Menghajar Selingkuhan Suami Ku

Menghajar Selingkuhan Suami Ku
Kenyataan


__ADS_3

Lalu Dilan melepaskan tangannya dari Jiya, kemudian lelaki tampan itu bangkit dari sofa dengan menampilkan senyum ramah pada Alex.


Dilan yang baru pertama kali melihat suami Jiya secara langsung merasa senang karena ia pikir lelaki yang ada di hadapannya mampu membahagiakan Jiya.


“Dia Dilan, mantan kekasih ku sebelum mengenal mu, dia juga anak pemilik dari Golden Market yang ada di depan,” ucap Jiya.


Sontak Dilan menoleh ke arah Jiya, ia terkejut Jiya bisa sejujur itu pada Alex yang statusnya adalah suami Jiya.


Sedang Alex yang mengetahui kenyataan itu menjadi naik pitam.


Pasalnya ia merasa di khianati dan tak di hargai oleh istrinya di hadapan laki-laki lain.


“Hai bro, aku Dilan.” pria tampan yang memiliki bau uang yang sangat menyengat membuat Alex kalah pamor.


Ia juga minder berdiri di sebelah Dilan yang memiliki tubuh lebih tinggi darinya.


“Apa hubungan mu dengan istri ku?!” Alex langsung menyerang Dilan karena ia takut jika ia bersikap santai maka Jiya akan di sikat oleh Dilan yang bergelimang harta.


“Hanya teman.” sahut Dilan dengan santai.


“Aku ingat itu baik-baik, jadi sekarang ku minta pada mu untuk pergi dari sini, jangan pernah mendapati istri ku lagi.” sikap posesif Alex membuat Jiya tertawa getir.


“Baiklah, maaf kalau aku berbuat salah.” Dilan pun menarik tangannya karena Alex tak mau berjabatan tangan dengannya.


“Pergilah.” sikap angkuh Alex membuat Dilan sadar diri. Ia menganggap itu bentuk rasa sayang Alex pada Jiya.


“Permisi.” lalu Dilan keluar dari dalam ruangan itu meninggalkan Alex dan Jiya.


Jiya yang duduk di sofa pun bersedekap menatap seksama suaminya yang berlagak kuat.


“Apa kau sering bertemu laki-laki lain di belakang ku? Atau kau balas dendam pada ku?” Alex mulai mencerca Jiya dengan banyak pertanyaan.


“Sering.” Jiya mengaku demikian karena ia selalu bertemu dengan para karyawan laki-laki di super marketnya.


“Jiya! Dimana penghargaan mu pada ku?! Aku ini masih suami mu!” Alex membentak Jiya.


Lalu Jiya berdiri dari duduknya, kemudian wanita cantik dan tangguh itu berjalan dengan langkah menjinjit ke arah suaminya yang wajahnya memerah karena marah.


“Ini, ini dan ini!” Jiya menunjuk baju, jam dan juga sepatu Alex.


“Semua yang kau nikmati sekarang adalah sebagain bentuk penghargaan ku, bahkan saat kau selingkuh uang ku yang kau pakai, sesekali tahu diri dong!” Jiya menatap sinis suaminya.


“Dalam agama suami boleh menikah sampai 4 kali, tapi kalau wanita tidak.” Alex membawa agama untuk membela dirinya.

__ADS_1


“Gaji mu cuma UMR, memangnya kau pernah memberi ku uang buat beli beras?” Jiya yang tak ingin berkelahi menyandang tasnya yang ada di atas sofa.


“Mau kemana kau?” tanya Alex yang belum selesai bicara.


“Pulang.” sahut Jiya seraya berjalan melewati suaminya.


“Jiya!” Alex yang di remehkan membentak istrinya.


“Hei! Jangan membuat keributan disini ya, kita bertemu di rumah kalau kau mau lanjut.” Jiya yang lelah memutuskan untuk pulang tanpa mengajak suaminya.


Alex yang merasa di kecewakan oleh kedua istrinya dalam waktu yang berdekatan mengepal tangannya dengan kuat.


“Perempuan setan!” Ia yang dulu di sayang Jiya kini malah tak di anggap.


Ia yang ingin bertemu Lili karena rindu memutuskan untuk menghubungi istri keduanya.


Halo mas, 📲 Lili.


Halo sayang? Kau lagi dimana? 📲 Alex.


Di jalan mau ke toko Kamboja, 📲 Lili.


Oh, aku juga disini, 📲 Alex.


Oke, kalau begitu kita bertemu disana saja ya mas, 📲 Lili.


