
══ ✥.❖.✥ 💠 Kalam Habaib 💠 ✥.❖.✥ ══
"Saat kau berbuat sesuatu buatlah karena cinta, karena dimensi cinta itu dapat menghapuskan kesan terpaksa dan memaksa di dalam hatimu"
[ Al Habib Umar bin Hafidz ]
❤اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدْ اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ❤
✥.❖.✥✥.❖.✥✥.❖.✥💠✥.❖.✥✥.❖.✥✥.❖.✥
Melihat Salwah berlari dengan terburu-buru, membuat Dhanu menjadi cemas dan dengan cepat ia menyusul istrinya yang berlari ke toilet. Sesampainya di toilet ternyata disana banyak wanita yang sedang hendak ke toilet itu juga, membuat Dhanu bingung untuk menghampirinya.
"Wawa! kamu dimana?" seru Dhanu
Dhanu terlihat bingung, sebenarnya ia ingin sekali masuk, namun sudah pasti di dalam banyak wanita. Karena panggilannya tidak di respon oleh Salwah, membuat Dhanu semakin khawatir.
"Wawa! jawab Mas Adhan, kamu kenapa Wawa?" serunya lagi, dan lagi-lagi panggilannya tak di jawab oleh Salwah, hingga ada seorang wanita yang hendak masuk langsung di panggil oleh Dhanu.
"Maaf Nona, bisakah Anda menolong saya? tolong lihat keadaan Istri saya yang memakai baju baru muda, bisakah Nona?" kata Dhanu dalam berbahasa Inggris pada wanita tersebut.
"Baiklah Tuan" balas si wanita yang kemudian ia pun masuk ke dalam toilet wanita tersebut.
Baru saja wanita itu masuk dan tak berapa lama ia kembali keluar, "Tuan istri Anda sepertinya sedang sakit dia terlihat sangat lemah Tuan" ujarnya terlihat panik.
Dhanu semakin panik mendengar perkataan wanita tersebut, "Nona bisakah Anda menolong saya lagi, tolong katakan pada wanita yang di dalam agar mengizinkan saya masuk, untuk menolong istri saya" pinta Dhanu yang terlihat sedang panik.
"Baiklah Tuan" balas wanita itu yang kemudian ia kembali masuk, dan tak berapa lama ia kembali keluar, "Sekarang Anda sudah boleh masuk Tuan" kata wanita itu lagi.
"Terima kasih Nona" ucap Dhanu lalu ia pun memasuki toilet tersebut dan ia semakin panik saat melihat Salwah sedang jongkok bersandar di dekat kloset, terlihat begitu lemah.
Dhanu terlihat terkejut dan dengan cepat ia menghampiri istrinya, "Astaghfirullah.. Sayang!" serunya yang kemudian ia langsung menggendong Salwah dan membawanya keluar dari toilet umum tersebut.
Dengan langkah cepat Dhanu membawa istrinya kerumah sakit yang kebetulan dekat dengan restoran tempat mereka makan tadi. Sesampainya disana Dhanu langsung meletakkan Salwah di atas brankar yang memang kebetulan ada di dekat pintu masuk rumah sakit, dan Salwa langsung di bawa ke ruang pemeriksaan.
Lima belas menit berlalu, nampak seorang wanita berjas putih dengan memakai hijab berwarna putih keluar dari ruang pemeriksaan. Dhanu pun menghampiri wanita tersebut.
__ADS_1
"Permisi Dok, bagaimana keadaan istri saya?" tanyanya masih dengan berwajah cemas.
"Istri Anda baik-baik saja Pak," ujar sang dokter dengan santainya, membuat Dhanu mengerenyitkan dahinya, saat mendengar kata baik-baik saja.
"Apa maksudnya Dokter mengatakan istri saya baik-baik saja tapi mengapa tubuhnya melemah seperti itu Dok?"
Dhanu seperti tak terpuaskan dengan jawaban dari sang dokter, karena menurut gimana bisa di katakan baik kalau istrinya terlihat lemah.
"Itu hal yang biasa terjadi diawal kehamilan Pak, jadi..."
Mendengar kata kehamilan, spontan Dhanu memotong perkataan sang dokter, "Apa kata Dokter? istri saya hamil?" tanya Dhanu dengan mimik penasarannya.
"Benar Pak, istri Anda saat ini sedang hamil, apakah Anda belum mengetahui hal itu?" tanya sang Dokter, dan di balas oleh Dhanu dengan gelengan kepala saja.
