Menghajar Selingkuhan Suami Ku

Menghajar Selingkuhan Suami Ku
Curiga


__ADS_3

Lalu Alex memutar kepalanya dan menatap lirih istrinya yang sama sekali tak membujuknya.


Lili yang hanya cinta semata tanpa ada rasa tulus pada suaminya dengan cepat meninggalkan ruangan itu tanpa mengerti apa yang sebenarnya di inginkan Alex.


“Aku pergi mas.” Lili pun menyandang tasnya lalu melenggang mulus tanpa menoleh ke belakang.


Alex yang di tinggal hanya menangis meratapi nasibnya, ia juga memegang dadanya yang terasa sesak.


“Apa cinta ku hanya bertepuk sebelah tangan?” Alex jadi meragukan perasaan Lili padanya.


“Kau berbeda dengan Jiya, hanya saja aku tak dapat menghilangkan rasa sayang ku pada mu,” gumam Alex.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya saat Jiya akan berangkat kerja ia pun melihat Lili telah ada di depan pintu rumahnya.


Pagi Jiya yang cerah seakan mendung karena kehadiran wanita ular yang berhasil merebut suaminya.


“Mau apa kau pagi-pagi datang kesini? Bukankah seharusnya kau pergi ke kantor?” sambutan tak bersahabat Jiya membuat Lili naik pitam.


Bangsat! Terserah aku mau datang atau tidak kesini, aku juga punya hak atas rumah ini bodoh! batin Lili.


“Aku mau numpang makan, bolehkan?” Lili tersenyum pada Jiya.


“Jarak dari kosan mu kesini ada 1 jam setengah, itu makan uang bensin berapa? Kenapa kau enggak beli sarapan di luar saja? Selain hemat waktu, perut mu juga enggak masuk angin, kali-kali otak mu sampai ke situ enggak sih?!” kali itu Jiya berkata kasar pada Lili.


Tentunya Lili syok bukan main, pasalnya Jiya yang selalu lembut tiba-tiba menjadi kasar dan tak menghargainya.


“Jiya, kenapa kau bilang begitu pada ku?” Lili tersenyum canggung melihat sahabatnya.


“Habis kau bodoh! Sudahlah, lebih baik kau berangkat kerja! Oh ya... kasir cabang Supermarket Anggrek bilang kau marah-marah pada mereka dan kau juga menyuruh mereka pekerjaan yang ku suruh, kau kan tahu kalau itu toko rame, kenapa masih menyusahkan mereka? 11 Toko yang lain juga kau suruh untuk kerjakan sendiri, kau niat kerja apa enggak sih?!” Jiya memarahi Lili yang sok cantik di hadapannya.


“Maaf, itu semua karena aku demam, malam itu hujannya lebat sekali, jadi aku enggak bisa mengejar toko yang lain, handphone ku juga rusak.” Lili mengatakan alasannya yang sebenarnya.


“Yang benar saja, bilang saja kau malas, kau pikir mereka tak ceritakan sikap buruk mu pada mereka? Hah!” Jiya mengendus kesal.


“Ji, kenapa kau jadi marah-marah enggak jelas pada ku sih, biasanya juga kau enggak pernah perduli apa kata orang lain tentang ku.” wajah Jiya yang terlihat menahan kesal membuat Jiya makin mendidih.


“Pokoknya lanjutkan, hari ini harus selesai, kau juga harus merapikan barang-barang kalau ada yang tak sesuai tempat display! Apa kau paham?!” Jiya membentak Lili.


“Baik, tapi aku makan dulu ya.” Lili masih berusaha untuk mengambil atm Alex di kamar Jiya.


“Di luar saja! Kau pikir rumah ku rumah amal yang bisa seenaknya makan gratis??!” Jiya tak mengizinkan Lili masuk ke dalam rumahnya.


“Tapi aku lapar Jiya.” Lili yang bersikeras membuat Jiya curiga.

__ADS_1


Jangan-jangan perempuan ini merencanakan sesuatu lagi, batin Jiya.


Kemudian Jiya mengeluarkan uang 50 ribu dari saku celananya.


“Ini!” Jiya memberikan uang tersebut ke tangan Lili.


“Cukup ya, sekarang kau bisa pergi.” Jiya yang tak memberi celah sedikit pun membuat Lili menangis dalam hatinya.


“Baiklah, aku akan pergi.” Lili pun naik ke atas motornya.


