
*┈┉━❖❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀❖━┉┈*
"Hidup penuh dengan ujian. Berhenti mengeluh, namun jangan pernah berhenti berdoa dan berusaha. Yakinlah Allah selalu bersama kita.
Konsep sederhana yang harus selalu di ingat :
Kita tidak bisa apa-apa tanpa Allah, tapi kita bisa meraih segalanya dengan izin Allah
Tetap Semangat, Tetap Bersyukur dan
Tetap Bahagia"🥰
__Quotes of the day__
*┈┉━━━━━•❖❀🤍❀❖•━━━━━┉┈*
"Kyaaa.. Mas Adhaaan!" teriak Salwah dari idalam kamar mandi. Dhanu yang mendengar teriakkan istrinya, dengan spontan langsung berlari menuju ke kamar mandi.
"Sayang kamu kenapa? Buka pintunya Sayang," panggil Dhanu, sambil mengetuk-ketuk pintu kamar mandinya, suaranya terdengar panik. Dan tak berapa lama pintu terbuka, terlihatlah wajah pucat Salwah yang kini ia telah memakai handuk kimononya, dan dengan rambutnya yang basah tergerai panjang
"Ada apa sayang? Kenapa kamu berteriak?" tanyanya lagi dengan wajah terlihat cemas.
"Mas, Wawa mengeluarkan cairan, kayaknya bayinya mau keluar deh Mas," ujar Salwah dengan suara yang terdengar bergetar.
"Ya sudah ayo kita segera kerumah sakit Sayang!" ajak Dhanu yang kemudian ia menuntun Salwa kembali ke kamar mereka.
"Iya Mas, tapi Mas mandi dulu sana, biar Wawa pakai baju dulu,"
"Tapi sayang kamukan sudah kesakitan, apa sempat Mas mandi."
"In shaa Allah sempat, pergilah Mas, tidak baik kalau Mas pergi dalam keadaan junub," ujar Salwah dengan lembut.
"Baiklah Sayang kamu tunggu disini ya Mas Mandi sebentar," balas Dhanu, setelah ia menduduki Salwah diranjang mereka. Ia juga mengambilkan baju gamis lengkap dengan hijab dan cadarnya untuk dipakai istrinya. Setelah itu ia langsung pergi ke kamar mandi.
Lima belas menit kemudian Dhanu keluar kembali, dengan memakai handuk sebatas pinggang dan terlihat juga tetesan air rambutnya yang basah, terlihat sekali ia terburu-buru sampai tak sempat mengelap rambutnya tersebut. Dan dengan cepat juga ia langsung mengambil baju untuk dirinya dan segera memakainya.
"Sudah Sayang, Mas sudah siap," ucapnya sambil berjalan mendekati istrinya, terlihat sudah rapih itu.
"Siap apanya sih Mas, lihat itu kancing kemejanya masih salah-salah memasukkannya, rambut masih belum disisir apa kata mereka nanti, seorang CEO perusahaan besar, Makai baju seperti itu sih?" ujar Salwah terdengar suaranya menjadi berat, dengan wajah yang terlihat sudah dipenuhi keringat, karena sepertinya ia sedang mencari sesuatu.
"Maaf Sayang, namanya Mas terburu-buru, karena nggak tega kamu menahan sakit" balas Dhanu yang kemudian dengan cepat ia memperbaiki kancing bajunya, lalu dengan cepat juga ia menyisir rambutnya. Setelah siap ia langsung menggendong tubuh Salwah.
__ADS_1
"Aakh Mas! Jangan digendong! Wawa bisa jalan sendiri Mas! Turunkan Wawa Mas!" teriak Salwah terlihat kaget, ketika Dhany menganggap tubuhnya.
"Ssssth..! Diamlah atau kamu akan jatuh benaran! Sekarang sebaiknya kamu pegang Mas dengan erat saja! Biar kamu tidak jatuh!" tegas Dhanu, sembari ia menggendong istrinya lalu ia bergegas, membawa istrinya keluar rumah mereka. Yang disana ternyata Dewo sudah menunggu dengan posisi berdiri disamping mobil sembari ia membuka pintu mobilnya.
Rupanya sebelum ia menggendong Salwah, Dhanu menyempatkan diri untuk menelpon Dewo. Setelah kedua majikannya masuk ke dalam mobil. Dewo pun bergegas masuk dan tak berapa lama mobil pun mulai melajukan dengan kecepatan tinggi. Karena ia tak tega mendengar istri bosnya, yang beberapa kali mengerang kesakitan.
