Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
MAAFKAN OM RIKO.


__ADS_3

━━━•⊰❁🌸 Mutiara Alfaqiroh🌸❁⊱•━━━


"𝙅𝙖𝙡𝙖𝙣𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙞𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙙𝙞 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙢𝙪,𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙚𝙩𝙞𝙠𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙝𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙞 𝙖𝙩𝙖𝙨 𝙖𝙞𝙧, 𝙞𝙖 𝙢𝙖𝙢𝙥𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙡𝙖𝙮𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙥𝙪𝙧𝙣𝙖, 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙠𝙚𝙩𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙞𝙧 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙠𝙚 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢𝙣𝙮𝙖, 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙝𝙪 𝙞𝙩𝙪 𝙩𝙚𝙣𝙜𝙜𝙚𝙡𝙖𝙢."


__'𝘈𝘭𝘪 𝘣𝘪𝘯 𝘈𝘣𝘪 𝘛𝘩𝘢𝘭𝘪𝘣__


━━━━━━━━•⊰❁🌸❁⊱•━━━━━━━━


Mendengar perkataan salah satu polisi yang sedang berdiri di depan pintu, Dhanu langsung menoleh ke arah Eriko yang terlihat ia sedang tersenyum ikhlas padanya.


"Apa maksudnya semua ini Om?" tanya Dhanu dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Bukan apa-apa Nak, Om merasa ini pantas om dapatkan," balas Eriko sambil tersenyum miris.


"Tapi bukankah pelaku sebenarnya adalah istri Om?, apakah itu artinya Om membela dia lagi hah?" tanya Dhanu terllihat sekali ia tak suka dengan keputusan Omnya yang terkesan membela Istrinya kembali.


"Nak, kemarin Om membaca buku tentang ilmu agama, dan salah satunya tentang tanggung jawab seorang suami, dan dari situ om menyadari, bahwa selama ini Om tak pernah membimbing dia dalam suatu kebaikan, bahkan Om tidak pernah menegurnya saat ia melakukan kejahatan, hingga tanpa sadar Om sudah mendukung semua yang Dia lakukan Nak, padahal di sebuah hadits mengatakan,


“Siapa yang melihat kemungkaran hendaklah meluruskannya dengan tangannya, maka jika tidak sanggup (hendaklah meluruskan) dengan lisannya, jika tidak sanggup (hendaklah dia meluruskan) dengan hatinya dan ini adalah iman yang paling lemah.” (HR. Muslim 49).


"Sementara Om tidak pernah menegurnya, atau meluruskannya Apalagi membimbingnya, padahal semuanya sudah kewajiban Om, karena sebenarnya apa bila seorang istri melakukan kemaksiatan sedangkan suaminya tidak menegurnya maka dosa sang istri akan ditanggung oleh suaminya, maka tanpa sengaja Omlah yang sebenarnya yang menyesatkannya Nak" ujar Eriko yang t jelas sekali ada sebuah penyesalan yang tergambar di raut wajahnya.


"Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). (QS. an-Nahl: 25)


Imam Mujahid mengatakan,


"Mereka menanggung dosa mereka sendiri dan dosa orang lain yang mengikutinya. Dan mereka sama sekali tidak diberi keringanan adzab karena dosa orang yang mengikutinya"


(Tafsir Ibn Katsir, 4/56)

__ADS_1


Ayat ini, semakna dengan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,:


“Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun"


(HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).


"Jadi untuk itu, Om ingin bertanggung jawab atas semua kesalahan Om dan untuk itu sebelum Om mendapat hukuman di akhirat, Om ingin menjalin hukuman dunia dulu Nak, walaupun hukuman ini tidak sebanding dengan apa yang telah Om lakukan terhadap kamu dan Almarhum Papa kamu tapi setidaknya hukuman ini bisa mengurangi rasa bersalah Om terhadap kamu dan keluarga kamu Nak" ujar Eriko yang tak terasa air matanya mengalir begitu saja, dan terlihat juga kalau tubuhnya bergetar akibat rasa bersalahnya.


Mendengar pernyataan Eriko, Dhanu hanya terdiam seribu bahasa, dan ia juga dapat melihat rasa penyesalan Omnya itu, apalagi saat ia melihat tubuh Eriko yang terlihat gemetaran, membuat hatinya terasa sakit, sebenarnya ia sangat menyayangi Omnya itu, karena sebelum Susi menghasutnya, Eriko sangat menyayangi Dhanu, dan dari dialah ia tak pernah kekurangan kasih sayang orang tua, makanya di saat ia melihat Omnya yang seperti itu, ia merasa sakit dan ingin sekali ia memeluk tubuh yang dahulu selalu memberikan ia pelukan kehangatan.


