
Melihat istrinya telah memejamkan matanya Dhanu pun mulai mendekati wajah Salwah, pada awalnya ia hanya memberikan kecupan singkat saja, namun rasa ingin menyentuhnya lagi semakin besar, bahkan ada aliran aneh yang menyerangnya sehingga ada perasaan ingin menyentuh seluruh tubuhnya Salwah, namun ia berusaha kuat untuk menahannya karena ia takut perannya akan terbongkar oleh Salwah.
" Wawa, Adan udah cium.." kata Dhanu dan Salwah pun membuka matanya, sambil memberikan senyuman manisnya pada Dhanu.
" Sudah Mas?, nggak mau lagi?." tawar Salwah, membuat hasrat Dhanu semakin bergejolak.
" Emang Adan boleh cium Wawa lagi?." tanya Dhanu dengan mata yang berbinar.
" Boleh dong Mas, sini Wawa yang cium Mas Adhan." kata Salwah yang kemudian ia meraih wajah Dhanu, lalu ia pun mendekati wajahnya ke wajah Dhanu yang kebetulan mereka tidur miring saling berhadapan, melihat wajah Salwah yang mendekati dirinya, jantung Dhanu semakin bergejolak, Apalagi di saat bibir Salwah sudah mendarat di bibirnya membuat ia tak mau melewati kesempatan itu.
Dhanu pun menyambut bibir merah delima itu, dan bahkan ia begitu menikmatinya, bak sedang memakan sebuah permen ia mengecapnya berkali-kali, hingga tanpa terasa ia merasakan seluruh tubuhnya memanas, akibat hasratnya mulai bergejolak meminta lebih.
"Kenapa ini?.. kenapa badanku semakin panas?, apalagi melihat Salwah yang seperti ini, aku nggak bisa mengendalikan tubuhku. Gawat aku sudah tidak tahan lagi!." batin Dhanu yang terlihat ia masih berusaha menahan gejolak aneh yang ada di tubuhnya.
" Wawa, kenapa badan Adan panas, Adan ingin itu Wawa." kata Dhanu dengan suara yang terdengar berat, akibat ia menahan gejolak hasrat ingin bercintanya.
"Jangan di tahan Mas, lakukanlah, Wawa akan bantu Mas Adan yaa." Salwah yang seperti paham akan keadaan suaminya, ia pun membantu membukakan pakaian Dhanu dan kemudian ia juga membuka pakaiannya sendiri. " Sekarang lakukanlah Mas, jangan lupa baca bismillah ya." lanjut Salwah dengan suara lembutnya.
Dhanu yang melihat keindahan tubuh Salwah, membuat tubuhnya semakin bergetar, Salwah yang melihatnya seperti itu ia berpikir kalau suaminya bingung harus melakukan apa, maka dari itu ia pun mengawalinya dengan kembali meraih bibir Dhanu, dan dengan di bimbing oleh Salwah, Dhanu memulai berpetualang tanpa harus ia meninggalkan perannya sebagai seorang yang memiliki keterbelakangan mental, karena dengan kesabaran Salwah ia melakukannya, sesuai dari intrusi dari Salwa, Namun di saat miliknya telah menyatu dengan Salwah membuat Salwah terpekik.
"Aakh!.. Astaghfirullah!" pekik Salwah dengan wajah yang terlihat kesakitan.
Dhanu yang mendengar pekikan Salwah, dan apalagi melihat wajah Salwah yang ternyata amat kesakitan, membuat Dhanu tanpa sadar bertanya dengan nada Normalnya.
" Kamu tidak apa-apa Salwah, apakah itu sakit Salwa?, atau kita hentikan saja ya?." tanya Dhanu lembut sembari ia memegang wajah istrinya, yang tadi terlihat kesakitan, kini langsung berubah dengan wajah kagetnya, karena ia melihat Dhanu terlihat Normal.
" Mas kamu?." tatapan mata Salwah yang terlihat meminta penjelasan, membuat Dhanu tak berdaya dan ia pun menjatuhkan tubuhnya di samping Salwah, karena Salwah sempat mendorong tubuh suaminya, alhasil penyatuan terlepas.
Salwah bangkit dan langsung duduk kemudian ia menarik selimut dan langsung menutup seluruh tubuhnya, lalu tatapannya kembali kearah Dhanu dengan tatapan matanya yang terlihat marah.
__ADS_1
" Kamu membohongi Mas?!, apa maksud semua ini mas?!" tanya Salwah dengan, sorotan mata yang kini terlihat memerah dan berkaca-kaca.
Melihat hal itu Dhanu ikut bangkit dan duduk di hadapan Salwah dengan selimut yang hanya menutupi bagian bawahnya saja.
"Maafkan Mas Ardhan Salwa, Mas nggak bermaksud membohongi kamu, Masanya.." Dhanu berusaha menjelaskan pada Salwah, tapi perkataannya langsung di potong oleh Salwah.
" Apakah waktu kita menikah sebenarnya kamu sudah normal?" tanya Salwah dengan tatapan menyelidik.
" Tidak Wah, itu aku masih belum sembuh." jawab Dhanu apa adanya.
