Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
PENGALIHAN JABATAN.


__ADS_3

❁❁❁❁🌹 Mutiara Alfaqirah🌹❁❁❁❁


" Kunci Utama dalam mengahadapi suatu cobaan adalah sabar, ikhtiar dan tawakal. Karena Allah tidak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya melebihi batas Kemampuan Mereka"


___"Ali Bin Abi Thalib"___


ββ”β€’βŠ°ββββŠ±β€’β”β€’βŠ°βπŸŒΉββŠ±β€’β”β€’βŠ°ββββŠ±β€’β”β


Di perusahaan WYP grup.


Semenjak mendengar akan diadakan rapat dewan direksi dan apalagi setelah mendengar akan ada pengalihan jabatan, membuat gedung bertingkat itu terlihat riuh, karena rasa penasaran para karyawannya, mereka bertanya-tanya satu sama lainnya tentang siapa yang akan menjadi pemimpin mereka selanjutnya.


"Wina, benar ya, pak Eriko mau di gantikan?" tanya seorang wanita muda yang terlihat penasaran.


"Lah kok tanya saya sih?, maaf ya Fitri, saya juga tidak tahu" jawaban wanita cantik yang tadi di panggil Wina.


"Kok nggak tahu sih, kamukan sekertarisnya pak Riko" kata Wanita yang di panggil Fitri itu.


"Iya tapikan beberapa hari ini pak Riko tidak masuk, dan beberapa hari inikan pak Reza yang menggantikan pak Riko" jelas Wina.


"Iya juga ya?, oh ya Win, menurut kamu siapa yang akan menjadi pengganti pak Riko?" tanya Fitri yang terlihat masih penasaran.


"Kalau menurut saya sih anaknyalah, siapa lagi coba kalau bukan anaknya" jawab Wina terlihat begitu yakin.


"Hmm.. iya juga sih, tapi kalau itu benaran kamu dong yang enak, secara akan selalu bertemu dengan pak Reza yang aduhai ganteng itu" kata Fitri terlihat iri pada Wina yang berprofesi sebagai sekretaris.


"Ah, enak apanya?, saya malah senangan sama pak Eriko, walaupun tegas, tapi dia nggak pernah semaunya saja pada pekerjanya berbeda dengan pak Reza yang semaunya saja pegang orang sembarang" balas Wina yang terlihat ada kekesalan pada wajahnya Wina.


"Eh, emang pak Reza seperti itu ya orangnya?" Fitri semakin penasaran setelah melihat ekspresi wajah Wina.


"Ah nggak tahu saya Fit, yang jelas kalau pak Reza yang jadi pengganti pak Riko, saya akan langsung mengudurkan diri!." ujar Wina dengan wajah yang terlihat sangat marah.


"Siapa yang akan mengudurkan diri?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul dari sebuah lift membuat para wanita yang sedang mengobrol, seketika menoleh dan langsung tersentak kaget.


"Pa..pak Riko?" sentak keduanya.


"Kenapa diam,?, bukankah tadi kalian begitu asik berbicara?, apakah masih kurang pekerjaan untuk kalian?" tanya Pria yang baru saja muncul, dengan nada datarnya dan ternyata pria itu adalah Eriko pemimpin utama di perusahaan WYP grup tersebut.

__ADS_1


"Ma.. maaf pa.pak, kalau begitu saya permisi untuk kembali bekerja" ujar Fitri yang kemudian ia langsung pergi meninggalkan Wina begitu saja, tinggallah Wina dan Eriko di sana.


"Wina ikut saya ke dalam" titah Eriko, setelah Fitri pergi, setelah memberikan perintah Eriko langsung berjalan memasuki ruangannya.


"Baik pak" balas Wina sembari ia mengikuti langkah Eriko, dan terlihat juga kalau ia sedikit tegang karena takut.


sampainya di dalam ruangan Eriko langsung duduk di kursi kebesarannya, sementara Wina hanya berdiri di depan meja kerja Eriko dengan wajahnya yang tertunduk sembari ia meremasin jemarinya, terlihat sekali ia sedang takut.


"Duduklah Wina" titah Eriko dengan wajah yang terlihat datar.


"I.iya pak" dengan rasa gugupnya Wina berjalan menuju sebuah kursi yang berada di depan Eriko dengan di halangi sebuah meja kerja Eriko dan dengan wajahnya masih tertunduk Wina langsung duduk.


"Sekarang ceritakan apa yang terjadi saat aku tidak ada? dan apa yang sudah dilakukan oleh anak saya hingga kamu ingin mengundurkan diri?" tanya Eriko terlihat penasaran.


"A.anu p.pak, sa..saya ti..tidak berani p.pak" balas Wina gagap, terlihat jelas tubuhnya yang bergetar karena ia sangat ketakutan.


"Baiklah saya paham, ya sudah tidak usah kamu katakan, karena pasti saya aku tahu juga!, sekarang sebaiknya kamu mempersiapkan segalanya karena sebentar lagi rapat direksi akan segera di mulai" ujar Eriko masih dengan wajah datarnya.


