
━━•⊰❁🌸 Mutiara Hikmah 🌸❁⊱•━━
"Jika Allah bisa merubah siang menjadi malam, maka yakinlah bahwa Allah juga bisa merubah sesorang pendosa menjadi alih syurga."
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
━━━━━━━━•⊰❁🌸❁⊱•━━━━━━━━
Dua hari kemudian..
Sesuai dengan perkataan Dhanu, begitu Dokter menyatakan Salwah telah di izinkan pulang, Ia pun langsung menjadwalkan keberangkatan mereka untuk kembali ke tanah air. Dan saat ini mereka sudah beberapa jam juga berada di dalam jet pribadi milik Darma kembali, dengan tujuan kembali ke tanah air.
"Sayang bangunlah, sebentar lagi kita akan sampai, loh," ujar Dhanu sambil mengelus pipi istrinya.
Ya sejak Salwah di nyatakan hamil, Salwah jadi sering banyak tidur, membuat Dhanu jadi sering kesepian, karena tak ada teman ngobrolnya lagi. Awalnya Dhanu terlihat tidak senang, namun setelah ia membaca artikel tentang wanita yang sedang mengalami ngidam memang suka berubah-ubah sikap, membuat akhirnya Dhanu memaklumi kebiasaan baru sang istrinya.
Salwah menggeliat tatkala tidurnya di usik oleh suaminya, "Huum..Lima menit lagi yang Mas" balasnya terdengar manja, dengan suara serak ciri khas orang bangun tidur.
"Tapi sayang, Mas takut saat hendak turun, tubuh kamu bisa lemah kalau mendadak bangun sayang, ayolah Humairahku, bangunnya dua puluh menit lagi kita akan mendarat loh" rayu Dhanu yang masih berusaha membangunkan istrinya.
"Hmm iya iya, Wawa bangun Mas," kata Salwah yang terlihat ia berusaha bangkit dari tidurnya dan langsung duduk, namun matanya masih terpejam dengan bibirnya yang merah itu, Ia majukan kedepan.
Dhanu tersenyum lucu melihat istrinya yang seperti itu, apa lagi saat melihat bibinya ia pun menjadi gemas, "Hihihi..kamu lucu banget sih Wawa, Mas jadi gemes nih sama kamu," katanya yang kemudian ia langsung meraih bibir manyun milik istrinya itu, membuat mata Salwah yang tadi terpejam langsung terbuka lebar.
Dhanu kembali tersenyum melihat mata Salwa yang membulat terlihat lucu di matanya, "Alhamdulillah, akhirnya melek juga mata kamu sayang" ucapnya sembari ia mengedipkan sebelah matanya, membuat mata seluas kembali membesar.
"Iiikh.. Mas Adan! usil banget sih, sakit tau!" tegur Salwah terlihat kesal, sembari ia mengusap bibirnya, karena ternyata saat Dhanu meraih bibirnya, Ia bukan memberikan kecupan pada bibirnya, melainkan ia malah menggigit pelan pada bibir Salwah yang tadi sempat maju kedepan membuat Dhanu gemas, makanya ia merasa rugi bila hanya di pandangi saja.
Dhanu tertentu lepas melihat wajah istrinya yang terlihat sedang kesal, "Hahaha.. itu bukan salah Mas Sayang, itu salah kamu sendiri, kenapa kamu memajukan bibir kamu, kan Mas jadi gemes Sayang," katanya yang sepertinya tidak mau disalahkan.
__ADS_1
"Huh!, nggak lucu tau Mas!" Salwah langsung bangkit dari tempat tidurnya, dengan wajah masih terlihat marah, dan langsung pergi meninggalkan Dhanu yang masih terduduk di tepi ranjang tadi.
"Ay.. Wawa merajukkah?" tanya Dhanu yang akhirnya ikut bangkit dari duduknya, dan mengikuti istrinya menuju kekabin tempat bersantai.
"Nggak tahu!" ketus Salwa.
"Ay.. nggak biasanya Wawa begini loh, maafin Mas ya, Mas tadi cuma bercanda kok Sayang" ujar Dhanu sambil merapatkan duduknya di samping Salwah.
"Iya Wawa maafin tapi awas kayak gitu lagi ya, maka Wawa nggak mau dekat-dekat sama Mas Adan!" ancam Salwah masih dengan wajah yang terlihat belum bersahabat.
