
Apa-apaan dia? batin Lili.
“Kalau begitu kalian lanjut mengobrol nya, aku mau langsung ke kamar.” Alex yang ingin mendekati Lili bersikap acuh agar istrinya tak mencium akal bulusnya.
“Disini kalau mau cari kontrakan dimana ya?” tanya Lili, sebab ia lebih nyaman tinggal sendiri.
“Ada sih di dekat toko, tapi apa kau enggak mau tinggal disini saja? Kalau ngekos sepertinya kau akan kesepian.” Jiya yang tak punya keluarga berniat menjadikan Lili sebagai saudarinya.
“Enggak usah Ji, aku tinggal sendiri saja, lagi pula kau sudah berumah tangga, aku enggak enak sama mas Alex.” Lili menolak karena ia takut terpancing oleh Alex yang sudah memberi kode padanya.
“Tenang saja kalau soal Alex, aku bisa mengatasinya, setidaknya kalau mau tinggal sendiri tunggu sampai kau gajian, oke?” alasan lain Jiya menahan Lili karena ia butuh teman bicara di kala bosan.
Atas permintaan Jiya akhirnya Lili setuju untuk menunda pergi dari rumah sahabatnya.
“Baiklah, aku sangat berterimakasih pada mu karena sudah menolong ku,” ucap Lili.
“Sama-sama, kalau begitu kita istirahat sekarang ya.” Jiya yang lelah dengan aktivitasnya seharian segera menuju kamar untuk mandi dan istirahat.
“Semoga saja mas Alex enggak menggoda ku.” Lili khawatir ia akan khilaf jika Alex terus mendekatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di kamar Jiya melihat Alex yang akan masuk kamar mandi dengan bertelanjang dada dan menyematkan handuk di pinggangnya.
“Lex, enggak apa-apakan kalau Lili tinggal disini?” Jiya meminta izin pada suaminya.
“Terserah kau saja, kalau menurut mu itu baik ya silahkan, aku sih ikut apa kaya mu saja,” ujar Alex.
“Berarti kau setuju ya.” Jiya menganggukkan kepalanya.
“Iya.” setelah itu Alex masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Pada pukul 00:45, Alex terbangun dari tidurnya karena merasa haus.
Ia pun bangkit dari ranjang lalu menoleh ke arah istrinya yang tertidur dan mendengkur.
“Ini sih sudah mirip seperti babi.” Alex mengejek istrinya yang sedang tidur.
Setelah itu ia turun dari ranjang menuju dapur, pada saat Alex ingin mengambil minum tiba-tiba Lili datang ke dapur.
“Mas haus juga ya?” ucap Lili tanpa canggung.
“I-iya.” sahut Alex dengan suara kikuk.
__ADS_1
Kemudian Lili menuju rak piring untuk mengambil gelas tanpa merasa sungkan sedikit pun pada Alex.
“Kalau sudah selesai balik lagi mas, Jiya pasti menunggu mu.” ucap Lili seraya mengambil air minum dari dispenser yang ada di sebelah Alex.
Currrr!!!
“Dia enggak akan bangun.” Alex tahu betul kalau Jiya sudah tidur, pasti tak akan sadar sebelum pagi.
“Oh, kalau begitu aku duluan ya mas.” Lili berniat minum di kamarnya.
“Lili, ayo mengobrol sebentar.” pinta Alex dengan raut wajah penuh makna.
“Ini sudah dini haru loh mas, besok sajalah.” Lili yang ngantuk menolak ajakan Alex.
“Ayolah.” Alex pun menggenggam tangan lembut Lili.
“Dimana mas?” Lili yang masih cinta akhirnya luluh hanya karena sentuhan Alex.
“Di kamar mu.” ucap Alex dengan santai.
“Kau gila ya mas?! Nanti kalau ada yang lihat bagaimana?” Lili panik karena takut akan di serang Jiya kalau ketahuan.
“Enggak akan, karena semua orang sudah tidur jam segini.” Alex pun mengelus punggung tangan Lili, hingga jantung wanita itu berdebar kencang.
“Mas, aku takut ketahuan.” Lili was-was jika Jiya melihat mereka bersama.
