Menghajar Selingkuhan Suami Ku

Menghajar Selingkuhan Suami Ku
Kena Semprot


__ADS_3

“Tunggu dia pulang dulu, baru aku tanya baik-baik.” Jiya yang tak ingin buang-buang energi memilih untuk pergi makan.


3 jam kemudian Jiya yang ingin beranjak tidur mendial nomor suaminya kembali, namun belum tak kunjung di angkat juga.


“Kemana sih si brengsek ini?!” Jiya tak habis pikir pada Alex, karena status panggilannya berdering tapi tak pernah di angkat.


Jiya yang penasaran pun harus bersabar sampai suaminya pulang.


🏵️


Keesokan harinya, tepat pukul 17:00 Alex sampai di rumah.


Alex yang baru membuka pintu pun melihat istrinya yang duduk di atas sofa.


“Kau menunggu ku sayang?” Alex yang pulang dengan berpenampilan formal mendatangi Jiya dan memberikan wanita pekerja keras itu satu kecupan di puncak kepalanya.


“Darimana saja kau? Nomor aktif tapi enggak angkat bisa mengangkat telepon ku, 100 kali lebih aku mendial nomor mu, ada apa Lex? Kau dimana saat ku miscall?” wajah Jiya yang nampak tegang seperti menahan amarah membuat Alex ketakutan.


“I-itu karena handphone ku eror, layarnya enggak berfungsi saat di sentuh.” Alex yang yang gemetaran tak sanggup melihat mata Jiya.


“Benarkah? Coba ku periksa!” Jiya tak percaya begitu saja dengan yang di katakan suaminya.


Alex yang tak pernah menghubungi Lili dengan handphone yang ia pakai sehari-hari dengan mudah memberikannya pada istrinya.


“Ini sayang.” Alex tersenyum pada istrinya.


Kau pikir aku sebodoh dirimu? Kau tidak akan menemukan jejak perselingkuhan disana! Hahaha, batin Alex.


Setelah beberapa saat mengoperasikan handphone suaminya, mata Jiya membulat sempurna saat ia menemukan bukti yang ia cari.


“Surya itu siapa?” ucap Jiya dengan sorot mata mendominasi.


“Siapa?” Alex tak mengerti dengan pertanyaan Jiya.


“Ku tanya, Alex itu siapa?” lalu Jiya memperlihatkan mutasi mobile banking Alex.


Seketika Alex membeku serta berkeringat dingin.


“I-itu...” belum sempat Alex menjelaskan, Jika kembali menghantam Alex dengan sebuah kebenaran.


“2 kali kau kirim uang pada orang itu, pertama 100 juta dari uang toko, kedua tadi pagi sebanyak 50 juta, katakan pada ku yang sebenarnya, karena pastinya itu bukan nama ayah mu apa lagi paman mu, ya kan?!” pekik Jiya.


Alex yang terpojok tak tahu harus berkata apa, sebab tak mungkin ia mengatakan itu adalah rekening adiknya Lili.


Lili sengaja menyuruh Alex mengirim ke rekening adiknya dengan tujuan agar rak ketahuan Alex main perempuan.

__ADS_1


“Aku menunggu penjelasan mu, Alex!” Jiya menjadi sangat geram karena Alex tetap diam.


“I-itu, aku main judi Ji.” Alex berbohong demi menutupi hubungannya dengan Lili.


“Judi lagi?” Jiya mengendus kesal pada Alex yang mengulangi lagi kesalahannya.


“Maafkan aku sayang.” Alex menundukkan kepalanya.


Jiya yang merasa kesal melempar handphone yang ada di tangannya ke wajah Alex yang ada di hadapannya.


Puk!


Sontak Alex merasa kesakitan karena lemparan Jiya mengenai tulang hidungnya.


Binatangg! batin Alex.


“Otak mu jalan enggak sih?! Bukannya dulu kau berjanji enggak akan mengulanginya lagi? Pada hal kita sudah sukses! Punya banyak uang, alasan mu kali ini enggak mungkinkan bermimpi menang terus kita dapat tambahan modal?” Jiya kembali meremehkan suaminya.


“Aku mau buka toko sendiri, niat ku menambah abang kita,” ucap Alex.


“Tolol... tolol... modal halal ada kau malah andalkan yang haram, 150 juta sudah bisa buat beli semen, batu bata dan besi, apa menurut mu aku percaya dengan yang kau katakan, sialan?!”


Jiya yang tak terima dengan alasan Alex melayangkan 1 tamparan di pipi kanan suaminya.


Plak!


Rasa malu, marah dan dendam bercampur jadi satu.


“Kau!” mata Alex membulat sempurna, tubuhnya bergetar rasanya ia ingin sekali menyobek-nyobek tubuh Jiya.


“Diam kau! Dasar suami enggak tahu diri! Aku enggak lupa dengan sikap buruk mu di awal kita menikah walau aku sudah memaafkannya, Alex! Ini kesempatan terakhir mu, kalau kau berulah lagi aku akan menendang mu dari kehidupan ku, aku enggak sudi ya punya suami yang bisanya cuma mengekor, sudah begitu bikin rugi lagi!” Jiya yang marah mengunci mulut Alex yang ingin melawannya.


