
Dua jam sebelum penculikan Salwah
Di mansion Dhanu.
Seperti biasanya walaupun Dhanu menyediakan beberapa pembantu di Mansionnya. Tetap saja Salwah tak bisa tinggal diam begitu saja, ada saja yang ia lakukan membuat para pembantu merasa tidak enak pada majikannya yang selalu membantu mereka.
"Neng, hari ini Bibi mau belanja, apakah ada yang Eneng inginkan biar Bibi membelikannya Neng?" tanya Marni, pada Salwah yang lagi duduk di taman sedang merangkai bunga.
"Oh, Eh, Bibi mau belanja di mana?" tanya Salwa yang tangannya masih sibuk merangkai bunga.
"Niatnya sih ingin belanja di pasar tradisional Neng, tapi mungkin nanti mau singgah juga ke swalayan juga sih Neng" balas Marni sambil melihat daftar belanjaan yang hendak ia beli.
"Ya sudah kalau begitu saya ikut ya Bi, soalnya ada juga yang mau saya cari" kata Salwah yang terlihat ia telah menyelesaikan rangkaian bunganya.
"Eh, tapi Neng, apakah Tuan tidak marah, Enengkan sedang hamil, Bibi takut Neng kelelahan nanti Tuan marah sama Bibi Neng" ujar Marni merasa tidak enak kalau majikannya ikut berbelanja dengannya.
"Bibi tenang saja Mas Ardhan tidak seperti itu kok, Nanti saya akan bilang deh sama Mas Adan, oke Bi," kata Salwah sembari ia bangkit dari duduknya.
"Baiklah Neng, Bibi ngikut kata Eneng aja kalau gitu mah" balas Marni terlihat pasrah.
"Nah gitu dong, ya sudah Saya siap-siap bentar ya Bi"
"Iya Neng, silahkan" balas Marni, LaluSalwah pun langsung bergegas masuk, dan tak berapa lama kemudian ia kembali lagi dengan pakaian yang berbeda dari yang tadi.
"Ayo Bi, kita langsung berangkat saja" ajak Salwah sambil menggandeng tangan Marni, membuat Marni begitu canggung karena baru kali ini Ia memiliki seorang majikan yang tidak merasa jijik terhadap pembantunya.
Salwah dan Marni akhirnya pergi berbelanja dengan di antarkan supir yang memang sudah di persiapkan oleh Dhanu untuk Salwa, bila ia hendak berpergian. Sesampainya di pasar tradisional, lagi-lagi Marni kaget melihat majikannya itu, mau ikutan berkotor-kotoran berbelanja di sana tanpa merasa jijik sedikitpun.
Setelah selesai mencari apa yang di butuhkan di pasar tradisional, mereka pun berpindah belanja di swalayan, dan di saat mereka hendak memasuki swalayan tersebut tiba-tiba, dari kejauhan Salwah seperti melihat seorang wanita yang amat ia kenali.
"Zahro!" teriak Salwah memanggil wanita tersebut, dan dengan spontan wanita itu pun menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"kyaaak.. Salwah! kamu ada di sini?" teriak wanita yang di panggil Zahro oleh Salwah, ia juga terlihat kesenangan saat melihat Salwah hingga ia langsung berlari ke arah Salwah dan langsung memeluknya.
"Astaghfirullah, Zahro! kamu kayak anak kecil saja sih" tegur Salwah karena melihat tingkah Zahro yang seperti anak ABG berjingkrakkan.
"Biarin, habis ana kangeeen banget sama anti" kata Zahro kembali memeluk Salwah, "Ayo kita ngobrol sebentar dong, Ana masih kangen nih" pintanya sambil merangkul lengannya Salwah.
"Baiklah, kita ngobrol disana saja ya" balas Salwah sambil menunjuk sebuah taman di seberang swalayan tersebut, "Bi, saya tidak masuk ya, bibi saja yang belanja saya tunggu disana ya Bi" ujarnya pada Marni yang sejak tadi hanya menonton kehebohan Zahro yang terlihat senang melihat Salwah.
"Baik Neng, kalau begitu Bibi masuk ya" pamit Marni.
"Iya Bi, hati-hati ya." Setelah mendapatkan izin dari majikannya Marni pun memasuki swalayan dan meninggalkan Salwah yang masih berada di depan pintu masuk swalayan tersebut.
"Ya sudah ayo kita kesana," ajak Salwah setelah Marni tidak terlihat lagi.
"Ayoo, akh cus kesana" balas Zahro yang masih memeluk lengannya Salwah, dan mereka berjalan menuju taman disaat mereka sudah mendekati taman tiba-tiba mereka di hadang dengan Lima pria bertubuh besar. Membuat Salwa dan Zahro kaget melihat mereka.
