
━━━•⊰❁🤍 Mutiara Hikmah🤍❁⊱•━━━
"Bersangka baiklah pada setiap musibah yang kita arungi, karena hanya Dia saja yang mengetahui rahasia yang tersirat di langit dan bumi"
___sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ___
━━━━━━━━•⊰❁🤍❁⊱•━━━━━━━━
Keesokan harinya.
Pagi harinya nampak Salwah sudah terlihat sangat rapi. Dengan memakai gamis abu-abu berhijab pink, lengkap juga dengan cadarnya yang berwarna senada dengan hijabnya, Ia terlihat sangat cantik.
Membuat Dhanu sedikit tercengang karena tak seperti biasanya. Salwah di pagi hari terlihat rapi dan cantik seperti itu membuat ia menjadi penasaran.
"Sayang kamu cantik sekali, tumben emang mau kemana kamu sayang?" tanya Dhanu sambil melipat tangannya kedada dan tangan kiri ia letakkan di bawah bibirnya.
"Loh.. Mas kok belum siap-siap sih? Kitakan mau jenguk Zahro kerumah sakit Mas" jawab Salwah sedikit kaget karena suaminya masih belum bersiap-siap.
"Eh, inikan masih pagi banget sayang. Nanti saja ya jam-jam sepuluhan gitu" ujar Dhanu, sambil ia berjalan mendekati Salwah dan langsung meraih pinggang Salwah saat ia sudah berada dihadapan istri cantiknya.
"Tapi Mas.. Wawakan penasaran Zahro sudah sadar apa belum? Karenakan dokter bilang kalau dia belum juga sadar. Dia akan mengalami koma Mas" balas Salwah.
"Iya Mas tahu Sayang, tapi masa iya sepagi ini kita perginya sih sayang? Maskan belum sarapan cinta Sayang," kata Dhanu sembari ia membuka cadar istrinya, dan langsung meraih bibir Salwah. Sebelum ia melakukan protes padanya. Karena Dhanu tahu, sudah pasti istrinya akan memprotesnya makanya, sebelum itu terjadi ia sudah mendarat bibirnya terlebih dahulu.
"Ummm?" Salwah ingin protes, namun bibir Dhanu sudah mendominasi bibirnya. Sehingga ia hanya bisa pasrah dan mengikuti permainan suaminya. Dhanu masih terlihat begitu menikmati bibir merah milik istrinya. Sehingga Salwah terlihat kehabisan nafasnya baru Dhanu melepaskan tautan bibirnya.
"Bernafas yang benar Sayang, Mengapa kamu selalu menahan nafasmu sih?"
"Itu salah Mas yang suka sekali menyerang tanpa memberikan aba-aba dulu!" protes Salwah yang terlihat nafasnya masih memburu.
__ADS_1
"Loh.. kok jadi Mas yang disalahin sih sayang? Inikan salah kamu sayang, siapa suruh pagi-pagi kamu sudah menggoda Mas Sayang" tandas Dhanu yang tak ingin di salahkan.
"Huh! Siapa juga yang menggoda Mas!" protes Salwah dengan memasang bibir cemberutnya. "Udah akh, sekarang emas siap-siap sana, Wawa sudah tidak sabar ingin melihat perkembangan kondisi Zahro," lanjut Salwah sambil mendorong pelan tubuh suaminya.
"Hehehe maaf sayang, jangan cemberut gitu dong. Iya ini Mas akan siap-siap deh" balas Dhanu sambil menoel pucuk hidungnya Salwah.
"Ya sudah cepat sana,"
"Iya loh sayang, ini juga mau siap-siap pun" ujar Dhanu sambil ia membenarkan kancing kemeja hitamnya, setelah itu ia mengambil jas hitam juga.
"Loh Mas kok semuanya serba hitam sih?" tanya Salwah terlihat heran.
"Iya sayang, karena setelah mas ngantar kamu ke rumah sakit masakan pergi menghadiri pemakaman tante Susi sayang," jelas Dhanu sambil mengancingkan jasnya.
"Innalilahi wa innailaihi Raji'un. Tante Susi mantan istrinya Om Erikokah Mas?" tanya Salwah yang memang ia belum mengetahuinya.
"Iya Sayang, makanya sebelum ke pemakaman, Mas akan kekantor polisi dulu, untuk memberitahukan Om Riko" jawab Dhanu.
"Oh ya sudah kalau begitu kita pergi sekarang saja Mas" ajak Salwah setelah ia selesai mengingatkan dasi pada suaminya.
