
Dhanu dan Dewo langsung menghampiri pertempuran Salwah dan Zahro yang melawan para penjahat. Dewo yang terlihat gesit dengan cepat menghalau para Pria bertubuh besar tersebut, agar bisa masuk kedalam lingkaran yang ditengahnya terdapat Salwah dan Zahro, dan setelah berhasil ia pun meminta Salwah dan Zahro untuk menyingkir.
"Kalian berdua minggirlah biar aku yang tanganin mereka!" teriak Dewo sambil menerjangi para Pria berbadan besar yang terlihat semakin banyak.
"Tidak bisa Bang! Karena jumlah mereka semakin banyak!" seru Zahro yang masih menghalau serangan para penjahat. "Sebaiknya Abang membantu Salwa dulu karena dia lagi hamil bang!" serunya lagi tanpa melihat Dewo sedikitpun.
"Oke kalau begitu!" balas Dewo, lalu ia pun langsung mendekati Salwah."Nyonya Anda tidak apa-apa?" tanyanya pada Salwah, sambil ia membantu menyingkirkan lawan-lawannya Salwah.
"Ana tidak apa-apa Bang, oh iya Mas Adhan mana?" tanya Salwah, yang sepertinya ia sudah mulai kelelahan. Karena memang kondisinya yang memang sedang hamil.
"Itu disana Tuan Mudanya Nyonya! Sebaiknya Nyonya ikuti saya! Biar saya antar Anda pada Tuan Muda!" seru Dewo yang kemudian ia langsung menarik tangan Salwah namun sebelah tangan dan kaki masih menghajar orang yang menghalangi jalan mereka.
Salwah juga seperti itu, sambil matanya melirik kearah suaminya yang ternyata sedang bertempur juga. Sesampainya mereka di dekat Dhanu.
"Tuan muda, sebaiknya Anda membawa Nyonya kembali ke mobil, biar saya yang akan menangani di sini Tuan muda" ujar Dewo saat ia sudah berada di dekatnya Dhanu.
"Baiklah Wo, terimakasih" balas Dhanu sambil menggandeng tangan Salwah.
"Sama-sama Tuan muda! Sebaiknya Anda cepat pergi biar saya menghalau mereka!" seru Dewo sambil ia menerjangi para penjahat yang ingin menyerang Dhanu dan Salwah.
"Oke Wo!" balas Dhanu, yang ia pun langsung membawa Salwah meninggalkan pertempuran itu.
Sementara itu Dewo langsung kembali ke tengah-tengah arena pertempuran. Di mana sana ada Zahro yang masih lincah melawan para bandit yang terlihat begitu antusias menyerangnya.
Di saat Dewo hampir mendekati Zahro, Bos para bandit terlihat semakin marah melihat Dewo. karena ia sudah gagal menjalankan tugasnya, hingga Salwa bisa terselamatkan oleh Dewo. Dan karena kesal ia pun mengambil pistolnya yang berada di kantongnya, dan kemudian ia langsung mengarahkannya pada Dewo.
Pada saat bersamaan ternyata Zahro melihatnya dan dengan cepat, ia menghampiri Dewo seraya berteriak. "AWAAAS!!" jeritnya sambil mendorong tubuh Dewo dengan keras hingga ia terjatuh. Alhasil peluru malah menyasar ketubuh Zahro.
__ADS_1
"Aakh!" pekik Zahro, dan ia pun langsung terkulai dan terjatuh.
"Nona!" pekik Dewo saat melihat tubuh Zahro yang terhempas dan terjatuh. Namun ia tak langsung menghampiri Zahro karena ia lebih memilih mengambil pistolnya lalu dengan cepat ia arahkan ke pria yang tadi menembak Zahro.
"Matilah kalian semua bangsat!!" teriak Dewo sambil menembaki satu persatu para kawanan bandit tersebut termasuk Bos mereka yang sudah terkapar di tanah.
Dan disaat bersamaan polisi pun datang menyergap mereka semua dan Dewo langsung mengambil kesempatan itu, dan ia langsung menggendong Zahro dan membawanya pergi meninggalkan tempat itu.
________
Sementara Dhanu dan Salwah yang tadi sempat pergi duluan. Kini mereka sudah berada di dalam mobil miliknya Dhanu. Terlihat Dhanu begitu mencemaskan istrinya hingga berkali-kali ia memeluk Salwah.
