Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
PENGKHIANATAN.


__ADS_3

"Diany?" Dicky begitu kaget hingga matanya membulat besar, dan dengan cepat juga ia mengambil semua pakaiannya yang berserakan di lantai, dan dengan cepat juga ia memakai baju, begitu juga dengan Susi, ia juga mengambil pakaiannya Yang bertaburan di lantai, namun ia terlihat santai tidak seperti Dicky yang terlihat ketakutan.


"Kalian benar-benar sudah seperti binatang!, yang tak punya rasa malu sama sekali!, aku benar-benar jijik melihat kalian berdua!," ujar Diany dengan wajah yang benar-benar di selimuti dengan kemarahan yang teramat sangat. " Dan kamu perempuan j*l*ng apakah kamu tidak punya rasa malu hah?!, atau memang itu sudah menjadi profesi kamu ya yang suka menggoda suami orang hah?!." lanjut Diany yang kini tertuju pada Susi yang terlihat tenang seperti tak memiliki dosa sama sekali membuat Diany semakin geram melihatnya.


"Saya tak pernah menggoda siapapun, dan kami melakukan sama-sama ikhlas, karena saya adalah istrinya Mas Dicky juga." jawab Susi terlihat bangga saat mengatakan bahwa ia adalah istrinya juga.


"Oh iya?, benarkah itu Mas?!. Heh, Mas?, aku kok jadi jijik memanggil kamu Mas, setelah aku mendengar kalau perempuan j*l*ng itu memanggil kamu Mas juga!, jadi mulai saat ini aku tidak akan memanggil kamu Mas tapi Dicky!." Ujar Diany dengan mata yang masih berapi-api. " Sekarang katalah Dicky, apakah benar yang di katakan perempuan j*l*ng itu hah?!" bentak Diany lagi.


"Sayang, dengarkan Mas dulu, kita bisa berbicara baik-baik." bales Dicky sambil ia berjalan perlahan mendekati Diany.


"Jangan panggil aku sayang!, dan kau tetap disana jangan mendekat ke sini, aku jijik berdekatan dengan mu! dan kau cukup menjawab apakah benar yang di katakan dia hah?!" hardik Diany sembari ia berjalan mundur, dengan tatapan di penuhi kebencian melihat Dicky dan Susi.


" Tidak itu tidak benar Diany, Mas gak mungkin menikah lagi pada perempuan manapun hanya kamu istri mas saat ini." sangkal Dicky, membuat mata Susi membulat kaget saat mendengar perkataan Dicky.


"Apa kamu bilang Mas?, bukankah kita sudah menikah selama 10 tahun?, mau sampai kapan lagi kamu menyembunyikan pernikahan ini Mas, ini yang aku mau, kamu jujur pada istri kamu ini Mas." protes Susi, yang kini rasa tenangnya tadi berubah menjadi sedikit panik, setelah ia mendengar perkataan Dicky yang tak mau mengakui pernikahan mereka.


"sudah 10 tahun?, Woow, luar biasa." kata Diany sambil ia bertepuk tangan sembari tersenyum miris pada dirinya yang ternyata ia telah di khianati oleh suaminya selama itu.


"Ya Bahkan kami telah memiliki 2 anak, tidak seperti Anda yang mandul." ujar Susi yang terlihat bangga karena dirinya telah memberikan Dicky 2 orang Anak.


"Oh Benarkah itu Dicky?, Benarkah semua yang dia katakan hah?!" tanya Diany, yang terlihat ia begitu berusaha menahan tangisnya.


"Tidak sayang, semua yang di katakannya bohong, aku tak pernah menikah dengannya, kalau kamu tidak percaya tanyakan padanya apakah dia mempunyai bukti." kata Dicky yang masih menyangkal perkataan Susii. membuat Susi semakin geram melihat Dicky yang tak mau mengakui hubungan mereka.

__ADS_1


"Mas, kenapa kamu seperti ini sih, aku sudah memberikanmu dua orang anak, mereka sudah dewasa, bukankah kamu sangat bangga memiliki mereka, makanya kamu sendiri yang memintaku agar menikah dengan mu, agar anak-anak mau mengakui kamu sebagai Ayah mereka!" tutur Susi yang masih berusaha agar Dicky mau mengakui pernikahan mereka di depan Diany.


"Ooh, jadi kalian punya anak di luar nikah sebelumnya?." pancing Diany, agar Susi mengakui sebenarnya sudah berapa lama ia di khianati oleh suaminya.


"Iya Anak kami yang sulung sudah 25 tahun, dan anak kedua kami sudah 20 tahun, kami berhubungan sudah 26 tahun iyakan Mas." Balas Susi dan ia juga meminta agar Dicky membenarkan perkataannya.


