Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
KEBENARANNYA.


__ADS_3

"Reza! Reza!" Dhanu berteriak memanggil nama Reza sambil mengguncangkan tubuh Reza yang mulai terasa dingin bagi Dhanu. Namun Reza tetap tidak bergeming membuat Dhanu semakin panik.


"Reza bangun! gue perintahkan Lo bangun karena gue nggak sudi menjaga nyokap Lo! jadi Lo nggak diizinkan untuk mati Lo paham hah?! sekarang bangun cepat!" seru Dhanu masih menggoyang-goyang tubuh Reza.


"Hais be-risik ba-nget sih lo! bi-sa di-am gak Lo?!gu-e be-lum ma-ti ta-hu!" ujar Reza dengan suara terdengar lemah serta terbata-bata, namun matanya masih terpejam.


"Bagus! sekarang tetaplah bertahan! karena sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit," balas Dhanu terlihat ia bernafas lega karena Reza sudah memberikan respon kepadanya.


Dan disaat bersamaan, Dewo memarkirkan mobilnya, tepat di depan pintu lobiy rumah sakit, dan dengan cepat juga Dewo memanggil para perawat yang juga sudah membawa brankar. Setelah Reza di letakkan di atas brankar, dengan cepat juga para polisi perawat tersebut membawa Reza ke ruang UGD untuk segera di tanganin.


"Wo, apakah ada kabar dari anak buah kamu dengan pengejaran Dicky?" tanya Dhanu yang saat ini sedang duduk di depan ruang UGD.


"Mereka masih mengejar Dicky, di bantu polisi juga Tuan muda, dan di gudang juga sudah di tanganin oleh polisi, kita tinggal tunggu kabar dari Brian yang masih mengejar Dicky dan kawanannya Tuan muda." jelas Dewo melaporkan informasi yang di dapatnya dari anak buahnya kepada Dhanu.


"Bagus!, aku harap mereka berhasil menangkap Dicky" kata Dhanu dengan wajah yang terlihat geram saat menyebut nama Dicky.


Disaat Dewo masih melaporkan segala informasi, dari kejauhan terlihat Pria dengan seorang wanita datang menghampiri mereka, dan ada juga beberapa pria bertubuh besar di belakang mereka yang mengikuti Pria tua serta wanita tersebut.


"Dhanu, bagaimana keadaan Reza? apakah dia baik-baik saja?" tanya Pria tua tersebut dengan wajah terlihat sangat khawatir.


"Kakek! Reza masih di tanganin Kek," jawab Dhanu terlihat kaget saat melihat Darma datang, "Tapi dari mana Kakek tahu kamu ada disini?" tanyanya terlihat heran.


"Kamu meragukan Kakek? dari mana Kakek tahu itu tidak penting, yang terpenting bagi Kakek adalah keselamatan Kalian berdua" ujar sang Kakek sambil memeluk Dhanu, ada perasaan senang dan sedih, di hatinya, senang melihat Dhanu cucu tertuanya selamat, sedih karena Reza yang kini belum tahu nasibnya karena masih di tanganin oleh para Dokter di rumah sakit itu.


"Seperti yang Kakek lihatkan Adan Baik-baik saja kek" kata Dhanu terlihat membalas pelukan sang Kakek dengan erat juga.


"Alhamdulillah, itu yang kakek inginkan Nak" balas Darma penuh rasa syukur. Dan saat bersamaan seorang pria berjas putih keluar dari ruang UGD. Darma yang melihat Pria itu langsung melepaskan pelukannya, lalu ia pun menghampiri Pria tersebut.


"Gimana kondisi cucu saya Dok?" tanya Darma terlihat penasaran.

__ADS_1


"Kondisi Cucu Anda saat ini sedang kritis Pak, dan saat ini Cucu Anda sedang membutuhkan darah bergolongan O negatif, dan saat ini persediaan habis hanya ada satu kantong, dan dia masih banyak membutuhkannya lagi pak" jelas Sang Dokter.


"Saya memiliki darah O positif Dok apakah tidak bisa memakai darah saya saja" ujar Dhanu yang ikut mendengar perkataan sang Dokter.


"Maaf Pak tidak bisa, karena Orang yang memiliki rhesus negatif bisa mendonorkan darahnya kepada orang yang memiliki rhesus negatif dan rhesus positif. Namun, orang yang memiliki rhesus positif hanya bisa mendonorkan darah ke orang yang rhesusnya positif juga. Jadi Anda tidak bisa mendonorkan darah Anda pada pasien" jelas Dokter lagi.


Mendengar penjelasan dari Dokter, Dhanu langsung menatap wajah Darma, seperti memberikan isyarat pada sang Kakek. Darma seperti paham akan tatapan dari cucunya.


