
༺*༻༺🌸 Mutiara Hikmah 🌸༻༺*༻
Hadapilah takdir Allah dengan ikhlas, bukan dengan bersedih dan gelisah, apalagi marah. Karena takdir Allah pasti terjadi. Berprasangka baik kepada Allah terutama dalam takdirnya, Kita harus pandai menyikapi hikmah dibalik semua keputusan Allah.
Sabar, usaha, doa, tawakkal dan nantikan jalan keluar 😊Aamiin
___sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ___
༻༺*༻༺*༻༺🌸༻༺*༻༺*༻༺
Tiga jam setengah sudah mereka melakukan perjalanan, hingga akhirnya mobil Dhanu memasuki gerbang sebuah mansion yang terlihat besar dan indah, membuat membuat Salwah terkesima dengannya.
"Maa syaa Allah.. ini istana apa rumah Mas, besar banget?" tanya Salwah dengan mata yang tertuju pada mansion tersebut.
"Kenapa kamu tidak suka?" tanya Dhanu, bukannya menjawab pertanyaan Salwah, ia malah kembali memberikan pertanyaan.
"Suka sih, tapi ini emangya rumah siapa Mas?" tanya Salwah kembali.
"Rumah kita dong sayang,"
"Hah?, besar banget sih mas?"
"Ya nggak papa dong, siapa tahu aja, nanti anak kita 12 orang, jadi nggak bakalan kekurangan kamar sayang" kata Dhanu seraya ia mengedipkan matanya.
Mendengar perkataan suaminya apa lagi, ia juga memberikan kedipan genitnya membuat mata Salwah membulat,"Hah!,12?... banyak banget sih Mas, emang Wawa mesin pembuat anak apa?" protesnya.
"Hehehe, bercanda kok sayang, bagi Mas seberapa pun Anak yang diberikan Allah kepada kita itu sudah menjadi di kebahagiaan emas kok Sayang, jadi kamu tak perlu khawatir mas tidak akan menuntut harus 12 kok" jelas Dhanu lembut.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Mas"
"Iya sayang, ya sudah ayo sekarang kita masuk" ajak Dhanu, dan di balas Salwah dengan anggukan, lalu Dhanu pun merangkul pundak sang istri, dan kemudian mereka pun memasuki Mansion baru Dhanu.
Sesampainya di dalam mereka disambut boleh beberapa pelayan wanita dan beberapa pelayan pria, setelah berkenalan dengan para pembantu, Dhanu pun langsung mengajak Salwa kelantai dua tempat kamar mereka berada, namun belum sempat mereka menaiki anak tangga tiba-tiba Dewo menghentikan langkah mereka.
"Maaf Tuan Muda, saya telah mengganggu, tapi, pertemuan di WYP grup, sebentar lagi akan di mulai, jadi kita hanya punya waktu 20 menit lagi Tuan Muda" ujar Dewo mengingatkan Dhanu.
"Baiklah Wo, kamu tunggulah" balas Dhanu dengan tatapan dingin pada Dewo, membuat Dewo bergidik melihatnya.
"Baik Tuan muda, kalau begitu saya permisi" kata Dewo yang langsung pergi meninggalkan Dhanu setelah Dhanu Kembali menatap matanya dengan tajam.
"Sayang, maaf ya, kayanya mas tidak bisa mengantar kamu melihat kamar kita, kamu nggak papa kan kalau diantar dengan Bi Marni?" tanya Dhanu terlihat dari wajahnya ia merasa sedih karena harus meninggalkan istrinya yang baru saja sampai.
Salwah tersenyum manis pada suaminya, seraya berkata, "Iya Mas, nggak papa kok, ya sudah kamu pergi saja ya, nanti terlambat loh" kata Salwah lembut.
"Alhamdulillah, ya sudah Mas, pergi ya, nanti kalau butuh apapun mintalah pada Bi Marni ya sayang" kata Dhanu sembari mereka berjalan perlahan menuju pintu keluar mansionnya.
"Iya Mas, kamu juga hati-hati ya" balas Salwah yang ikut mengantar sang suami hingga di depan pintu Mansion.
"Iya sayang, ya sudah Mas pamit ya Assalamu'alaikum"
"Iya Mas, wa'alaikumus salam" setelah salamnya di jawab oleh Salwah, Dhanu pun langsung pergi meninggalkan Salwah yang masih menatap dirinya hingga Dhanu memasuki mobilnya, bahkan sampai mobilnya tak terlihat lagi barulah Salwah masuk kembali, dan di saat ia hendak kembali naik, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Permisi Nyonya muda" sapa seorang wanita paruh baya,
"Eh Bi Marni?.. jangan panggil saya Nyonya Bi, kesannya saya kok tua banget ya," protes Salwah lembut, "Panggil Salwa saja ya Bi" pinta Salwah lagi.
"Eh, maaf Nyonya, saya tidak berani, saya takut Tuan muda marah, Nyonya" balas wanita yang di panggil Bi Marni
"Tidak Bi, in syaa Allah Mas Ardhan nggak marah kok, jadi panggil Salwa aja ya Bi" pinta Salwah sembari ia menggenggam tangan Bi Marni, membuat Bi Marni kaget, karena dimana pun ia berkerja biasanya majikannya selalu merasa jijik bila tersentuh olehnya, tapi berbeda dengan Salwah, yang terlihat hangat.
"Ta..tapi Nyonya..."
