
Melihat Dhanu terlihat begitu gelisah, Dewo pun membawa bosnya ke basecamp tempat pelatihan anak buahnya Dewo. Karena mereka berpikir tidak mungkin hanya menunggu hasil dari pihak berwajib, jadi mereka berniat melacaknya sendiri.
"Apakah belum ada kabar keberadaan Susi Wo?" tanya Dhanu saat mereka sudah berada di basecamp Dewo.
"Belum ada Tuan muda, dan sepertinya hanya Tuan Reza mengetahui keberadaannya, Tapi tunggu sebentar," ujar Dewo sembari ia merogoh kantong jas bagian dalamnya, dan tak berapa lama ia mengeluarkan sesuatu dari sana,"Ini hp Tuan Reza, sewaktu kita membawanya ke mobil hpnya jatuh, dan saya lupa untuk menyerahkan pada Kakek Anda Tuan muda," jelas Dewo sembari ia menyerahkan benda pipih tersebut pada Dhanu.
"Periksalah Wo, aku yakin pasti ada petunjuk dari sana" ujar Dhanu yang sepertinya ia enggan mengambil benda pipih milik Reza tersebut.
"Baiklah Tuan Muda"
Dewo pun langsung membuka benda pipih tersebut pada awalnya agak sulit karena Reza mengunci handphonenya memakai password. Namun dengan keahlian Dewo akhirnya ia bisa membuka handphone Reza.
Dewo tersenyum tipis, setelah ia membuka handphone milik Reza, "Wah dugaan Anda tidak meleset Tuan muda, sepertinya kita mendapatkan petunjuk dari hp ini, sepertinya Susi disana sedang dalam kesulitan, dan saya juga sudah melacak GPS milik Susi Tuan" ujarnya terlihat puas, karena telah mendapatkan petunjuk yang memuaskan dari dalam hp Reza.
"Bagus! kalau begitu secepatnya kita bergerak kesana sekarang juga" ujar Dhanu, yang sepertinya ia tak ingin menunda-nundanya, hingga ia langsung berjalan menuju ke mobilnya.
"Baiklah Tuan Muda!" balas Dewo, "Kalian semua bersiaplah, kita akan langsung ketempat persembunyian Dicky setelah kita menemukan Susi" titah Dewo pada anak buahnya.
"Baik Bos"
Setelah mendapatkan jawaban dari anak buahnya Dewo bergegas ke mobil dimana disana sudah menunggu Bosnya. Setelah semuanya siap mobil mereka pun langsung bergerak meninggalkan basecamp pelatihan milik Dewo.
Mobil mereka terus melaju mengikuti GPS yang tertera di layar handphone milik Reza. Hingga akhirnya mobil mereka memasuki sebuah daerah terpencil membuat perjalanan sedikit menjadi sulit karena jalanan di sana masih bebatuan. tapi itu tak membutuhkan waktu yang lama karena pada akhirnya, mereka menemukan tempat persembunyian Susi.
Dewo sengaja memarkirkan mobilnya agak jauh dari rumah tempat Susi bersembunyi, karena ia takut Susi akan melarikan diri bila melihat mereka.
Setelah mereka turun dari mobil masing-masing, Dewo memerintahkan anak buahnya untuk mengepung rumah kecil itu. Setelah itu Dhanu dan Dewo pun langsung menghampiri pintu serta mengetuknya dan tak berapa lama pintu pun terbuka. Terlihat lihat seorang wanita yang terlihat kaget melihat kedatangan mereka.
__ADS_1
"Da-da-Dhanu?!" ucap wanita itu dengan terbata-bata serta mata yang terlihat terbelalak melihat kedatangan Dhanu.
"Hai Tante Susi, apa kabarnya Tante?" sapa Dhanu terlihat tenang.
"Ka-kamu! ba-bagaimana ka-kamu bisa berada disini? tanya Susi masih terbata-bata Karena takut.
"Bagaimana saya berada disini? Ya tentu saja kami tahu dari anak Tante" kata Dhanu masih terlihat santai.
"Reza? tidak mungkin, dia tidak akan mungkin melakukan itu" Terlihat Susi masih tidak mempercayai perkataan Dhanu.
