Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
SALWAH DI CULIK.


__ADS_3

"Mas Ardhan tolong Wawa humm!"


Mendengar suara teriakkan seorang wanita yang amat ia kenali suaranya seketika Danu berdiri dengan wajah yang terlihat tegang.


"Wawa kamu kenapa?" tanya Dhanu terlihat panik.


Melihat Dhanu terlihat panik, seketika Dharma ikut berdiri, ia pun jadi penasaran,"Ada apa Nak?" tanyanya sambil ia mendekati kupingnya ke handphone Dhanu juga.


"Hai Dhanu, kalau kamu ingin melihat wanitamu kembali padamu, maka serahkan Susi secepatnya! kalau tidak kamu tidak akan pernah bertemu dengan wanitamu lagi dan satu lagi, jangan libatkan polisi kamu paham! Tut..Tut.. Tut.." balas seorang Pria yang berada seberang, dan setelah ia mengucapkan kata-katanya, seketika sambungan pun terputus.


"Halo siapa kau?!" tanya Dhanu dengan nada suara yang keras. Namun pertanyaannya sia-sia karena sambungan sudah terputus, "Sialan! siapa dia? apakah Dicky?" tanyanya terlihat sangat amat marah.


"Ada apa sebenarnya Nak?" tanya Darma yang sepertinya belum memahami situasi yang terjadi saat ini.


"Salwah kek, Salwa di culik Kek, dia meminta aku membawa Susi untuk di tukar dengan Salwa Kek!" kata Dhanu sembari ia mengusap wajahnya dengan kasar.


"Tenang, kita jangan terlalu gegabah, karena hasil akan buruk, untuk saat ini sebaiknya kita hubungi polisi dulu Nak" ujar Darma menenangkan Dhanu.


"Tidak Kek, penculik itu mengatakan tidak boleh menghubungi polisi, sebaiknya aku secepatnya mencari Susi" kata Dhanu yang terlihat ia hendak pergi namun langsung di cegah oleh Darma.


"Tunggu Nak, kita harus menunggu Dewo dulu, sebentar lagi Dia akan datang Nak" kata Darma, dan benar saja dari kejauhan terlihat ada tiga orang Pria dan dua orang pria berpakaian preman berjalan di belakang ketiganya yang sedang berjalan kearah mereka.


"Nah itu mereka sudah datang" ujar Darma terlihat senang.


"Maaf Kek, agak sedikit terlambat" ujar Dewo setelah mereka berada di dekat Dhanu dan Darma.


"Tidak apa-apa Wo," balas Darma sambil menepuk pundak Dewo.


"Ada apa sebenarnya Pah? mengapa Riko di minta datang kesini?" tanya Riko terlihat bingung.

__ADS_1


"Riko anak kamu saat ini membutuhkan pertolongan kamu, saat ini ia membutuhkan darah kamu" balas Darma.


"Ratih? apa yang terjadi dengan Ratih Pah?" tanya Riko terlihat mencemaskan Ratih.


"Bukan Ratih Nak, tetapi Reza,"


"Reza? Papa salah Reza bukan Anakku Pah dia anak Susi dan Dicky!" ujar Eriko terlihat tidak suka menyebut nama yang amat ia benci.


"Kamu salah Nak, Rezalah Anak kamu, dan saat ini ia membutuhkan transfusi darah yang bergolongan O negatif, dan hanya kamu yang memiliki golongan darah tersebut," jelas Darma membuat Eriko kaget bukan main.


"Apa! Jadi maksudnya Papa Reza benaran anak Riko? dari mana Papa tahu, sedangkan aku sudah melihat hasil tes DNA Reza Pah?"


Eriko masih belum percaya dengan perkataan Darma, karena ia sudah dua kali melihat hasil tes DNA yang di teliti dengan dokter yang berbeda.


Melihat Eriko yang tak mempercayai Perkataannya Darma pun mengeluarkan sebuah kertas di dalam jas hitam, lalu ia berikan kepada Eriko, dan Eriko pun melihat isi ketas tersebut dan ia pun terlihat amat kaget.