Sesampainya di bawah, Dhanu meminta pembantunya membawakan bekal untuk sarapan istrinya, karena ia bermaksud sarapan di dalam mobilnya. Setelah bekal siap, mereka pun langsung keluar rumah dan langsung menuju ke mobilnya yang di sana sudah ada Dewo yang sudah menunggu mereka.
Setelah para majikannya sudah duduk nyaman di dalam mobil, Dewo pun mulai melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit dengan kecepatan sedang.
Tidak membutuhkan waktu yang lama hanya satu jam saja mereka pun sampai di rumah sakit. Setelah mobil terparkir, Dhanu dan Salwah langsung turun, dan langsung memasuki rumah sakit tersebut.
Sesampainya mereka di ruangan Zahro, Dhanu langsung berpamitan pada Salwa, dan kebetulan di sana juga ada Darma, Dhanu juga menitipkan Salwah padanya, setelah itu ia langsung pergi. Kembali ke mobilnya, setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanannya ke kantor polisi. Namun sebelum mereka sampai Dhanu meminta Ridho sebagai pengacaranya untuk datang kesana juga.
Sesampainya di kantor polisi Ridho ternyata sudah sampai disana, lalu Dhanu pun menyampaikan niatnya, dan Ridho langsung mengerti dan ia pun langsung menemui kepala kepolisian yang kebetulan adalah teman Ridho.
*********
Sementara di dalam penjara terlihat Eriko sedang mengikuti program pengajian yang kebetulan di penjara itu, sering mendatangkan ustadz untuk memberikan pencerahan untuk para napi agar mereka bisa bertaubat, ada juga yang melakukan program keterampilan biar saat mereka pulang memiliki kepintaran, masih banyak lagi program yang di adakan di penjara itu. Namun itu semua tergantung dari orangnya karena masih ada juga yang masih bengal.
__ADS_1
Dan disaat Eriko sedang fokus mendengarkan pencerahan tiba-tiba, salah satu petugas memanggilnya. Membuat ia sedikit heran karena biasanya kalau sedang ada program, mereka tidak akan mau menggangu Mereka.
"Bapak memanggil saya?" tanya Eriko saat ia sudah berada di depan salah satu petugas tersebut.
"Iya Pak, karena saya mau menyampaikan kabar baik untuk bapak. Selamat pak! Hari ini Bapak sudah boleh pulang karena hari ini Bapak telah bebas dari hukumannya." ujar petugas tersebut, membuat Eriko kaget mendengarnya.
"Apa Pak? Saya sudah bebas?" tanya Eriko seperti belum percaya dengan pendengarannya.
"Iya Pak benar! Bapak sudah bebas dan sudah boleh pulang sekarang" kata petugas itu mengulangi perkataannya lagi.
"Alhamdulillah ya Allah.. terimakasihku ucapkan padamu ya Rabb" ucap Eriko yang kemudian ia langsung bersujud syukur atas pembebasan Eriko. membuat sang petugas kaget karena ia bersujud hampir mengenai kakinya sehingga dengan cepat ia pun mundur.
Setelah selesai ia bersujud syukur Eriko pun bersiap-siap untuk mengganti bajunya, setelah selesai sang petugas pun mengantar Erika sampai ke gerbang gedung penjara tersebut. Sesampainya di luar penjara Eriko nampak kaget melihat Dhanu yang ternyata ta sudah menunggunya di depan gerbang.
"Dhanu?!" sentaknya kaget.
"Selamat datang kembali Om" ucap Dhanu yang kemudian ia langsung memeluk Om.
"Terima kasih Nak, jadi kamu yang sudah membebaskan Om Nak?" tanya Eriko dengan mata yang terlihat sudah berkaca-kaca.
"Iya Om. Makanya sekarang marilah ikut saya Om" ajak Dhanu.
"Baiklah Nak, Namun sebelumnya Om ucapkan terima kasih banyak ya Nak" ucap Eriko kembali memeluk Dhanu
"Iya Om sama-sama, sekarang mari kita pergi Om" ajak Dhanu lagi, dan Eriko pun balesnya dengan anggukan saja. Setelah itu mereka pun menaiki mobil Dhanu. Mobil kembali jalan setelah semuanya sudah berada didalam. Mobil terus melaju sampai mobil itu memasuki area pemakaman Membuat Eriko heran dan penasaran.
"Mengapa kita kesini nak? Dan siapa yang meninggal Nak?" tanya Eriko penasaran.
"Tante Susi Om," balas Dhanu apa adanya, Membuat Eriko kaget.
"Apaa!"
_________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😉