
Dhanu maupun Ratih terlihat sangat tegang saat melihat sang dokter membuka amplop yang berisikan hasil tes DNAnya Ratih. dan apalagi Ratih, jantung berdebar tak menentu.
"Baiklah saya akan bacakan hasilnya ya Nona Ratih." ujar sang dokter dan dengan cepat Ratih langsung ngangguk " Baiklah, hasil dari pencocokan darah nona Ratih dan pak Eriko di sini tertera 90 persen sangat cocok, dan itu sangat akurat yang Artinya bahwa mereka adalah ayah dan anak." ujar Sang Dokter membuat Ratih dan Dhanu bernafas lega.
"Alhamdulillah, terima kasih banyak Dok, boleh saya minta hasil itu Dok." ujar Ratih yang terlihat sekali ia sudah tak sabaran ingin memberitahukan kepada sang ayah kebenaran yang telah Ia dapatkan
"Sama-sama Nona, dan ini hasilnya." balas Sang Dokter sambil menyerahkan surat hasil tes DNA tersebut. dan langsung di terima oleh Ratih.
"Sekali lagi terimakasih Dok, " ucap Ratih pada sang Dokter, lalu ia kembali menggandeng Dhanu.
"Ayo bang kita beritahu Papi." ajaknya lagi pada Dhanu, yang kemudian mereka pun keluar dari ruangan sang Dokter.
Setelah mereka berdua di luar Ratih mengajak Danu berlari saking enggak sabarnya ia ingin memberitahukan kebenarannya kepada sang ayah. sesampainya mereka di depan ruangan Eriko dengan cepat Ratih pun membuka pintu ruangan tersebut.
"Lihatlah ini Papi, inilah kebenaran yang sesungguhnya bawa Ratih memang anak Papi." Kata Ratih terlihat antusias Sambil menyerahkan selembar kertas putih pada Eriko.
Mendengar perkataan Ratih, Eriko pun langsung mengambil surat tersebut dan ia juga langsung membacanya dan setelah itu ia pun langsung memeluk Ratih dengan haru.
"Alhamdulillah ya Allah, ternyata kamu benar-benar anak Papi..hiks.." Eriko terlihat senang dan juga terharu hingga air matanya pun lolos.
"Benarkah Ratih anak Papi?." tanya Reza yang ternyata ia masih ada di ruangan itu juga. Lalu ia pun langsung mengambil lembaran kertas yang sempat di jatuhkan oleh Eriko. "Hah?!, jadi ini benaran?, jadi mami membohongi aku?, apa jangan-jangan aku juga anak Papi?, apa sebenarnya yang di rencanai Mami?." Reza terlihat begitu penasaran dengan rahang wajahnya yang terlihat mengeras ada kebencian yang teramat dalam.
"Sudah tidak usah di bahas wanita kejam itu, Papi nggak ingin mendengarnya lagi, apalagi melihatnya, dan kamu Reza, kalau kamu ingin mencari tahu siapa kamu, sebaiknya segera laksana apa yang di lakukan adik kamu." ujar Eriko yang terlihat juga ia seperti membenci Istri yang belum lama di talaknya.
__ADS_1
"Baiklah Pih, ya sudah kalau begitu Reza pergi ya." kata Reza yang kemudian ia pun pergi meninggalkan Ruangan Eriko tanpa menunggu jawaban dari Eriko.
"Ya sudah sekarang kamu pulang saja Nak, kamu pasti masih capekkan karena Habis melakukan perjalanan jauh, sekarang pergilah bersama bang Dhanu." ujar Eriko setelah kepergian Reza.
"Iya, Ratih emang lelah banget, Ya sudah kalau begitu Ratih pulang ya Pih Assalamu'alaikum." Balas Ratih sambil menyalami tangan Eriko.
"Iya Nak hati-hati Wa'alaikumus salam." balas Eriko.
"Ayo Bang Adan, kita pulang." ajak Ratih pada Dhanu, sambil ia bermaksud meraih tangan Dhanu namun dengan cepat Dhanu menyembunyikan tangannya ke belakang tubuhnya, seperti seorang anak kecil.