“Tidak apa-apa Li.” sesampainya di depan kamar Lili yang pintunya terbuka mereka berdua pun langsung masuk, tak lupa Alex untuk mengunci pintu.
“Kita mau ngomongin apa sih mas?” Lili menatap mata Alex tanpa berkedip.
“Entahlah, aku juga bingung.” Alex yang tak tahu mau bicara apa malah memeluk Lili dengan erat.
“Apa yang kau lakukan mas?” Lili cukup terkejut pasalnya ia tak menyangka kalau Alex akan berbuat seberani itu dalam rumah yang di tinggali istrinya juga.
“Li, jawab pertanyaan ku dengan jujur, apa kau tidak merindukan aku?” ucap Alex.
“I-itu...” Lili yang merasakan hal yang sama tak mampu untuk mengungkapkannya karena Alex telah jadi suami orang.
“Kalau kau ragu kita perlu mengujinya.” Alex mendorong tubuh Lili menuju ranjang.
“Kau mau apa mas?” Lili bingung dengan sikap Alex yang terlalu agresif.
“Aku mau pastikan sendiri, apa setelah kita bercinta kau baru bisa memberi jawaban pasti pada ku.” Alex yang sudah lama mati rasa karena wajah istrinya yang jelek, kini malah bergairah berkat Lili sang mantan yang sering memenuhi hasratnya di zaman mereka SMA dulu.
__ADS_1
“Mas, jangan macam-macam nanti rumah tangga mu hancur!” Lili memperingatkan Alex tentang konsekuensi yang akan terjadi ke depannya.
“Untuk itu kau harus diam, bukankah kau juga merindukan ku?” Alex yang bergairah tak dapat menahan gejolak yang ada di dalam dadanya.
Lili yang tak berdaya karena pesona sang mantan akhirnya menerima jika dirinya di campuri oleh suami sahabatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya saat Jiya, Alex dan Lili sedang sarapan bersama di meja makan Jiya melihat ada yang aneh dengan sahabatnya.
“Leher mu kok merah?” tanya Jiya.
“Oh, aku tadi malam masuk angin jadi aku kerok sedikit.” Lili berusaha santai agar Jiya tidak curiga.
“Apa kau sudah minum obat?” Jiya yang polos dan tak berpikir macam-macam dan percaya begitu saja pada sahabatnya.
“Iya.” Lili menganggukkan kepalanya.
“Apa kau yakin bisa masuk kerja hari ini?” Jiya khawatir kalau Lili belum sehat.
“Iya, tenang saja, hehehe...” Lili tertawa seraya melirik ke arah Alex yang baru saja membuatnya tenggelam dalam lautan cinta.
Setelah selesai sarapan ketiganya pun berangkat kerja.
Jiya semobil dengan Lili, sedangkan Alex berangakat sendiri.
Sejak peristiwa malam itu Lili dan Alex kembali menjalin hubungan asmara diam-diam di belakang Jiya.
Keduanya pun sering melakukan perbuatan asusila di hotel atau pun di rumah.
Alex juga lebih sering tidur dengan Lili dari pada Jiya.
Lili yang cerdik berusaha tampil baik di hadapan Jiya, ia yang cerdas mampu merebut hati seorang Jiya.
Jiya yang memiliki hati luhur tak memiliki prasangka buruk apapun pada sahabatnya.
Ia juga tak takut suaminya di rebut karena ia lihat Alex sangat cuek pada Lili, Alex juga tak pernah mengajak Lili bicara, bahkan suami tercintanya sering kali menunjukkan gelagat tak suka pada sahabatnya yang tinggal sementara dengan mereka.
Berkat kerja sama yang kompak antara Lili dan Alex, mereka pun berhasil mengecoh perhatian Jiya.
Lili yang tahu jika Alex sangat mencintainya tak segan-segan meminta uang banyak untuk ke salon, membeli skincare yang harga belasan juta, Lili juga membeli emas untuk investasi, karena ia sadar kalau Alex tak akan selamanya bersamanya, karena itu ia menyiapkan modal untuk membuat usaha di saat ia sudah tak bersama pria itu lagi.
__ADS_1