
Pagi itu, setelah Dhanu melakukan sarapan bersama dengan keluarga Zainal ia pun langsung menghampiri Dewo yang berada di teras rumah kyai Zainal dan ia sedang melakukan panggilan, setelah sambungan selesai, wajah Dewo sedikit berubah membuat Dhanu penasaran.
"Ada apa Wo, kenapa wajah kamu jadi berubah setelah melakukan panggilan?, dan dari siapa tadi?." tanya Dhanu
" Eh, Tuan Muda?!" Dewo sedikit kaget saat tiba-tiba Dhanu sudah berada di sampingnya ia berdiri. " Itu dari salah satu anak buah saya, Tuan muda dan ia mengatakan kalau telah terjadi sesuatu pada Om Anda " lanjut Dewo.
Dhanu mengerutkan keningnya saat mendengar kata Omnya. "Om saya?, ada apa dengannya?" tanyanya penasaran.
" Itu tuan Muda, Om Anda hampir saja di bunuh oleh istrinya, dan saat ini ia sedang melakukan perawatan di RS Tuan muda." jelas Dewo.
"Eh, Benarkah Om saya mau di bunuh sama Tante Susi?." tanya Dhanu lagi.
" Benar Tuan muda, dan untung saja Bi Ijah cepat mengetahuinya, makanya Om Anda terselamatkan." jelas Dewo lagi.
"Heh!, Om Riko kenak batunya sekarang, sungguh menyedihkan, orang yang selalu ia bela dan ia lindungi, hingga ia tidak memperdulikan keluarganya sendiri, akhirnya mengkhianatinya dan bahkan sekarang ingin mengambil nyawanya sendiri. Hmm aku jadi penasaran apa yang akan dia perbuat kali ini?." ujar Dhanu sambil tersenyum sinis.
"Lalu apa yang akan tuan muda lakukan?." tanya Dewo.
"Aku tidak ingin melakukan apapun Wo, untuk saat ini, kita cukup jadi penonton saja, karena aku ingin melihat, bagaimana reaksi Om Riko setelah ini, tapi aku minta, kamu tetap minta anak buahmu untuk lindungi dia dari jauh, karena aku yakin Tante Susi pasti akan bertindak lagi setelah ia tahu kalau suaminya masih hidup, apa kamu paham Wo?." tutur Dhanu panjang lebar dan kemudian ia juga memberikan pertanyaan pada Dewo.
"Paham Tuan muda!, Oh iya Tuan muda, tadi saya juga mendapatkan kabar dari perusahaan Anda, sepertinya ini menyangkut oleh klien anda yang dari prima group, dan beberapa perusahaan lainnya juga ingin bertemu dengan Anda langsung, dan saya rasa perusahaan-perusahaan itu semua adalah perusahaan yang saat ini bekerja sama dengan DSK grup, Tuan muda. " kata Dewo lagi.
"Ah'ha!, pucuk dicinta ulam pun tiba, akhirnya umpan termakan juga." ujar Dhanu sambil tersenyum penuh kemenangan, " Baiklah Wo, sepertinya kita tidak boleh mengecewakan mereka, hari ini juga kita berangkat ke kota jangan di tunda-tunda lagi." lanjut Dhanu lagi.
"Eh, tapi Tuan muda, bukankah Anda ingin di sini lebih lama lagi?." tanya Dewo Karena ia teringat perkataan Dhanu beberapa hari yang lalu.
" Aku tak bilang untuk tidak kembali lagi bukan?, jadi setelah urusan selesai kita akan kembali lagi ke sini Dewo." ujar Dhanu.
"Hah?!, apa itu tidak terlalu bahaya Tuan muda, karena perjalanan menuju ke kota sangat jauh, jadi bila pagi ini kita berangkat baru jam 2 siang nanti baru sampai, nggak mungkinkan kita langsung melakukan perjalanan pulang, kemarin malam saja kita hampir mendapatkan bahaya, jadi saya rasa sebaiknya besok pagi saja lagi kita kembali kesini lagi Tuan muda." ujar Dewo, mengingatkan bosnya.
"Sudahlah, di sini siapa Bosnya aku apa kamu hah?!, sudah jangan banyak omong cepat lakukan saja!." kata Dhanu yang kemudian ia kembali masuk kedalam rumah Zainal, meninggalkan Dewo yang masih tercengang melihat bosnya.
__ADS_1
"Hah!, susah ya, kalau berbicara dengan orang yang terkena penyakit bucin!, sesuatu yang bahaya tetap akan di anggap indah...haiis, sudahlah ikuti aja maunya, semoga gue nggak akan pernah terkena dengan yang namanya penyakit bucin. bisa-bisa dunia runtuh pun gue anggap hujan bintang lagi, ikh, amit-amit dah." gumam Dewo sambil bergidik, setelah kepergian Dhanu tadi.