"Maaf Nak,darah kakek sama seperti kamu, yang memiliki darah O negatif hanya Om Riko kamu saja di keluarga kita" jelas Darma, terlihat sedih karena ia tak bisa membantu cucunya.


"Lalu bagaimana Kek? Om Riko saat ini sedang di penjara, apakah tidak bisa kita Om Riko kemari kek?" tanya Dhanu yang terlihat risau juga.


"In syaa Allah bisa Nak," kata Darma memberikan ketenang pada Dhanu, "Dewo kamu pergilah secepatnya temui Ridho dan ajak di kepenjara untuk memberikan jaminan pada Riko" titahnya lagi pada Dewo.


"Baik Kek!" balas Dewo dan ia pun langsung melangkah pergi untuk menjalankan perintah dari Darma.


"Baik Dok, akan secepatnya saya kabari" balas Darma lagi. setelah mendapatkan jawaban dari Darma dokter pria itu pun kembali memasuki ruang UGD.


"Kek? Kenapa darah Bang Reza sama dengan darah Papi? bukankah Bang Reza bukan anak Papi? dan kenapa darah Ratih bergolongan AB, bukankah Ratih anak Papi Kek?" tanya seorang wanita yang sejak tadi hanya diam dan hanya mendengar percakapan mereka saja.


Darma dan Dhanu saling berpandangan, mereka seperti bingung untuk menjawab pertanyaan Ratih, yang terlihat begitu penasaran.


"Kenapa kalian menjadi diam? ada apa ini, sebenarnya apa yang terjadi katakanlah Kek?" tanya Ratih lagi semakin penasaran.


"Nak, sebenarnya Reza adalah anak kandung Papi kamu dan kamu.." jelas Darma namun langsung di potong oleh Ratih karana rasa tidak sabarannya.


"Dan Ratih bukan anak Papi? itukah yang mau Kakek katakan iyakan Kek? itukan kebenarannya?" tanya Ratih dengan suara yang kini suaranya mulai bergetar, dan matanya juga mulai berkaca-kaca.


Kembali lagi Darma terdiam, ia seperti tak sanggup untuk memberitahukan kebenaran yang sesungguhnya. Lidahnya terasa kelu, karena ia sudah amat menyayangi Ratih, hingga rasanya ia tak ingin menyakitinya.

__ADS_1


"Katakanlah Kek! benarkan kalau Ratih bukan Anak Papi?!" seru Ratih dengan suara yang terdengar meninggi namun masih bergetar.


"Iya nak, kamu anak dari Dicky dan Susi" kata Darma yang akhirnya mengungkapkan kebenaranya.


"Aah! tidak heuheuheu.. Tidak..tidak hiks Kakek bohongkan..hiks..Ratih tidak mau.. hiks Kenapa jadi Ratih yang anaknya penjahat itu, tiidaaaak!!" teriak Ratih yang sepertinya tidak menerima kebenaran yang ada. Sehingga tubuhnya langsung melemah dan akhirnya tidak sadarkan diri.


"Astaghfirullah! Ratih!" Darma dan Dhanu kaget melihat tubuh Ratih yang jatuh terkulai di lantai. Dan dengan cepat Dhanu langsung menggendong Ratih, dan membawanya ke ruangan pemeriksaan. Setelah Ratih di tangani oleh Dokter Dhanu kembali lagi ketempat Darma yang terlihat sedih.


"Bagaimana ini Kek, sepertinya Ratih tidak menerima kebenaran yang sesungguhnya, apa yang akan kita lakukan pada Ratih Kek?" tanya Dhanu dengan suara rendahnya.


"Kamu jangan khawatir nak, karena kakek tetap akan menjadikan dia sebagai cucuku juga" kata Darma.


"Baiklah Kek, apapun keputusan Kakek Dhanu akan selalu mendukung Kakek" balas Dhanu sembari ia duduk di sebelah Sang kakek.


"Alhamdulillah, terimakasih Nak" ujar Darma sambil menepuk pundak Dhanu.


"Ya sudah kamu sudah terlihat lelah, sebaiknya kamu pergilah pulang, biar Reza Kakek yang akan menunggunya"


"Tidak kek, Ardhan akan menemani Kakek sampai Om Riko datang," Di saat bersamaan Handphone Dhanu terdengar berdering, dan ia pun langsung mengambilnya dan langsung menerimanya.


"Halo siapa ini?" tanya Dhanu karena di layar hpnya tidak tertera nama di penghubung.


"Mas Ardhan tolong Wawa humm!"


Bersambung lagi Ya 😁🙏


_____________________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🙏🥰.

__ADS_1


__ADS_2