Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
WAWA KAN PUNYANYA ADAN.


__ADS_3

"Mas Ardhan Wawa masuk yaa..?." mendengar perkataan Salwah, Dhanu yang tadi masih di dalam bathtub, spontan berdiri dan langsung mengambil handuk kimono berwarna putihnya.


"Adan udah siap kok Wawa.." ujar Dhanu saat pintu kamar mandi sudah di buka.


"Oh Alhamdulillah, ya sudah sekarang mas pakai baju ya, sini Wawa bantu mas Ardhan." kata Salwah, sembari ia menggandeng tangan suaminya dan membawanya ke ranjang mereka.


" Mas duduk sini dulu ya Wawa ambil baju mas Ardhan dulu." kata Salwah lagi.


"I.iya Wawa." balas Dhanu sedikit gugup. " Oh, ya ampun jantungku kenapa semakin kencang, sepertinya jantungku sedang bermasalah ini, kenapa, ia langsung berdetak kencang saat Salwah menggandeng aku tadi dari kamar mandi." _batin Dhanu, dengan mata masih mengarah ke Salwah yang sedang mengambilkan baju untuknya.


"Ayo mas, sini Wawa pakaikan bajunya, tapi sebelumnya di buka dulu ya handuknya." ujar Salwah saat ia telah membawa baju untuk suaminya, dan kemudian ia juga mau meraih tali pengikat handuk kimononya.


"Tidak Wawa, Adan pakai sendiri aja, Adan malu Wawa." kata Dhanu sambil menahan tangannya Salwah yang sudah berada di pinggangnya Dhanu tepatnya berada di tali itu terikat.


"Kenapa harus malu Mas, Wawakan istri Mas Ardhan, jadi jangan malu ya." balas Salwah sembari memberikan senyuman yang lembut pada Dhanu, membuat jantung Dhanu berdetak kencang lagi dan akhirnya Dhanu hanya bisa pasrah dan membiarkan Salwah membuka handuknya dan membiarkan juga ia memakaikan bajunya.


Setelah selesai Salwah juga menyisirkan rambutnya Dhanu, dengan penuh kelembutan.


" Alhamdulillah, suami Wawa udah ganteng deh, muach, udah wangi juga." kata Salwah dan ia juga memberikan kecupan pada pipi Dhanu membuat Dhanu sedikit kaget.


"Sekarang Mas Ardhan mau mamam, atau mau bobo?." tanya Salwah lembut. karena Dhanu masih tercengang akan kecupan tadi membuat ia tak mendengar perkataan Salwah.


"Mas, kok diam?, Mas mau mamam atau mau bobo?" Salwah mengulangi pertanyaannya sembari memegang kedua pipi suaminya.


"Eh, eng.itu Adan mau mamam aja deh Wawa, Adan lapar." balas Dhanu sedikit canggung hampir saja ia lupa dengan perannya.


" Ya sudah, Mas Adhan tunggu disini dulu ya, Wawa akan mengambilkan mamamnya Mas Ardhan." ujar Salwah.


"Iya Wawa, Adan tunggu Wawa di sini aja." balas Dhanu, yang kemudian Salwah pun pergi meninggalkan Dhanu seorang diri di kamarnya.

__ADS_1


"Gawat kalau seperti ini terus, aku bakalan tidak bisa mempertahankan peranku, tubuhku selalu bereaksi setiap kali ia menyentuh ku. Sekarang aku harus bagaimana, apakah aku harus berkata jujur padanya." _ batin Dhanu. Yang terlihat kebingungan di saat bersamaan, Salwah kembali masuk dengan membawa sebuah baki yang di atas terdapat sepiring nasi beserta lauknya dan juga segelas air putih dan segelas teh manis.


" Apakah Mas Adan, Mau Wawa suapin mamamnya mas?." tanya Salwah sembari meletakkan baki ke atas nakas yang ada di samping ranjang mereka.


"Tidak Wawa, Adan mau mamam sendiri aja." kata Dhanu


"Oh ya sudah kalau begitu Mas, ini mamamnya." balas Salwah sembari memberikan piring berisi makanan kepada Dhanu.


"Terima kasih Wawa." balas Dhanu sembari menyambut piring pemberian Salwah.


"Sama-sama Mas, sekarang makanlah Mas., " ujar Salwah dan di anggukkan oleh Dhanu, yang kemudian ia pun mulai menyantap makanan, dan di saat sebutir nasi menempel di samping bibir Dhanu, Salwah pun membantu membersihkannya dengan jari jempolnya dan otomatis jarinya menyentuh bibir Dhanu, membuat jantung Dhanu kembali berdetak.


