Menghajar Selingkuhan Suami Ku

Menghajar Selingkuhan Suami Ku
Bukan Debu


__ADS_3

Lili yang tak dapat menahan emosinya melempar kepala suaminya dengan gelas plastik yang ada di tangannya.


Puk!


“Kurang ajar!” pekik Lili.


“Lili! Kasar sekali cara mu, beraninya kau main tangan pada ku, biadab!” semangat Alex yang akan pergi kerja langsung berantakan, ia pun ikut tersulut emosi karena aksi heroik istrinya di pagi itu.


“Aku tidak akan begitu kalau kau mau menuruti apa yang aku minta mas!” Lili yang tak terima di sepelekan orang lain selama ini dengan mudah melawan suaminya.


“Oh! Begitu... sini kau!” Alex yang selalu ingin di hormati pun tanpa ragu memberi pelajaran pada istrinya yang pembangkang.


Plak!


Satu pukulan keras pun mendarat di pipi kanan Lili.


“Mas! Apa yang kau lakukan padaku? Dasar suami tidak berguna!” Lili yang pantang di tantang pun menampar balik wajah suaminya.


Plak!


“Lili!” Alex membentak istrinya.


Alex yang emosi pada Lili dengan cepat menarik tangan istrinya menuju kolam ikan yang ada di belakang rumah mereka.


Sesampainya disans Alex dengan tenaga penuh mendorong tubuh Lili sampai terduduk dalam kolam ikan tersebut.


Cburrr!!


“Kurang ajar! Suami tidak tahu diri! Aku tidak akan memaafkan perbuatan mu Mas!” Lili menangis sesungukan.


“Jangan macam-macam ya, selama ini aku sudah mengalah banyak pada mu, aku juga menuruti segala keinginan mu dan ibu, perpisahan ku dengan Jiya itu juga karena mu, andai saja kau tidak minta uang banyak-banyak aku dan Jiya pasti masih bersama, dasar perempuan ******! Aku menyesal pernah mengenal mu! Jika kau tak nyaman bersama ku lagi, kau boleh angkat kaki!” Alex mengusir istrinya dari rumahnya.


Lili yang tak punya tujuan sontak diam tak berani lagi melawan suaminya.


Sedangkan Alex yang hampir terlambat bekerja meninggalkan istrinya tanpa meminta maaf terlebih dahulu.


“Hiks, ya Tuhan tolong aku, aku sudah tidak sanggup lagi.” Lili Yang berduka beranjak dari dalam kolam kemudian ia pun duduk di sebelah sumur meratapi nasibnya yang tidak mujur.


...****************...


Jiya yang telah ada di supermarket cabang Kamboja mulai berkeliling untuk melihat display barang yang telah disusun oleh para karyawan dan SPG yang di tempatkan di tokonya.


Langkahnya pun tiba-tiba terhenti saat ia melihat Alex sang mantan suami sedang memegang tiang kain pel dengan posisi membelakangi dirinya.


Alex? batin Jiya.


Meski sudah tak ada lagi rasa namun Jiya cukup kasihan melihat suaminya bekerja menjadi office boy di tokonya.

__ADS_1


Jiya yang tak sanggup melihat pemandangan itu memutuskan untuk pergi, namun saat ia akan melangkahkan kakinya Ia pun mendengar Dino membentak mantan suaminya.


“Bisa kerja enggak sih?!” hardik Dino.


“Mata mu buta ya? Ini aku lagi bekerja bodoh!” balas Alex.


Karena keduanya sama-sama keras Jiya pun hanya membiarkannya saja.


Jiya yang ingin melanjutkan pekerjaannya tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Dilan.


“Selamat pagi cantik, apa tadi malam tidur nyenyak?” sapa Dilan.


“Iya, aku bermimpi indah, kau sendiri bagaimana?” tanya Jiya.


“Aku melihat mu dalam tidur ku,” ucap Dilan.


Alex yang mendengar mantan istrinya di gombal oleh pria lain langsung balik kanan.


Jiya? batin Alex.


Entah mengapa hati Alex merasa panas dingin.


Amarahnya makin berkobar saat Dilan menggenggam tangan Jiya.


“Apa-apaan laki-laki brengsek itu,” gumam Alex.


“Sadar Lex, bu Jiya itu bukan siapa-siapa mu lagi, jadi sah-sah saja apabila laki-laki lain mendekati bu Jiya,” ujar Dino.