Setelah sambungan telepon terputus Alex pun mendaratkan bokongnya ke atas sofa.


“Untung ada Lili yang selalu menyejukkan hati ku, meski pun aku tahu dia tak benar-benar sayang pada ku tapi tapi enggak apa-apa, yang penting dia mengizinkan ku ada di sampingnya.” Alex yang terlalu mencintai merasa kasihan pada dirinya karena tak mendapat balasan yang sana dari Lili.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Jiya yang baru sampai ke rumah melihat Winda dengan mata sembab dan hidung memerah.


“Bibi? Ada apa? kenapa bibi menangis? Apa bibi punya masalah?” Jiya penasaran tentang apa yang terjadi pada artnya.


“Hiks... nyonya...” air mata Winda kembali mengalir, bibirnya seolah tak sanggup untuk mengatakan kebenaran hubungan Lili dan Alex yang sesungguhnya.


“Bibi ceritakan pada ku apa yang terjadi sebenarnya?” Jiya memeluk wanita tua itu agar merasa lebih nyaman.


“Nyonya... maaf kalau apa yang ku sampaikan akan membuat nyonya sakit hati.” Winda masih enggan mengatakan apa yang ia tahu.


“Bibi tahukan kalau aku enggak suka bertele-tele, langsung saja ke intinya.” Jiya mendesak Winda untuk berkata yang sebenarnya.

__ADS_1


“Tu-tuan dan nona Lili ternyata sudah menikah.” mendengar pengakuan Winda mata Jiya membulat sempurna, ia tak menyangka hubungan Lili dan Alex sudah sejauh itu.


“Bibi tahu dari mana?!” tanya Jiya dengan penasaran penuh.


“Dari nona Lili sendiri, tadi dia datang kesini katanya di suruh nyonya dan tuan, tapi saya tak kasih izin karena itu dia jadi marah-marah pada saya.” Winda pun menceritakan semua yang di katakan Lili padanya.


Mendengar kenyataan itu Jiya merasa sesak napas.


“Kurang ajar! Ku pikir hanya sebatas pacaran, ini tidak bisa di maafkan!” Jiya yang murka kali itu tak mau berbaik hati lagi pada dua orang yang telah mengkhianatinya.


“Nyonya, kontrol emosi nyonya, jangan terlalu di pikirkan, nyonya tenangkan diri nanti kalau nyonya sampai sakit, nyonya sendiri yang akan rugi.” Winda khawatir jika Jiya yang memiliki penyakit darah tinggi tumbang ke lantai.


“Hufff... huuff...” Jiya berulang kali menghela napas panjang agar sesak di dalam dadanya berkurang.


“Ayo nyonya, duduk dulu.” Winda menaruh tangan Jiya ke bahunya, lalu menuntun majikannya menuju sofa untuk duduk.


Setelah Jiya mendaratkan bokongnya ke atas sofa Jiya pun meletakkan lehernya yang terasa berat dan kaku ke punggung sofa .


“Nyonya, tunggu sebentar aku akan mengambil air minum.” Winda pun segera berlari ke dapur.


Jiya yang menenangkan diri memejamkan matanya, ia pun mengingat semua yang telah ia lalui dengan Alex.


“Bangsat! Enggak tahu diri, laki-laki zaman sekarang enggak ada yang bisa di percaya, awas saja kau!” Jiya yang telah kenyang dengan segala penderitaan yang di beri Alex padanya kali itu tak menitikkan setetes air mata pun.


“Kau juga Li, ku beri pekerjaan malah mengerjai diriku, kalian berdua tidak akan selamat!” Jiya meremas ujung bangku yang ia pegang dengan erat.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Dilan yang baru selesai memesan apel envy 100 kardus bangkit dari duduknya karena haus.


“Oh iya, mama dan papa katanya mau ke Eropa nanti malam, coba ku telepon dulu.” kemudian Dilan mengambil handphone yang ada dalam saku celana bahannya.


Ketika ia membuka layar handphonenya ia kaget bukan main, saat melihat Fitri telah memanggil nomornya dari semua aplikasi, termasuk Messenger, Instagram, WhatsApp dan telepon nomor biasa.


Dilan yang ingin fokus kerja hari itu sengaja menyetel dering teleponnya jadi hening hingga ia tak tahu kalau kekasihnya mendial nomornya berulang kali.


“Apa yang terjadi?” Dilan yang takut kekasihnya kenapa-napa langsung mendial balik.


Trutt...


Halo... 📲 Fitri.


Dilan terkejut saat ia mendengar suara serak dan berat seperti habis menangis di balik layar teleponnya.

__ADS_1




__ADS_2