"Iya Sayang, tapi kalau di cium bolehkan Sayang?" tanya Dhanu dengan memasang wajah polosnya. Membuat Salwah tak tahan menahan senyumanya, karena bagi Salwah bila Dhanu memasang wajah polos, ia terlihat lucu di mata Salwah.
"Iya boleh.." Baru habis mengatakan boleh, bibir Dhanu sudah langsung mendarat di bibirnya Salwah, membuat mata Salwah membulat kaget, karena ia mendapatkan serangan secara mendadak.
"Iiikh, Mas Adhan, baru bilang boleh udah langsung nyosor sih!" protes Salwah, setelah tautan bibir mereka terlepaskan.
"Hehehe.. kan Sayangnya sudah izin tadi, ya Mas nggak mau nunda-nunda lagilah sayang" balas Dhanu sambil cengengesan.
"Ayo sayang kita turun" ajak Dhanu sambil menggandeng tangan istrinya.
"Iya Mas" Dan akhirnya keduanya berjalan saling bergandengan menuju pintu keluar jet pribadi milik Darma,
Disaat Dhanu dan Salwah sudah berada di bawah, ternyata Dewo sudah berada di sana menunggu kedatangan mereka.
"Selamat datang kembali di tanah air Tuan muda, Nyonya Muda," sambut Dewo dengan sopan pada kedua majikannya.
"Terima kasih Wo, bagaimana kabar kamu Wo?" tanya Dhanu sambil tersenyum senang karena sebenarnya ia juga sudah sangat rindu dengan Asisten dinginnya itu.
Melihat sang Bos tersenyum padanya, membuat Dewo tercengang, ia merasa heran, karena setahunya semenjak Bosnya sembuh, ia jarang sekali memberikan senyuman pada siapapun terkecuali pada Salwah dan keluarganya.
__ADS_1
"Mengapa kamu jadi tercengang begitu Wo? bukan menjawab pertanyaanku?" tanya Dhanu karena pertanyaannya tadi tidak di balas oleh Dewo.
"Eh, maaf Tuan Muda, keadaan saya Alhamdulillah baik Tuan" balas Dewo dengan sopan.
"Alhamdulillah, senang mendengarnya ayo kita pulang sekarang" ajak Dhanu yang masih menggandeng tangan istrinya.
"Baik Tuan Muda."
Dewo langsung membuka pintu mobil bagian belakangnya, dan mempersilahkan kedua majikannya untuk masuk, setelah itu ia pun ikutan masuk dan duduk di belakang kemudinya. Setelah kedua majikannya terlihat nyaman duduknya, Dewo pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di dalam perjalanan mereka.
"Wo, kita ketempat kakek dulu ya?" pinta Dhanu dengan suara lembutnya, membuat Dewo sekali lagi merasa heran.
"Baiklah Tuan Muda" jawab Dewo sambil melirik Bosnya lewat kaca spion tengah mobil "Sebenarnya apa telah terjadi pada Tuan muda di sana? Mengapa Tuan muda jadi berbeda ya?" batin Dewo yang sesekali masih melirik Bosnya.
"Ada Wo? kenapa kamu jadi sering melirik ke saya begitu?" tanya Dhanu yang ternyata ia mengetahui kalau Dewo diam-diam mencuri pandang ke arahnya.
"Eh, tidak ada apa-apa Tuan Muda" balas Dewo terlihat gugup.
Dan disaat Dhanu hendak bertanya lagi ternyata, Mobil mereka sudah memasuki gerbang Rumah orang tua Dhanu yang saat ini di tempati oleh Kakek dan anak-anaknya Eriko.
"Kita sudah sampai Tuan Muda" kata Dewo terlihat lega, karena ia tahu kalau Bosnya masih penasaran padanya. Dewo langsung turun, lalu dengan cepat ia membukakan pintu mobil untuk kedua majikannya.
"Terima kasih Wo" ucap Dhanu.
"Sama-sama Tuan Muda" balas Dewo terlihat masih heran, akan perubahan dari Bosnya.
Setelah Dhanu dan Salwa turun, mereka langsung berjalan menuju pintu masuk Rumah yang kini di tempati kakek Darma. Dan disaat mereka hendak memasuki rumah tersebut, tiba-tiba dari arah dalam muncul seorang pria muda membuat Dhanu dan Salwah kaget karena hampir saja mereka bertabrakan.
"Astaghfirullah!"
__ADS_1
_________
Terasa sepi di novel ini, sesepi hati Author yang semakin hari semakin tidak bersemangat 🤧🤧 Mungkin cerita Author sudah tidak menarik lagi kali yaa🥺😔