
◎❅❀❦🌹 MUTIARA ALFAQIROH🌹❦❀❅◎
"Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu"
___Ali Bin AbiThalib Radyhallah Anhu__
❅❀❦◎❅❀❦◎❅❀❦🌹❦❀❅◎❦❀❅◎❦❀❅
"Jadilah pemaaf Mas itu lebih baik, dari pada kita menyimpan dendam." jelas Salwah, membuat Dhanu terdiam sesaat, mendengar penjelasan dari Salwah dan perasaan Aneh yang mengalir di dalam hatinya.
Salwah yang melihat Dhanu yang masih menyembunyikan wajahnya di perutnya, tak memberikan respon, timbullah rasa penasaran didalam benaknya.
"Mas?" panggilnya dengan lembut.
"Hmm?"
"Sebenarnya ada apa Mas?, ceritakanlah pada Wawa siapa tahu itu bisa melegakan hati Mas," kata Salwah sambil membelai rambut Suaminya dengan penuh kasih sayang.
"Wawa, Mas sedih banget, disaat Mas ingin menghukum Om Mas, yang sudah melindungi pembunuh keluarga Mas, dan bahkan ia juga telah mendukung rencana pembunuhan Mas, kini berubah menjadi baik, bahkan ia ingin membawa mas keluar negeri, untuk mengobati Mas, karena ia tidak tahu kalau Mas telah sembuh, jadi sekarang Mas bingung harus berbuat apa padanya Wawa," curhat Dhanu yang tangannya masih melingkar di pinggang Istrinya dengan kepalanya yang ia tempelkan di perut salwah.
Salwah melepaskan tangan Dhanu yang melingkar di pinggangnya, lalu ia pun duduk di samping Dhanu dan Dhanu menggeserkan tubuhnya sedikit, kemudian ia pun meletakkan kepalanya di atas pangkuan Salwah.
Salwah pun tersenyum melihat itu, lalu ia pun kembali membelai rambut Dhanu yang berada di pangkuannya,
"Mas?" sebutnya lembut "Setiap manusia berhak untuk berubah Mas, mungkin dulu ia melakukan kesalahan, karena sebuah sebab, dan sekarang ia telah di berikan hidayah dari Allah, seharusnya Mas senang karena pada akhirnya Om Mas dapat berkesempatan untuk bertaubat Mas, karena Allah sangat suka pada hamba-Nya yang bertaubat, seperti yang di katakan dalam sebuah hadits:
Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al Anshori, pembatu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضِ فَلاَةٍ
“Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.”
(HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747).
"Jadi Mas, harus ikhlas dan sabar yaa in syaa Allah semuanya akan di permudah Mas," jelas Salwah dengan penuh kelembutan.
"Bagaimana, kalau ia melakukan Kembali kejahatannya lagi Wawa?," tanya Dhanu dengan mata sendu menatap Salwah dari pangkuannya sang istri.
Salwah Kembali tersenyum lembut,
"Mas, bila beliau kembali melakukan kejahatannya lagi, Mas cukup bersabar dan waspada saja, dan bahkan bila Om mas menyuruh banyak orang sekalipun untuk membunuh atau menyerang Mas. Mas jangan khawatir karena pertolongan Allah akan datang, itu sudah janji Allah untuk para hamba-Nya yang sabar dan itu di jelaskan
di surah Ali Imran Ayat 125 :
__ADS_1
بَلَىٰ ۚ إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ
"Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda," (QS. Ali Imran [3]: 125).
"Apakah Mas tahu keistimewaan orang yang sabar?" tanya Salwah lembut, dengan tangan yang tak pernah berhenti membelai rambut Suaminya dengan kelembutan.
"Mas, tidak tahu Wawa" jawab Dhanu lirih.
"Mas, banyak banget keistimewaan untuk orang yang bersabar Mas, dan itu adalah janji Allah di dalam Al-Qur'an seperti di surah Al-Furqan Ayat 75 :
اُولٰۤىِٕكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوْا وَيُلَقَّوْنَ فِيْهَا تَحِيَّةً وَّسَلٰمًا ۙ
"Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam,"
(QS. Al-Furqan [25]: 75).
Di QS. Hud ayat 11:
اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ
Artinya: "Kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar,"
(QS. Hud [11]: 11).
وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ
"Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'," (QS. Al-Baqarah [2]: 45).
"Maa syaa Allah bangetkan Mas?, itu masih sebagian saja janji Allah yang terdapat di Al-Qur'an, tapi bila di telusuri lagi masih banyak lagi Mas, jadi Mas tak akan rugi untuk bersabar dan mengikhlaskan apapun yang telah dilakukan Om Mas, dan mas juga harus Ikhlas melakukan sesuatu apapun semata-mata hanya karena Allah SWT." jelas Salwah panjang lebar, membuat hati Dhanu begitu tenang.
"Terima kasih ya sayang, kini hati Mas, begitu tenang dan sejuk, setelah mendapatkan pencerahan dari kamu." ujar Dhanu sambil tersenyum lembut dan terlihat juga kini terpancar di matanya bahwa sudah ada keikhlasan di dalam dirinya.
"Alhamdulillah, sekarang Mas, mandi ya biar segar, karena sebentar lagi akan memasuki waktu Maghrib," balas Salwah lembut.
"Cium dulu baru deh, mas akan mandi" pinta Dhanu terlihat manja.
Salwah tersenyum lembut mendengar permintaan suaminya, "Baiklah Mas," balas Salwah yang kemudian ia pun memberikan kecupan lembut pada dahi semuanya, kemudian berpindah ke kedua matanya, turun ke pucuk hidungnya yang mancung berpindah ke kedua pipinya, dan terakhir ia juga memberikan kecupan singkat ke bibirnya yang terlihat merah, "Alhamdulillah sudah Mas, sekarang mandi yaa," katanya lagi setelah ia mengabulkan permintaan suaminya itu.
"Terima kasih sayang ya sudah Mas mandi dulu yaa," kata Dhanu yang kemudian ia mengangkat kepalanya dari pangkuan Salwah.
"Iya Mas," setelah mendapatkan balasan dari Istrinya ia berdiri dari duduknya dan sebelum Ia pergi ke kamar dia menyempatkan diri untuk mengecup dahi istrinya dengan penuh kelembutan, setelah itu ia pun melangkah menuju ke kamar mandi.
Sementara Salwah menyiapkan baju Koko dan sebuah sarung untuk di pakai sholat oleh suaminya, dan tak berapa lama Dhanu Kembali lagi dengan memakai handuk kimononya.
__ADS_1
"Mas sudah selesai mandinya?" tanya Salwah setelah melihat suaminya keluar dari kamar mandi,
"Sudah sayang,"
"Alhamdulillah, ya sudah, ini baju Koko dan sarungnya Mas, " ujar Salwah sambil menyerahkan baju dan sarung pada Dhanu.
"Terima kasih sayang," balas Dhanu yang kemudian ia menyambut pakaian yang baru di serahkan oleh Salwah.
"Oh iya, Mas sepertinya di tunggu Jaddun, ia mau ngajak Mas mesjid barang katanya," ujar Salwah, yang tadi ia sempat keluar, karena saat suaminya pulang ia belum sempat membikinkan minuman untuknya, makanya saat, Dhanu masuk kamar mandi ia menyempatkan diri bikin minuman baru setelah itu ia menyediakan pakaian untuk sang suami.
"Oh iyakah?" tanyanya sambil ia memakai bajunya, serta memakaikan sarungnya juga.
"Iya Mas"
"Oh, yaa sudah kalau begitu Mas ke mesjid dulu ya sayang," kata Dhanu sambil mengecup kening Salwah.
"Iya Mas, hati-hati ya"
"Iya Wawa, Mas pergi ya Assalamu'alaikum?"
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh," setelah mendapatkan jawaban dari sang istri, Dhanu pun melangkah pergi meninggalkan kamarnya menuju ke rumah Rabb nya,
Sedangkan, Salwah melakukan kewajibannya cukup di dalam kamarnya saja karena ia mengikuti perkataan di dalam sebuah hadits yaitu
Rasulullah ﷺ bersabda:
" Sebaik-baiknya mesjid bagi kaum wanita adalah rumah-rumah mereka (bilik mereka)"
(HR. Ahmad).
Maka setelah ia berwudhu ia pun langsung melaksanakan kewajibannya terhadap Rabb nya.
_________
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..
Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.
__ADS_1