
"Apa! Menikahinya?" Dewo nampak kaget saat Darma bertanya apakah ia siap untuk menikahi Zahro.
"Iya Nak menikahinya, apakah kamu berani hm?" tantang Darma sambil tersenyum lembut pada Dewo.
"Tidak Kek, saya tidak ingin merebut calon istri orang lain. Karena Nona itu tadi mengatakan kalau dia sudah tunangan" jelas Dewo dengan wajah datarnya.
"Hoo.. Iyakah? Hmm tapi Nak, selagi janur kuning belum melengkung di depan rumahnya ia masih bisa menjadi milikmu Nak, selagi wanita itu menyetujuinya," ujar Darma sambil mengedipkan sebelah matanya. Membuat Mata Dewo membulat kaget.
"Benar kayaknya tuh Bang, lagian abang tadi sudah dengarkan, kalau Zahro bertunangan karena di paksa oleh tantenya. Jadi bila Abang menikah dengannya itu sama saja Abang sudah menyelamatkan dia dari perjodohannya," sela Salwah yang ternyata ia juga berharap kalau Dewolah yang akan menjadi jodoh untuk sahabatnya itu.
Mendengar perkataan Salwa Dewo pun terdiam. Dan terlihat juga dari raut wajahnya kalau ia sedang berpikir, karena nampak jelas dari kerutan dahinya. Di waktu bersamaan seorang pria paruh baya berpakaian seragam operasi berwarna hijau keluar dari ruang operasi, karena beberapa saat di ruang UGD, Zahro langsung di bawah ke ruang operasi. Melihat pria itu Salwah dan lainnya langsung menghampirinya.
"Dokter bagaimana keadaan teman saya Dok? Apakah operasinya berhasil?" tanya Salwa terlihat penasaran dan cemas.
"Operasinya berhasil Nyonya, tapii kondisi teman Anda sangat lemah dan sekarang ia dalam keadaan kritis Nyonya," jelas sang Dokter, membuat Salwah terlihat sedih.
"Ya Allah Zahro.. Lalu kapan ia akan sadar Dok?" tanya Salwah lagi.
"Itu tergantung pasien sendiri, dan saat ini kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya keajaiban saja yang di perlukan teman Anda saat ini" jelas Sang Dokter. Membuat Dewo semakin merasa bersalah pada Zahro. Namun ia tak bisa berkata apa-apa hanya diam dan mendengarkan pembicaraan antara Salwa dan Dokter tersebut saja.
"Berdoalah Nyonya, karena bila dalam dua puluh empat jam pasien tidak melewati masa kritisnya maka ia dikategorikan masuk masa koma dan itu akan lebih sulit untuk sadar kembali Nyonya" kata sang dokter lagi.
"Astaghfirullah.. Semoga Zahro bisa melewati masa kritisnya ya Allah" ucap Salwah. "Apakah kami bisa menjenguknya Dok?" tanyanya lagi.
"Silahkan Nyonya, tapi karena pasien sedang berada di ruang instensif sebaiknya, satu persatu saja masuk kedalam ya Nyonya dan pakailah pakaian khusus yang sudah di sediakan perawatnya" jelas Dokter lagi.
"Baik Dok terima kasih" ucap Salwah
" Iya Nyonya, baiklah kalau begitu saya permisi Nyonya, tuan" pamit Dokter tersebut.
"Silahkan Dok" balas Darma, dan Sang Dokter pun berlalu meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Ya sudah sebaiknya kamu masuklah Salwa, biar kami menunggu di sini" ujar Darma setelah kepergian sang Dokter.
"Baik Kek, kalau begitu Salwa masuk ya" pamit Salwa dan di anggukkan oleh Dhanu dan Darma.
Sedangkan Dewo hanya terdiam membisu. Namun tak berapa lama terdengar suara deringan ponsel milik Dewo, dan ia pun langsung mengambilnya langsung menerimanya. Dan terlihat wajah Dewo langsung mengeras tak lama ia menerima panggilan tersebut, membuat Dhanu dan Darma yang melihatnya menjadi penasaran.
"Ada apa Wo?" tanya Dhanu setelah ia melihat Dewo mengakhiri panggilan tersebut.
"Mereka sudah menemukan tempat persembunyian Dicki Tuan muda, dan saya harus kesana sekarang juga Tuan," ujar Dewo sambil ia bangkit dari duduknya.
