Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
KAMU MASIH HIDUP?!.


__ADS_3

Sesuai permintaan Dhanu, Dewo pun mengunjungi perusahaan DSk grup yang kini di pimpin Diany. dengan alasan ingin menjalin kerjasama antar perusahaan, dan ternyata Diany menyambut niat baik Dewo yang mengatakan bahwa bosnya ingin menjalin kerjasama dengannya.


Bahkan Diany antusias ingin segera bertemu dengan CEO Muda yang belakangan ini Namanya sedang buming di berbagai perusahaan yang pernah bekerja sama dengan perusahaannya ketika masih di pimpin oleh Dicky.


"Baiklah Saya setuju, kapan jadwal pertemuannya?." tanya Diany yang terlihat ia sangat penasaran dengan bosnya Dewo.


"Bos saya berkata, terserah Anda Bu, kapan pun Anda menginginkannya bos saya akan setuju." ujar Dewo, membuat Diany semakin bersemangat.


"Bagaimana kalau siang nanti saat jam makan siang, sekalian kita bisa makan siang bersama." ujar Diany yang sepertinya ia tak ingin menunda untuk menunggu hari esok, maka ia putuskan hari itu juga ia menentukan untuk meeting mereka.


"Baiklah Bu, sesuai dengan keinginan anda, kalau begitu saya pamit, agar secepatnya saya menyampaikan pada bos saya." ujar Dewo yang kemudian ia langsung bangkit dari duduknya.


"Oke, senang bertemu dengan Anda." kata Diany ramah sambil ia menjabat tangan Dewo dan setelah itu Dewo langsung meninggalkan ruangan kerja Diany untuk kembali ke kantornya Dhanu.


_______


45 Menit kemudian.


Setelah melakukan perjalanan dari perusahaan DSK grup, kini Dewo sudah memasuki gedung berlantaikan 7 dengan tulisan DHIA grup. Dan kini Dewo sudah berada di dalam lift menuju ke lantai tujuh yang mana di sana terdapat ruangan Dhanu selaku pemilik perusahaan tersebut.


Dan setelah pintu lift terbuka, ia pun langsung melangkah menuju sebuah pintu yang bertuliskan


CEO's Room sesampainya di depan pintu..


Tok.. Tok..Tok..


"Masuk!!" seru Dhanu dari dalam Ruangan, dan Dewo pun langsung membuka pintu ruangan tersebut.


"Assalamu'alaikum Tuan Muda." salam Dewo pada Dhanu, yang terlihat ia sedang fokus dengan layar laptopnya.


"Wa'alaikumus salam, " jawab Dhanu yang kini mata beralih ke Arah Dewo. " Gimana hasilnya Wo?." tanya Dhanu yang terlihat tidak sabaran mendengar jawaban dari Dewo.

__ADS_1


"Bu Diany sangat setuju Tuan muda, dan bahkan ia mempercepat pertemuannya dan beliau meminta hari ini juga Tuan muda saat jam makan siang nanti." jawab Dewo yang mengatakan apa adanya sesuai dengan yang dikatakan oleh Diany.


"Ouh sepertinya ia sangat tidak sabaran, baiklah, karena kita tidak pernah tahu seperti apa seorang Diany, maka sudah seharusnya kita menuruti keinginannya." ujar Dhanu sambil tersenyum miring " Oke Dewo apakah semua file yang di butuhkan sudah kamu persiapkan?." tanya Dhanu mengingatkan Dewo.


"Semua sudah beres Tuan muda." jawab Dewo


"Baiklah kalau begitu, sebelum kita meeting aku ingin mengunjungi Om tercinta aku dulu, Ayo Dewo kita kerumah sakit dahulu." ajak Dhanu yang kemudian ia bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju ke arah keluar ruangannya.


"Baik Tuan muda." balas Dewo yang kemudian ia pun mengikuti langkah Dhanu dari belakangnya. Dan tetap mereka masih menjadi pusat perhatian dari para karyawan di DHIA grup, karena memang karisma nya Dhanu dan Dewo selalu membikin para karyawati yang mereka lewati menjadi enggan mengedipkan matanya. Bahkan hingga mereka telah keluar dari lobby pun mata mereka masih tertuju pada bos tampan hingga bos memasuki mobil dan pergi, baru tersadar.


"Mau sampai kapan mata kalian melihati pintu lobby hah?." tanya seorang pria mengagetkan para karyawati yang sejak tadi matanya mengarah ke pintu lobby.


"Eh, pak Yadi?, Maaf pak, kalau begitu saya permisi." balas salah satu karyawati itu, yang kemudian mereka pun satu persatu pergi meninggalkan pria yang bernama pak Yadi itu.


"Eaiitt..buju buneng.. gue malah di tinggalin. Et, dah tuh para cewek tega banget ninggalin gue, padahal gue nggak kalah cakep dah dari pak Ardhan dan pak Angkasa, dan gue juga wangi kayak mereka humm..kan Wangi." gerutu Pak Yadi sembari ia menciumi wangi di tubuhnya.