“Kalau belum selesai, ku potong gaji mu!” Ia semakin galak pada Lili yang mempunyai niat jahat padanya.


“Baik.” dengan wajah kusut Lili menyalakan mesin motornya dan mulai melaju keluar dari area rumah Jiya.


Setelah Lili pergi Jiya pun memanggil artnya. “Bi Winda!!!”


Winda yang menyapu di ruang tamu mendengar suara majikannya yang begitu melengking, sontak ia berlari menuju teras.


“Siap nyonya, ada bisa saya bantu?” Winda cukup takut karena Jiya terlihat marah.


“Dengar baik-baik, kalau Lili datang kemari langsung usir, apapun yang dia katakan bibi tidak boleh mengizinkan dia menginjakkan kakinya ke rumah ini!” Jiya mengantisipasi sejak dini agar tidak terjadi hal-hal yang tak di inginkan.


“Baik nyonya, saya mengerti.” Winda menundukkan kepalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Fitri yang baru sampai di kantor duduk ke kursinya.


Suasana kantor yang masih sepi membuat Fitri merasa bosan.


Untuk menghibur dirinya di pagi hari yang mending itu Fitri pun membuka akun Instagramnya.


“Lihat Instagram Dilan dulu ah.” ia pun mencari id kekasihnya.


“Ku pikir ada feed baru.” Fitri pun membuka satu persatu photo lelaki tampan idaman hatinya itu.


Puas memandang wajah kekasih yang selalu membuat ia rindu, Fitri pun melihat ke daftar pengikut dan yang di ikuti.


“Hah? Kok bertambah? Bukannya kemarin Dilan hanya mengikuti 17 orang? Kenapa sekarang jadi 18?” hati Fitri jadi berdebar kencang, karena selama mereka pacaran kekasih ya tak pernah menambah orang yang di ikuti nya lagi.


Ibu jari Fitri pun menekan tulisan ikuti, setelah itu itu ia menarik naik layar handphonenya.


Deg!


“Lee Ji-Jiya? Siapa wanita itu?” hati Fitri menjadi bertanya-tanya.

__ADS_1


Ia yang penasaran pun membuka akun wanita yang membuat ia keringat dingin.


“Tidak ada apapun di bio nya?” karena tak mendapat info mengenai Jiya, Fitri pun membuka photo-photo Jiya.


“Cantik.” Fitri pun merasa minder karena ia tak secantik Jiya.


Kemudian tangan Fitri pun beralih ke photo warung Jiya.


“Ternyata cuma orang biasa.” Fitri meras lega, karena setidaknya ekonominya lebih memadai dari pada wanita yang membuat hatinya bergetar.


Namun hatinya yang baru saja tenang kembali terguncang saat ia melihat beberapa photo Jiya yang menampilkan latar belakang rumah besar, menara Paris, pegunungan New Zeland yang indah dan juga rumah tradisional negeri ginseng yang di selimuti salju.


“Dia orang kaya atau miskin sih?” hati Fitri merasa resah.


Ia yang penasaran pun membuka akun facebooknya untuk mencaritahu tentang Jiya secara mendetail.


Namun sayang ia tak menemukan nama Lee Jiya di daftar pencarian Facebook.


“Siapa dia? Kok bisa Dilan mengikuti wanita itu? Pada hal wanita ini tidak mengikutinya.” Dia yang memiliki penyakit cemburu akut mulai gelisah dan tak tenang, ia takut jika calon tunangannya pergi dengan perempuan.


“Aku harus langsung.” untuk mengobati rasa penasarannya, Fitri pun mendial nomor kekasihnya.


Truttt...


Halo sayang? 📲 Dilan.


Halo, kau lagi dimana sayang? 📲 Fitri.


Di rumah sayang, ada apa cinta ku? 📲 Dilan.


Siapa wanita yang baru saja kau ikuti di Instagram? 📲 Fitri.


Lee Jiya?? 📲 Dilan.


Iya, kenapa kau mengikuti wanita itu? Siapa dia sebenarnya? 📲 Fitri.


Apa selama ini dia mengawasi media sosial ku? batin Dilan.


Oh, itu... dia teman akrab ku semasa SMA, 📲 Dilan.


Teman, mantan, atau pacar? Yang mana yang benar? Mengaku saja pada ku! 📲 Fitri.


Fitri curiga kalau Jiya adalah pacar baru kekasihnya.


__ADS_1


__ADS_2