Dua puluh lima menit kemudian akhirnya mobil mereka berhenti tepat di depan pintu lobby rumah sakit. Setelah mesin mobil mati, Dhanu pun bergegas keluar dengan kembali menggendong istrinya. Dan langsung membawanya keruangan bersalin.
"Dok, istri saya mau melahirkan! Cepat tolong istri saya!" teriak Dhanu yang terlihat begitu Panik. Saat ia sudah memasuki ke ruang bersalin.
"Baik Pak! Sekarang letakan istri anda disana," ujar seorang wanita berjas putih, yang sudah pasti ia seorang dokter. Dhanu pun langsung meletakkan istrinya tempat tidur bersalin, yang ditunjukkan oleh wanita berjas putih itu.
"Sebentar ya pak kita periksa dulu," ujar sang Dokter wanita itu, yang terlihat ia sedang memakai sarung tangan, dibantu oleh dua orang suster. Setelah itu Sang Dokter pun mulai memeriksa Salwah, yang kini, wajahnya terlihat sudah dipenuhi keringat jagung. Namun mulutnya tak henti-hentinya berdoa dan berdzikir.
"Wah, Alhamdulliah pembukaannya sudah sempurna, apakah Ibu sudah siap?" tanya Sang Dokter.
"In shaa Allah Dok, saya siap," balas Salwah dengan suara yang tertahan. "Mas, doain Wawa ya," lanjutnya pada Dhanu yang saat ini sedang berdiri didekat kepalanya, sembari ia memegang tangan istrinya.
"Iya Sayang, Mas pasti mendoakan kamu dan Anak kita agar selamat dan sehat wal'afiat," balas Dhanu, sembari ia mengecup keningnya Salwah.
"Terimakasih Mas" ucap Salwah dan di anggukkan oleh Dhanu sembari ia tersenyum pada Salwah.
"Oke kelihatannya pembukaan sudah sempurna ikuti instruksi saya ya Bu, Tarik nafas dalam lalu edankan ya " jelas sang dokter.
"Ayo Bu, Bismillah Tarik nafas Edaankan!" Titah Dokter wanita itu, Salwah pun mengikuti perkataan sang Dokter ia mulai menarik Nafas yang dalam, kemudian ia pun mengucapkan basmalah dan Doa nabi Yunus, karena ia berharap Allah memberikan pertolongannya dan memudahkan ia bersalin.
"Bismillah, lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn Ngeeeeeek !!" dengan sekuat tenaga Salwah pun mengedan. Namun nampaknya sang bayi belum mau keluar.
"Ayo Bu semangat, sekali lagi, tarik nafas yang dalam lalu edangkan!" titah Sang Dokter menginstruksikan kepada Salwah lagi.
Salwah kembali menarik nafasnya. "Bismillah, lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn Ngeeeeeek !!" ucapnya dan kembali ia mengedan dengan sekuat tenaga dan..
"Oek..Oek..Oek..Oek Oek" Suara tangis bayi pun langsung memecahkan ruangan bersalin tersebut. Membuat Dhanu dan Salwah yang menyaksikan kehadiran buah hatinya menjadi terharu.
"Selamat Bu, bayi kalian laki-laki" ujar sang Dokter, sambil menujukan sang bayi yang ada ditangannya. Lalu ia pun memberikan kepada suster yang membantunya untuk dibersihkan.
"Alhamdulillah, Terimakasih ya Allah, "ucap Dhanu dan Salwah secara bersamaan. Setelah melihat buah hatinya Dhanu langsung mengecup kening Salwah. Karena Sang Dokter ingin membersihkan Salwah, Dhanu diminta keluar dari ruang bersalin tersebut. Dan ia mengambil kesempatan itu untuk mengadzankan Anaknya.
Setelah Salwah, sudah dibersihkan, ia pun dibawa keruangan rawatnya. Pada awalnya ia hanya seorang diri saja disana karena kemungkinan suaminya sedang berada di ruang Bayi. Namun tak berapa lama, Adnan pun masuk, dan langsung menghampirinya, dengan wajah yang terlihat masih terharu. Lalu ia langsung mengecup kening Salwah kembali.
