
04:30 pagi.
Salwah yang terbiasa bangun jam segitu mulai menggeliat pertanda ia akan bangun, dan benar saja beberapa detik kemudian ia pun membuka matanya, awalnya ia sedikit tersentak karena saat membuka matanya, yang terlihat terlebih dahulu adalah Wajah Dhanu yang tampan yang sepertinya masih tertidur pulas namun saat ia teringat akan percintaan mereka, Salwah tersenyum malu.
Untuk beberapa saat ia pandangi wajah tampan Dhanu, dan bahkan ia mulai menyentuh wajah itu
" Ma syaa Allah, ternyata suamiku tampan ya, alisnya begitu tebal, dan bulu matanya begitu lentik, hidungnya juga mancung dan bibirnya.." _ gumam Salwah, dan di saat ia menyentuh bibir Dhanu ia teringat akan malam pertama kalinya bercinta dimana pada awalnya ia yang terlebih dahulu yang memulainya, hingga ada perasaan malu bila teringat itu, ia pun menghentikan aksinya dan langsung menarik tangannya dari wajah Dhanu.
" Apakah sudah puas menyentuh wajah suami kamu ini hm?." Salwa langsung tersentak saat mendengar suara serak yang berasal dari Dhanu, ia pun langsung melihat wajah Dhanu, yang ternyata ia masih memejamkan matanya. Namun dengan perlahan mata itu mulai terbuka, dan di iringi dengan senyuman manisnya.
"Selamat pagi istriku." sambung Dhanu lagi masih bersuara serak ciri khas orang bangun tidur.
"Eh, Pa..pagi Mas." balas Salwah sedikit gugup, dan terlihat jelas di wajahnya yang memerah malu, karena sudah tertangkap basah oleh sang suami saat ia menyentuh wajah Dhanu.
" Ada apa Wawa, kenapa wajah kamu memerah?." tanya Dhanu polos.
" Eh, ti..tidak ada apa-apa Mas." jawab Salwah masih gugup, " Eh, anu, Wawa mandi dulu ya Mas, sudah mendekati subuh." lanjut Salwah lagi, yang kemudian ia pun langsung membalutkan tubuhnya dengan selimut lalu ia bangkit dari tidurnya, dan kemudian ia mulai turun dari ranjangnya, dan di saat ia hendak berjalan. " Awuu!, Astaghfirullah!." pekiknya membuat Dhanu kaget dan mulai cemas.
" Ada apa Wawa?!." tanyanya sambil ia bangkit lalu dengan cepat ia pun memakai handuk kimononya bekas tadi malam Ia pakai, dan kemudian ia langsung menghampiri Salwah. " Kamu tidak apa-apa Wawa?" tanyanya lagi saat ia sudah berada di samping Salwah.
" Tidak apa-apa Mas, Cuma.."
" Itu kamu masih sakit ya?." potong Dhanu sambil memberikan matanya memberikan isyarat kebagian bawah Salwah.
__ADS_1
Salwah yang mendapatkan Isyarat itu terlihat malu dan ia langsung menutup wajahnya sambil mengangguk pelan, dan Dhanu yang melihat istrinya sedang malu dia pun tersenyum lucu dan kemudian tanpa memberi aba-aba Ia langsung menggendong Salwa ala bridal style.
"Aakh!." pekik Salwah, kaget karena Dhanu menggendongnya secara tiba-tiba. " Kamu mau apa Mas?." tanya Salwah yang terlihat tidak nyaman berada di gendongan Dhanu.
"Sssth..., diamlah, Mas nggak mau apa-apa kok, hanya membawa kamu ke kamar mandi, bukankah kamu ingin mandi?." kata Dhanu yang sudah mulai berjalan menuju ke kamar mandi mereka. Salwah tidak membalas perkataan Dhanu ia hanya diam dan pasrah kala suaminya membawanya ke kamar mandi.
"Sudah sampai Wawa. Apakah kamu masih ingin berlama-lama di gendongan Mas hm?." tanya Dhanu saat mereka sudah berada di dalam kamar mandi, Namun Salwah masih diam dan masih menyembunyikan wajahnya di dada bidang Dhanu.
"Eh, Ma..maaf Mas." katanya terlihat canggung namun ia masih belum berusaha ingin turun.
"Atau kamu ingin mas mandikan hm?." tanya Dhanu sedikit menggoda Salwah.
