Menghajar Selingkuhan Suami Ku

Menghajar Selingkuhan Suami Ku
Cemburu


__ADS_3

Menyedihkan! Mentalnya benar-benar buruk, batin Jiya.


“Alex, jangan meminta sesuatu yang tak mungkin pada ku.” Jiya yang ingin balas dendam tak mau memberi pekerjaan pada mantan suaminya.


“Ku mohon tolong aku, apapun akan ku kerjakan asal bisa menghasilkan uang, kau juga tahukan Lili sedang hamil? Aku tahu kau sangat membenci kami berdua, tapi bisakah yang kau lihat anak kami? Apa kau tega anak tak berdosa itu menderita? Dia masih dalam masa pertumbuhan, butuh gizi yang lengkap agar anggota tubuhnya sempurna, Jiya... kasihanilah kami.”


Alex yang baru berjuang satu hari mencari kerja sudah langsung putus asa.


Tuntutan dari sang istri yang membuat ia tertekan menjadikan seorang Alex takut pulang jika tidak membawa kabar baik.


Jiya yang mendengar alasan Alex pun mulai memikirkan kembali antara memberi mantan suaminya pekerjaan atau tidak.


Hub!


Alex berlutut di hadapan Jiya, Alex berpikir itu adalah cara ampuh untuk merebut simpati Jiya.


Kasihan dia, pasti keadaan mereka benar-benar susah, ya sudahlah terima saja, lagi pula ini adalah balas dendam termanis yang akan ku berikan padanya, batin Jiya.


“Bagaimana ya... ku rasa kau tidak akan mau melakukan pekerjaan ini,” ujar Jiya.


“Aku pasti mau, aku janji!” Alex begitu bersemangat agar bisa menyakinkan Jiya kalau dia serius ingin kerja.


“Memangnya kau mau, jadi OB?” Jiya mengatakannya tanpa beban sungkan atau tak enak pada mantan suaminya.


“A-apa?” Alex tersentak, karena ia pikir Jiya akan memberi posisi yang lebih layak padanya.


“Iya, kalau mau silahkan kerja mulai besok, maaf ya hanya posisi itu yang aku butuhkan, itu juga penempatan di cabang Kamboja,” ujar Jiya.


“Maksud mu di seberang Golden Market?” hati Alex sedikit menolak, karena ia malu jika Dilan melihat dirinya memakai seragam OB.


Selain itu Alex tentunya tak bisa berbaur dengan orang-orang yang dulunya adalah bawahannya.


Belum lagi video dirinya yang ketahuan selingkuh pasti akan memperberat keadaannya.


Sudah pasti aku akan di hujat dan di kucil kan, batin Alex.


“Aku tahu kau pasti enggak akan mau, lagi pula itu bukan level mu.” Jiya tak memaksa Alex untuk mengambil pekerjaan itu.


“Apa tidak ada yang lain?” Alex masih bertanya meski ia sendiri sudah tahu semua posisi di perusahaan Jiya sudah terisi penuh.


“Enggak ada, atau kau mau cari yang lain? Mungkin ada perusahaan yang akan menerima mu, atau kau ke Jakarta saja, disanakan lebih mudah mencari kerja,” ujar Jiya.

__ADS_1


“Tidak bisa Jiya, selain jauh, kami tak punya rumah disana.” Alex menundukkan kepalanya karena bingung harus mengambil keputusan apa.


“Kalau kau belum tahu harus jawab apa, aku pulang dulu, nanti kau bisa kirim pesan pada ku.” Jiya yang ingin pulang pun bangkit dari kursi.


“Ba-baiklah, aku ambil!” Alex yang tak tahan melihat tangis dan amarah Lili terpaksa menerima pekerjaan yang di tawarkan Jiya.


“Oke, tapi lusa kau boleh masuk kerja, karena besok kita harus menghadiri sidang perceraian kita,” ucap Jiya.


Mendengar kabar itu hati Alex tiba-tiba merasa resah, jantungnya bergetar, semangatnya memudar.


“Aku mengerti.” jawab Alex dengan suara yang redup.


“Oke, kalau begitu aku pulang dulu.” Jiya pun bangkit dari duduknya lalu melenggang anggun melewati Alex.


