
━━•⊰❁🌸 Mutiara Al-Habaib🌸❁⊱•━━
"Apabila kita mendoakan orang lain, maka akan hadir malaikat yang mendoakan hal yang sama untuk kita"
--- Habib Umar Bin Hafidz---
━━━━━━━━•⊰❁🌸❁⊱•━━━━━━━━
Hari pun menjelang Malam.
Pada awalnya Dewo sedikit ragu atas usulan dari dari tapi mengingat ia ingin menebus rasa bersalahnya akhirnya Dewo pun menyetujuinya. Dan Sesuai yang telah di rencanakan oleh Darma dan Iwan. Kini mereka sudah berkumpul di ruang rawat Zahro.
Darma juga sudah menghadirkan seorang Ustadz dan beberapa orang untuk menjadi saksi pernikahan Dewo dan Zahro. Dan tak ketinggalan Dhanu, Salwah, Eriko serta Ratih ikut hadir untuk menyaksikan hari terpenting bagi Dewo.
Dewo terlihat begitu tegang saat melihat semuanya telah hadir. Dan ketegangan wajahnya itu ternyata dilihat oleh Dhanu, yang kemudian ia pun berpindah duduk agar lebih dekat oleh Dewo.
"Ada apa Wo? Kenapa wajah kamu begitu tegang sih?" tanya Dhanu setelah ia duduk di sebelah Dewo.
"Eh, tidak apa-apa Tuan Muda, mungkin karena saya belum pernah melakukan ini Tuan," jawab Dewo yang terlihat tadi ia sempat kaget karena kehadiran Dhanu yang tadi sempat duduk agak berjauhan darinya tiba-tiba sudah berada di sampingnya.
"Kalau kamu sudah melakukan, itu artinya kamu sudah menikah dong? Ngapain nikah lagi kalau begitu Wo? Terkecuali kamu ingin memiliki istri dua So," kata Dhanu sambil menaik turunkan alisnya.
"Eh, satu saja saya merasa tegang Bos, gimana mau dua coba?"
"Ya kan siapa tahu saja Wo, kamu ingin punya dua," goda Dhanu untuk mencairkan ketegangan pada Dewo.
"Aah, tidak tuan muda, satu saja saya ini kaya saya sedang menghadapi seribu musuh, apalagi dua."
"Hahaha, apa seseram itu Wo, untuk menikah saja, dulu kayanya aku tidak seperti itu deh."
Mendengar perkataan bosnya Dewo langs ung mengerenyit, dan melihat wajah Dhanu.
"Ya iyalah! Boskan saat itu tidak seperti saya. Karena waktu itukan Bos masih menjadi seorang Adult men act like children. Jadi sudah pasti perasaan anda saat itu seperti anak kecil yang polos, tuan muda," ujar Dewo mengingatkan Dhanu saat ia menikahi Salwah.
"Eh, iya juga ya? Hehehe, ternyata ada untungnya juga saya pernah seperti itu," kata Dhanu merasa lucu kala ia teringat tingkahnya di masa lalu.
__ADS_1
Disaat bersamaan Darma buka suara. "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu" ucap Darma membuka acara.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu" jawab mereka yang hadir secara bersamaan.
"Baiklah, berhubung kita semua sudah berkumpul, marilah kita mulai saja ya bapak-bapak, ibu-ibu," ujar Darma dan para undangan langsung menyetujuinya. "Baiklah kalau begitu, sekarang saya akan menyerahkan acara ijab ini langsung pada Ustadz Herman. Silakan Ustadz." lanjutnya pada seorang pria yang di panggil Ustadz Herman oleh Darma.
"Terima kasih Pak, kalau begitu saya langsung saja ya? Kita mulai," balas Herman. "Tapi sebelumnya saya ingin bertanya dulu pada calon mempelai prianya. Apakah Nak Dewo sudah siap?" tanyanya pada Dewo.
"In shaa Allah siap Ustadz!" jawab Dewo, dengan tegas.
"Alhamdulillah, baiklah kalau begitu, sekarang jabatlah tangan calon ayah mertua kamu Nak dan marilah kita mulai dengan di awali dengan Basmalah," ucap sang Ustadz. "Ayo Pak Iwan silahkan di mulai.