"Eh, tidak-tidak! Wawa bisa mandi sendiri!." balas Salwah dengan wajah yang tambah memerah dan ia pun langsung berusaha turun dari gendongan Dhanu.
" Ayolah Wawa, kemarin-kemarin kamukan mandikan Mas, jadi kalau sekarang Mas, yang mandiin kamu nggak masalahkan." goda Dhanu sembari mengedipkan sebelah matanya. membuat mata Salwah membulat kaget.
"Aaaaaaah!!" teriak Salwah saat ia sadar selimutnya telah jatuh dan spontan ia jongkok, "Jangan lihat mas!!, sana pergi!" teriaknya lagi saat Salwah melihat suaminya yang tercengang melihat dirinya.
Melihat istrinya yang terlihat malu, Dhanu malah tertawa gemas melihat Salwa. "Eh, hahaha, Wawa, Wawa, kamu kok lucu banget sih, kenapa harus malu coba?, lagian bagian mana coba yang belum aku lihat hm?" tanya Dhanu malah ikut jongkok.
"Aakh, emas!, sana pergi!" teriak Salwah semakin malu, hingga ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Iya iya, emas bercanda kok, ya sudah mas keluar ya, jangan lupa berendam pakai air hangat biar rasa sakit itu kamu berkurang." ujar Dhanu yang kemudian ia bangkit dari jongkoknya, lalu ia pun keluar dari kamar mandi dan kemudian ia pun menutup kamar mandi tersebut.
__ADS_1
"Astaghfirullah, Kenapa jadi begini sih?, aduh Salwa, kamu kok bodoh banget sih, bikin malu aja deh!." gerutu Salwa setelah kepergian Dhanu. " Ah, sudahlah mendingan aku mandi cepat, waktu subuh sudah menjelang aku masih belum mandi." gumamnya lagi, dan kemudian ia pun langsung melakukan ritual mandi wajibnya.
_______
Sementara di dalam kamar..
Dhanu yang baru saja keluar dari kamar mandi masih saja tertawa teringat wajah istrinya yang terlihat lucu dan menggemaskan baginya.
" Hehehe, kenapa dia lucu banget sih, bikin gemas orang aja deh." gumam Dhanu sambil ia menghampiri tempat tidurnya kembali. " Tapi kenapa ia sekarang malah malu-malu sama aku ya, kemarin-kemarin biasa aja deh, hmm bahkan tadi malam ia membimbing permainan percintaan kami, sebelum aku ketahuan." gumam Dhanu lagi teringat akan percintaan mereka, sambil ia hendak duduk di ranjang mereka, namun matanya melihat sesuatu yang merah di atas ranjang tempat Salwah tidur. Dhanu pun tersenyum melihat itu.
"Hum, aku sangat bahagia, karena pada akhirnya akulah yang mendapatkan mahkotanya." kata Dhanu sambil tersenyum bangga. dan setelah itu ia membuka seprainya yang ada bercakkan darah tadi, dan kemudian ia langsung menggantikan yang baru. dan tak berapa lama Salwah keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk kimononya yang berwarna pink.
"Mas, udah selesai mandinya, kamu cepatan mandi gih, karena waktu subuh sudah lewat." ujar Salwa saat ia baru keluar dari kamar mandinya.
"Baiklah Sayangku, mas mandi dulu ya." balas Dhanu sambil mengedipkan sebelah matanya kembali, membuat mata Salwah, kembali membulat.
"Eh, iiss Mas Adhan genit deh, udah sana cepat mandi!." balas Salwah yang wajahnya sudah kembali memerah, setelah ia mendengar kata sayang dari Dhanu.
" Iya iya Humairah ku." kata Dhanu setelah ia melihat wajah Salwah yang kembali memerah. dan setelah itu ia langsung masuk ke kamar mandi. sedangkan Salwah yang mendengar Dhanu mengatakan 'Humairah' membuat hatinya berdesir senang, setelah itu dengan cepat ia memakai bajunya dan kemudian ia juga mempersiapkan tempat mereka untuk melakukan kewajiban mereka terhadap Rabbnya,
Karena waktu subuh sudah lewat Dhanu yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung menuju tempat yang sudah di persiapkan oleh Salwah, dan tanpa basa-basi lagi mereka langsung melakukan kewajiban mereka secara berjamaah.
___________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏
Jangan pelit dong, berikan VOTE LIKE HADIAH DAN KOMENTAR YA. karena dukungan kalian adalah penyemangat buat Author so jangan lupa 🙏🥰.