Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
JAGOAN WANITA.


__ADS_3

━━•⊰❁🌸 Mutiara Alfaqiroh 🌸❁⊱•━━


"Jangan biarkan hatimu berlarut-larut dalam kesedihan atas masa lalu, atau ia akan membuatmu tidak akan pernah siap untuk menghadapi apa yang akan terjadi"


__Sayyidina Ali bin Abi Thalib__


━━━━━━━━•⊰❁🌸❁⊱•━━━━━━━━


Melihat rumah itu kosong, Dhanu terlihat kesal dan marah apa lagi setelah mendengar suara rekaman di tape recorder, bahkan ia juga membanting tape tersebut hingga hancur berantakan.


"Sialan kau Dicky! kau berani mempermainkan aku!" teriak Dhanu terlihat geram.


"Tenang Tuan Muda, sepertinya mereka belum jauh, karena jejak mereka juga masih hangat, dan ini lihat, seperti Nyonya memberikan tanda untuk kita Tuan" kata Dewo sembari ia menyerahkan sebuah anting kecil milik Salwah.


"Eh bener, istriku memang pintar, ayo cari jejak lainnya!" seru Dhanu pada anak buahnya dan mereka pun mulai mencari jejak yang sengaja di tinggalkan Salwah.


******


Sementara disisi lain.


Salwah, Zahro dan Marni terus berjalan menulusuri perbukitan yang ada di daerah tersebut, karena tangan mereka terikat saling membuat Salwah sulit, untuk melawan mereka, di tambah lagi perutnya terasa sakit.


"Wahai Sang maha pelindung, lindungi kami, dari orang-orangb yang dzolim dan jagalah anak hamba, jangan biarkan sesuatu terjadi padanya" _bantin Salwah sambil mengusap perutnya, "Nak kuatlah, bantu Umah yah, agar Umah bisa melewati ujian ini" gumam Salwah lagi, yang masih mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit sedikit.


"Wah Apakah kamu sedang hamil?" bisik Zahro karena ia sempat melihat Salwah yang beberapa kali mengusap perutnya.


Mendengar pertanyaan Zahro, Salwah hanya mengangguk kepalanya secara singkat. Karena ia takut para penjahat itu mengetahuinya. Dan akan menjadi bahaya untuk anaknya nanti.


"Gila Anti ya? sudah tahu hamil, malahan ikut bertarung lagi, kalau ada apa-apa gimana hah?" bisik Zahro lagi, terllihat kaget bukan main.


Sssth! in syaa Allah tidak akan apa-apa. Karana anak Ana adalah anak yang kuat" balas Salwah dengan berbisik juga.


"Apa yang kalian bisikin hah!"

__ADS_1


Salwah dan Zahro seketika terdiam setelah mendengar suara pria yang bergelegar dari belakang mereka. Zahro pun langsung menoleh kebelakang. bahkan ia menatap Pria itu dengan tatapan yang mematikan.


"Bukan urusan kamu!" balas Zahro dengan ketus.


Mendengar perkataan Zahro, pria yang tadi menegur mereka terlihat kesal,"Elo! berani sekali lo melawan gue, dengan tangan masih terikat hah?!" bentaknya terlihat marah.


"Cih! Kenapa tidak berani melawan kamu yang hanya seorang laki-laki pengecut!" hardik Zahro lagi. Membuat pria itu terlihat semakin marah.


"Apa Lo bilang gue pengecut hah?!"


"Iyakan hanya laki-laki pengecut saja yang mengikat wanita seperti inikan, jadi kalau Lo bukan pengecut buka ikatan ini dan lawanlah Aku!" tantang Zahro terlihat santai, membuat pria itu semakin geram.


Sementara Salwah hanya diam karena ia tahu, kalau sahabatnya itu ingin mengulur waktu, karena mereka sudah tahu kalau Dhanu dan yang lainnya sudah menemukan tempat persembunyian mereka yang pertama, maka dari itu Salwa sengaja menjatuhkan segala yang ia punya di setiap mereka jalani tadi. Dan ternyata Zahro juga telah menyadarinya makanya ia berani menantang salah satu dari penjahat tersebut.


"Kau!" bentak pria itu terlihat geram sambil menunjukkan jari telunjuknya kearah Zahro, "Huh! baiklah sepertinya gue harus memberikan pelajaran pada bocah kecil ini!, Baron buka ikatannya!" serunya sambil menatap Zahro dengan tatapan yang mematikan.