"Diamllah kau Susi!, Aku tak pernah merasa telah berhubungan dengan mu!, kaulah yang selalu menggodaku!" sangkal Dicky yang masih tak mengakui hubungan mereka.


"Mas!, kenapa kamu jadi seperti ini sih?!, bukankah kamu mengatakan akan menjadikan aku istrimu satu-satunya, dan bukankah ini kesempatanmu untuk menceraikannya Mas." ujar Susi yang masih berusaha menyudutkan Dicky agar ia berkata jujur pada Diany.


"Diamlah Kau Susi!, Aku tak pernah berkata seperti itu! sebaiknya kau pergi dari sini sekarang!" usir Dicky membuat Susi kaget.


"Kamu mengusir aku Mas?, demi perempuan mandul ini Hah?!" tanya Susi yang tak mengerti dengan sikap Dicky yang terlihat takut pada Diany. dan ia masih menanti jawaban dari Dicky, namun ia dapatkan malah tamparan keras yang mendarat di pipi Susi.


"Sudah Aku bilang diam!, tapi kau malah mengatakan istriku perempuan Mandul hah?!, sekarang pergi kau dari sini perempuan j*l*ng!." ujar Dicky yang terlihat kesal pada Susi karena perkataannya selalu menyudutkannya di hadapan Diany.


"Mas!, kenapa kamu tega sekali mengatakan aku seperti itu sih?!, ingat mas, tanpa aku kamu tak akan mendapatkan predikat sebagai seorang Ayah, dan bila hari ini kamu mengusir aku, jangan salahkan aku bila anak-anak kita tidak mengakui kamu sebagai ayah mereka, jadi sebelum terlambat cepat putuskan, Siapa yang kamu pilih Mas, aku atau wanita mandul itu?!." ancam Susi yang merasa ia telah memiliki kartu As, jadi dia berpikir Dicky akan memilih dirinya.


"Heh?, Kamu berani mengancam aku?, Apa kamu pikir aku akan takut hm?, dan Apakah kamu masih mengerti dengan bahasa manusia, j*l*Ng!, kalau kamu masih mengerti dengan bahasa manusia, sekarang pergi dari sini!, jangan sampai aku mengusir mu dengan Secara paksa!." kata Dicky dengan tatapan mata yang tajam dan dingin.


Sedangkan Diany yang menonton pertengkaran mereka merasa terpuaskan, hingga ia bertepuk tangan puas, walaupun ia mendapatkan pengkhianatan dari suaminya, namun ia akhirnya tahu, bagi suaminya ternyata anak bukan segalanya, tapi harta lah yang paling ia utamakan, hingga karena harta ia rela tak di akui sebagai seorang Ayah.


" Sudah selesaikah, drama kalian?." tanya Diany yang kini terlihat santai. " Sepertinya kalian pantas mendapatkan piala citra FFI, karena drama kalian sangat luar biasa." lanjut Diany kembali bertepuk tangan, dengan di sertakan gelengan kepala seolah ia sedang takjub.

__ADS_1


"Sayang, apa maksud, aku lagi tidak bermain drama sayang." ujar Dicky tak tahu malu.


"Sudah aku katakan, jangan memanggilku dengan sebutan itu!, aku jijik mendengarnya!" ujar Diany tegas.


"Baiklah, tapi kamu masih percayakan sama aku, kami tidak memiliki hubungan apapun.." kata Dicky yang terlihat ia masih berusaha membuat Diany percaya padanya. Namun perkataannya langsung di potong oleh Diany.


"Cukup Dicky, drama sudah berakhir!, dan Sekarang juga kita bercerai!, dan kalian berdua boleh angkat kaki dari Sini!." tegas Diany, membuat Susi terperangah mendengar perkataan Diany.


Sementara Dicky langsung bersimpuh di depan Diany dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Sayang jangan seperti ini, kamu tidak bisa memutuskan secara mendadak seperti ini sayang, Maafkan Mas karena telah berbuat salah padamu, dan berikan mas kesempatan lagi sayang, Mas Janji tidak akan mengkhianati kamu lagi." ujar Dicky sangat bermohon pada Diany.


Diany bukannya membalas perkataan Dicky ia malah bertepuk tangan seperti memberikan kode, dan tak berapa lama masuklah 4 orang Pria bertubuh besar, membuat Dicky dan Susi kaget.


"Seret mereka keluar dari sini!, dan ingat aku tak ingin melihat wajah mereka di kawasan ini, apakah kalian paham?!" titah Diany terlihat Tegas.


"Baik Bu!." balas keempatnya, lalu mereka langsung menyeret Susi dan Dicky keluar dari ruangan tersebut.


"Sayang jangan lakukan ini!, aku masih mencintaimu sayang." teriak Dicky namun tidak di respon oleh Diany. Dan saat mereka sudah berada di luar ruangan.


__________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😘.

__ADS_1


__ADS_2