"Benar Nak, Reza anak kamu, dan sekarang ia membutuhkan pertolongan kamu, jadi pergilah segera, temui dokter yang menangani Reza" ujar Darma dengan lembut, dan tanpa ingin menunda-nunda lagi Eriko langsung masuk ke ruangan UGD tempat Reza saat ini sedang dirawat.


"Ya sudah kalau begitu, Ardan pergi ya Kek ayo Dewo," kata Dhanu setelah kepergian Eriko. Dan dia juga mengajak Dewo untuk turut serta dengannya.


"Tunggu Nak, kamu tak bisa menangani ini sendiri, kamu butuh bantuan polisi juga," kata Darma sambil memegang tangan Dhanu.


"Ada apa ini Om Darma?" tanya seorang pria yang tadi datang bersama Dewo dan Eriko.


"Oh Ridho, Ini istri Dhanu di culik Nak, Om rasa ini perbuatan anak buahnya Dicky, karena dia meminta Dhanu menukarkannya Susi" ujar Darma menceritakan semuanya pada pria Itu, yang ternyata Ridho, pengacara di keluarga Dhanu sekaligus teman dari almarhum Ayahnya Dhanu.


"Oh jadi Dicky dalang dari semua ini, Ok Dhanu om akan membantu kamu, tapi sebelumnya kamu perkenalkan dulu dua sahabat Om ini, mereka sebenarnya adalah polisi, walaupun gaya seperti preman tapi mereka adalah polisi yang hebat, Om yakin mereka bisa membantu kamu" ujar Ridho sembari ia memperkenalkan dua pria bertubuh besar, dengan memakai jaket kulit berwarna hitam.


Salah satu pria bertubuh besar itu pun mengulurkan tangannya kearah Dhanu, "Perkenalkan saya Dirga Santoso"katanya sambil menyebutkan namanya.

__ADS_1


Dhanu langsung menyambut uluran tangan tersebut seraya berkata, "Saya Dhanu Ibnu Ardhana" balasnya yang juga menyebutkan namanya. Setelah itu Dhanu juga mengulurkan tangannya kepada yang satunya lagi dan kembali ia menyebutkan namanya,


Dan di balas Pria tersebut dengan menyebutkan namanya juga, "Saya Bayu Pratomo!" ucapnya terdengar tegas.


"Baiklah Pak Dhanu, kami akan membantu Anda" ujar pria yang bernama Dirga.


"Benar pak, untuk kita harus menyusun rencana dulu, agar semuanya berjalan lancar Pak" sambung Pria yang bernama Bayu juga.


"Baiklah pak, saya akan mengikuti saran bapak, yang penting sebelum dua puluh empat jam istri saya harus sudah di selamatkan" balas Dhanu dengan memasang wajah datarnya.


"Kami tidak bisa menjamin itu, cuma kami akan berusaha sebaik-baiknya pak!" tegas Bayu.


"Bagus! sekarang mari kita pergi" ajak Dhanu yang terlihat sudah tidak sabaran ingin menyelamatkan istrinya, "Kek Ardhan pamit dan doain Ardhan ya" ucapnya lagi pada Darma sembari ia meraih tangan Sang Kakek serta mengecupnya.


"Tentu saja Nak. Doa kakek akan selalu menyertaimu, kamu hati-hati ya" balas Darma sambil menepuk pundak cucu.


"In syaa Allah Kek, ya sudah Ardan pergi Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumus salam." balas Drama.


Setelah mendapatkan jawaban dari sang Kakek, Dhanu, Dewo Bayu dan Dirga pun beranjak meninggalkan Darma yang masih melihat kepergian mereka.


"*Ya Allah lindungilah mereka semua, dan lindungi juga cucu mantuku berserta cicitku yang masih berada dikandung Salwa," doa Darma di dalam hatinya.


_______________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉.


Ikutin terus detik-detik terakhir novel ini oke 🙏😇*

__ADS_1


__ADS_2