Menghajar Selingkuhan Suami Ku

Menghajar Selingkuhan Suami Ku
Membandingkan


__ADS_3

“Maafkan aku, aku tidak tahu kalau kau menghadapi itu sendirian, malam setelah kita bertemu aku menghubungi mu, tapi nomor mu enggak aktif.” Dilan menjelaskan usahanya untuk menghubungi Jiya.


“Tapi enggak apa-apa, aku sudah memaafkan mu, meski begitu aku tak mau mempunyai hubungan apapun dengan mu, ku mohon jangan temui aku lagi, walau sekedar teman hati ku tetap tak siap jika kita harus beramah tamah, karena bagiku itu sangat tidak masuk akal.” Jiya yang merasa kenyang meski belum selesai makan bangkit dari duduknya.


“Apa kau sudah selesai?” Dilan tak rela Jika Jiya pergi begitu cepat.


“Iya,” sahut Jiya.


“Lalu kau mau kemana?” tanya Dilan.


“Pulang, terimakasih sudah bertanya, jujur aku merasa lega karena kau sudah tahu kalau kau sempat memiliki anak dengan ku.” lalu Jiya meminum sisa jus lemon langsung dari gelas tanpa menggunakan sedotan.


Gluk gluk gluk!


“Selamat tinggal sialan!” setelah itu Jiya pergi meninggalkan Dilan.


Drrkkkk!!!


Dilan yang masih syok menatap nanar ke arah pintu yang terbuka lebar.


“Maafkan aku, kalau saja aku tahu kejadian yang sebenarnya, pasti aku akan menemani mu menghadapi segalanya.” Dilan tak dapat membayangkan penderitaan Jiya selama ini.


Drrrtt....


Dilan yang masih bersedih tiba-tiba mendapat telepon dari calon tunangannya.


Lalu Dilan pun mengambil handphonenya dari saku celananya.


Halo, Fit? 📲 Dilan.


Halo, kau lagi dimana sayang? 📲 Fitri.


Di restoran lagi makan sore, apa kau sudah pulang kerja sayang? 📲 Dilan.


Sudah, kapan kau cuti? Aku rindu kau sayang, 📲 Fitri.


Aku belum tahu sayang, lagi pula papa tak mengizinkan ku pulang sebelum karyawan baru disini mengerti SOP kerja yang telah di tentukan perusahaan, 📲 Dilan.


Ternyata Dilan anak pemilik PT. Golden Market yang telah mempunyai ribuan cabang di seluruh negeri telah membuka cabang baru di kota S.


Baiklah, yang penting jaga kesehatan dan jangan lupa untuk mengabari aku setiap hari dan...📲 Fitri.


Dan apa? 📲 Dilan.


Jangan cari pengganti ku disana, jangan bertemu wanita lain kalau bukan masalah kerjaan, 📲 Fitri.


Mendengar permintaan kekasihnya Dilan langsung merasa tersindir.


Iya, 📲 Dilan.


Ia tak bisa berkata tidak karena itu bisa menyakiti kekasihnya yang jauh di mata.

__ADS_1


Ya sudah, kalau begitu aku tutup dulu ya sayang, jangan sering begadang calon suami ku, 📲 Fitri.


Kau juga sayang, 📲 Dilan.


Setelah sambungan terputus Dilan menghela napas panjang.


“Hufff!! kenapa hati ku jadi kacau begini, aku benar-benar merasa bersalah pada Jiya.” Dilan tak tahu harus melakukan apa untuk membayar kesalahannya pada Jiya.


“Andai Jiya tak punya suami, aku pasti sudah menikahinya, membahagiakannya dan memberi apapun maunya sebagai permintaan maaf ku.” Dilan yang resah tak dapat menghabiskan makanannya lagi.


“Anak...” dada Dilan menjadi sesak saat mengingat buah hatinya yang di bunuh dengan sengaja.


“Andaikan anak ku panjang umur, mungkin sekarang sudah beranjak SMP, pasti dia juga suka spaghetti.” meski belum pernah bertemu dengan buah hatinya namun ia sangat merindukan darah dagingnya tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jiya yang ada dalam mobil mengingat suaminya yang masih ada di rumah sakit.


“Hais, dasar benalu!” meski kesal tapi naluri Jiya sebagai seorang istri tak sampai hati jika tak menengok suaminya.


Ia pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat suaminya di rawat.


Jarak tempuh yang tak terlalu jauh membuat Jiya sampai dengan cepat ke tujuan.


Jiya yang telah berhenti di parkiran turun dari mobilnya.