"Maaf kalian siapa ya? kenapa menghadang jalan kami?" tanya Salwah dengan sopan.
"Maaf Nyonya, mengganggu Anda, tapi saya di perintahkan bos kami untuk membawa Anda" kata salah satu pria dari kelima tersebut.
"Kami tidak bisa menjawab, tapi silahkan Anda ikuti kami Nyonya" ujar Pria itu lagi.
"Kalau saya tidak mau gimana?" tanya Salwah terlihat santai.
"Terpaksa kami melakukan kekerasan pada Anda Nyonya" kata pria itu lagi.
"oh'hoo, jadi ini maksudnya kalian ingin menyulik saya gitu?" tanya Salwah terlihat amat santai, membuat salah satu pria tersebut terlihat kesal.
"Iya bisa dikatakan seperti itu Nyonya, jadi saya minta Anda jangan melawan agar tidak ada kekerasan Nyonya, sekarang silahkan ikut kami" kata Pria itu lagi yang terlihat mulai tidak sabar hingga ia mulai mendekat Salwah
Mendengar perkataan pria itu, Salwah menatap Zahro, seakan ia memberikan isyarat padanya, dan dibalas oleh Zahro dengan mengedipkan kedua matanya tanda ia paham.
__ADS_1
"Baiklah lakukanlah kalau kalian bisa menangkapku" tantang Salwah membuat pria itu semakin geram pada Salwah dan ia pun hendak meraih tangan Salwah namun.
BAAGH!! Salwah langsung menendang Pria itu dengan keras sehingga ia jatuh terduduk di depan teman-temannya, membuat ia semakin geram melihat Salwah.
"Heh! ternyata Anda boleh juga Nyonya, baiklah sesuai keinginan Anda," kata pria itu sembari ia bangkit dari jatuhnya seraya berkata, "Tangkap Wanita itu cepat!" serunya pada teman-temannya.
Setelah mendapatkan perintah, keempat pria bertubuh besar itu pun ingin menangkap Salwah. Namun dengan cekatan Salwah dan Zahro langsung menghalaunya, dan akhirnya pertempuran tak bisa di hindari lagi.
BUGH..BAGH...BUGH.,.
"HIAT..HIA..HAH..HIAT!"
BAGH..BUGH..DAGH..BUGH..
Suara pertempuran begitu sengit, Salwah dan Zahro begitu lincah dan gesit melawan kelima pria bertubuh besar itu, hingga beberapa dari mereka sudah berjatuhan, hingga pertarungan terhenti akibat teriaka seorang pria.
"Berhenti! atau peluru dalam pistol ini akan bersarang di kepala wanita ini!" teriak seorang pria yang baru saja datang dengan membawa seorang wanita yang kepalanya sedang di todong sebuah pistol, membuat Salwa dan Zahro menghentikan serangannya.
"Bi Marni!" gumam Salwah yang nggak bisa berkutik lagi, karena dua pria sudah memegang dirinya.
"Maaf Neng hiks" ucap Marni terlihat ia merasa bersalah, ia berpikir seandainya ia tak muncul mungkin Salwah tidak akan terkalahkan, tapi karena ia panik melihat majikannya di serang ia malah mendekati ke pertempuran itu.
"Tidak apa-apa Bi, in syaa Allah Mas Ardhan akan menolong kita jadi jangan merasa bersalah begitu ya" kata Salwah lembut.
"Akh banyak omong kamu Nyonya, cepat masuk ke mobil!" titah pria tadi ia terlihat kesal karena ia telah terkalahkan oleh Salwah yang hanya seorang wanita. Mau tak mau akhirnya Salwah pun masuk ke mobil mereka, dan di ikuti dengan Zahro dan Marni.
Setelah ketiganya masuk kedalam mobil para Pria itu pun membawa mereka entah kemana, karena mata Salwah, Zahro, dan Marni langsung di tutup hingga akhirnya mereka berasa berada di sebuah ruangan kosong dan gelap. dan tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekati mereka.
"Hai Nyonya Dhanu, senang bisa berjumpa dengan wanitanya si idiot itu, huh ternyata dia pintar juga mencari istri seperti wonder woman hahaha" ujar seorang pria memakai topeng membuat Salwah tidak mengenal pria tersebut."Cepat katakan sesuatu suami kamu!" kata pria itu sambil mendekati hpnya pada Salwa.
"Mas Ardhan tolong Wawa humm!" teriak Salwah namun pria itu langsung menyekap mulutnya.
__ADS_1
___________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😘.