"Oh kalau begitu selamat untuk Anda Pak" ucap sang dokter lagi.
"Terima kasih Dok, kalau begitu apakah saya sudah boleh melihat istri saya?" tanya Dhanu, yang kini ia terlihat sangat senang.
"Silahkan Pak, kalau begitu saya permisi dulu" pamit sang Dokter, dan di anggukkan oleh Dhanu.
"Assalamu'alaikum, sayang" salam Dhanu saat ia masuk ke ruangan Salwa, yang ternyata istrinya telah sadar. dan Dhanu langsung duduk di tepi pembaringan Salwah.
"Wa'alaikumus salam Mas," balas Salwah dengan lembut, "Ada apa ini Mas? kenapa Wawa berada di rumah sakit lagi?" tanya Salwah heran.
"Tidak ada apa-apa Sayang, kamu hanya butuh istirahat, karena saat ini kamu sedang hamil Wawa" jawab Dhanu sembari ia menyatukan dahinya ke dahi Salwah.
"Apa Mas?" tanya Salwah yang sepertinya ia belum yakin pada pendengarannya.
"Iya Humairahku, kita akan sudah menjadi calon Ayah dan Ibu sekarang, karena saat ini kamu sedang hamil, itu artinya keinginan kakek yang meminta di bawakan oleh-oleh cicit terpenuhi sayang," ujar Dhanu masih memegang kedua pipinya dengan wajah yang masih saling berdekatan juga.
Mendengar perkataan suaminya, Salwah langsung memeluk Dhanu dengan erat, "Alhamdulillah.. Wawa sangat bahagia Mas" ucapnya di dalam pelukan sang Suami.
"Iya Sayang, Mas juga sangat bahagia" balas Dhanu yang menyambut dengan hangat pelukan istrinya,
"Terima kasih ya Mas, telah menjadikan Wawa wanita yang hampir sempurna," kata Salwah yang masih berada di dalam pelukan suaminya.
__ADS_1
Mendengar kata wanita hampir sempurna, Dhanu mengerutkan keningnya, tanda ia tidak memahami perkataan Salwah.
"Apa maksudnya kamu Sayang, memang selama ini kamu bukan wanita yang sempurna ya?" tanya Dhanu dengan wajah polosnya.
Salwa tersenyum lembut mendengar pertanyaan suaminya, "Mas, artian kata sempurna bagi seorang wanita yang telah bersuami, adalah di saat ia telah merasakan hamil dan menjadi seorang ibu Mas" jelas Salwah dengan lembut lagi.
"Ooh... jadi perkataan hampir sempurna itu karena kamu masih hamil ya Sayang?"
"Iya Mas, terimakasih Ya" ucap Salwah lagi dengan penuh rasa syukur.
"Iya sayang, Mas juga mau mengucapkan terima kasih Sayang, karena berkat kamu sekarang Mas menjadi calon Ayah" balas Dhanu seraya ia mengecup lembut puncak kepala istrinya, lalu berpindah ke dahinya, turun ke kedua matanya dan turun kembali ke pucuk hidungnya, berpindah lagi ke kedua pipinya, dan di lanjutkan dengan memberikan kecupan singkat pada bibirnya Salwah.
"Mas sangat Bahagia sayang" ucapnya lagi kembali memeluk istrinya dengan penuh kehangatan.
"Wawa juga Mas." balas Salwah, Memang sangat jelas terpancar kalau keduanya begitu bahagia.
"Mas?" panggil Salwah yang masih berada di dalam pelukan Dhanu.
"Iya Sayang?"
"Kapan kita pulang?"
"Secepatnya Sayang, sabar sebentar ya sayang nanti setelah Dokter memperbolehkan kamu pulang, kita akan langsung pulang ke tanah air, oke" jelas Dhanu lembut.
"Baiklah Mas, Wawa hanya mengikuti perkataan Mas saja" balas Salwah terlihat pasrah.
"Bagus, sekarang kamu istirahat ya, biar badan kamu kembali fit, jadi Dokter akan secepatnya menyatakan kamu boleh pulang, oke" ujar Dhanu yang kini ia telah melepaskan pelukannya.
"Baiklah Mas" balas Salwah sembari ia kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya, dan di ikuti oleh Dhanu yang berbaring juga di samping istri cantiknya itu.
"Tidurlah Humairahku, semoga kamu bermimpi indah" bisik Dhanu sambil mengecup lembut dahi istrinya kembali.
_________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😊
__ADS_1