Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
PENYELIDIKAN REZA.


__ADS_3

◈◈◈⊰❀💥 Kalam Alfaqiroh 💥❀⊱◈◈◈


"Jangan menasihati orang bodoh, karena dia akan membencimu. Nasihatilah orang yang berakal, karena dia akan mencintaimu."


___ALI BIN ABI THALIB___


◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈⊰❀💥❀⊱◈◈◈◈◈◈◈◈◈◈


Di sebuah gedung berlantai tiga.


Terlihat seorang pria paruh baya sedang berdiri di depan jendela di sebuah ruangan, dengan tatapan mengarah jalan yang terlihat ramai dengan kendaraan yang lalu lalang, terlihat juga wajah pria itu nampak tersenyum sinis, entah apa yang sedang dia pikirkan


"Heh!, untung saja gue pintar, mengolah keuangan di perusahaan Diany, hingga gue bisa membeli perusahaan ini, gue tahu hari ini akan datang makanya gue sudah persiapkan segalanya, huh!, dasar wanita mandul tidak berperasaan, main usir tanpa memberikan apapun sebagai kompensasi, karena sudah membesarkan perusahaannya," gumam Pria dengan ekspresi wajah yang berubah-ubah.


"Lihat saja nanti Diany, gue bisa membesarkan perusahaan kamu, namun gue juga bisa menghancurkannya, jadi tunggulah hari kehancuran kamu" gumam pria itu lagi, dengan mata yang sudah di penuhi dengan dendam dan di saat ia sedang hanyut dalam pemikirannya, tiba-tiba terdengar ketukan pintu di ruangannya.


Tok..tok..tok...


"Masuk!" serunya sembari ia berjalan menuju ke kursi kebesarannya, dan ia pun langsung mendudukinya, dan tak berapa kemudian masuklah seorang wanita muda nan cantik.


"Siang pak Dicky, di luar ada seorang pria bernama Reza ingin bertemu dengan bapak, apakah bapak ingin menemuinya?," tanya wanita itu.


"Reza?, hmm" gumam Pria yang di panggil Dicky itu, di barengi dengan senyum miringnya. "Suruh dia masuk!" katanya lagi.


"Baik pak, kalau begitu saya permisi" pamiit wanita yang kemudian ia pun kembali melangkah keluar, dan tak berapa lama ia keluar tiba-tiba terdengar kembali suara ketukan pintu lagi.


Tok..tok..tok..


"Masuk!" seru Dicky dengan lantang, dan tak berapa lama seorang pria muda berjas hitam masuk, "Hai, anakku sayang.. akhirnya kamu mau juga datang untuk menemui ayah kandungmu ini" kata Dicky seraya ia bangkit dari duduknya lalu ia pun langsung menghampiri Reza yang masih berdiri di dekat pintu, sedangkan Reza hanya terdiam saat melihat sosok Dicky.


"Hmm, inikah Ayah kandung gue, mengapa melihat wajahnya gue jijik ya?"_batin Reza Sambil ia memandang wajah Dicky dengan tatapan yang terlihat tidak menyukainya.

__ADS_1


"Mari Nak, kita duduk di sofa sambil ngobrol-ngobrol, pasti seru" kata Dicky sambil merangkul pundak Reza, namun langsung di tepis oleh Reza, Dicky tersenyum tipis saat melihat Reza yang sepertinya tak menyukainya.


"Ayolah nak, kita duduk disana" ajak Dicky lagi sambil ia berjalan kesebuah sofa yang berada di ruangan itu juga, Reza akhirnya mengalah ia pun ikut duduk di sebuah sofa tunggal.


"Bagaimana kabar kamu nak?" tanya Dicky setelah melihat Reza telah duduk, ia juga terlihat bahagia karena akhirnya Reza mau menemuinya karena selama ini ia tak pernah mau bila di ajak bertemu.


"Saya tidak suka berbasa-basi, saya kemari ingin hanya ingin bertanya dimana ibu saya?" ujar Reza yang terlihat ketus


"Ibu kamu?,"


"Iya dimana dia cepat katakan!"


"Ibu, kamu baik-baik saja nak, dia akan tetap aman bersama Ayah, jadi kamu tidak perlu khawatir nak"


"Cih, Ayah? najis banget gue dengernya!" ujar Reza ketus.


"Kenapa kamu berkata seperti itu Nak?, seberapa pun kamu membenciku, tapi tetap kamu adalah anakku, apa kamu perlu buktinya?" tanya Dicky, yang terlihat jelas ada perasaan sedih saat Reza tidak mau mengakuinya sebagai Ayahnya.