Eriko yang melihat keponakan tak bergeming, ia pun mulai melangkah menuju ke pintu dimana disan sudah menunggu beberapa polisi yang menanti dirinya, dan saat ia hendak melewati Dhanu yang berada di tengah-tengah dia antara dua pintu ia pun berhenti sejenak,


"Maaf.. maaf Nak.. maafkan Om Riko yaa, semoga kamu bahagia, dan tolong jagain Ratih untuk Om" ucap Yang kemudian ia kembali berjalan menuju lift dengan di ikuti beberapa polisi yang berada di belakangnya.


Sementara Dhanu hanya diam dan terpaku tanpa mengatakan apapun, sepertinya ia sedang hanyut dalam pemikirannya dan terlihat juga dari tatapannya kalau saat ia sedang bersedih, membuat Dewo yang melihat itu langsung mendekati tuannya.


"Tuan muda, apakah Anda baik-baik saja?" tanya Dewo yang terlihat ia mencemaskan Dhanu.


"Apakah Anda sedang mencari tuan Eriko Tuan muda?" tanya Dewo lagi yang menyadari kalau tuannya sedang mencari Eriko, mendengar pertanyaan Dewo Dhanu langsung menatap wajah Dewo, seperti ingin mengatakan iya, namun mulutnya seakan terkunci, Dewo yang sepertinya paham akan tatapan Dhanu ia langsung menjawabnya.


"Tuan Eriko sudah di bawa pergi oleh polisi-polisi yang tadi disini tuan muda" ujar Dewo, membuat wajah Dhanu semakin terlihat sedih.


"Apakah Anda ingin saya melakukan sesuatu untuk membebaskan tuan Eriko, Tuan muda?" tanya Dewo lagi, yang sepertinya ia memahami kesedihan tuannya.


"Uruslah itu, dan pastikan Susi menjadi penggantinya disana" titah Dhanu yang akhirnya ia membuka suaranya, sembari ia melangkah menuju ke pintu lift, melihat majikannya mulai melangkah, Dewo pun langsung mengikuti langkah dan akhirnya mereka memasuki pintu lift.


_______


Sementara di sisi lain.

__ADS_1


Eriko yang tadi berjalan dengan di iringi para polisi yang mengikutinya, saat ini menjadi pusat perhatian dari para karyawannya, terlihat mereka begitu penasaran dengan apa yang terjadi pada mantan bos mereka itu, namun tak ada satu pun dari mereka yang berani bertanya.


Eriko masih terus berjalan hingga akhirnya mereka, sampai di depan pintu lobby perusahaan WYP grup, yang mana di depannya sudah berjejer beberapa mobil polisi, dan di saat ia hendak memasuki salah satu mobil polisi, tiba-tiba matanya seperti melihat seseorang yang amat ia kenali, dan ia langsung mengucek-ngucek matanya, karena ia menyaka dirinya sedang berhalusinasi,


Setelah ia mengucek matanya ia kembali melihat ke arah orang tersebut, ia pun tersentak kaget saat ia masih melihat sosok tersebut.


"Mari pak, silahkan masuk" kata salah satu polisi karena Eriko yang belum juga mau masuk ke dalam mobilnya.


"Sebentar pak, boleh saya menghampiri pria yang ada di sana, karena ini sangat penting pak," pinta Eriko berharap polisi itu mau mengizinkan ia untuk menemui orang tersebut.


"Baiklah pak, tapi hanya sebentar saja ya pak" ujar polisi itu lagi.


"Baik pak, terima kasih" kata Eriko, sembari ia berjalan menuju seorang pria tua yang wajahnya terlihat sedang tersenyum lembut padanya.


Eriko terus berjalan hingga di saat ia mulai mendekati pria tersebut langkahnya semakin melambat, dan terlihat juga mata mulai berkaca-kaca saat pria tersebut, dan di saat tinggal tiga langkah lagi tiba-tiba Eriko mengehentikan langkahnya, sedangkan Air matanya kini telah lolos, tatapan kerinduan terlihat sangat jelas, dan..


Bersambung akh, 🤭


_________________


Biar para Readers pada penasaran 😉😁😁


TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..

__ADS_1


Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.


__ADS_2