
🔹ೋ๑୨🔹 Mutiara Hikmah🔹୧๑ೋ🔹
🔹PERCAYALAH🔹
"Disaat dirimu ikhlas dengan keadaanmu
Ridha dengan takdirmu
Sabar dengan kesulitanmu
Dan senantiasa berprasangka baik
Maka Allah tengah merencanakan kebaikan untuk hidupmu, In syaa Allah 😇
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
🔹ೋ๑୨୧๑ೋೋ๑୨🔹୧๑ೋೋ๑୨୧๑ೋ🔹
Tatapan Dhanu terlihat dingin, saat ia melihat seorang Pria muda yang ada di hadapannya sedang menatap ke arah Salwah terlihat begitu intens, membuat Dhanu langsung merangkul pundak istrinya. Melihat Dhanu yang menunjukkan kemesraan di depannya, Pria muda itu tersenyum mengejek.
"Wow, ternyata benar ya kata Ratih, kalau Lo sudah memiliki istri, tapi ada apa dengan wajah istri Lo, apa dia terlalu jelek ya makanya Lo tutupi seperti itu" ujar pria muda itu, dengan senyum mengejeknya.
"Bukan urusan Lo! pinggir kami mau lewat!" tegas Dhanu dengan wajah datarnya.
"Cih! gaya Lo udah kayak bos aja sih! jangan sombong sementang sudah jadi Bos benaran, nanti jatuh lagi mampos," ujar pria itu asal.
"Reza! kamu ngomong apa sih!" tegur seorang pria tua yang baru saja muncul dari dalam rumah.
"Eh Kakek, hehehe..maaf maaf, ya udah Reza pergi ya bey Kek," pamit Pria itu yang ternyata dia adalah Reza, setelah kedatangan Darma Reza langsung pergi.
"Huh dasar anak itu, sifatnya membikin bingung kadang nampak baik, kadang kayak ibunya" gumam Darma yang masih melihat kepergian mobil Reza.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum kek" salam Dhanu dan Salwah secara bersamaan saat Darma mengalihkan pandangannya kepada mereka.
"Wa'alaikumus salam Nak, ayo masuk maaf kalian jadi terabaikan," balas Darma yang wajah langsung berubah menjadi teduh, setelah tadi sempat terlihat kesal karena melihat ulah Reza.
"Nggak papa kek, tapi ngomong-ngomong apa Reza sekarang kembali tinggal disinikah Kek?" tanya Dhanu terlihat penasaran. Sambil mereka berjalan menuju ke ruang keluarga.
"Iya Nak, Kakek rasa kita tidak boleh mengabaikan dia, walau bagaimanapun Reza sudah tumbuh dan besar di rumah ini, dan Kakek juga pernah ikutan menjaganya sejak masih bayi, Nak" jelas Darma.
"Ooh, tapi apa Kakek yakin dia tidak akan berbuat yang aneh-aneh seperti ibunya Kek?" tanya Dhanu lagi, yang sepertinya masih belum menerima kehadiran Reza yang sebenarnya bukan saudaranya lagi.
"In syaa Allah Nak, yang penting kita harus memperhatikan setiap gerakannya, dan lagian sebenarnya ia anak yang baik kok, cuma ibunya saja yang sedikit salah mendidiknya." ungkap Darma yang sebenarnya ia memang selalu memperhatikan Reza.
"Ya sudah terserah Kakek saja, Adhan selalu dukung kok"
"Alhamdulillah... Oh ngomong-ngomong bagaimana bulan madu kalian apakah menyenangkan?"
"Alhamdulillah sangat menyenangkan kok Kek" kali ini Salwah yang buka suara.
Dhanu tersenyum mendengar pertanyaan sang Kakek, sebenarnya Ia tahu arah kata oleh-oleh yang di maksud sang Kakek. Namun ia ingin berpura-pura dahulu, makanya ia malah memberikan sebuah bingkisan yang tadi sempat dibawa oleh Dewo.
"Tentu dong Kek, Adhan tidak akan lupa kok, untuk membelikan oleh-oleh untuk kakek, ini spesial buat Kakek" kata Dhanu sambil menyerahkan sebuah bingkisan pada Darma, "Nah yang ini buat kamu Wo," kata Dhanu lagi pada Dewo sambil menyerahkan sebuah bingkisan juga pada Dewo.
Wajah Dewo terlihat begitu senang karena ternyata Bosnya masih teringat untuk memberikan oleh-oleh untuknya. Namun tidak dengan Wajah Darma saat di berikan sebuah bingkisan, Ia malah terlihat sedih saat menerima bingkisan tersebut.