"Bapak memang wangi, saking wanginya orang yang di dekat bapak keliyengan pak. Habis bapak pakai minyak wangi kok minyak nyong-nyong sih pak. jadi para cewek pada kaburlah pak." ujar seorang pria berpakaian security yang ternyata ia mendengar gerutuan dari pak Yadi.


"Astaghfirullah, jadi pak Yadi pergi ke dukun ya?." tanya Udin terlihat kaget.


"Hah?, kata siapa gue kedukun?"


"Lah tadi pak Yadi bilang kata Mak Erot, bukannya Mak Erot dukun ya?" tanya Udin penasaran.


"Yee Anda salah Mbah Udin, Mak Erot itu Mak gue dodol!." balas Yadi terlihat sedikit kesal karena emaknya di bilang dukun.


"Eh, salah ya pak Yadi, ya maaf ane nggak tahu pak, dan satu lagi pak, saya masih muda pak, belum pantas di panggil Mbah, yang pantas kayaknya Anda pak, secara bapak perjaka tuwir." kata Udin sembari ia lari meninggalkan Yadi yang terlihat kesal padanya.


"Eh, sialan kodok buluk, sapi ompong, enak aja ngatain gue perjaka tuwir, nggak lihat apa gaya gue udah kayak Elvis Presley gini." gerutu Yadi sembari ia menyolok rambutnya, mengikuti gaya idolanya. "Ah bodo amat, lebih baik gua memburu para cewek lagi akh." ujar Yadi yang kemudian ia pun berlalu pergi


*****

__ADS_1


Sementara di sisi lain, di sebuah mobil..


"Wo, apakah kamu ada membawa bajuku yang gaya anak-anak?." tanya Dhanu saat dalam perjalanannya menuju ke sakit.


"Sepertinya ada tuan muda, tunggu akan saya ambilkan." kata Dewo yang kemudian ia pun menghentikan laju mobilnya, setelah itu ia pun turun dan melangkah menuju bagasi mobil dan tak berapa lama ia kembali lagi, dengan membawa sebuah paper bag yang kemudian ia serahkan pada Dhanu.


"Ini tuan muda." dan Dhanu pun langsung ngambilnya.


"Terima kasih Wo." ucapnya yang kemudian ia pun membuka setelan jas nya serta kemeja putihnya dan kemudian ia ganti dengan baju yang biasa ia pakai Kala ia memiliki keterbelakangan mental dan setelah itu ia juga mengacak sedikit rambutnya dan menurunkan rambut poninya buat Iya terlihat seperti seseorang yang memiliki keterbelakangan mental. " Apakah sudah sempurna Wo?" tanya Dhanu setelah ia selesai menyisir rambutnya.


" perfect Tuan muda." balas Dewo, yang terlihat ia melirik kaca spionnya untuk melihat bosnya, dan saat bersamaan mobil juga sudah berhenti di depan pintu rumah sakit.


"Bagus, Ayo turun sudah waktunya drama di mulai." kata Dhanu sembari ia turun dan di ikuti oleh Dewo yang tadi ia juga sempat mengganti bajunya dengan pakaian biasa.


Mereka terus berjalan menelusuri lorong rumah sakit yang di kiri kanannya terdapat banyak pintu-pintu ruang rawat juga, dan disaat mereka melihat sebuah kamar yang di depannya terdapat 2 orang pria bertubuh besar, mereka pun berhenti


Sejenak mereka saling pandang karena ternyata selain 2 orang pria bertubuh besar di tengah-tengah mereka, ternyata ada seorang wanita paruh baya yang berusaha ingin masuk ke ruangan tersebut, namun di tahan oleh ke2 pria itu.


"Oh'ho, sepertinya Tanteku sayang, ingin merayu om ku lagi, Wo telpon polisi buat dia berlari hingga ia berkata tak menginginkan kehidupannya lagi." kata Dhanu yang terlihat jelas ada kebencian di mata Dhanu.


" Baik Tuan muda, sesuai perintah Anda." balas Dewo.


"Ya sudah Ayo kita kesana." kata Dhanu yang kemudian ia pun menghampiri mereka.


"Yeee ada Tante Susi, Adan Kangen sama Tante Susi." sorak Dhanu sambil bertepuk tangan kesenangan, Yaa Dhanu sudah memainkan perannya. Mendengar sorakan Dhanu, Susi terlihat gelagapan jelas sekali ia seperti ketakutan.


"Ka..ka..kamu masih hidup?!"


___________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys..🙏😉

__ADS_1


Jangan pelit dong, kasih Author semangat dengan cara VOTE di tambahin, apalagi lagi di tambah Hadiah, LIKE dan KOMENTARnya pasti Author jadi semangat nih untuk Update kembali 😉 jadi jangan lupa ya 😉🙏🥰.


__ADS_2