Setelah itu ia pun berjalan ke dalam rumah sakit.


Tak lama kakinya berhenti di depan ruang rawat Alex.


“Aku harus persiapkan hati, pasti mereka lagi bermesraan.” Jiya berpikir jika suaminya sedang bersama Lili.


Ceklek!


Krieettt!!!


Ketika pintu telah terbuka lebar Jiya pun melihat Alex sedang tidur pulas di atas ranjang.


Lalu Jiya pun masuk dengan perlahan agar tak mengganggu tidur suaminya.


Tab tab tab!


Suara sepatu Jiya terdengar di hening nya ruang rawat suaminya.


Alex yang tak tidur pulas langsung terbangun karena tahu ada orang yang datang.


Ketika Alex membuka mata, hatinya tersentak saat melihat Jiya yang kini terlihat sangat cantik.


“A-apa kau Jiya?” tanya Alex dengan perasaan tak percaya.


“Iya bang.” Lalu Jiya duduk di kursi yang ada di sebelah Alex.

__ADS_1


Kenapa keningnya di tutup kasa? batin Jiya.


“Apa yang terjadi? Kenapa kau berubah jadi cantik?” tanya Alex dengan penasaran penuh.


“Apa kau tidak suka dengan perubahan ku? Bukankah ini salah satu faktor kau mendua bang Alex?” Jiya tak suka dengan pertanyaan suaminya.


“Sayang, maafkan aku sudah selingkuh, aku berjanji akan memutus hubungan dengannya.” Alex pura-pura tunduk agar Jiya mau menemaninya.


Maaf Lili aku terpaksa mengalah pada wanita ini, batin Alex.


“Yakin bisa?” Jiya yang sudah kenyang dengan akal bulus suaminya tak luluh lagi kali itu.


“Iya sayang, aku sadar tak ada yang lebih mengerti aku selain kau.” lalu Alex menggenggam tangan Jiya.


“Hanya kau seorang di hatiku kini dan nanti sampai mati.” Alex pun mengecup tangan istrinya.


Cup!


Sontak Jiya memutar mata malas lalu tertawa getir.


“Kalau begitu buktikan.” Jiya ingin suaminya menunjukkan jika sungguh-sungguh menyayanginya.


Bahkan jika kau bunuh diri betulan pun aku tidak akan luluh, lihat saja! Kau akan ku buang pada waktunya, batin Jiya.


“Bagaimana caranya?” tanya Alex.


“Ganti semua uang yang kau curi dan katakan pada ku siapa selingkuhan mu itu sebenarnya.” Jiya memberi persyaratan yang cukup berat bagi Alex.


“Soal uang aku siap kerja tanpa di gaji, putus juga akan segera ku lalukan, tapi kalau soal wanita itu kau tak perlu mengenalnya.” Alex masih melindungi Lili karena ia takut Jiya akan melukai istri kesayangannya itu.


“Kenapa?” Jiya tetap ingin Alex mengaku padanya meski sudah tahu.


“Nanti kau minder karena dia lebih cantik darimu, sudahlah sayang enggak usah bahas wanita itu lagi.” Alex marah pada Jiya yang mulai seenaknya padanya.


Sontak Jiya tertawa getir karena Alex membandingkan dirinya dengan Lili.


“Baiklah aku tidak akan membahas wanita itu lagi, tapi kau juga jangan minta aku untuk menemani mu disini, suruh saja perempuan itu untuk merawat mu!” Jiya pun bangkit dari duduknya.


“Kau mau kemana sayang?” Alex yang takut sendiri menggenggam erat tangan Jiya.


“Pulang ke rumah ku.” lalu Jiya melepaskan tangannya dari Alex.


“Jangan tinggalkan aku sayang, aku takut tak ada seorang pun di samping ku kalau aku mati.” mata Alex memerah menahan tangis.


“Aku enggak perduli! Memangnya kau sendiri pernah memikirkan perasaan ku? Aku sering sakit tapi kau enggak pernah ada di samping ku, kau malah sibuk ini dan itu enggak jelas haluannya apa! Sedangkan aku, sampai lubang cebok mu pun ku bersihkan semua, coba kau uji selingkuhan mu itu! Dia mau enggak menggunakan tangannya untuk membersihkan najis besar mu!” Jiya yang tak ingin di perdaya oleh Alex memilih meninggalkan suaminya.


“Jiya... jangan setega itu pada ku, aku ini suami mu, kau durhaka kalau sampai menelantarkan aku.” Alex menuntut haknya pada Jiya.



...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2