Alex yang di tinggal pun menatap nanar kepergian mantan istrinya yang terlihat berwibawa dan berkarisma di balut gaun biru muda dengan panjang di bawah lutut.


“Kenapa dia jadi cantik setelah kami cerai?” timbul sedikit rasa penyesalan di hati Alex yang paling dalam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jiya yang telah ada dalam mobilnya mengambil handphonenya yang ada dalam tasnya.


Lalu ia pun membuka sandi layar handphonenya.


“Apa hatinya telah mubah? Dan kembali lagi pada pacarnya?” Jiya sedikit sedih jika yang ia pikirkan kenyataan.


Jiya yang ingin segera pulang pun menyalakan mesin mobilnya, setelah itu melaju keluar dari perkantoran 2 lantai Supermarket Lee Jiya.


Saat Jiya sedang fokus menyetir tiba-tiba suara klakson mobil mengejutkan dirinya.


Tin tin!!!


“Astaga!” sontak Jiya menoleh ke arah spion yang ada dalam mobilnya.


“Itukan mobilnya Dilan?” Jiya pun menurunkan kecepatannya, kemudian ia pun menepi ke pinggir jalan yang lumayan luas.


Selanjutnya Jiya mematikan mesin mobilnya dan ia pun turun dari dalam mobilnya.


Dilan yang juga berhenti di belakang mobil Jiya, lalu keluar dari dalam mobil dengan senyum yang lebar.


“Kenapa kau membuntuti ku?” tanya Jiya dengan tersenyum kecut.

__ADS_1


“Dari tadi aku sudah ada di depan supermarket mu,” ucap Dilan.


“Terus kenapa enggak masuk?” tanya Jiya kembali.


“Ada suami mu, hahaha...” Dilan tertawa lepas.


“Sembarangan! Dia mantan suami ku sekarang!” pekik Jiya.


“Memangnya kau dan dia sudah ceria?” tanya Dilan.


“Belum sih, eh... kenapa kau malah tanya-tanya!” Jiya yang cerewet membuat Dilan makin suka.


“Hei, harusnya kau sadar diri, kau itu kalau marah-marah seperti monster bukan bidadari.” Dilan terus meledek manta kekasihnya.


“Enggak jelas banget sih kau! Apa tujuan mu mengikuti ku perjaka tua?” Jiya membalas perbuatan usil Dilan.


“Ka-kau bilang apa tadi?” wajah Dilan merubah jadi masam.


“Perjaka tua, bujang lapuk, apa ada masalah aku bilang begitu? Hah?!” mata Jiya melotot seperti ingin keluar.


“Kalau begitu habis masa Iddah kau harus mau jadi istri ku ya, jelek!” Dilan pun mencubit kedua pipi Jiya yang semakin hari tambah berseri berkata skincare dokter puluhan juta rupiahnya.


“Enak saja! Masa aku langsung nikah, sudah begitu sama mantan yang pernah selingkuh lagi!” Jiya menatap risih Dilan.


“Baru sekali juga, jangan di ungkit-ungkit dong bu! Itu hanya masa lalu, sekarang aku sudah berubah ,” ucap Dilan.


“Iya deh!” sahut Jiya dengan mantap sinis sang mantan.


Alex yang melintas dari jalan yang sama tanpa sengaja melihat Jiya dan Dilan mengobrol berdua dengan penuh canda tawa.


“Laki&laki itukan?” Alex pun ingat jika itu adalah mantan pacar Jiya.


“Benar dugaan ku, ternyata mereka memang ada main di belakang ku.” tanpa sadar Alex merasa cemburu.


Namun apalah daya, ia yang telah memilih jalannya sendiri tak bisa melarang-larang Jiya untuk dekat dengan siapapun.


“Sudah berapa kali kau selingkuh di belang ku Jiya?” Alex mengira jika istrinya berbuat nakal selama ini.


Alex yang kesal dan di selimuti amarah melanjutkan motor Lili dengan kecepatan penuh.


“Kita makan jagung bakar yuk!” Dilan mengajak Jiya untuk makan sebentar di luar.

__ADS_1


“Tumben makan jagung,” ucap Jiya.


“Aku lihat ulasan di internet, katanya jagung bakar di restoran Kissky Muchu itu enak, kesana yuk, temani aku.” Dilan yang ingin pendekatan meraih kelingking Jiya dengan kelingkingnya.


__ADS_2