
❀ೋ๑୨💥Mutiara Alfaqiroh💥୧๑ೋ❀
"Jika kamu ingin menguji karakter seseorang "Hormat dia" jika dia memiliki karakter yang bagus, dia akan lebih menghormati kamu, namun jika dia memiliki karakter buruk, dia akan merasa dirinya yang paling baik dari semuanya"
___Ali bin Abi Thalib___
❀ೋ๑୨୧ೋೋ୨❀୧ೋೋ๑୨୧ೋ❀
Reza terlihat begitu kaget saat mendengar sebuah nama yang di sebut oleh Eriko, dan bahkan ia terlihat begitu tak percaya dengan apa yang sedang ia lihat. Yaa ternyata dua orang pria tampan yang baru saja datang adalah Dhanu dan Dewo, membuat seisi ruangan itu kaget, termasuk Reza dan ternyata Dhanu pernah di ajak ke perusahaan itu di saat ia masih memiliki keterbelakangan mental, makaya sebagai dari mereka pernah melihat Dhanu.
"Apa dia benar-benar Dhanu si anak idiot itu?" gumam Reza, dan bukan hanya Reza yang bergumam seperti itu bahkan para petinggi yang lain bergumam hal yang sama seperti Reza, karena mereka benar-benar tidak percaya akan perubahan yang begitu drastis pada sosok Dhanu.
Gumaman mereka ternyata terdengar oleh Dhanu membuat ia tersenyum tipis, lalu ia pun berjalan menghampiri meja panjang tersebut, lalu ia berdiri di dekat kursi kebesaran milik Eriko.
"Halo semuanya, saya mendengar pertanyaan kalian semua, apakah benar saya Dhanu si idiot yang kalian kenal?" ujar Dhanu dengan memasang wajah datar, "Iya saya Dhanu Ibnu Ardhana, si idiot yang kalian kenal dulu, namun sekarang si idiot ini akan mengambil alih perusahaan milik Ayahnya, jadi saya berharap para petinggi di perusahaan mau membimbing saya selaku orang baru disini" tutur Dhanu lagi membuat mereka yang berada di dalam ruangan rapat tersebut terkesima melihat Dhanu.
Mendengar perkataan Dhanu, Reza seperti tidak senang, "Cih!, percaya diri banget Lo! sebegitu yakinnya Lo berkata, seakan Papi gue sudah menyerahkan perusahaan ini sama Lo hah?" ujar Reza dengan wajah sinisnya.
Dhanu kembali tersenyum tipis, namun masih terlihat berwibawa, "Tentu saja saya yakin, karena faktanya seperti itu bukan dan rapat ini juga diadakan untuk pengalihan perusahaan bukan?" balas Dhanu dengan wajah yang terlihat sangat santai.
"Iya itu benar, rapat ini diadakan untuk pengalihan jabat di perusahaan ini, tapi bukan berarti Lo yang akan terpilih menjadi memimpin perusahaan inikan?" ujar Reza yang terlihat sekali ia sangat tidak menyukai kehadiran Dhanu.
"Heh!, kita lihat saja nanti," balas Dhanu seraya tersenyum sinis pada Reza,
"Apakah sudah bisa di mulai Om Riko?" tanya Dhanu yang kali ini ia berkata pada Eriko.
__ADS_1
"Baiklah Nak, mari kita mulai saja rapatnya dan sebaiknya kamu duduklah dulu," balas Eriko dengan suara lembutnya, "Dan kamu Reza sebaiknya kamu duduklah, karena rapat akan di mulai" titah Eriko pada Reza dengan suara datarnya, perbedaan penuturan membuat Reza terlihat begitu kesal, hingga ia duduk sedikit menyentak.
Setelah semuanya tenang Eriko pun mulai membuka rapatnya, "Baiklah kita mulai rapat direksi ini, seperti yang kalian tahu, rapat ini di adakan memang untuk pengalihan perusahaan, dan kalian juga pasti tahu, kalau perusahaan ini adalah perusahaan Almarhum Abang saya Wiraka Yudha Pratama, yang telah meninggal dan seharusnya Anaknyalah yang meneruskan perusahaan ini, namun karena ada suatu hal yang terjadi pada anaknya waktu itu, maka sayalah yang meneruskannya hingga saat ini," tutur Eriko panjang lebar, dengan wajah yang terlihat sedih saat menyebut nama orang tua Dhanu, hingga perkataannya terhenti sejenak, dan setelah ia menarik nafas dalam-dalam ia pun kembali meneruskan perkataannya.
"Baiklah kita lanjutkan kembali, seperti yang kalian tahu, kini Anak Almarhum Abang saya sudah sembuh, jadi sudah seharusnya saya harus mengembalikan perusahaan ini kepadanya, dan untuk itu saya akan memperkenalkan pada kalian semua pemimpin baru di WYP grup ini, berdirilah Nak," ujar Eriko lagi dan meminta Dhanu untuk berdiri, dan sesuai permintaan Erikok Dhanu pun berdiri.
