
Kemudian Alex memegang telunjuk Jiya lalu meremasnya.
“Lalu kenapa bangsat!” pekik Alex.
Bruk!
Alex mendorong tubuh Jiya hingga terjatuh ke ranjang, setelah itu Alex berkacak pinggang.
“Dia itu lebih baik darimu, mulutnya enggak kasar, barangnya juga lebih enak di pakai dari pada punya mu, jadi apa ada alasan untuk membanggakan mu, jelek?!” Alex mengejek istrinya yang telah berjasa padanya selama ini.
“Hahaha!” Jiya tertawa geli dengan curahan hati Alex.
Lalu ia pun bangkit dari ranjang dan berdiri kembali di hadapan suaminya.
“Terus kenapa masih betah menjadi beban hidup ku sialan?! Kalau kau memang menyayanginya pergi saja bersamanya! Perjuangkan dia dengan hasil keringat mu, bukan mengharapkan kerja keras ku, kau pikir aku tak tahu kelakuan mu selama ini?! Uang yang kau itu kirim atas nama Surya itu untuknya kan?! Silahkan menikah sampai 10 kali, tapi pakai modal sendiri miskin!” Jiya meluapkan isi hatinya.
“Apa kau sudah puas menghina ku?” mata Alex membulat sempurna seolah ingin memakan Jiya.
“Tidak, masih banyak yang ingin ku katakan pada mu, tapi kita langsung ke intinya saja! Aku mau kita berdua cerai, pergi saja dengannya, mulai hidup dari 0! Ku rasa dia akan betah menjadi kepala keluarga untuk kalian, sekarang angkat kaki dari rumah ku!” Jiya menunjuk kasar ke pintu keluar kamar.
Plak plak plak!
Alex menampar wajah Jiya kiri dan kanan berulang kali.
“Beraninya kau minta cerai!!! Tidak, aku tidak akan pernah menceraikan mu sebelum kau menyerahkan seluruh harta yang kita perjuangkan bersama kepada ku!” Alex yang telah di kuasai setan berniat mencekik leher Jiya.
“Mau apa kau!” Jiya pun mendorong tubuh Alex, namun Alex yang kekar dan kuat menangkap kedua tangan Jiya.
“Serahkan surat-surat itu, atau kau ku buat mati saat ini juga!” kini Alex terang-terangan mengatakan rencana jahatnya.
“Aku enggak akan pernah mau menyerahkan apa yang bukan milik mu!” Jiya yang tak ke habisan akal menjatuhkan tubuhnya ke lantai.
Kedua tangannya yang masih di pegang Alex membuatnya jadi berjongkok.
“Mati kau!” pekik Jiya.
Jiya pun mengarahkan giginya yang rapat ke benda pusaka milik Alex.
Gap!!
“Akkhh!!!” Alex berteriak sekencang-kencangnya karena istri tuanya menggigit kepala Joni mungil tanpa tulangnya.
“Lepas!!!” Alex yang kesakitan melepas genggaman tangannya dari Jiya, lalu ia pun menarik rambut Jiya dengan kencang.
Jiya geleng-geleng kepala seolah menolak permintaan Alex.
“Sakit Jiya!” Alex yang merasa Joninya akan putus memukul keras kepala Jiya berulang kali dengan kedua tangannya.
Meski sakit Jiya menahannya sekuat tenaga sampai ia melihat Alex akan terjatuh karena tak kuat berdiri, ia pun melepas gigitannya dan mendorong tubuh Alex yang tak stabil hingga terjatuh ke lantai.
Bruk!
“Sakit!! Sakit!!!” Alex memegang Joninya dengan berurai air mata.
__ADS_1
Jiya pun melihat rambutnya yang telah banyak rontok.
Jiya yang tak terima pun berdiri dari jongkoknya lalu mengambil raket nyamuk yang ada di atas ranjang.
“Terima ini!”
Puk puk puk!
Jiya memukul perut Alex berulang kali tanpa ampun.
“Berhenti Jiya!” Alex tak sanggup membalas karena Joninya masih terasa sakit.
“Enak saja! Tadi kau hampir membunuh ku! Dimana akal sehat mu sialan!” Jiya yang ingin memberi pelajaran ekstra pada suaminya menyalakan tombol raket nyamuk tersebut.
Zeettt!!!
Puk puk puk!!
Kemudian ia lanjut memukul suami yang selalu berbuat licik padanya selama ini. Alex yang tersetrum makin menjerit hebat.
