Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
KARMA.


__ADS_3

Susi dan Dicky di seret oleh ke empat orang suruhan Diany, dan Dicky terus memberontak sambil memanggil manggil nama istrinya namun tidak ada ada respon dari sang istri.


Sementara Susi terlihat heran saat melihat Dicky ikut di seret oleh orang suruhan Diany, hingga saat mereka berada di lift ia pun buka suara.


"Mas mengapa wanita mandul bisa mengusir kamu?, bukankah ini perusahaan kamu Mas?." tanya Susi terlihat penasaran.


"Menurut kamu seperti itu hah?!, ini semua karena kebodohan kamu!!, sekarang aku tersingkir sebelum aku memiliki hak penuh pada perusahaan ini!.'' ujar Dicky yang terlihat sekali ia sangat marah pada Susi.


"Apa kamu bilang Mas, aku bodoh?"


"Iya kamu bodoh, seharusnya saat aku bilang kita tidak memiliki hubungan kamu seharusnya sudah paham itu tapi apa apa kamu selalu menyerocos malah membuka semuanya!, apa itu bukan bodoh hah?!" balas Dicky semakin geram melihat Susi, hingga saat bersamaan pintu lift terbuka, ia langsung pergi meninggalkan Susi yang masih tercengang setelah mendengar perkataan Dicky.


"Eh, Mas tunggu!." teriak Susi sambil berlari mengejar Dicky yang sudah menjauh hingga mendekati pintu lobiy kantornya. "Mas Tunggu aku !" teriaknya lagi hingga ia menjadi pusat perhatian oleh karyawan Dicky yang berada di lobby,


Dan sekali lagi teriakannya tidak di respon oleh Dicky, ia terus melangkah menuju ke perparkiran para petinggi di perusahaannya, sesampainya ia di tempat mobilnya terpakir, dan di saat Dicky hendak membuka pintu mobilnya, tiba-tiba 2 orang pria bertubuh besar menghampirinya.


" Maaf Pak atas perintah ibu Diany, Anda tidak bisa membawa mobil ini Pak." ujar salah satu pria berbadan besar.


"Heh!, apa maksudnya ini mobil saya Kalian enyalah dari Sini!." bentak Dicky terlihat kesal.


"maaf Pak tapi ini perintah dari bos besar di perusahaan ini dan anda tidak bisa membantah perintahnya!." kata salah satu Pria yang lainnya dengan suara nada tegas. dan bahkan ria itu merebut kunci mobil yang dipegang oleh Dicky.


"Sialan kau Diany, sepertinya kau benar-benar ingin menghancurkan aku kau tunggu saja pembalasan ku!." gerutu Dicky sambil menendang mobilnya dengan kesal, dan disaat ia membalikan tubuhnya ternyata dibelakangnya sudah ada Susi yang terlihat kaget karena ia melihat langsung salah satu pria suruh merebut kunci mobil Dicky.


"Ini semua gara-gara Kau!, enyahlah kau dari hadapan ku!." bentak Dicky dengan tatapan yang dingin dan terlihat juga penuh dengan kebencian.


"Maaf Mas, Aku benar-benar tidak tahu kalau ternyata kekayaan mu sebenarnya milik istri kamu, pantas saja kamu masih terus bertahan padanya walaupun kalian tak memiliki anak." ujar Susi yang terlihat di raut wajahnya ada penyesalan yang mendalam.

__ADS_1


"Sudah terlambat jadi aku tak butuh kata maaf dari kau!, maka dari itu enyahlah kau dari hadapanku sekarang cepat!" teriak Dicky. membuat Susi tersentak kaget.


"Mas aku istrimu, masa kamu tega mengusir aku mas." kata Susi yang wajahnya di pasang muka sedih.


"Istri kau bilang!, heh!, oke kalau kau masih mengakui aku suami kamu maka teruslah berusaha untuk merebut kekayaan milik keponakan kamu yang idiot itu, apakah kamu bisa?" ujar Dicky sembari ia senyum licik.


"Tapi bagaimana caranya Mas?." tanya Susi terlihat bingung karena ia sudah pasti saat ini adalah seorang buronan karena telah mencoba membunuh suaminya sendiri.