"Sssth... tidak ada tapi tapian Bi, anggap saya Keluarga Bibi, dan saya juga akan menganggap Bibi, sebagai keluarga saya, karena di sini saya tak memiliki keluarga Bi," potong Salwah lembut dengan tangan yang masih menggenggam tangan Bi Marni.
"Baiklah Nyonya, saya..."
"Kok nyonya lagi sih Bi Panggil Salwa dong Bi," sekali lagi Salwa memotong perkataan Bu Marni.
"Eh kalau begitu Bibi Panggil Neng Salwa aja ya Nyonya"
"Sudah senyamannya Bibi saja tapi jangan ada kata Nyonya juga Bi" protes Salwah
"Hehehe Maaf Neng, soalnya bibi belum terbiasa"
"Iya nggak papa Bi, oh iya ada apa tadi Bibi memanggil Salwa?" tanya Salwah
"Itu Neng, Bibi cuma mau bertanya, adakah yang ingin Neng makan hari ini?, biar Bibi persiapkan nyonya" tanya Bi Marni sopan.
"Salwa tidak pemilih kok Bi, apapun yang dimasak Bibi, in syaa Allah, pasti akan Salwa makan kok" balas Salwah lembut, membuat Bi Marni kagum melihat majikan barunya itu.
"Oh, Baiklah Nyonya kalau begitu Bibi permisi ya"
"Eh, maaf, maaf Nyonya, eh salah Eneng maksudnya" balas Bi Marni sembari ia mengatupkan kedua tangannya.
" Humm ya sudah di maafi, tapi awas ya panggil itu lagi, maka Wawa akan mencium Bibi," Ancam Salwah, membuat Marni bukannya takut ia malah tersenyum lucu mendengar perkataan majikannya itu, " Mengapa malah tersenyum?" tanya Salwah lagi yang terlihat ia sedang mengerutkan keningnya, walaupun ia masih memakai cadar namun masih terlihat oleh BI Marni dahinya yang ia kerutkan.
"Eh, nggak papa Neng, ya sudah Bibi kebelakang dulu ya Neng" pamit Marni lagi.
"Iya Bi," balas Salwah yang kemudian ia kembali menaiki tangga menuju lantai kedua, sementara Marni kembali ke dapur yang ternyata di sana sudah di tunggu oleh rekannya sesama pembantu.
"Nah ini dia bi Marni, kok lama banget sih Bi?, cuma tanya Nyonya baru kita mau makan apa?" tanya seorang wanita yang terlihat muda sedikit dari Miran.
"Maaf Atik, tadi Nyonya baru kita tidak mau di panggil Nyonya, jadi lama deh" jawab Marni terlihat senang karena teringat akan keramahan Nyonya baru mereka.
"Eh, kenapa nggak mau di panggil Nyonya?, apakah Nyonya orangnya judes?" tanya wanita yang di panggil Atik oleh Marni.
"Tidak, ini mah kebalikannya, Nyonya baru kita orangnya baik banget malahan, ih pokoknya baik mah" kata Marni dengan mata yang berbinar.
"Iyakah?, eh tapi Bi, kenapa wajah Nyonya di tutup Bi? apakah Nyonya wajahnya jelek ya Bi?" tanya Atik yang terlihat penasaran.
"Hus, jangan sembarang kalau ngomong, kalau di lihat dari matanya, nyonya kayaknya cantik kok" kata Mirna.
"Masa sih?, tapi kenapa di tutup kalau cantik ya Bi?"
"Aku juga nggak tahu, udah jangan banyak tanya lagi, sebaiknya kita masak saja, nanti keburu nyonya lapar lagi" kata Mirna sembari ia mulai meracik sayurannya
__ADS_1
"Iya Bi, kita masak sekarang" balas Atik, yang akhirnya mereka pun mulai melakukan kegiatan memasaknya.
______________
TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..
Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.
_____________
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.
Hai, para Raiders kesayanganku 🙏🥰
Author mau minta tolong bantu author dong untuk melindungi Karya-karya Author, agar kejadian Novel *Bidadari Tak Bersayap dari kakek* yang di plagiat tidak terulang kembali, jadi untuk itu Author mohon atas bantuan dari para Readers kesayanganku untuk Susi kiranya memberikan bintangnya untuk melindungi Karya-karya Author 🙏🥰
Caranya:
klik gambar itu☝️ yang ada di banner.
lalu klik, Aula kehormatan ☝️
Cari Nama Novel Author *BIDADARI TAK BERSAYAP DARI KAKEK* Lalu klik lindungi terserah para Readers untuk memberikan bintang berapa pun, author akan sangat mengucapkan terimakasih banget 🙏🥰 jadi Author mohon bantu ya guys.
Terserah pada para Readers mau lindungi yang mana, mungkin para Readers ingin melindungi
*CINTA SESUCI SALJU* Monggo author sangat berterimakasih 🙏🥰
Atau mau melindungi
*SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI*
AUTHOR TERIMA KASIH LAGI🙏🥰
**Atau ingin memberikan Bintang pada Novel terbaru ini,
__ADS_1
*Mengubah takdir : Adult Men Act Like Children*
Atau ingin semuanya, Aduh Alhamdulillah banget mah, kalau semuanya😁😁, tapi apapun yang kalian pilih atau pun tidak, Author tetap berterimakasih sekali buat para Readers. Karena telah mendukung Author dan mengikuti semua karya-karya Author untuk itu sekali lagi terimakasih ya Guys 🙏🥰😘**.