" Lalu sejak kapan kamu sembuhnya?!." tanya Salwah sedikit ketus dan dingin. Dhanu yang melihat tatapannya membuat hatinya merasa sakit, tapi dia memakluminya karena saat ini istrinya lagi di selimuti kemarahan.
" Dua Minggu setelah kita menikah wah." jawab Dhanu jujur.
" Lalu kenapa kamu tidak segera memberitahukan aku?, atau kamu merasa aku tak pantas mengetahuinya kah?." tanya Salwah yang tak terasa air yang tadi hanya tergenang di area mata kini tumpah membuat hati Dhanu semakin sakit.
" Salwa,, tolong dengarkan penjelasan Mas dulu ya, Nanti setelah itu, bila kamu ingin marah Mas akan menerimanya, kamu bersediakan Wah?" tanya Dhanu dengan wajah yang berharap Salwah mau mendengarkan penjelasannya.
" Sebelumnya Mas minta maaf Wah, Mas melakukan ini karena ada penyebabnya karena mas tidak ingin kamu terlibat di dalamnya." Dhanu menjeda sejenak perkataannya, sambil matanya masih memandang wajah istrinya yang masih terlihat marah kepadanya, kemudian Ia pun melanjutkan ceritanya dari awal kesembuhannya yang ternyata Iya mendapatkan keajaiban itu itu dari kakeknya Salwa sendiri.
"Jadi Jaddun tahu kalau Mas sudah sembuh?." tanya Salwah yang terlihat penasaran.
" Iya wah, tapi tolong jangan di potong dulu penjelasan Mas ini, biar kamu tidak menjadi salah paham Wah." jawab Dhanu lembut.
" Baiklah." balas Salwah singkat.
Dhanu kembali diam sejenak, dan tak lama kemudian Ia pun melanjutkan ceritanya, tentang mengapa ia masih berperan sebagai orang yang memiliki keterbelakangan mental, dan ia juga menceritakan tentang om dan Tante yang ingin menguasai hartanya, hingga beliau melakukan segala cara untuk mengakhiri hidupnya dan ia juga menceritakan mengapa apa saat ini ia berada di sini itu karena sebenarnya tantenya nya sedang menculik dirinya dan ia pun mengambil kesempatan untuk menemui istrinya.
"Jadi Maafin Mas ya karena sudah menyembunyikan kesembuhan Mas sama kamu, itu karena Mas ingin melindungi kamu, Wawa dan tak bermakna yang lainnya " ujar Dhanu di akhir ceritanya.
__ADS_1
" Lalu setelah ini apa yang akan mas lakukan?, apakah Mas akan kembali ke kota dan meninggalkanku di sini lagi?." tanya Salwah yang setelah mendengar cerita Dhanu Air matanya tak mau berhenti mengalir.
Dhanu mengusap air mata Salwah yang mengalir di pipinya, seraya berkata " Iya sayang, Mas minta kamu bersabar sedikit lagi, sampai Mas menyelesaikan misi Mas untuk mengungkapkan kejahatan Tante Susi, setelah itu Mas janji akan menjemput kamu disini, kamu percayakan sama Mas?." tanya Dhanu balik, dengan kelembutan.
"Baiklah Mas, Wawah akan mempercayai Mas, tapi berjanjilah jangan lama-lama perginya." kata Salwah dengan wajah yang tertunduk.
" Iya sayang, Mas Janji tidak akan lama." kata Dhanu sambil mengangkat tangannya dan menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya. melihat hal itu, ada perasaan lega di hati Salwah dan ia pun langsung memeluk Dhanu.
" Terima kasih Mas, " ucapnya di dalam pelukannya dan Dhanu langsung menyambut pelukan sang istri dengan penuh kasih sayang.
" Sama-sama sayang." sejenak suasana menjadi hening, dan mereka masih dalam keadaan berpelukan.
" Wawa?" akhirnya Dhanu buka suara.
" Humm?"
" Bisakah kita melanjutkan yang tadi?." tanya Dhanu sedikit berbisik di telinga Salwah, membuat bulu kuduk Salwah merinding, sehingga tanpa terasa ia mengeluarkan suara lenguhan yang terdengar merdu di telinga Dhanu, sehingga ia ingin mendengarnya lagi dan kembali ia berbisik
" Wawa, Mas ingin memiliki kamu seutuhnya, jadi boleh ya mas melanjutkan yang tadi." bisik Dhanu lagi, kembali lagi Salwah mengeluarkan lenguhannya.
" Uhmm.. lakukanlah Mas..humm." balas Salwah, membuat Dhanu semakin bersemangat dan tanpa basa-basi lagi, ia langsung membaringkan tubuh Salwah, dan ia pun mulai berpetualang menelusuri mahligai bercinta mereka, dan..
Setelah itu Author nggak tahu lagi karena Dhanu mematikan lampu kamarnya 😜 para Readers juga di larang mengintip Ok nanti matanya bintitan loh 😜🤣
__________
Oke guys, Jangan pernah lelah untuk memberikan dukungan buat Author ya 🙏😉 agar autyor juga tidak akan pernah lelah untuk segera update kembali. Ok guys 🙏😉
HADIAH, FAVORIT, VOTE LIKE DAN KOMENTAR.
__ADS_1
Author selalu menunggunya Syukron 🙏😉🥰