“Aku enggak sebodoh yang kau pikirkan ya Lex! Sebaiknya kau berubah! Uang yang 150 juta wajib kau bayar, kau enggak akan gajian sampai utang mu lunas!” Jiya yang lelah lahir batin pun kembali ke kamar.


“Brengsek! Ada saatnya kau akan ku buat menderita sampai kau berpikir mati lebih baik dari pada hidup! Memang aku yang bodoh karena tak mau tahu saat kau mendirikan toko ini.” Alex yang acuh menyulitkan dirinya yang sekarang.


Ia yang berpikir kepemilikan itu tidak penting tak mau tahu saat istrinya membuat setiap aset-aset dan harta mereka atas nama Jiya.


Bahkan Jiya yang sayang Alex pernah menawarkan jabatan CEO pada suaminya, namun Alex yang hanya ingin mendukung dari belakang karena tak mau pusing menolak tawaran bagus istrinya tersebut.


Alhasil keputusannya itu membuat ia menyesal besar.


“Andaikan aku mau, pasti aku enggak perlu menelan harga diriku seperti ini, aku juga bisa bebas menentukan jalan hidup ku, dasar laknat!” Alex yang di rendahkan berencana untuk merebut seluruh harta istrinya.


Malam itu Alex memilih tidur di kamar bekas Lili,karena ia tak ingin berada di tempat yang sama dengan istrinya.

__ADS_1


Keesokan harinya Alex yang ingin pergi bekerja bingung karena uang untuk membeli bensin mobilnya tidak ada.


Ia yang sangat boros dan tak pernah menyisakan uang di atm nya kini menjadi kewalahan. Alhasil ia pun meminta pada Jiya.


Sebenarnya aku enggak mau melakukan ini! Tapi apa boleh buat, si konyol ini telah menghapus mobile banking dan juga menyita tabungan toko yang ku pegang, batin Jiya.


Alex dengan wajah malu dan pandangan tak menentu mendatangi Jiya yang baru selesai memakai parfum di kamar.


“Sayang.”


“Apa?!” pekik Jiya yang membuat Alex tersentak.


“Aku minta uang buat beli bensin dan uang makan siang sayang.” Alex menggaruk kepalanya karena grogi.


Lalu Jiya mengambil uang 10 ribu dari dompetnya.


“Hari ini kau pergi pantau toko yang ada di desa makmur saja, ongkos pergi pulang hanya 8 ribu, sisanya buat kau beli rokok, soal makan bawa bekal dari rumah saja!” Jiya yang pelit hanya ingin memberi efek jera pada suaminya.


“Sayang, enggak mungkin aku bawa nasi dari rumah, aku ini suami dari pemilik supermarket Lee Jiya, apa kata karyawan kita nanti sayang?!” Alex yang telah bersalah masih sempat memikirkan gengsi.


“Aku enggak mau tahu! Kau pikir karena kau suami ku kau bebas melakukan apapun? Hah! Pakai otak ya! Utang mu belum lunas tapi kau masih berani melunjak pada ku! Sadar diri Alex! Kau itu harus lebih dewasa biar jadi manusia yang benar, sifat mu dari dulu sampai sekarang enggak pernah berubah! Tahunya minta-minta pada ku, Hei Alex kau itu suami ku bukan anak ku! Asal kau tahu saja ya, hanya pada ku saja kau bisa berbuat begitu, kalau wanita lain mungkin kau sudah di tendang!” Jiya menyunggingkan bibirnya lalu keluar dari dalam kamar.


Alex yang mendapat serangan pagi mengusap wajahnya dengan tangannya.


“Sabar Lex, kau harus tahan emosi mu!” Alex menguatkan hatinya yang sangat ingin membunuh Jiya yang bermulut kasar.


🏵️


Jiya yang baru sampai ke kantor bertemu Lili yang telah duduk di depan komputer.


“Pagi Ji.” Lili menyapa sahabatnya yang baru datang.


“Pagi juga Li, hufff!!” sahut Jiya seraya menghela napas panjang dan duduk di kursi yang ada di sebelah Lili.


“Ada apa Ji? Sepertinya kau punya masalah.” tanya Lili yang selalu menjadi tempat curhat Jiya.


Lili pun selalu bersedia mendengarkan sahabatnya, tapi bukan karena perduli melainkan ingin tahu bagaimana perkembangan hubungan pernikahan Alex dan Jiya.


“Aku enggak tahu lagi Li.” Jiya geleng-geleng kepala.


“Maksudnya gimana Ji?” Lili berlagak tak mengerti agar Jiya mau memberitahu urusan rumah tangganya pada orang lain.


“Si Alex main judi lagi,” ucap Jiya.


“Apa? Bagaimana bisa Jiya? Mas Alex kok enggak ada jeranya sih?” raut wajah sedih Lili seolah menyiratkan simpatik, karena itu Jiya nyaman untuk bercerita soal masalah rumah tangganya pada Lili yang ternyata madunya.

__ADS_1




__ADS_2