
ೋ๑୨༻🌹Mutiar Hikmah.༺୧๑ೋ๑
"Cobalah untuk menghargai sekecil apapun usaha seseorang, karena berusaha itu tidak semudah berbicara.
Tidak perlu cemburu dengan kelebihan yang ada pada orang lain. Sebaliknya kita mensyukuri nikmat apa yang diberikan pada kita.
Ingatlah bahwa lahirnya kita telah dicatat sebaik-baik perjalanan.
Ridha dan senantiasa belajar untuk mengerti apa itu bersyukur. Inshaa Allah, akan terasa keindahan-Nya.😉
___sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
❁༻ೋ๑ೋ๑୨༻🌹༺୧๑ೋ๑ೋ༺❁
Eriko begitu terkejut, hingga ia rasanya masih belum percaya dengan perkataan Dhanu. Sehingga ia pun kembali bertanya pada Dhanu.
"Apa yang kamu bilang tadi Nak? Siapa yang meninggal?" tanya Eriko masih mengulangi perkataannya.
"Tante Susi Om yang meninggal, mantan istri Om Riko yang meninggal, Tante Susi" balas Dhanu sangat jelas sekali.
"Innalilahi wa innailaihi Raji'un," ucap Eriko yang awalnya biasa saja.
"Ayo Om kita kesana" ajak Dhanu, sambil ia membuka pintu mobil sisi kanannya. Sedangkan Eriko tanpa menjawab ia langsung keluar juga.
Setelah keduanya semuanya turun, mereka pun langsung berjalan memasuki pemakaman tersebut yang terlihat sedang melakukan proses penurunan mayat kedalam liang lahat. Di saat mayat hendak di masukkan Eriko menangkap hal yang ganjil di kain kafan Susi yang terlihat ada noda darah, di bagian dadanya, membuatnya menjadi penasaran.
"Apa yang terjadi sebenarnya Dhanu? Mengapa kain kafannya terlihat berdarah?" tanya Eriko dengan mata yang masih menatap keliang lahat yang mulai di tutup sedikit demi sedikit.
"Tante Susi tertembak, disaat polisi hendak mengeksekusi Dicky, karena Dicky menjadinya tameng, sehingga tembakan polisi mengenai dirinya Om" jelas Danu menceritakan kejadian saat Susi menemui kematiannya.
__ADS_1
"Heh! Akhirnya ia bisa mati di tangan kekasihnya, dia pantas mendapatkannya, itulah hukuman bagi pengkhianatan!" ujar Eriko yang wajahnya terlihat antara sedih dan marah.
"Sebenarnya Dia tidak menghianati Om, hanya saja Dicky menjebaknya, serta mengancamnya dengan sebuah video palsu. Makanya mau tak mau ia harus mengikuti perkataan Dicky." jelas Dhanu, Namun Eriko tak ingin menanggapinya. Hanya hanya diam membisu dan hanya melihat liang yang sudah tertutup rapat.
"Om, Sebelum Tante Susi menemukan ajalnya Dia permintaan Ardhan untuk menyampaikan permintaan maafnya pada Om dan dia berharap, Om dapat memaafkannya," ungkap Dhanu lagi.
Mendengar perkataan Dhanu, Eriko akhirnya menumpahkan air mata yang sejak tadi ditahannya. kini lolos begitu saja walau bagaimanapun Susi pernah mengisi kisah cinta di dalam kehidupannya sehingga Ia memiliki buah hati darinya.
Dhanu yang melihat Omnya yang sudah menangis Ia pun meninggalkan Eriko untuk memberikan ruang untuknya yang mungkin ia ingin memberikan doa untuk mantan istrinya. Dan benar saja setelah kepergian Dhanu Eriko pun mendekati kuburan Susi, lalu ia mengambil keranjang bunga yang sepertinya memang sudah di sediakan untuknya. Lalu ia pun menaburkan bunga tersebut di atas kuburan Susi.
"Aku sudah memaafkanmu Susi. Aku juga minta maaf karena aku tidak bisa menjadi suami yang baik untukmu. Sehingga aku tidak tahu kalau kamu telah di jebak Dicky, sekali lagi Maafkan aku Susi, Sekarang tenanglah kamu disana dan jangan mengkhawatirkan anak-anak, karena aku akan menjaga mereka, selamat jalan semoga kamu tenang disana" tutur Eriko dengan mata menatap batu nisan yang bertuliskan nama Susilawati.