"Terima kasih Tuan Muda" ucap Dewo dengan mata terlihat berbinar.
"Sama-sama Wo" balas Dhanu sambil tersenyum senang. Lalu Dhanu kembali memandang wajah Kakeknya, "Loh, ada apa Kek, apakah Kakek tidak menyukai oleh-olehnya?" tanya Dhanu pada Darma yang wajahnya seperti tidak menyukai pemberian Dhanu.
"Suka kok Nak terima kasih yaa, tapi sebenarnya Kakek tak berharap kamu membawa Kakek oleh-oleh seperti ini Nak," balas Darma yang masih memasang wajah sendu.
"Lalu Kakek maunya oleh-oleh apa?" tanya Salwah yang sepertinya ia tahu juga kalau Dhanu sedang bermain drama sedikit pada sang Kakek.
__ADS_1
"Hmm, Kakekkan sudah pernah mengatakan, kalau Kakek hanya menginginkan cicit dari kalian Nak," jawab Darma langsung pada inti keinginannya.
Dhanu dan Salwah saling berpandangan, dan terlihat juga dari mata Salwah kalau ia sedang melempar senyum pada sang suami, seperti memberikan isyarat, dan Dhanu juga seperti paham dengan apa yang di isyaratkan istrinya.
"Kek.. soal cicit, Alhamdulillah sudah hadir di rahim Salwa kok" kata Dhanu sembari ia memberikan kedipan sebelah matanya pada Darma. Membuat wajah Darma seketika berubah menjadi sumringah terlihat bahagia.
"Alhamdulillah.. cucuku memang luar biasa, terimakasih Nak, ini baru oleh-oleh yang kakek mau, selamat ya Nak, akhirnya kamu akan menjadi seorang Ayah" ujar Darma yang langsung memeluk Dhanu, dengan hangat dan nampak juga dari raut wajahnya ada kebahagiaan yang tidak bisa di gambarkan oleh siapapun.
"Terima kasih Kek, selamat juga buat Kakek yang akhirnya menjadi Kakek buyut juga" balas Dhanu di dalam pelukannya. Mendengar perkataan Dhanu Darma pun tertawa.
"Hahaha kamu benar Nak, sebentar lagi Kakek akan di panggil Kakek buyut" katanya sambil melepaskan pelukannya, lalu Ia pun menghampiri Salwah, "Selamat ya Nak, dan terima kasih kamu sudah melengkapi kebahagiaan keluarga kami," ucap Darma pada Salwah sembari Ia memberikan kecupan lembut pada dahinya Salwah dengan penuh kasih sayang serta rasa syukur.
"Sama-sama kek, Salwa juga sangat berterimakasih pada Kakek, karena Kakek jugalah yang memberikan kebahagiaan buat Wawa, dengan membawakan Mas Adhan ke Wawa" balas Salwah dengan lembut, sesekali ia juga melirik suaminya, ada pancaran kebahagiaan juga di matanya saat melihat sang Suami.
"Sama-sama Nak, Alhamdulillah Kakek begitu senang dan bahagia saat ini, semoga semoga Allah juga memberikan Kakek berkesempatan bisa melihat kelahiran anak kalian ya Nak" ujar Darma yang kini ia memeluk Dhanu dan Salwah secara bersamaan dengan penuh rasa haru. Ia juga memberikan kecupan di dahi keduanya.
Darma amat bersyukur sekali pada sang pemilik alam, karena di usianya yang sudah setua itu masih diberi kesempatan hidup untuk melihat kebahagiaan cucunya, Ia merasa perjuangannya selama ini tidaklah sia-sia. Yaa selama ini Darma bertahan hidup memang untuk Dhanu padahal sudah berkali-kali ia berada di ambang kematian, namun ia bisa melewatinya demi cucunya itu.
"Aamiin ya Allah," ucap Dhanu dan Salwa secara bersamaan
"In syaa Allah Kek, in syaa Allah Kakek akan di berikan kesempatan untuk menggendong anak kami" sambung Salwah sambil menghapus air mata Darma yang akhirnya lolos begitu saja.
"Aamiin, terima kasih Nak, hehehe Kakek kok jadi cengeng ya" katanya sambil cengengesan. Di saat bersamaan terdengar suara wanita yang terdengar cempreng muncul dari lantai dua rumah Darma.
" Bang Adan, mana oleh-oleh untuk Ratih!" teriaknya, membuat ketiganya mereka yang berada di bawah langsung menoleh keatas terlihat seorang wanita dengan rambut yang terlihat berantakan sedang berlari-lari hendak menurunkan tangga.
"Ratih jangan berlari nanti kamu jatuh!"
_____________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉
__ADS_1