"Itu urusan kamu! dan Aku tidak mau tahu! pokoknya kalau kamu mau kita masih terus bersama maka rebut lah kekayaan si idiot itu." ujar Dicky yang kemudian ia pun langsung pergi meninggalkan Susi yang masih terlihat kebingungan.


"Huh!, kenapa jadi seperti ini sih!, kenapa aku baru tahu sekarang sih, kalau kekayaan Mas Dicky ternyata milik wanita mandul itu, sekarang aku harus bagaimana?. aku sudah tidak mungkin bisa pulang ke rumah lagi karena ku lihat di sana sudah ada polisi." gumam Susi terlihat bingung dan akhirnya ia melangkah tanpa tujuan.


____________


Sementara di sisi lain..


di sebuah gedung bertuliskan DHIA grup.


Tok..tok..tok..


"Masuk!!" serunya dengan mata masih terfokus pada layar laptopnya.


"Assalamu'alaikum tuan muda." salam seseorang saat pintu telah terbuka.


"Wa'alaikumus salam, ada apa Wo.?" tanya Dhanu saat ia melihat seorang yang baru masuk yang ternyata dia adalah Dewo asistennya Dhanu.


"Saya punya berita yang sangat mengejutkan untuk bahan mudah Apakah anda ingin mendengarnya Tuan muda?." ujar Dewo sembari ia duduk di hadapan Dhanu yang di halangi oleh meja besarnya.

__ADS_1


"Katalah, Apa yang ingin kamu sampaikan padaku?" tanya Dhanu penasaran.


"saya dapat berita dari salah satu anak buah saya kalau ternyata Dicky telah diusir dari perusahaannya oleh istrinya sendiri karena Iya ketahuan berselingkuh oleh istrinya sendiri, ternyata kekayaan yang selama ini ia banggakan ternyata milik istrinya yang bernama Diany " jelas Dewo. membuat Dhanu yang mendengarnya terlihat senang.


"Oh'hoho, ini baru namanya berita yang keren, aku benar-benar jadi penasaran, bagaimana reaksi wajahnya Susi similikiti itu, setelah tahu kebenarannya, bahwa pria yang di sukai ternyata hanyalah seorang benaluh yang numpang tenar di kekayaan orang lain." ujar Dhanu dengan senyum miringnya yang terlihat puas mendengar berita yang baginya sangat luar biasa.


"Anda ingin melihatnya Tuan muda, kebetulan anak saya merekam kejadian itu?." tanya Dewo sopan


"Boleh boleh, Aku benar-benar penasaran melihat tampang Susi similikiti itu!" kata Dhanu masih penasaran.


"Baiklah ini, Anda bisa lihat sendiri Tuan Muda." ujar Dewo sembari ia gerakan benda pipihnya kepada Dhanu.


Dhanu pun langsung mengambil HP yang di sodorkan oleh Dewo dan iapun langsung memutarkan sebuah video di layar pipihnya milik Dewo dan terlihatlah Adegan saat saat Susi dan Dicky di usir, saat ia sedang di perparkiran juga tersorot jelas membuat Dhanu tertawa sedikit terbahak.


"Ouh, Tanteku yang malang, betapa buruknya nasib Tante, harus mengalami hal yang buruk, seperti ini." ujar Dhanu sambil ia menggelengkan kepalanya seolah ia sangat prihatin melihat keadaan sang Tante.


"Itulah yang namanya karma Tuan muda, dia dari awal telah melakukan hal yang jahat pada keluarga anda hanya demi harta tapi lihatlah sekarang ia malah hancur akibat kerakusannya terhadap Harta." tutur Dewo mengingatkan Dhanu sebuah Karma.


"Ya kamu benar sekali Wo, inilah hukuman bagi si rakus itu. Tapi aku masih belum puas sebelum ia masuk penjara." ujar Dhanu dengan tatapan tajam kearah layar HP nya Dewo.


"Anda tenang saja tuan Muda, saya pastikan ia akan masuk penjara tidak akan lama lagi." balas Dewo begitu yakin.


"Baiklah aku percaya padamu, sekarang aku minta kamu, tolong atur pertemuanku pada Bu Diany, sepertinya aku tertarik menjalin kerjasama kepada beliau." kata Dhanu memberikan perintah pada Dewo


"Baik Tuan muda!"


____________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏


Karena Author sangat membutuhkan Dukungan dari para Readers kesayanganku.🙏🥰.


__ADS_2