"Wawa Adan udah siap mamamnya." ujar Dhanu mengalihkan rasa canggungnya saat Salwah menyentuh bibirnya.


"Alhamdulillah, ya sudah Wawa, taruh Piring kotor ini dulu ya Mas.," ujar Salwah dan kembali Dhanu membalasnya dengan anggukan kepala saja.


Dhanu mengusap wajahnya dengan kasar, setelah Salwah pergi membawa kembali baki yang berisi piring yang sudah kosong.


" Loh, Mas Adhan mau kemana?, ini Udah malam loh mas, kita bobo aja ya." ujar Salwah yang ternyata dialah yang membukakan pintu tersebut.


"Eh, Adan ingin main Ama Om Dewo Wawa." Dalih Dhanu, agar Salwah tak curiga.


" Tapi Mas, ini sudah malam banget, besok aja ya mainnya, Om Dewo pasti sudah tidur, jadi Mas juga harus tidur yaa." kata Salwah lembut. sembari ia kembali menggandeng tangan Dhanu, menuju ke ranjang mereka lagi, dan sekali lagi Dhanu hanya pasrah saja mengikuti langkah Salwah.


"Sekarang Mas Bobo ya, sini Wawa usap-usapin kepala Mas Adhan." kata Salwah, menyuruh Dhanu tidur di sampingnya. dan Dhanu menuruti perkataan istrinya, dan ia pun membaringkan tubuhnya di samping Salwah.


"Wawa, benaran ya, kalau Wawa istri Adan?" tanya Dhanu, saat ia sudah berada di samping Salwah.


" Iya Mas, benaran Wawa itu istri Mas Adan." balas Salwah yang kini, ia sudah mengusap kepalanya Dhanu.

__ADS_1


" Yee, berarti Adan boleh cium Wawa ya, karena waktu Adan di rumah Adan, Adan lihat di tv istrinya boleh di cium Wawa." ujar Dhanu sembari ia memainkan kedua jari telunjuknya yang ia satu-satukan, dan sudah pasti ia juga memasang wajah polosnya.


" Iya Mas, boleh kok, semuanya juga boleh, karena Wawa sudah halal buat Mas Adhan." balas Salwah yang di sertakan senyum kelembutan, membuat hati Dhanu meleleh melihatnya.


" Benarkah Wawa?, jadi Adan juga boleh cium semuanya?." tanya Dhanu lagi yang masih memasang wajah polosnya seperti anak kecil.


" Iya Mas, boleh kok, Mas Adhan boleh cium Wawa semuanya." Balas Salwah lagi.


" Asyik, sekarang Adan cium Wawa yaa."


" Iya Mas." setelah mendapatkan jawaban dari Salwah, Dhanu pun mulai menciumi wajah Salwah yang di awali dengan dahi Salwah, lalu turun, ke kedua matanya Salwah, turun lagi ke pucuk hidung mancung Salwah lalu pindah ke kedua pipinya Salwah, setelah itu Dhanu berhenti sesaat ia memandangi wajah istrinya yang masih memejamkan matanya.


" Kamu cantik sekali Salwah, membuat aku ingin memiliki kamu seutuhnya." batin Dhanu. Dan di saat ia melihat bibir ranum Salwah Dhanu, menelan Silvanya dengan paksa.


" Wawa?."


" Iya Mas?"


" Adan juga boleh cium ini?." tanya Dhan. Sambil jari telunjuknya menyentuh ke bibir Salwah.


" Boleh juga kok Mas, kan tadi Wawa Udah bilang, semuanya yang ada di diri Wawa, sekarang milik Mas Adhan, jadi sudah halal buat Mas Adhan." balas Salwah yang selalu lembut dan selalu memberikan senyuman keteduhan, membuat Dhanu, semakin ingin memilikinya.


" hehehe, iya Wawa kan punyanya Adan, Makasih ya Wawa.., " kata Dhanu yang kemudian ia mulai mendekati bibir ranum Salwah, dan kembali lagi Salwah memejamkan matanya, dan..


Bersambung akh 😜😁


__________________


Biar Readers pada penasaran..😜🤣

__ADS_1


Kalau ingin tahu kelanjutannya Dukung author ya, terus ya, biar Author secepatnya Update kembali, Apalagi kalau VOTEnya tambah 😉 dan apalagi kalau Like komentar banyak, in syaa Allah mah, Author akan update dua kali sehari loh


Makanya jangan pernah lupa ya tinggalkan jejaknya 🙏😉.


__ADS_2