyah


“aku beneran lah Liy” ucap Aksa sambil melajukan mobilnya kembali.


Setelah satu jam mereka mengendarai mobil akhirnya sampai juga mereka di sebuah danau yang indah jauh dari perkotaan tidak banyak orang yang tau karna mereka harus melewati hutan jati yang lumayan jauh. di sekitar sini juga ada sebuah pedesaan.


“ayo kita turun” ucap Aksa setelah ia memarkirkan mobilnya. Kemudian di angguki oleh eiliyah.


Setelah eiliyah turun dari mobil. ia mengedarkan pandangannya melihat keindahan di sekeliling danau itu.


“ayo” ajak Aksa yang langsung meraih pergelangan eiliyah.


Deg

__ADS_1


Deg


Deg


Jantung eiliyah berdetak lebih kencang ketika Aksa memegang pergelangan tangannya. Eiliyah hanya mengikuti Aksa sambil melihat pergelangan tangannya yang di pegang oleh Aksa.


“kamu sering kesini” ucap eiliyah ketika sudah berada di pinggir danau.


“aku kesini jika aku sedang suntuk dan ada masalah” ucap aksa sambil memandang hamparan danau yang jernih dan terlihat kehijauan. Eiliyah hanya menganggukkan kepalanya.


“kamu kok bisa tau tempat terpencil seperti ini” tanya Aksa


“aku tau danau ini ketika aku kecelakaan dan di tolong sepasang suami istri yang tinggal di desa sekitar sini” ucap aksa


“kok bisa sampai kecelakaan” tanya eiliyah.


“Ya bisa lah namanya juga anak muda suka berpetualang” jawab Aksa


“jangan-jangan kamu patah hati” ucap eiliyah asal


“Ya nggak lah” ucap Aksa gugup


“Siapa saja yang pernah kamu ajak ke sini” tanya eiliyah


“kamu” ucap Aksa singkat


“masak” ucap eiliyah sambil melihat Aksa


“beneran baru kamu saja, karna baru kamu yang bisa membuat jantung ini berdetak lebih kencang” ucap Aksa


“kenapa kamu sekarang jadi raja gombal” ucap eiliyah yang tidak percaya dengan kata-kata Aksa. Kemudian Aksa meraih tanggan eiliyah lalu di taruhnya tangan eiliyah supaya dia bisa merasakan detak jantungnya yang berdegup kencang. Aksa ingin membuktikan bahwa apa yang di katakannya kepada eiliyah buakanlah sebuah omong kosong.


Ketikan tangan eiliyah menempel didada kekar aksa. eiliyah merasakan detak jantung Aksa yang berdegup lebih kencang. kemudian eiliyah mendongak menatap wajah Aksa. di saat itu pulah Aksa juga memandang wajah eiliyah.


“apa ini sebuah gombalan” ucap Aksa yang masih menatap eiliyah.


Deg


Deg


Deg


Jantung eiliyah berdetak ketika tatapan mata mereka saling mengunci dan tangannya merasakan degup jantung aksa.


“Kamu mau aku buktikan apa lagi liy,aku akan selalu menerima kamu apa adanya, aku menerima status kamu aku menyayangi Zie,kamu nggak mau pacaran dulu aku siap kalau besok kita menikah” ucap Aksa


“ya nggak gitu juga sa, orang tua kamu” tanya eiliyah Sambil menurunkan tangannya dari dada Aksa dan mengalihkan pandanganya.


“Itu urusan ku liy, jika kamu menerima aku, aku akan perjuangin kamu mati-matian sama seperti aku yang meyakinkan hati kamu untuk aku” ucap Aksa.

__ADS_1


jika para pembaca suka dengan karya saya silahkan tinggalkan jejak👍


__ADS_2