"Ba.baik pak, ka.kalau begitu saya permisi" kata Wina yang masih gagap dan dengan cepat ia bangkit dari duduknya tanpa berani menatap wajah Eriko, dan dengan cepat juga ia langsung bergegas pergi meninggalkan Eriko yang masih terlihat penasaran.


"Hmm apa yang sudah di lakukan oleh anak haram itu? aku yakin pasti telah terjadi sesuatu di ruangan ini, hmm oh iya akukan sudah memasang sudah memasang Cctv yang tersembunyi di ruangan ini... sebaiknya aku lihat saja," batin Eriko, yang kemudian ia pun membuka laptopnya dan tak berapa lama rahangnya mengeras, dan tatapan matanya terlihat sangat marah.


Tok..tok..tok...


"Masuk!" seru Eriko dengan lantang, dan tak berapa lama pintu terbuka, ternyata Wina yang kembali datang.


"Pe..permisi pak, ruang rapat sudah di penuhi dengan direksi dan mereka sedang menunggu bapak saja" ujar Wina dengan wajah yang masih terlihat sedikit takut pada Eriko.


"Baiklah, saya akan segera kesana" kata Eriko sambil ia bangkit dari kursi kebesarannya dan kemudian ia langsung melangkah menuju pintu dan di saat ia sudah dekat dengan Wina ia pun menghentikan langkahnya seraya berkata.


"Wina, saya tahu kamu pasti membenci saya, karena kelakuan anak saya, tapi kamu tidak perlu khawatir saya pasti akan meminta dia untuk bertanggung jawab pada kamu," ujar Eriko, yang kemudian ia kembali berjalan dan meninggalkan Wina yang masih tercengang karena mendengar perkataan Eriko.


"Eh..Apa maksud dengan perkataan Pak Eriko ya?, apa jangan-jangan ia sudah tahu, kalau aku sudah di lecehkan oleh anaknya?" _batin Wina yang tatapannya masih memandang punggung Eriko yang masih berjalan menuju ke ruang rapat, hingga ia menghilang di sebuah pintu.


_____


Sementara itu di rungan rapat.

__ADS_1


"Selamat siang semuanya?" sapa Eriko pada beberapa orang yang sedang duduk mengelilingi sebuah meja panjang di dalam ruang rapat tersebut,


"Siang juga pak Riko" balas mereka yang ada di ruangan tersebut dengan serentak,


"Sebelum rapat di mulai, sebaiknya kita menunggu seseorang terlebih dahulu, karena rapat ini sangat bersangkutan pada orang tersebut" ujar Eriko yang kini ia telah duduk di kursi kebesarannya, yaitu kursi utama pemimpin rapat.


"Pih, bukankah para petinggi sudah hadir, siapa lagi yang akan kita tunggu?" tanya seorang pria muda yang duduk tidak jauh dari Eriko.


"Nanti juga kamu akan tahu sendiri Reza" balas Eriko dengan memasang wajah datarnya pada pria muda itu yang ternyata dia adalah Reza.


"Apakah dia orang yang sangat penting, hingga kita semua harus menunggunya?" tanya Reza yang terlihat tidak sabar, karena setaunya rapat ini di adakan untuk pengalihan jabatan, dan ia juga berpikir bahwa dialah yang akan menggantikan Ayahnya sebagai direktur utama.


"Tentu saja dia sangat penting, karena dialah yang akan menjadi penggantiku" jawab Eriko begitu santai membuat Reza serta para yang hadir kaget mendengar perkataan Eriko.


"Apa maksudnya Papi?.. Mengapa orang lain yang akan menggantikan Papi?, kenapa bukan Reza Pih?" tanya Reza terlihat tidak senang mendengar jawaban sang Ayah.


"Karena kamu memang tidak pantas menjadi seorang pemimpin!" tegas Eriko, membuat Reza sedikit terpukul dengan perkataan Eriko, ia benar-benar tidak menyangka kalau Ayah yang ia sayangi dari pada ibunya, terlihat tidak menyukai dirinya, hingga ia rela memberikan jabatannya pada orang lain.


"Oh, begitukah menurut Papi, heh!, lalu siapa yang pantas jadi pemimpin di perusahaan ini?" tanya Reza yang kali ini ia memasang wajah datarnya dan di saat bersamaan terdengar suara ketukan pintu dari luar, membuat semua orang yang berada di ruang rapat tersebut langsung menoleh kearah pintu.


Tok..tok..tok..


"Masuk!" seru Eriko, dan tak berapa lama muncullah dua orang pria tampan dengan memakai jas hitam terlihat berkarisma membuat seisi di ruangan tersebut terkesima melihatnya.


"Maaf semuanya saya terlambat" ujar salah satu pria yang baru saja masuk.


"Dhanu?, tidak nak kamu tidak terlambat, mari silahkan duduk" balas Eriko yang kemudian ia langsung menghampiri Dhanu.


"Apa?, Dhanu?!"


__________


TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,πŸ™πŸ˜‡


Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.


dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.

__ADS_1


"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..


Jadi jangan lupa ya guys πŸ™πŸ˜‰ Syukron 😊.


__ADS_2