"Baiklah Ustadz. Mari Nak kita mulai" kata Iwan sembari ia mengulurkan tangannya pada Dewo.
"Baik Pak," balas Dewo dan menyambut uluran tangan Iwan
"Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Sadewo Angkasa bin Hartarto Angkasa?" panggil Iwan
"Saya Pak!" sahut Dewo tegas.
Dewo langsung menyambutnya dengan lantang, "Saya terima nikah dan kawinnya Ardhita Zahro binti Irwan Setiawan dengan mas kawin tersebut tunai!" sambut Dewo dengan lantangnya dan hanya satu tarikan napas ia pun ijab qobul.
"Bagaimana para saksi? Sah?!" tanya sang Ustadz pada kepada para saksi yang hadir menyaksikan ijab qobulnya Dewo.
"Sah!" jawab mereka dengan serentak.
Setelah mendengar jawaban dari para saksi, sang Ustadz langsung membacakan doa.
"Alhamdulillah.. Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir."
Artinya: "mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan."
Dewot langsung bernafas lega, karena sejak dadanya tidak mau berhenti bergemuruh. Dan kini menjadi tenang. Setelah doa selesai para undangan langsung memberikan ucapan selamat pada Dewo, dan di saat mereka sedang saling bersalaman. Tiba-tiba Salwah mengeluarkan suaranya, mengucapkan tahmid, terlihat begitu senang.
"Alhamdulillah... ya Allah.. anti sudah sadar Zahro?" katanya dengan mata yang berbinar. Dan dengan spontan semua mata yang ada dalam ruangan tersebut mengarah ke ranjang Zahro, termasuk Dewo yang kini telah resmi menjadi Suaminya Zahro.
__ADS_1
"Alhamdulillah, kamu sudah sadar Nak?" tanya Iwan yang terlihat begitu senang saat melihat sang Anak telah membukakan matanya. "Maafkan Abi, karena terlalu percaya pada Tante Rina kamu jadi seperti ini," ucapnya lagi terlihat dari matanya kalau ia begitu menyesal.
"Sudah Pak, jangan berkata apapun dulu, karena sepertinya dia masih belum sadar sepenuhnya." ucap seorang dokter yang kebetulan memang ikut menyaksikan acara Ijab qobul Dewo, karena memang di minta oleh Darma untuk menjadi saksi juga.
"Oh baiklah Dok," balas Iwan.
"Kalau begitu saya priksa dulu anaknya ya Pak" ujar sang Dokter sembari ia mengambil alat Stetoskopnya dari Katong jas kedokternya. Lalu ia pun mulai memperiksa Zahro.
"Bagaimana keadaan Anak saya Dok?" tanya Iwan yang terlihat tidak sabar ingin mengetahui kondisi anaknya.
"Bentar ya Pak," Dokter melanjutkan periksa denyut nadi Zahro. "Maaf Nyonya, Apakah Anda bisa mendengar suara saya?" tanya Dokter pada Zahro, dan Zahro pun mengangguk lemah. "Bisakah Anda mengeluarkan suara Anda Nyonya?" tanya sang Dokter lagi.
"Bi-sa Dok" ucap Zahro yang terdengar suaranya masih lemah.
"Alhamdulillah, kondisi anak bapak sudah mulai stabil Pak" kata sang dokter.
"Alhamdulillah terima kasih Dok,"
"Sama-sama Pak kalau begitu saya permisi, dan selamat untuk pernikahannya Nyonya, Pak Dewo kata dokter pada Dewo dan Zahro.
"Terima kasih Dok!" balas Dewo, setelah itu sang dokter langsung pergi, meninggalkan ruangan Zahro.
"A-apa ma-ksudnya ini Sal-wa?" tanya Zahro meminta penjelasan tentang ucapan selamat yang diberikan sang dokter. Kepada Salwah yang memang kebetulan posisi Salwah lebih dekat dengannya.
"Iya Zahro, selamat yaa, baru saja Bang Dewo mengijab anti dan sekarang anti telah resmi menjadi Istrinya bang Dewo," jelas Salwah yang terlihat senang.
"Apaa!"
________________
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Jangan pelit juga dong untuk Bonusin dengan VOTE dan HADIAH bila menyukai karya Author😉.
Dan LIKE Bila ingin memberikan semangat.
__ADS_1
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.