"Tidak perlu tuan Dicky, bagi saya itu tidak penting dan sepertinya saya tidak punya waktu lagi untuk berbasa-basi dengan anda sekarang cepat katakan Di mana ibu saya Anda sembunyikan?" tanya Reza dengan memasang wajah dinginnya.


"Akh, jangan banyak omong!, cepat katakan di mana Ibuku!" senggak Reza semakin tidak sopan terhadap Dicky.


"Sekali lagi Ayah minta maaf Nak, karena Ayah tidak bisa memberi tahu keberadaan ibu kamu," kata Dicky membuat Reza semakin kesal.


"Cih!, membuang-buang waktu saja kesini!" kata Reza yang kemudian ia bangkit dari duduknya dan ia langsung pergi meninggalkan ruangan Dicky begitu saja.


"Hehe.. dia memang anakku, sifatnya sama denganku," gumam Dicky yang masih melihat kepergian Reza, "Sabar Dicky, saat ini dia membenci kamu, tapi percayalah, besok ia pasti akan bertekuk lutut padamu," gumamnya lagi sambil tersenyum sinis, karena ia teringat dengan tatapan kebencian Reza pada Dicky


______


Sementara di sisi lain, Reza yang berada di dalam lift, terlihat masih kesal, "Sialan, kenapa gue semakin empet lihat wajah pria itu, apalagi saat melihat senyumnya rasanya gue mau meninju tuh wajah!" gumam Reza sambil ia mengepalkan tangannya seperti ingin meninju seseorang, "Hmm, tapi sepertinya ada yang tidak beres seperti ada yang disembunyikan oleh pria itu, apa sebaiknya gue selidiki aja ya? baiklah gue akan ngikutin dia, dengan begitu gue bisa menemukan Mami," gumam Reza lagi,

__ADS_1


Saat bersamaan pintu lift terbuka, dan ia langsung melangkah keluar dari gedung berlantai tiga itu, dan langsung berjalan kearah perparkiran tempat mobilnya berada, dan setelah ia berada di dalam mobilnya ia pun melajukan mobilnya keluar dari area perparkiran dan setelah ia berada tak begitu jauh dari perusahaan milik Dicky ia kembali memarkirkan mobilnya.


"Sebaiknya gue menunggu disini saja," gumam Reza, sambil ia mematikan mesin mobilnya, cukup lama ia menunggu di sana, namun penantiannya tak sia-sia karena pada akhirnya, orang yang ia nanti akhirnya keluar juga, dan akhirnya penyelidikan Reza pun di mulai, ia mulai mengikuti mobilnya Dicky.


"Hah?, sebenarnya dia mau kemana, ini sudah berada diluar kota, apa dia menyembunyikan Mami di luar kota?" gumam Reza yang tatapannya masih mengarah ke mobil yang di tumpangi oleh Dicky, ia terus mengikuti mobil Dicky, hingga mobil ia memasuki sebuah gerbang sebuah rumah yang terlihat cukup besar, Reza tersenyum sinis.


"Heh!, disinikah kau sembunyikan ibuku?, lihat saja kalau sampai kau melukai ibuku, maka aku akan membunuhmu!" gumam Reza yang sepertinya ia mencium gelagat aneh dari Dicky.


______


Sementara di dalam rumah Dicky.


"Apakah wanita itu masih belum mau makan bi?" tanya Dicky saat ia sudah berada di dalam rumahnya.


"Masih belum mau tuan, nyonya begitu keras kepala, bahkan ia tadi langsung menumpahkan makanannya tuan" kata seorang wanita paruh baya yang terlihat wajahnya begitu bengis.


"Cih!, dasar perempuan tak tahu di untung!" kata Dicky yang kemudian ia langsung melangkah menuju lantai dua, setelah berada di atas ia langsung menghampiri sebuah kamar yang berada di paling sudut, dan sesampainya di depan pintu ia juga langsung membuka pintu kamar tersebut, dan terlihatlah seorang wanita yang sedang berada atas ranjang dengan posisi telentang dan dengan tangan terikat di kepala dipan ranjangnya, begitu juga dengan kakinya yang juga terikat.


Dicky tersenyum sinis saat ia melihat wanita itu ternyata sedang tertidur pulas, terlihat juga wajahnya yang sembab, sepertinya ia habis menangis.


"Hemm, masih bisa tertidur juga dia" gumam Dicky dengan tatapan nanar saat melihat tubuh wanita itu, yang kemudian ia langsung menimpa tubuh wanita itu, hingga membuat wanita itu terbangun.


"Uhm, Mas Dicky?" sentak wanita itu terlihat kaget saat melihat Dicky yang sudah berada diatasnya, "Binatang kamu Mas!, cepat lepaskan Aku!"


________


TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.

__ADS_1


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..


Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.


__ADS_2