Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
PERTEMUAN YANG MENGHARUKAN


__ADS_3

༺*༻🤍 Kalam Hadits 🤍༺*༻


"Setiap manusia pernah berbuat salah.


namun yang paling baik dari yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat."


👉( HR. Tirmidzi no. 2499 )👈


༺*༻༺*༻༺*༻🤍༺*༻༺*༻༺*༻


Eriko menatap seorang pria tua di hadapannya itu dengan tatapan kerinduan yang teramat sangat, hingga air mata mengalir begitu saja, sendang lidahnya begitu kelu sehingga begitu sulit untuk mengeluarkan suaranya.


"P..p..pa..pah b..b.be..nar.kah i..ini..pa..pah?" akhirnya Eriko bisa mengeluarkan suaranya walaupun begitu sulit baginya.


Mendengar pertanyaan Eriko Pria tua itu tersenyum lembut lalu ia mengangguk kepalanya seraya berkata, "Iya nak, ini Papa, bagaimana keadaan kamu Nak?" tanya pria tua yang di panggil Papa oleh Eriko yang berati ia adalah Darma Yudhana kakeknya Dhanu.


"Hiks..hiks..hiks..Pa..paaa hiks.." mendengar perkataan Darma, Eriko yang memendam kerinduannya langsung berlari dengan diiringi isakan tangisnya ia langsung memeluk Darma begitu eratnya.


"Hiks..hiks.. Maafin Riko Pah..hiks .hiks.. maafkan Riko..hiks..hiks.." ucapannya di dalam tangisannya.


"Papa sudah memaafkan kamu Nak, Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga Nak, inilah yang Papa tunggu Nak, selamat datang kembali anakku" kata Darma sambil mengelus punggung serta kepala Eriko dengan penuh kasih sayangnya.


"Terima kasih Pah, hiks.." ucap Eriko mempererat pelukannya dengan manja, seakan ia tak ingin terlepas dari pelukan sang Ayah.


"Mau sampai kapan seperti ini Nak?, kamukan sudah tidak kecil lagi Nak, bahkan kamu juga seorang Ayahkan, masa sekarang seperti anak kecil lagi sih?" ujar Darma sedikit meledek Eriko.


"Biarin, inikan salah Papa karena sudah membiarkan Riko memendam rindu sendirian," protes Eriko manja.


"Kata siapa kamu sendiri yang memendamnya sendiri hm?, Papa juga kok Nak, Papa juga rindu kamu, tapi rindu kamu yang dulu, maka itu Papa tidak akan muncul sebelum kamu, benar-benar berubah" ujar Darma dengan senyum lembutnya sambil mengusap air mata yang masih tersisa di pipi anaknya.

__ADS_1


"Berubah?, emang menurut Papa Riko sudah berubah?" tanya Eriko terlihat sedikit bingung dengan perkataan sang Papanya.


"Iya Nak, kamu sudah berubah, dan bahkan sekarang kamu sudah menjadi seseorang yang bertanggung jawab, dan berani mengakui kesalahan kamu, Papa jadi bangga sama kamu Nak" jelas Darma lagi.


"Tidak, jangan katakan itu Pah, Riko malu, Riko tak pantas Papa banggakan karna kenyataannya, kehancuran keluarga kita berasal dari Riko Pah, bahkan Riko sudah melindungi pembunuh Abang Riko sendiri dan Riko juga yakin dia juga yang merencanakan tenggelamnya kapal yang Papa tumpangikan?, karena pada saat itu Riko sempat mendengar telpon Susi yang terlihat senang saat mendengar kapal Papa tenggelam, tapi Riko tidak punya bukti untuk menuduhnya Pah, tapi Papa jangan khawatir Riko sudah memiliki cukup banyak bukti kejahatannya, dan sudah Riko beri pada polisi juga, jadi sekarang Susi sudah menjadi buronan polisi Pah" kata Riko panjang lebar, dan terlihat juga dari raut wajahnya ia amat membenci mantan istrinya itu.


"Bagus, kerja bagus Nak, Papa akan mendukungmu Nak" balas Darma sambil menepuk pundaknya Eriko di saat mereka sedang asyik berbicara, salah satu polisi menghampiri mereka.


"Maaf Pak, sudah waktunya kita pergi" kata polisi tersebut dengan tegas.


"Oh iya pak baiklah, tunggu sebentar saya pamit dulu pada Papa saya" balas Eriko pada polisi tersebut dan setelah itu ia beralih kembali pada Darma, "Pah, maaf ya, Riko tidak bisa menemani Papa, karena Riko harus bertanggung jawab atas perbuatan Riko Pah, jadi Riko mau pamit ya Pah, dan Papa harus jaga kesehatannya agar nanti setelah Riko bebas kita bisa bersama-sama lagi" kata Riko lagi pada Darma sambil ia memeluk kembali tubuh Darma.