Para art pun berdatangan saat mendengar syara kegaduhan dari kamar Jiya dan Alex.
“Astaga!” Winda menutup mulutnya yang menganga.
Perkelahian Jiya dan Alex membuat ke tiga Art mereka ketakutan.
“Apa yang kalian lakukan? Ayo pisahkan tuan dan nyonya!!” titah Winda.
“Jangan nyonya... hentikan nyonya nanti tuan bisa mati!” Winda memeluk Jiya, sedangkan Hera menarik raket nyamuk yang ada di tangan kanan Jiya.
Sementara Mirna membantu Alex untuk duduk.
“Biarkan aku menghajar benalu itu! Jangan hentikan aku, bibi!” Jiya berteriak tepat di wajah Winda.
“Jangan nyonya! Kalau memang ada yang menyalahi hukum lebih baik serahkan pada pihak berwajib,” ucap Winda.
Mata Alex membulat sempurna saat mendengar apa yang di katakan artnya.
Bukannya membela, kau justru ingin menjebloskan ku ke dalam penjara? Babu sialan! batin Alex.
“Aku pasti membuang dia ke penjara, tapi aku enggak akan puas sebelum mematahkan lehernya!” pekik Jiya dengan mata melotot.
“Ada apa ini??” Lili yang tak tahu kalau hubungan pernikahannya sudah di ketahui Jiya malah masuk ke dalam kamar.
“Mas Alex, apa kau baik- baik saja?” Lili mendatangi Alex yang duduk di lantai tak jauh dari Jiya berdiri.
Ia pun memegang wajah Alex yang membiru akibat keganasan Jiya.
“Apa yang kau lalukan Jiya? Kenapa kau membuat mas Alex jadi babak belur?” pertanyaan Jiya membuat darah Jiya mendidih.
“Ini semua karena mu!” Jiya yang telah habis kesabaran kembali meronta dari pelukan Winda.
“Aku? Memangnya aku melakukan apa?” Lili yang merasa tak bersalah menatap tajam ke arah Jiya.
__ADS_1
Winda yang geram pun memutuskan untuk melepas Jiya.
“Kasih paham nyonya, biar wanita itu tidak macam-macam lagi,” ucap Winda.
“Terimakasih bi.” lalu Jiya melangkahkan kakinya menuju Lili.
Lili yang jongkok di samping Alex melihat ekspresi marah Jiya.
“Lari sayang, dia itu monster!” Alex tak ingin jika istri keduanya di lukai oleh Jiya.
“Tenang saja mas, aku bisa mengatasinya.” Lili pun berdiri seolah siap menghadapi serangan Jiya.
“Jiya,” ucap Lili.
Plak!
Jiya menampar keras wajah mulus madunya yang ingin melawannya.
“Apa bangsat!” pekik Jiya.
“Jiya! Kenapa kau melakukan ini pada ku?!!” Lili memegang pipinya yang terasa panas dan pegal.
“Itu karena kau sudah berani merusak rumah tangga ku, tidak! Itu karena kalian berdua telah mengkhianati ku!”
Puk!
Jiya memukul wajah Lili dengan perasaan berdebar-debar.
“Jiya! Sakit!!!” mata Lili berkaca-kaca menahan tangis.
Saat Lili akan melayangkan pukulan ke wajah Jiya.
Jiya dengan cepat menangkap tangan Lili, dan sekuat tenaga Jiya mendorong tubuh Lili hingga terlempar ke atas tubuh Alex.
Bab!
“Mas, sakit!!” Lili memeluk Alex.
Jiya yang di khianati di depan mata secara langsung mengambil handphone yang ada dalam sakunya.
Kemudian Jiya merekam Lili dan Alex yang sedang berpelukan.
“Ini dia! Dua manusia yang paling tidak tahu diri di dunia ini, yang laki-laki namanya Alex, dia suami yang selalu menyusahkan ku!” Jiya pun menyorot wajah Alex.
“Hentikan Jiya! Malu sedikit, semua orang yang ada di dunia ini akan melihatnya!” Alex yang ingin bangkit malah di cegah oleh Jiya.
Grek!
Jiya pun menginjak pergelangan kaki Alex yang membuat Alex meringis kesakitan.
“Dan yang ini adalah sahabat yang selalu meminta tolong pada ku, siapa yang menyangka, kalau dia akan menikah dengan suami ku yang gatal dan enggak tahu kerja!” Jiya tertawa getir melihat kedua orang yang membuatnya sakit hati.
__ADS_1