Terlihat Zahro tersenyum tipis, ia bahkan tidak gentar sedikitpun dengan tatapan pria tersebut. Bahkan ia ikut menantang tatapan pria tersebut tanpa berkedip sedikitpun membuat Pria itu semakin penasaran dengan kekuatan Zahro.


"Baiklah bocah Lo sudah bebas dari ikatan, sekarang gue memberi Lo kesempatan untuk nyerang gue terlebih dulu ayo silahkan!" kata pria itu sambil tersenyum meremehkan Zahro.


"Cih! sialan nih bocah! Seenaknya saja memanggil gue pak tua!" gerutu Pria itu geram.


Zahro yang mendengar gerutuan pria itu menjadi tertawa lucu, "Hahaha, bukankah Anda memang sudah Tua, pak Tua!" ejeknya memancing Pria itu semakin ingin menghajar Zahro.


"Heh! sialan nih bocah, terimalah Bogeman gue ini hiaat"


Pria itu langsung menyerang Zahro, dan dengan cepat Zahro pun menyambutnya dengan tendangannya.


BAAGH! Spontan Pria itu langsung terjatuh dan terduduk. Membuatnya semakin panas, karena Zahro telah menjatuhkan dia di depan anak buahnya dengan sekali tendangan saja.


"Heh! boleh juga kau bocah, baiklah ayo kita lanjutkan lagi!" seru Pria itu dan ia pun kembali menyerang Zahro, dan pertempuran menjadi sengit.


"Hiaat, hah!"

__ADS_1


Bagh!..Bugh!..Bagh..Bugh..


"Hap..hiat..hah!"


Suasana berubah ramai karena Zahro seperti ingin memberi isyarat dengan mengeluarkan suara jeritan saat menyerang Pria itu. Dan Salwah juga mengambil kesempatan itu, karena ia melihat para anak buah Pria itu menjadi fokus menonton pertarungan antara Bosnya dan Azhro.


Setelah ikatan di tangannya terlepas, Salwah langsung membuka ikatan tangannya Marni. setelah itu ia pun ikut menyerang beberapa anak buahnya Pria, itu sementara Marni yang hanya memiliki senjata kayu ikut menyerang juga.


Pertempuran menjadi sengit.


*******


Sementara Dhanu dan Dewo serta anak buahnya yang terus menyelusuri jejak-jejak yang di tinggalkan Salwah. Mereka terus mencari apa saja yang di tinggalkan Salwah, segala perhiasan yang ia punya, bahkan cincin kawinnya pun ia jadikan petunjuk membuat Dhanu terlihat kesal.


"Hah! kenapa cincin kawin ia jadikan jejak juga sih!" gumam Dhanu kesal, "Untung saja kelihatan, kalau tidak aku akan memberikan perhitungan padanya nanti!" gumamnya lagi, sambil ia mengantongi cincin kawin milik Salwah ke saku jasnya.


Setelah itu mereka pun melanjutkan pencarian hingga salah satu dari anak buahnya datang menghampiri mereka.


"Bos saya sepertinya mendengar suara orang sedang bertarung Bos, dan sepertinya suara itu muncul dari sana Bos" ujar Pria tersebut sambil ia menujuk ke sumber suara orang bertarung.


"Ayo cepat kita kesana!" seru Dhanu yang kemudian mereka pun berlari-lari menuju ke sumber suara.


Dan benar saja Dhanu, Dewo dan anak buahnya langsung melihat pertarungan Wanita melawan Pria berbadan besar.


"Haaa? benarkah itu istriku? mereka seperti jagoan wanita yang kaya di film ya Wo?" tanya Dhanu terlihat tercengang saat melihat Salwah dan Zahro yang saling membelakangi dan saling melindungi, sambil menghantami lawan-lawannya, persis seperti di filem-filem menurut Dhanu.


"Iya Bos! ayo kita bantu mereka" ajak Dewo yang kemudian ia pun langsung menghampiri pertempuran itu.


"Woo tungguin Aku!"


_________________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.🙏😁

__ADS_1


Jangan pelit ya untuk memberikan dukungan buat Author oke 🙏😉 Syukron 😊 🙏.


__ADS_2