"Iya Nak, kamu juga ya dan kamu juga jangan mengkhawatir masalah anak-anak karena Papa pasti akan menjaga mereka" kata Darma yang juga membalas pelukan sang Anaknya, di saat mereka saling berpelukan ternyata ada seseorang memperhatikan mereka dari kejauhan, dan ternyata Darma juga melihatnya, "Dhanu?" gumamnya dan ia pun tersenyum sembari ia melambaikan tangannya dan setelah itu ia merentangkan tangan kanannya berharap agar orang tersebut datang kepelukannya.


Yaa ternyata Dhanu juga ikut menyaksikan pertemuan yang mengharukan antara Ayah dan anak itu, ia terlihat ikut senang setelah melihat keduanya dapat berkumpul kembali, namun ada perasaan sedih juga yang tersirat di hatinya, mungkin itu karena ia jadi teringat pada sang Ayahnya yang telah tiada.


"Sini Nak, mendekatlah kemari" panggil sang kakek lagi, berharap Dhanu ikut bergabung di pelukan mereka, karena tak ingin melihat sang kakek kecewa, akhirnya Dhanu pun bergabung kepelukan antara sang kakek dan Omnya.


"Alhamdulillah, inilah yang kakek inginkan nak, di hari tua kakek, kita semua berkumpul dalam silaturahim penuh dengan kehangatan," ujar Darma yang kemudian ia mencium kepala Dhanu dan setelahnya ia juga mencium kepala Eriko juga.


"Sabar Pah, in syaa Allah, setelah ini kita pasti akan berkumpul lagi tanpa ada yang bisa memisahkan kita lagi" balas Eriko dengan tatapan mata mengarah ke Dhanu yang kebetulan sedang menatap ia juga.


"Iya kek, in syaa Allah keinginan kakek akan segera terlaksana" sambung Dhanu juga yang pandangannya masih kearah Eriko.


"Aamiin" ucap Darma dan Eriko secara bersamaan.


"Ya sudah kalau begitu, Riko pamit untuk jalani hukuman Riko dulu ya Pah," kata Riko sambil melepaskan pelukannya, lalu ia juga meraih tangan Darma serta menciumnya.


"Iya Nak, semoga setelah ini kamu akan menjadi seseorang yang lebih baik lagi, dan ingat jangan pernah mengabaikan pada Sang pemilik kehidupan kamu ya nak, dekatilah Dia, dan memohonlah ampunan padanya, agar ia memudahkanmu dalam segala urusannya kamu nak" ujar Darma memberikan wajang pada Eriko.

__ADS_1


"Iya Pah, in syaa Allah, terima kasih atas nasehatnya " balas Eriko kembali ia memeluk sejenak sang Ayah lalu ia pun beralih ke Dhanu.


"Tolong jaga kakek juga ya Nak" katanya lagi pada Dhanu.


"Iya Om in syaa Allah, in syaa Allah Ardhan akan menjaga kakek dan Ratih," balas Dhanu yang kini wajah sudah tidak lagi seperti saat di ruangan rapat, yang mana Eriko melihat ada kebencian di sana, kini wajah Dhanu sudah terlihat bersahabat.


"Terima kasih banyak Nak" ucap Riko yang kini ia berani memeluk Dhanu, dan di sambut hangat oleh Dhanu.


"Baiklah kalau begitu Om pamit ya, Pah Riko pamit, Assalamu'alaikum" pamit Eriko setelah ia melepaskan pelukannya pada Dhanu.


"Wa'alaikumus salam" jawab Dhanu dan Darma secara bersamaan, Eriko memberi senyuman hangatnya dan setelah itu ia pun kembali mobil polisi yang terparkir di depan lobiy perusahaannya, dan ia juga langsung menaiki mobil polisi tersebut, dan tak berapa lama mobil pun melaju secara perlahan, terlihat juga Eriko melambaikan tangannya pada Dhanu dan Darma saat mobilnya melintasi mereka.


"Kekek ikut Ardhan ya, pulang ke rumah Ardhan kek" pinta Dhanu setelah mobil polisi yang membawa Eriko tidak terlihat lagi.


"Baiklah, kakek akan ikut kamu, kebetulan kakek juga sudah rindu pada cucu mantu kakek" kata Darma sambil mengedipkan sebelah matanya lalu ia pun berlalu menuju ke mobilnya Dhanu yang di sana sudah ada Dewo, melihat tingkah sang kakek Dhanu tercengang.


"Hah?"


____________


TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..


Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.

__ADS_1


__ADS_2