“Berisik! Kau jangan ikut campur karena kau bukan siapa-siapa!” Alex yang posisinya jauh di bawa Dina malah dengan berani membentak atasannya.


“Alex, aku adalah manajer di sini, sekali lagi kau berani melawan ku apalagi berkata kasar, maka kau akan ku pecat, percayalah, bu Jiya tidak akan menghalangi ku untuk membuang mu!” ucap Dino dengan raut wajah serius.


Alex yang diperlakukan layaknya karyawan biasa merasa tidak terima.


“Terserah kau mau bicara apa, yang jelas Jangan pernah urusi apa yang sedang aku lakukan dan kerjakan!” Pekik Alex.


“Aku ingin bicara penting pada mu, apa bisa kita bertemu saat makan siang?” Dilan ingin menyampaikan sesuatu pada calon istrinya.


“Bisa, bicara sekarang pun aku punya waktu,” ucapan Jiya.


“Baiklah, mau di sini atau di Golden market?” Dilan meminta pendapat kekasihnya.


“Di Golden market saja,” ucap Jiya.


Kemudian Dilan dan Jiya pun beranjak menuju Golden market, Alex yang masih memperhatikan keduanya tiba-tiba merasakan kesetanan.


Iya yang dibakar rasa cemburu berniat untuk menyusul keduanya.

__ADS_1


Tap


Namun rencananya harus gagal total sebab Dino menahan bahunya.


“Tahu diri Alex, office boy seperti mu tidak pantas berdampingan dengan bu Jiya yang posisinya adalah CEO Supermarket Lee Jiya.” pernyataan Dino membuat Alex sadar jika ia telah membuat kesalahan besar selama ini.


Ia yang tadinya tegar dan sangar kini malah merasa kedinginan, lututnya pun bergetar dan tiba-tiba ia terduduk di lantai.


“Apa kau baik-baik saja?” tanya Dino, ia takut kalau Alex akan membuatnya repot.


Alex yang syok tak mendengar apa yang di


katakan Dino, ia hanya menatap nanar kepergian mantan istri nya dengan pria sukses pewaris pewaris Golden Market.


Ku pikir debu, ternyata mantan istri ku adalah berlian, andai aku tak mudah tergoda pasti pria gagah yang ada di sebelahnya adalah aku, sekarang semua tinggal penyesalan, bahkan untuk mencari makan aku masih harus menyusahkan nya hiks, batin Alex.


Tanpa sadar mantan suami Jiya menitikan air mata di tengah keramaian pengunjung yang datang untuk berbelanja.


“Apa yang kau lakukan Alex cepat berdiri!apa mau tidak malu orang-orang melihat mu menangis?” bisik Dino.


Lalu Alex bangkit dari lantai kemudian Ia menuju toilet untuk membasuh muka.


...****************...


Jiya dan Dilan yang sedang duduk di restoran Golden market mulai membuka obrolan.


“Sebenarnya kau mau bicara apa sih?” ucap Jiya dengan pemasaran penuh.


“Apa kau bisa cuti untuk beberapa hari?” tanya Alex.


“Bisa sih, memangnya kita mau pergi ke mana?” tanya Jiya kembali.


“Ke rumah orang tua mu,” ucap Dilan


Mendengar pernyataan calon suaminya Jiya cukup tersentak.


“Untuk apa kita ke sana?” Jiya merasa tidak ada urusan dengan keluarganya.


“Aku ingin melamar mu langsung pada kedua orang tua mu.” pernyataan Dilan membuat Jiya tercengang.


“Itu enggak perlu, kita nikah di KUA saja.” Jiya menolak karena ia yakin keluarganya tidak akan menerima kehadiran mereka.


“Tidak, aku ingin ayah mu yang menikahkan mu padau, bagaimanapun ini sudah terlalu lama, kau tak bisa mendiamkan mereka begitu saja, aku yakin mereka juga menanti kehadiran mu.” Dilan yang kasihan pada Jiya berencana untuk menyatukan Jiya dengan keluarganya kembali.


“Itu tidak mungkin, mereka tak menginginkan aku lagi, jika mereka berbesar hati, sudah dari dulu aku akan menemui mereka, kau juga tahu kalau aku di buang kan?” ungkap Jiya.


__ADS_1


__ADS_2