"Terimakasih Sayang, kamu telah menjadikan Mas seorang laki-laki yang sempurna. Mas begitu bahagiaan sekali Sayang," ucap Dhanu, penuh rasa syukur, ia begitu terharu saat teringat ia menyaksikan persalinan sang buah hati. Hingga tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja.
__ADS_1
"Sama-sama Mas, Wawa juga berterima kasih pada Mas Adhan, karna sudah menjadikan Wawa, wanita yang sempurna. Lengkap sudah kebahagiaan Wawa, menjadi istri Mas Adhan, dan sekarang menjadi seorang Ibu, dari anak kamu Mas, terima kasih," ucap Salwah, yang terlihat juga air mata penuh rasa syukur ikut mengalir dari pelupuk matanya, yang cantik itu.
Dhanu, langsung menghisap Air mata istrinya, saat air mata itu mulai mengalir. "Sama-sama Sayang, Mas juga merasa lengkap kebahagiaan Mas. Karena sekarang Mas menjadi seorang Ayah" ucap sambil ia tak henti-hentinya memberikan kecupan sayang pada istrinya.
"Alhamdulillah, Kakek juga merasakan hal yang sama, lengkap sudah kebahagiaan Kakek setelah menjadi seorang Kakek buyut," ujar seorang pria tua yang tiba-tiba masuk keruang rawatnya Salwah.
"Alhamdulillah, Om juga ikut bahagia, karena Om sudah menjadi seorang Kakek," sambung Pria paru baya yang ikut muncul bersamaan dengan pria tua itu.
"Kami juga dong ikut bahagia, karena sudah menjadi seorang Uncle dan Aunty" kata dua orang yang ikut muncul.
"Kakek, Om Riko, Reza, Ratih? Kalian kok bisa tahu kami berada disini?" tanya Dhanu heran.
"Ya tahu dong Bro, percuma ada Dewo disamping Anda," ucap Dewo, yang ikut masuk bersamaan dengan Ratih.
"Ooh, kamu mau berbahagia sendiri saja ya rupanya, tanpa ingin mengajak kami! Dasar anak nakal!" protes sang kakek yang kemudian ia langsung menjewer telinganya Dhanu.
"Aw, aw, aw! Sakit Kek! Ampun, Adan nggak bermaksud begitu!" teriak Dhanu terlihat kesakitan. Melihat Dhanu yang sedang dijewer oleh Kakeknya, spontan mereka yang ada di sana langsung tertawa. Karena keduanya terlihat lucu Dimata mereka. Terlihat sekali wajah mereka sedang diselimuti kebahagiaan.
Yaa, setelah berbagai cobaan yang Dhanu lewati. Yang hanya karena harta keluarganya terpecah. Kini kembali menyatu, bahkan semakin menghangat. Tidak ada lagi pertikaian yang ada hanyalah kehangatan keluarga, yang dipenuhi dengan kasih sayang, Maka lengkaplah kebahagiaan Dhanu, bersama seluruh keluarganya.
*┈┉━━•❖❀💓E.D.N💓❀❖•━━━┉┈*
Dear Readers..
Alhamdulillah, Author sudah menyelesaikan novel
...Mengubah Takdir:...
...💓ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN💓...
Author harap para Readersku terpuaskan dari hasil akhir cerita ini. Dan Author memohon maaf lahir dan batin 🙏 bila dalam masa novel iini Aktif, author selalu membuat kalian kecewa. Sekali lagi maaf ya guys.
Oke guys sekali lagi terimakasih banyak atas Doa serta dukungannya selama ini dan juga yang selalu setia menanti Author Update 🙏.
Semoga penantian kalian berbuah manis karena ada ilmu yang terdapat di cerita ini, dan semoga menjadi bermanfaat untuk kita semua, dan semoga apapun yang kalian doakan untuk Author maka itu jugalah yang akan kalian dapatkan. Author tidak bisa membalas kebaikan kalian Hanya Allah lah yang akan membalas kebaikan kalian semua. Sekali lagi terimakasih ya guys.
Semoga kalian selalu di lindungi Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan di limpahkan kebahagiaan hingga Akhirat kelak. Aamiin Aamiin ya Allah.
Baiklah Author pamit ya guys 🙏😉 Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙏😊😇
🙏😊😘LOVE YOU ALL😘😊🙏
__ADS_1
🥰SEE YOU DIKARYA AUTHOR LAINNYA YA 😉