Menghajar Selingkuhan Suami Ku

Menghajar Selingkuhan Suami Ku
Tega


__ADS_3

“Pikir sendiri! Memangnya kau sudah melakukan apa pada ku?!” Jiya menyunggingkan bibirnya


“Jiya, akukan sudah bilang kalau aku mau berubah, tolonglah sayang.” Alex terus membujuk Jiya.


“Tidak! Urus dirimu sendiri.” kali itu Jiya bersikap tegas pada suaminya.


Jiya pun meninggalkan Alex yang sangat membutuhkannya.


“Sialan! Entah apa yang merasukinya sampai-sampai ia tega membiarkan ku sendiri disini, meski pun wajah mu sudah berubah aku tetap tak akan mencintai mu, Lili jauh lebih baik darimu!” sampai detik itu Alex masih belum menyadari kesalahannya.


Ia tak tahu jika itu akan menghasilkan petaka besar untuknya.


Jiya yang telah berada di parkiran membuka pintu mobilnya seraya geleng-geleng kepala.


“Enak saja membanding-bandingkan aku dengan dia, dasar suami enggak tahu diri, kalau bukan mau balas dendam, sudah ku ceraikan kau dari kemarin!!” Jiya yang ingin pulang ke rumah pun segera melajukan mesin mobilnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dilan yang ada dalam rumahnya menatap photonya bersama Fitri.


“Aku enggak akan melakukan kesalahan yang sama, aku akan menyayangi dan tidak akan meninggalkan mu Fitri.” Dilan ingin menjadikan Fitri sebagai istrinya.


Pada saat Dilan akan mendial nomor Fitri tiba-tiba ia melihat panggilann terakhirnya pada Jiya.


“Apa yang sedang ia lakukan sekarang?” Dilan menjadi penasaran pada kegiatan mantan kekasihnya tersebut.


Dilan pun memutuskan untuk menelepon Jiya.


Truuttt...


Truutt...


Status panggilan berdering namun tak kunjung di angkat.


“Oh ya, mana mungkin dia mau menerima telepon dari ku.” Dilan pun memutus panggilan yang ia lakukan.


“Jiya.” Dilan terus memikirkan Jiya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lili yang sudah merasa sehat sedari siang datang ke rumah sakit membawa sup ayam merah pada suaminya.


“Kalau enggak salah di kamar 52.” Lili mengetahui nomor ruang rawat suaminya karena Lili telah memindahkan kartu simnya ke handphone lain.


Sesampainya di pintu ruangan Alex Lili merasa bersemangat.

__ADS_1


“Ini dia! Semoga saja mas Alex sudah sehat, cepat pulang dan aku bisa minta uang buat beli handphone baru.” Lili berharap penuh setelah ia pulang dari rumah sakit suaminya memberi uang padanya.


Ceklek!


Kriettt...


Suara pintu terbuka membuat Alex menoleh ke sumber suara.


“Lili...” wajah Alex memerah hatinya menjadi girang saat melihat yang ia cinta datang menemuinya.


“Mas...” Lili pun masuk tak lupa mengunci pintu.


“Lili, kenapa kau datangnya lama sayang?” Alex pun bangkit dari ranjang lalu menyandarkan punggungnya ke dinding.


“Maaf mas, aku demam mulai tadi malam, itu semua karena Jiya! Dia menyuruh aku kerja ekstra sampai kehujanan, sudah begitu aku malah apes karena berteduh di saung kuburan!” setelah mengatakan serentetan peristiwa yang ia alami Lili pun duduk ke kursi yang ada di sebelah ranjang Alex.


“Tapi kau baik-baik sajakan sayang?” Alex pun mengelus wajah istrinya.


“Ya itu mas, aku jadi demam. Mas!” Lili histeris saat melihat kening atas sebelah kanan suaminya di tempel pakai kain kasa.


“Ini kenapa mas?! Apa Jiya menghajar mu?” Lili syok apa lagi kasa itu terlihat ada noda darahnya.


“Bukan, aku terbentur di dinding bak kamar mandi itu.” Alex menunjuk ke sebelah kanannya.


“Ya ampun mas, harusnya hati-hati dong, kalau kau sampai terluka lebih dari ini aku pasti ikut merasa sakit.” Lili yang pandai membual meraih tangan suaminya.


Sikap Lili yang begitu lembut dan perhatian membuat hati Alex menjadi damai, semua sakit yang ia rasakan seketika hilang.


“Terimakasih karena sudah menemani ku dalam suka dan duka sayang, ku pikir kau marah pada ku makanya kau tak kunjung membalas pesan yang ku kirim.” Alex pun tersenyum lebar pada Lili.