"Nggak mau..Adan nggak mau pulang Atih, Adan mau di sini aja sama O'om Iko." katanya sambil memerankan seorang anak kecil.
"Ayo dong Bang Adan, masa Atih pulang sendiri sih?." ajak Ratih lagi, berharap Dhanu mau mengikuti keinginannya.
"Nggak mau loh Atih, Adan mau sama O'om Iko aja." kata Dhanu sembari ia naik keranjang Eriko dan ia bersembunyi dibalik punggung Eriko, yang terlihat yang mana tersenyum melihat tingkah lagu dan yang seperti anak kecil yang ketakutan.
"Huh!. Bang Adan gitu, ya sudah Ratih nggak mau temanan lagi sama bang Adan, huh!." kata Ratih sedikit mengikuti gaya Dhanu yang seperti anak kecil, lalu ia pun akhirnya pergi dalam Wajah yang terlihat sedang merajuk.
"Tuh, Ratihnya jadi merajuk nak, kamu sih nggak mau ikut pulang." kata Eriko lembut sambil membelai rambut Dhanu dengan penuh kasih sayang.
Dhanu hanya diam saat Eriko berkata-kata, dan ia malah seperti memberikan kode pada Dewo agar ia keluar dari ruangan tersebut dan Dewo yang sepertinya paham akan kodeannya ia pun pergi meninggalkan Dhanu bersama Eriko di dalam ruang rawat Eriko.
Setelah kepergian Dewo, tiba-tiba Eriko teringat oleh pertanyaannya yang tadi. "Oh iya tadi kamu belum jawab loh, pertanyaan Om, kamu maukan ikut Om lusa ke luar negeri untuk mengobati kamu?." tanya Eriko Namun sekali lagi Dhanu tidak menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
" Kenapa diam nak, apakah kamu tak ingin cepat sembuh hm?." tanya Eriko lembut yang sekali lagi Ia membelai rambut Dhanu dan sedikit membenarkannya agar rambut poninya yang bersusun di depan ke atas semua.
Dhanu masih Diam, sebenarnya ia ingin berterus-terang pada Omnya namun ia masih ingin melihat ketulusan Omnya lagi.
"Oh iya gimana sekolah kamu nak, sekarang kamu sudah pintar apa?." tanya Eriko lagi, yang lagi-lagi tidak di jawab oleh Dhanu.
"Nak, kok tumben hari ini kamu banyak diamnya?, sebenarnya kamu kenapa Nak?, bilang sama Om dong." tanya Eriko lagi yang terlihat penasaran akan perubahan Dhanu yang terlihat tidak seperti biasanya.
" Om, Ardhan sebenarnya sudah sembuh Om." Kata Dhanu dengan gaya bicara orang dewasa dan Normal. Membuat Eriko tercengang melihat Dhanu yang sedang membenarkan rambutnya, dan terlihat ketampanan Dhanu, namun dengan wajah datarnya.
"Eh, Benarkah ini Dhanu?." tanya Eriko yang terlihat ia tak percaya akan pengelihatannya.
"Benar Om, ini Ardhan, aku sudah sembuh total, jadi om tidak perlu membawa aku ke luar negeri lagi." ujar Dhanu yang masih memasang wajah datarnya.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu bisa sembuh juga Nak." ujar Eriko, yang kemudian ia langsung memeluk Dhanu, ia terlihat terharu dan bersyukur saat mendengar pengakuan Dhanu. " Tapi kenapa kamu terlihat seperti marah dengan Om Nak?." tanya Eriko terlihat sedih.
"Menurut Om, aku harus bagaimana setelah aku mengetahui, Omku ini hanya diam saja, saat istrinya melakukan pembunuhan terhadap keluargaku hah?!, Apakah aku harus bersikap biasa saja dan berpura-pura tidak mengetahuinya hah?!." tanya Dhanu dengan tatapan dinginnya. Membuat Eriko tak mampu berkata-kata lagi
"Dan aku juga tahu Om!, kalau Om juga ikutan berencana untuk menghabiskan aku jugakan?
________
Tetap Berikan dukungannya ya Guys 🙏😉
__ADS_1
LIKE VOTE DAN KOMENTAR
SELALU AUTHOR TUNGGU SYUKRON 🙏😊