"Alhamdulillah Mas senang banget akhirnya Mas bisa menemukanmu juga Sayang" ujar Dhanu yang masih memeluk Salwah.
"Iya Mas Alhamdulillah, Wawa juga senang melihat Mas datang menyelamatkan Wawa" balas Salwah yang ikut menyambut pelukan sang Suami.
"Alhamdulillah Wawa tidak apa-apa Mas" jawab Salwah dengan lembut.
"Gimana dengan perut kamu sayang? Kamukan sedang hamil, mengapa malah jadi wanita jagoan sih?" tanya Dhanu lagi sambil hendak membuka bajunya Salwah bermaksud ingin memeriksa perut istrinya. Membuat Salwa kaget, karena ia takut kalau-kalau ada yang datang dengan tiba-tiba.
"Eh, Mas mau apa?" sentak Salwah sambil menahan tangan Dhanu yang sudah menaikkan baju gamisnya di bagian bawah.
"Mas mau lihat perut kamu Wawa, Mas mau periksa apakah perut kamu baik-baik saja, karenakan disana ada anak kita Wawa" ujar Dhanu terlihat polos.
"Iss Mas Adhan, malu akh kitakan masih berada diluar, nanti kalau tiba-tiba ada orang gimana? kan Wawa yang malu Mas" balas Salwah dengan lembut.
"Ah iya juga, tapi benarankan kalau perut kamu nggak papa? nggak ada yang sakitkan Wawa?" tanya Dhanu yang terlihat belum puas dengan jawaban Salwah.
__ADS_1
"Iya Mas, Wawa dan anak kita in syaa Allah baik-baik saja kok, Mas jangan khawatir lagi ya"
"Alhamdulillah kalau, tapi nanti kalau Dewo sudah datang kita tetap kerumah sakit ya sayang, Mas hanya ingin memastikan saja bolehkan?"
"Iya Mas Boleh kok, lagian sudah waktunya juga jadwal Wawa untuk periksa kandungan kok Mas"
"Baguslah kalau begitu..kan.."
Belum sempat habis perkataanya Dhanu, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu mobilnya. Membuat Dhanu kaget karena ia menyangka yang datang adalah para penjahat, tapi ternyata rupanya Dewo.
"Ah kamu Wo? bikin kaget aku pikir.. Eh ada apa ini?" Dhanu terlihat kaget saat melihat Dewo yang sedang menggendong Zahro. Dan ia pun langsung keluar dari mobilnya.
Begitu juga dengan Salwa yang terlihat amat kaget. "Astaghfirullah..! Zahro...! ada apa dengan Zahro Bang?" tanyanya terlihat panik, dan bermaksud ikut turun juga namun Dewo langsung memasuki Zahro.
"Teman Anda Zahro tertembak Nyonya, apakah Anda bisa memangkunya?" tanya Dewo namun ia sudah lebih dulu menaruh kepalanya Zahro di pangkuannya Salwah. Dan Salwah hanya membalasnya dengan anggukan kepalanya saja.
"Huh kamu bertanya tapi sudah menaruh kepala wanita itu di pangkuan Wawaku!" protes Dhanu yang ternyata ia melihat kelakuan Dewo yang sebenarnya ia sangat cemas dengan keadaan Zahro, karna berkatnya ia terselamatkan.
"Ayo Tuan muda! Anda cepat naik, kita harus secepatnya kerumah sakit!" titah Dewo yang karena panik Ia pun tak merespon protesannya Dhanu.
Mendengar titahnya Dewo, Dhanu jadi terlihat kesal, "Cih! Kenapa jadi Lo yang memberikan perintah guekan Bosnya!" gerutu Dhanu
Dan lagi-lagi Dewo tak meresponnya ia malah langsung melajukan mobilnya, sebelum sempat Dhanu menutup mobilnya. Alhasil tangan Dhanu bergelantungan di pintu mobilnya dan otomatis tubuh bagian atasnya ngikut keluar Untungnya ia sudah duduk jadi ia masih bisa menahan tubuhnya di bagian bawah.
"AAAKH! SOMPRET LO WOO!!"
____________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😘.