“Bagaimana caranya aku membalas pesan mas, handphone ku rusak karena kena air hujan, ini juga aku pakai handphone murah, ini ku lakukan agar mengetahui kabar mu loh mas!” Lili pun menunjukkan handphone yang ia beli dengan harga 4 juta rupiah.


“Sabar ya sayang, aku pasti akan memperbaiki handphone mu yang rusak itu setelah aku keluar dari sini,” ujar Alex.


“Kelamaan mas, handphone itu sangat penting, banyak file-file kerja ku disana.” Lili tak ingin menunda terlalu lama karena ia ingin terlihat gaul pakai handphone mahal itu.


“Kau lihat sendirikan aku masih sakit sayang, nanti saja ya.” Alex pun mencoba membujuk Lili.


“Kasih uangnya saja mas, aku bisa sendiri ke tukang servis.” Lili tak mau karena ia berniat meminta uang lebih agar ia dapat memberikan sebagian uang itu pada ibunya yang ingin segera pulang ke ibu kota.


“Tapi atm ku di rumah sayang.” Alex yang buru-buru ke rumah sakit lupa membawa dompetnya.


“Kau kan punya mobile banking mas, jangan banyak alasan deh, katanya sayang istri!” Lili yang mulai kesal merajuk pada suaminya.


Maaf sayang, aku enggak bisa kalau sekarang, kau juga enggak mungkin untuk mengambilnya ke kamar ku,” ujar Alex.

__ADS_1


”Kenapa tidak? Soal Jiya bisa ku bereskan dengan mudah.” Lili masih saja meremehkan madunya.


“Ya sudah terserah kau saja.” Alex pasrah karena istrinya terus memaksa.


“Terimakasih banyak mas.” lalu wanita mata duitan itu bangkit dari duduknya dan memeluk Alex yang duduk di atas ranjang.


“Kau memang yang terbaik mas, hehehe...” tawa Lili kian pecah karena kegirangan.


“Hei, biasa saja sayang.” Alex pun membalas pelukan Lili dengan senyum sumringah.


“Oh ya mas, aku bawa sup ayam untuk mu.” lalu Jiya melepas pelukannya.


“Pasti enak.” Alex pun tambah menyayangi Lili yang perhatian padanya.


“Iya dong mas!” Lili pun mengecup pekat pipi suaminya.


Ini beda mu dengan Lili, Jiya. Tadi kau jelas melihat dahi ku terluka, tapi kau tak bertanya apapun, yang paling parahnya kau datang dengan tangan kosong, kau sudah gagal menjadi istri yang baik, kalau aku sih tak masalah jika punya istri dua, toh aku mampu, tapi posisi mu jelas salah, melawan suami artinya masuk neraka! batin Alex.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jiya yang baru selesai memakai baju naik ke atas ranjang, ia yang belum bisa tidur mengambil handphonenya yang ia letakkan di atas ranjang itu juga.


“Sudah berapa lama aku enggak melihat dunia luar? Yang ku tahu hanyalah kerja dan mengabdikan diri pada suami siluman ular ku!” Jiya yang ingin mencari hiburan tanpa keluar rumah pun membuka instagramnya.


“Eh? Apa ini?” Jiya cukup terkejut karena photo yang ia unggah tadi siang mendapatkan 500 suka dari para netizen yang tak ia ikuti.


“Ada 100 komentar, kok bisa?” Jiya pun membuka isi komentar feed photonya.


Bukannya ini Jiya? 💌 Lusia


Wah, ku pikir kau sudah mati, Jiya 💌 Sonya.


Dia cantik ya sekarang, 💌 Bunga.


Jiya, kau tinggal dimana sekarang? 💌 Arsyla.


Inikan gadis yang pernah di gosip kan hamil di luar nikah tapi dia tetap bisa sekolah karena ia menggugurkan kandungannya? Benarkan dia perempuannya? 💌 Buah Manggis.


Membaca isi komentar sadis itu membuat Jiya jadi panas dingin.


“Pada hal aku tidak mengikuti mereka, aku enggak menggangu hidup mereka, apa lagi minta makan! Tapi mereka seenaknya berkata 8ni dan itu tentang ku! ” Jiya pun menghapus komentar jahat itu.


Sebab ia melihat banyak balasan untuk komentar tersebut.


Jiya yang ingin mengantisipasi kata-kata tak enak berikutnya langsung mengambil tindakan cepat dengan cara memblokir id orang-orang yang ia pikir akan memberi pengaruh buruk pada pikirannya.

__ADS_1



__ADS_2