"Aku ikut!" balas Dhanu yang ikut bangkit dari duduknya juga.
"Tapi Tuan muda ini sangat bahaya untuk Anda" kata Dewo mengingatkan Dhanu.
"Sudah jangan banyak bicara ayo pergi!" tegas Dhanu sembari ia sudah mulai melangkahkan kakinya. Namun tiba-tiba ia berhenti dan menoleh ke arah Darma, "Kek aku.."
"Pergilah Nak, kakek yang akan menjaga istri kamu" potong Darma yang sepertinya ia tahu arah perkataan sang cucu.
"Iya Nak, hati-hati Wa'alaikumus salam" balas Darma, Dan akhirnya mereka pun berlalu meninggalkan Darma yang masih melihat punggung kedua cucunya sampai mereka menghilang dari pandangannya.
"Ya Allah lindungilah para cucuku, karena hanya engkaulah sebaik-baik pelindung, ku serahkan mereka kepada mu ya Rabb." _batin Darma. Setelah itu ia pun mengambil benda pipihnya lalu ia pun langsung melakukan panggilan.
"Bawa pasukan mu, dan ikuti cucuku dan lindungi mereka, apa kamu paham?!" ucapnya setelah panggilan telah terhubung, entah pada siapa ia berbicara. Namun setelah mengatakan itu ia pun langsung menutup panggilan tersebut.
********
Sementara di sisi lain.
Dhanu dan Dewo yang kini sudah berada di dalam mobil, dan sudah dalam perjalanan menuju ketempat persembunyian Dicky saat ini. Dewo juga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Namun ada terbesit sebuah pertanyaan di hati Dhanu yang akhirnya ia ungkapkan juga.
__ADS_1
"Wo, Anak buah hebat juga ya, tapi bagaimana mereka bisa begitu cepat menemukan tempat persembunyian Dicky?" tanya Dhanu dengan tangan kiri sedang memegang, pegangan yang ada di atas pintu mobil bagian dalam, karena saat ini Dewo menyetir mobilnya begitu cepat sehingga goyangan mobil sangat terasa, makanya ia memilih untuk berpegangan.
"saya memerintahkan mereka untuk melepaskan Nyonya Susi sebagai pancingan agar Dicky mau keluar dari tempat persembunyiannya, tapu sebelumnya kami berikan GPS di kalungnya di saat ia tak sadar kemarin tuan muda" jelas Dewo dengan tatapan yang masih lurus kedepan tanpa mengurangi kecepatan mobilnya sedikit pun.
"Keja yang bagus! Kamu memang patut mendapat acungan jempol Wo," puji Dhanu yang memang ia harus mengakui kehebatan Dewo yang sangat memiliki kemampuan yang tak perlu di ragukan lagi.
"Terima kasih Tuan Muda" balas Dewo terlihat tenang saat menyetir. Namun laju mobilnya begitu kencang.
Sehingga tanpa terasa mereka sudah memasuki sebuah hutan yang terlihat sangat gelap, karena saat ini memang hari sudah malam.
********
Sementara itu di tempat persembunyian Dicky.
Di sebuah ruangan kosong terlihat seorang wanita paruh baya sedang di ikat di sebuah kursi, dengan mulutnya yang di tutup dengan kain kecil. Sehingga ia sulit untuk berbicara. Dan tak berapa lama seorang pria Masuk kedalam ruangan tersebut, membuat mata wanita itu membulat antara kaget dan Marah.
"Hai Sayangku, lama tak jumpa, ternyata kamu semakin cantik ya?" ujar pria itu sembari ia tersenyum penuh kemenangan.
"Emm..emm..umm!" balas sang wanita itu, karena mulutnya tertutup, sehingga yang di katakannya tidak jelas.
"Oh Susi sayang ku, kamu mau mengatakan apa Sayang? Apakah kamu mau mengatakan bahwa kamu sangat merindukanku hm?" tanya pria tersebut dengan penuh percaya diri sekali.
"Emm..hemm emm!" balas wanita itu lagi dengan mata yang terlihat di penuhi dengan kebencian.
"Oh sebentar sebentar Sayang, aku bukankan dulu penutup mulutmu oke," kata Dicky yang kemudian ia pun membuka penutup mulut yang ada di wanita itu.
"Dasar Dicky bajiangan! lepaskan aku!"
__________
Jangan lupa ya tinggalkan jejaknya oke 😉🙏.
__ADS_1