Disaat Dewo sedang melihat kepergian Dhanu tiba-tiba."Assalamu'alaikum Akhy?." suara seorang wanita mengejutkan Dewo yang sedang bergumam tadi
"Eh, Wa'alaikumus salam." balas Dewo sedikit tersentak saat melihat seorang wanita cantik yang berada di hadapannya.
"Maaf ya akhy, apakah Salwanya ada?." tanya Wanita itu dengan sopan.
"Eh, kayaknya ada tapi mungkin lagi bersama suaminya." balas Dewo datar.
"Oh, suaminya pulangkah akhy?" tanya Wanita itu lagi.
"Iyaa." jawab Dewo singkat.
"Oh, ya sudah, nanti tolong bilangkan sama Salwa, kalau Zahro mencari ya akhi." kata Wanita yang ternyata adalah Zahro sahabat Dhanu.
"Hmm." balas Dewo hanya berdehem saja, dan tetap memasang wajah datarnya.
" Terima kasih ya akhy, kalau begitu ana pamit dulu Assalamu'alaikum." ujar Zahro, yang kemudian ia langsung berbalik, tanpa menunggu jawaban salam dari Dewo.
"Kenapa wanita itu bergidik?." gumam Dewo yang ternyata ia sedang memperhatikan Zahro pergi.
" Huh!, dasar wanita aneh!, bodo akh, lebih baik gue mempersiapkan mobil saja, karena sebentar lagi pasti tuan muda akan datang." gumamnya lagi yang kemudian ia pun menghampiri mobilnya yang sedang terparkir di depan rumah kyai Zainal.
________
Sementara di sisi lain..
Dhanu yang tadi masuk ke dalam rumah, ternyata ia kembali ke kamarnya, sesampainya di kamar ia seperti mencari sesuatu, yang ternyata tidak ada di kamarnya.
"Kemana Salwa ya?." gumam Dhanu dengan mata yang sedang melihat sekeliling kamarnya. " Apa dia masih di dapur ya?, ya sudah aku cari saja ke dapur." lanjutnya lagi, yang kemudian ia pun kembali keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur, dan benar saja ternyata istrinya sedang berada di dapur yang terlihat sedang mencuci piring.
__ADS_1
"Wawa apakah masih lama nyuci piringnya?." tanya Dhanu, setelah ia berada di dapur.
"Eh, Mas Adhan?, sebentar lagi siap kok mas, ada apa Mas?." tanya Salwah yang masih membersihkan piring-piring bekas mereka sarapan tadi.
"Ada yang ingin akau bicarakan Wawa, bisakah kamu tinggalkan itu sebentar." kata Dhanu lagi.
" Oh, bisa Mas, bentar Wawah cuci tangan dulu." balas Salwah yang kemudian ia membersihkan tangannya dan kemudian ia pun mengikuti langkah suaminya, menuju ke kamar mereka.
Sesampainya di kamar, Dhanu pun langsung duduk di tepi ranjang mereka. " Wawa duduk di sini." kata Dhanu sembari ia menepuk ranjang di sebelahnya meminta Salwah untuk duduk di sebelahnya.
" Iya Mas,." balas Selwah yang kemudian ia pun duduk di samping Dhanu. " Ada apa Mas?." tanya Salwah setelah ia duduk.
"Wawa, Mas mau pergi ke kota lagi ada urusan mendadak, kamu nggak papa ya Mas tinggal di sini dulu?." tanya Dhanu lembut, sembari ia membuka cadar istrinya.
"Kok cepat banget Mas?, kamukan baru datang tadi malam Mas?." tanya Salwah kaget saat mendengar suaminya hendak pergi.
" Maaf Wawa, Mas juga nggak ingin pergi, cuma ini sangat penting, begini saja deh, nanti kalau urusan Mas cepat selesai, mas secepatnya pulang deh, nggak papa ya.?" ujar Dhanu lembut.
"Ya sudah kalau begitu begitu, tapi Mas hati-hati ya di jalan " ujar Salwah lembut.
"Iya sayang, ya sudah Mas langsung berangkat ya, biar Mas cepat pulangnya Ok." kata Dhanu, yang kemudian ia pun memberikan kecupan lembut pada dahinya Salwah.
"Iya Mas Hati-hati ya." balas Salwah
"Iya sayang, ya sudah Mas berangkat ya Assalamu'alaikum Humairahku." pamit Dhanu sambil kembali mengecup kening, Salwah kembali.
"Wa'alaikumus salam Hubby." balas Salwah, membuat Dhanu mengerutkan keningnya saat mendengar kata 'Hubby' dan ia juga nampak menajamkan matanya seperti ia tidak senang saat Salwah menyebutkan Hubby.
"Siapa Hubby?!"
__________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉.
Jangan pelit, untuk memberikan dukungan pada Author oke🙏🥰, so berikan VOTE LIKE DAN KOMENTAR YA, biar Author semangat.😉.