
*┈┉━❖❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀❖━┉┈*
"Syukur itu seperti deposito kehidupan. Semakin banyak kita bersyukur, maka semakin banyak kebahagiaan yang akan kita dapat.
So..
Jangan lupa untuk tersenyum dan bersyukur setiap saat ya guys. Agar hari-hari kita In shaa Allah, akan merasakan kebahagian tersendiri.
__Quotes of the day__
*┈┉━━━━━•❖❀🤍❀❖•━━━━━┉┈*
Zahro tersentak kaget, setelah mendengar perkataan dari Salwah, yang menyatakan bahwa dirinya telah resmi menjadi istri Dewo. Pandangan Zahro langsung berpindah ke lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Mendapat tatapan Dari Zahro Dewo langsung berjalan mendekatinya.
"Maafkan saya Nona, karena telah lancang menikahi Anda, tanpa persetujuan Anda. Tapi bila Anda tidak suka saya tidak keberatan bila Anda ingin meminta ce..." ujar Dewo, namun di perkataan terakhir, semua yang ada di sana memotong perkataannya.
"Dewo!" seru Darma dan Iwan secara bersamaan.
"Bang Dewo!" seru Salwah juga.
"Apa yang kamu katakan Nak Dewo? Ingat jangan sesekali pun kamu berkata cerai! Karena itu perkataan itu paling dibenci oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Terkecuali itu sesuatu yang sangat mendesak!" tegur Iwan.
"Iya Nak, kamukan belum mendengar jawaban dari Zahro, jadi sebaiknya kita mendengar jawaban dari Zahro dulu ya" sambung Darma.
"Baiklah Kek, Pak. Maaf dengan perkataan saya tadi" balas Dewo, sambil menundukkan tubuhnya sedikit.
"Baiklah Nak, ya sudah mari kita dengar pendapat Zahro ya," kata Darma lagi, dan langsung di anggukkan kepala oleh Dewo. "Nak Zahro? Apakah kamu keberatan bila Nak Dewo menjadi suami kamu Nak?" tanya Darma yang kali ini tertuju pada Zahro. Dan Zahro membalasnya dengan gelengan kepala yang terlihat masih lemah.
"Apakah gelengan kepala kamu, itu artinya kamu menerima Dewo sebagai suaminya kamu?" tanya Darma lagi, dan masih di balas oleh Zahro dengan isyarat kepala. Namun kali ini ia membalas dengan menganggukan kepalanya terlihat sedikit malu. Melihat isyarat dari Zahro, semua yang disana pun bertahmid.
"Alhamdulillah.." jawab semuanya dengan bersamaan.
__ADS_1
"Kamu sudah melihatnyakan Wo?" tanya Darma, pada Dewo.
"Iya kek Saya melihatnya," balas Dewo, terlihat sekali ada kelegaan dari raut wajahnya. "Terima kasih banyak Nona," lanjutnya lagi pada Zahro, terdengar sangat kaku sekali. Dan sekali lagi Zahro tetap membalasnya dengan anggukan kepala saja.
"Kok Nona sih Bang? Diakan sudah menjadi istri Abang?" protes Salwah, karena mendengar Dewo menyebutkan Nona pada Zahro.
"Tau nih! Panggil my wife kek, sayang kek, atau honey gitu! Banyak Wo panggilan kesayangan untuk istri. Ini kok Nona? Emang dia Nona kamu apa?" timpal Dhanu ikutan protes pada Dewo.
"Maaf Nyonya, Tuan muda, maaf saya belum terbiasa." balas Dewo sambil menundukkan tubuhnya sedikit.
"Huh! Bisa nggak sih kamu bersikap santai Wo! Kamu itu bukan hidup di Korea, Cihna dan Jepang, yang selalu membungkuk memberi hormat! Kamu tinggal di Indonesia Bro! Jadi please deh bersikap biasa saja!" tegur Dhanu yang mulai kesal, melihat kebiasaan Dewo yang begitu kaku dan bersikap formal selalu.
Dewo sedikit kaget dengan pernyataan Dhanu, yang ternyata, dia tidak menyukai sikapnya selama ini. "Eh, maaf Tuan muda, saya..."
"Jangan panggil aku Tuan muda! Sebal gue dengarnya!" potong Dhanu lagi. Membuat Dewo semakin heran melihat sikap Bosnya itu.