Setelah lama ia menatap batu nisan tanpa bersuara, ia pun memutarkan tumbuhnya seraya berkata, "Selamat tinggal Susi." ucapnya sambil ia mengusap sisa air matanya, sambil ia berjalan meninggalkan kuburan Susi tanpa menoleh sedikitpun. Sesampainya di depan gerbang pemakaman ternyata mobil Dhanu masih di sana.
Setelah Eriko masuk dalam mobil Dewo pun kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit kembali karena Erico ingin berjumpa dengan ayah dan anaknya yang berada di sana.
Sesampainya mereka di rumah sakit Eriko mengajak Dhanu untuk menemaninya, menemui Reza. Dan Dhanu pun menyetujuinya. Lalu mereka pun langsung menuju ruang rawat Reza yang disana ternyata sudah ada Salwah Darma dan Ratih. Yang terlihat sedang mengobrol, karena Reza sepertinya sedang tertidur.
"Wa'alaikumus salam" jawab mereka secara serentak.
"Riko!" bentuk Darma saat melihat Eriko memasuki ruang tersebut.
"Iya Papa" males Eriko yang kemudian ia langsung memeluk Darma begitu erat.
"Apakah kamu sudah bebas Nak?" tanya Dharma di dalam pelukan mereka.
"Iya Pah, Alhamdulillah Riko telah bebas Pah. Dan ini semua berkat Dhanu Pah" jawab Eriko begitu senang, karena akhirnya ia telah mendapatkan maaf Dari Dhanu.
"Alhamdulillah Papa sangat senang mendengarnya semoga setelah ini kita tidak akan terpisahkan lagi dan semoga kita selalu berkumpul di dunia maupun di akhirat," ucap Darma yang terlihat ia sangat bersyukur sekali karena kini keluarganya telah lengkap kembali walaupun ada perasaan sedih karena teringat akan anak sulungnya yang telah pergi mendahului mereka.
__ADS_1
mendengar perkataan Darma yang diiringi dengan doa membuat merekanya langsung berkata
"Aamiin ya Allah," dengan secara bersamaan.
Setelah melepas rindu pada ayah, tatapan Eriko beralih ke putrinya yang sejak tadi hanya diam membuat Eriko heran karena biasanya Ratih akan langsung memeluk dirinya bila bertemu.
"Ratih ada apa dengan kamu? Mengapa kamu diam saja? Apa kamu tidak ingin menyambut Papi kamu ini hm?" tanya Eriko terlihat heran.
"Maaf apakah Papi tidak tahu? Pih sebenarnya yang anak kandung Papi, adalah Bang Reza bukan Ratih Pih?" ujar Ratih dengan wajah yang terlihat sedih karena sebenarnya ia ingin berlari ke pelukan sang Papinya.
"Kata siapa kamu bukan anak Papi? Kalian berdua adalah anak-anak Papi jadi jangan pernah berpikir seperti itu lagi, lah kamu paham Nak?" kata Erik yang sebenarnya Ia tahu kalau Ratih bukan darah dagingnya nemen ya tetap akan menyayangi Ratih seperti anaknya sendiri.
"Tapi Pi di tes DNA..."
"Sssth.. sudah pakai bilang jangan mengungkit soal itu, ingat tapi tidak suka ada bantahan lagi. kamu mengerti Nak!" tegas Eriko yang kemudian ia menarik tangan Ratih agar mendekat kepadanya. setelah itu Ia pun memberikan kecupan kasih sayang di dahi Ratih melihat hal itu berarti langsung memeluk Eriko sambil menangis.
"Benarkah apa yang dikatakan Ratih tadi Kalau Reza adalah anak kandung Papi?" tanya seseorang membuat semua yang ada di situ langsung beralih ke pembaringan tempat Reza masih terbaring.
"Iya Nak benar kamu adalah anak Papi " balas Eriko, sambil ia berjalan mendekati Reza yang kemudian Ia juga memberikan kecupan kasih sayang di dahi Reza.
"Alhamdulillah.. Reza senang sekali mendengarnya karena ternyata saja bukan anak si badjingan Dicky itu!" kata Reza yang terlihat ia sangat bahagia.
"*Terima kasih ya Allah atas kebahagiaan keluarga kami, Semoga kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir"_ batin Darma
____________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😘
jangan pernah bosan yaa🙏😘*
__ADS_1
___