"Seharusnya Tante percaya karena saat ini anak Tante Reza sedang berada di ruang ICU Karena kekasih gelap Tante telah menembaknya"
Mendengar perkataan Dhanu, tubuh Susi seketika bergetar, "Ti-tidak mungkin! ka-kalian pasti bohongkan, tidak mungkin Dicky menembak anaknya sendiri, jadi berhentilah berkata kebohongan!" seru Susi yang terlihat jelas ia tidak percaya dengan perkataan Dhanu.
Dhanu tersenyum sinis, "Heh, dia tidak percaya Wo, sebaiknya kamu tunjukkan rekaman Cctv itu padanya Wo" titah Dhanu yang kemudian ia memilih melihat sekeliling hutan kecil tersebut.
Seketika tubuh Susi gemetaran, saat melihat rekaman Cctv yang ada di handphone milik Dewo, dari awal ia di sekap hingga terjadinya penembakan pada Reza membuat Susi terkulai dan tak sadarkan diri.
"Nyonya.. Nyonya!" panggil Dewo sambil menguncangi tubuh Susi.
"Sudah Wo, angkat saja dia kedalam mobil, agar secepatnya kita bisa menolong Salwah" titah Dhanu yang terlihat malah senang bila Susi tidak sadarkan diri.
"Baiklah Tuan Muda" kata Dewo yang kemudian ia meminta anak buahnya untuk mengangkat Susi kedalam mobil Dhanu. Setelah itu mereka pun meninggalkan rumah tempat persembunyian Susi.
Melihat Susi yang belum sadar juga, Dhanu pun berkesempatan menelpon orang yang kemarin menghubunginya.
Dan panggilan pun terhubung, "Halo?" kata seseorang dari seberang.
__ADS_1
"Halo, saya sudah membawa orang yang kalian inginkan, sekarang katakan di mana kita bisa menukar mereka?" balas Dhanu terdengar datar.
"Baiklah Tuan, sebentar lagi kami akan menghubungi Anda" kata orang itu lagi, dan panggilan pun langsung terputus.
"Sialan mereka langsung memutus, apa mereka tahu kalau kita sedang melacak GPS panggilan mereka?" tanya Dhanu terlihat kesal.
"Seperti begitu Tuan Muda, tapi Anda tenang saja, karena saya sudah menangkap radar posisi mereka sekarang," ujar Dewo terlihat santai.
"Kamu memang genius Wo, oke kalau begitu kita langsung saja ke sana, dan jangan lupa untuk menghubungi Bayu dan Dirga juga!" tegas Dhanu.
"Baik Tuan Muda!" balas Dewo dengan tegas juga.
Sesuai keinginan Bosnya, Dewo pun langsung meluncurkan Mobilnya kearah radar yang telah di tangkap oleh Dewo, ia juga sudah menghubungi Bayu dan Dirga, agar mereka bisa bertemu di tempat persembunyian yang menculik Salwah.
Satu jam telah berlalu, akhirnya mereka berhenti di depan sebuah gang kecil, Dewo pun memerintahkan anak buahnya untuk memarkirkan mobil mereka agak berjauhan dari lokasi persembunyian penyekap Salwah.
Setelah semuanya berkumpul mereka pun mulai mengepung sebuah rumah kosong yang terlihat agak jauh dari rumah warga. Dengan perlahan mereka mendekati rumah tersebut yang terlihat di depannya sedang dijaga dengan dua pria bertubuh besar.
Setelah mendapatkan aba-aba dari Dewo, anak buahnya Dewo langsung menyerang dua pria tersebut, dengan memakai senjata sengatan listrik, membuat keduanya seketika pingsan.
Setelah itu Bayu langsung mendobrak pintu rumah tersebut, dan ternyata di dalamnya tidak ada siapapun, hanya ada tape recorder yang sedang berputar. dan tak lama terdengarlah suara rekaman dari tape recorder tersebut.
"Hahaha, selamat datang Tuan Muda Dhanu, Maaf membuat Anda kecewa, kali ini aku sudah mentoleransikannya namun bila Anda ingin berbuat curang lagi, Maka siap-siaplah menerima salah satu mayat mereka, ingat itu!"
___________
Terus dukung author ya, jangan pelit loh untuk membeli VOTE LIKE, hadiah serta komentar, biar author segera update lagi loh😉.
__ADS_1