"Sabar Mas Adhan, kenapa kamu jadi marah-marah gitu sih sama Bang Dewo?" tegur Salwah karena melihat wajah suaminya yang terlihat begitu kesal dengan Dewo
"Ah, maaf Sayang, habis mas kesal lihat dia gila hormat! Akh sudahlah Ayo kita pulang saja sayang daripada di sini nanti mas tambah kesal." bales Dhanu yang kemudian ia menarik tangan istrinya.
"Wa'alaikumus salam Nak" balas mereka secara serentak dengan tatapan yang terlihat heran melihat sikap dana yang tiba-tiba berubah.
Setelah mendapat jawaban salamnya, Dhanu yang sedang menggandeng tangan istrinya, pun melangkah pergi meninggalkan ruangan Zahro tanpa menoleh lagi. Sedangkan Salwah hanya terdiam pasrah mengikuti langkah suaminya.
"Ya sudah kalau begitu, kamu juga pamit, biar Zahro bisa beristirahat kembali," ujar Darma setelah kepergian Dhanu."Sekali lagi selamat untuk pernikahan kalian berdua. Dan kamu Wo jaga istri kamu ya?" lanjutnya lagi.
"Terima kasih Kek, in shaa Allah saya akan menjaganya" balas Dewo masih bersikap formal.
"Abi juga pamit ya nak, dan Abi titip Zahro ya, jaga dan sayangi dia ya Nak," sambung Iwan juga.
"In shaa Allah Pak" balas Dewo masih terlihat canggung pada Ayah mertuanya. Iwan hanya tersenyum melihat kelakuan anak mantunya itu.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, kami pergi ya Nak, Assalamu'alaikum" pamit mereka semua.
"Wa'alaikumus salam" balas Dewo, dan akhirnya satu persatu, keluar dari ruang rawat Zahro. Dan kini tinggallah mereka berdua saja.
Suasana seketika hening setelah kepergian Darma, Iwan, serta tamu lainnya. Ruangan yang tadi begitu hangat, kini berubah menjadi dingin. Karena melihat sikap canggung dari pasutri yang baru saja di Sahkan. Dan keduanya hanya saling pandang, dengan posisi Dewo, yang masih belum berubah dari posisi berdirinya tadi yang berada di ujung tempat tidur di bagian kaki Zahro.
"A-anu, apakah kamu membutuhkan sesuatu?" tanya Dewo, yang akhirnya ia mengeluarkan suaranya juga.
Zahro tersenyum tipis, melihat wajah Dewo yang terlihat begitu tegang, namun dengan cepat ia menepis senyuman itu karena takut membuat Dewo tersinggung.
"Hmm.. mengapa suamiku seperti robot gitu sih? Tapi lucu deh bikin gemas. Hmm gimana ya sikapnya kalau aku ngomong Ingin kekamar mandi," batin Zahro, yang sepertinya ia ingin menguji suaminya itu.
"I-iya, Ana ingin ke kamar mandi Bang," ujar Zahro, ingin mencairkan suasana kecanggungan itu.
"Eh, kalau begitu saya bantu ya? Kamu pasti masih lemaskan?" kata Dewo yang kemudian ia langsung berjalan menuju kesamping tempat tidurnya Zahro. Dan tanpa menunggu persetujuanku dari Zahro ia langsung menggendong tubuh Zahro, membuat Zahro kaget.
"Aaakh!" pekik Zahro dan ia pun langsung melingkarkan tangannya ke lehernya Dewo dengan spontan. Dan otomatis mata mereka pun saling bertemu. Tuk sesaat Dewo terpaku melihat wajah istrinya yang begitu dekat dengannya.
"Cantik!" ucapnya spontan.
"Apa?"
"Eh, bukan apa-apa! Ya sudah saya antar ke kamar mandi ya" katanya sambil berjalan menuju ke kamar mandi.
"Huh! Jelas-jelas tadi mengatakan cantik! Sekali ditanya lagi bukan apa-apa! Dasar pelit!" umpat Zahro didalam hatinya terlihat kesal.
"Haiiis.. Apa yang terjadi sama gue ya, kenapa Jantungku jadi berdetak kencang? Setiap aku melihat wajahnya, dan apalagi saat melihat wajahnya yang terlihat kesal ini jadi bikin gemas batin Dewo.
_________
Dukung author terus ya guys 🙏😉.
__ADS_1
Jangan lupa juga tinggalkan jejaknya.
Dan Author juga mengucapkan terimakasih bagi kalian yang telah memberikan Hadiah, Like dan VOTEnya sekali lagi terimakasih ya Guys 🙏🥰*.