"Para dewan direksi yang terhormat, saya Eriko Dwi Yudha, akan menyerahkan jabatan saya sebagai Direktur utama di WYP grup ini pada keponakan saya, anak dari Almarhum Abang saya, Wiraka Yudha Pratama, yang bernama Dhanu Ibnu Ardhana, dan hari ini saya nyatakan Dhanu Ibnu Ardhana telah resmi menjadi direktur utama di WYP grup!" ujar Eriko terlihat begitu tegas saat menyatakan pengalihan jabatannya pada Dhanu, membuat para dewan langsung riuh, karena sepertinya di antara mereka ada yang tidak setuju.
Melihat para dewan menjadi riuh, Reza pun tersenyum sinis, dan ia pun mengambil kesempatan itu, "Seperti para dewan banyak yang tidak setuju, dan kenapa Papi mengambil keputusan sendiri sih, lalu apa gunanya kita di kumpul disini Pih?, kalau pada akhirnya Papi sendiri yang mengambil keputusan sendiri hah?" tanya Reza seperti ingin menyudutkan Eriko agar para dewan direksi berani buka suaranya.
"Benarkah kalian tidak setuju?, tapi saya ingatkan saya rasa, saya tidak butuh pendapat kalian semua, dan mengapa saya mengumpulkan kalian itu hanya agar kalian mengetahui siapa pemilik perusahaan WYP grup yang sebenarnya itu saja, dan saya ingatkan sekali lagi, keputusan saya tidak bisa di ganggu gugat lagi dan apabila kalian tidak menyetujuinya, dengan hati ikhlas saya akan membuka lebar pintu ruangan ini dan mempersilahkan kalian untuk meninggalkan perusahaan ini, dengan secara hormat, silakan bila ingin meninggalkan pertama ini" ujar Eriko, dengan suara datarnya, membuat ruangan tersebut menjadi hening seketika.
Melihat semuanya terdiam membuat Reza terlihat tidak senang dan ia langsung menatap sinis pada Dhanu, mendapatkan tatapan yang menyeramkan Dhanu malah tersenyum, dan bahkan ia mengedipkan sebelah matanya pada Reza membuat Reza semakin kesal dan ia pun langsung bangkit dari duduknya, dan pergi begitu saja tanpa berkata apapun.
____
Kembali ke ruangan rapat yang sepertinya telah selesai dan terlihat juga para petinggi di perusahaan itu saling berjabatan tangan pada Dhanu untuk memberikan selamat padanya, dan setelah semuanya telah mengucapkan selamat, mereka pun langsung meninggalkan ruangan rapat itu satu persatu, hingga menyisakan Dhanu, Dewo dan Eriko saja.
Karena ruang sudah sepi, Dhanu bermaksud meninggalkan ruangan rapat tersebut tanpa ingin berbicara pada Eriko, membuat hati Eriko terasa sesak, karena ia masih melihat ada kebencian di mata Dhanu pada dirinya.
"Dhanu tunggu sebentar, bisakah kita bicara sebentar?" pinta Eriko menghentikan langkah Dhanu yang sudah berada di dekat pintu.
"Katakanlah cepat apa yang ingin Om bicarakan, karena waktu saya tidak banyak" balas Dhanu dengan posisi ia masih menghadap pintu tanpa ingin membalikkan tubuhnya, membuat hati Eriko menjadi sedih.
"Sebenci itukah kamu pada om, hingga kamu tak sudi melihat Om nak?" tanya Eriko dengan suara yang kini terdengar bergetar.
__ADS_1
"Tidak usah berbasa-basi Om, katakanlah apa yang ingin Om bicarakan" ujar Dhanu yang masih terlihat enggan menolehkan wajahnya kepada Eriko.
"Baiklah kalau begitu, om paham Nak, om hanya ingin mengucapkan selamat saja kok, semoga kamu bisa menjadi seorang pemimpin yang amanah di perusahaan ini, dan Om hanya ingin menitipkan Ratih padamu, tolong jaga dia ya Nak" pinta Eriko dengan suaranya masih bergetar, setelah mengungkapkan perkataannya ia langsung mengambil benda pipihnya dan kemudian ia seperti menghubungi seseorang, "Kalian masuklah" katanya saat panggilannya tersambung.
Sementara Dhanu masih terdiam di tempatnya berdiri, karena ia berpikir Omnya akan mengatakan sesuatu lagi, namun Om tidak mengeluarkan perkataan apa-apa lagi, Dhanu kembali berjalan kepintu tanpa berkata apa-apa juga laku ia langsung meraih handel pintu dan di saat pintu terbuka, ia sangat terkejut karena di depan pintu ruangan rapat tersebut sudah berdiri beberapa orang dengan memakai seragam polisi.
"Siang pak, maaf kami mengganggu Anda," ujar salah satu polisi sembari ia memberi Hormat pada Dhanu dengan singkat.
"Iya tidak apa-apa pak, tapi ini ada apa ya?" tanya Dhanu yang terlihat penasaran.
"Kami datang kemari untuk menangkap pak Eriko, karena ia sudah mengakui bahwa ia yang telah membunuh keluarga Abangnya" jawab polisi itu lagi dengan suara tegasnya.
"Apa?!"
___________
TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..
Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.
__ADS_1