Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
UMPAN SUDAH TERPANCING.


__ADS_3

"Siapa Hubby?!" tanya Dhanu dengan wajah yang terlihat tidak menyenangkan..


Mendengar pertanyaan dari suaminya dan apalagi melihat wajah suaminya yang terlihat sedang marah Salwa pun tersenyum lembut.


" Hubby, bukan siapa-siapa itu hanya panggilan Mas, panggilan dalam bahasa Arab, hubby itu berasal dari kata habba – yuhibbu حَبَ- يحِبَ artinya mencintai / menyukai menjadi hubban atau akta keterangan maka apabila ditambahkan dengan kata Yaa itu berarti kepemilikan, maka arti kata dari hubby itu orang yang ku cintai, begitulah artinya Mas." jelas Salwah lembut, " Emang Mas Nggak suka ya di panggil Hubby?." tanya Salwah lagi.


"Eh, suka-suka Mas suka Kamu memanggil Hubby, kepada Mas, artinya kamu mencintai Mas kan?" tanya Dhanu yang kini wajahnya telah berubah, menjadi senang.


Salwa tersipu malu saat suaminya memberikan pertanyaan kepadanya " menurut Mas Adhan bagaimana?." tanya Salwah balik.


"Yaa menurut Mas kamu cintalah sama emas, buktinya tadi kamu sebut mas Hubby yee.." kata Dhanu dengan mata yang berbinar.


Salwah kembali tersenyum saat melihat wajah suaminya, yaa, terkadang suaminya itu walaupun telah sembuh namun terkadang sifat kanak-kanaknya masih sering muncul, mungkin karena ia telah terbiasa saat ia memiliki keterbelakangan mental.


"Kok malah tersenyum sih, kamu nggak Cinta ya sama Mas?.." tanya Dhanu, yang kini wajahnya berubah kembali menjadi datar.


"Iya dong Mas, Wawa cinta, kan mas sudah menjadi kekasih halal Wawa." jawab Salwah, membuat wajah Dhanu kembali bersemangat.


" Alhamdulillah, terima kasih ya sayang, Mas juga sangat mencintai kamu." ujar Dhanu yang kemudian ia pun memeluk Salwah dan juga memberikan kecupan lembut pada dahinya.


"Humm, Wawa, aku jadi tidak ingin pergi, maunya sama kamu terus." kata Dhanu sedikit manja.


"Eh, tapi katanya ada tugas penting, kalau Mas nggak pergi nanti bakalan Ada Yang kecewa loh Mas." kata Salwah lagi.


" Iya juga sih, ya sudah kalau begitu mas pergi sekarang ya agar secepatnya Mas ketemu kamu lagi." kata Dhanu sambil ia melepaskan pelukannya pada Salwa.

__ADS_1


" Iya Mas ,kamu hati-hati ya, di jalan." balas Salwah.


" Iya Humairahku, ya sudah Mas pamit lagi ya, Assalamu'alaikum." pamit Dhanu.


" Iya Hubby Wa'alaikumus salam." jawab Salwah membuat Dhanu terlihat senang saat mendengar kata Hubby dari mulut Salwa.


"Dadah Humairahku." kata Dhanu, Kembali Dhanu seperti anak kecil lagi


"Dadah Hubby." setelah melihat istrinya membalas lambaian tangannya Dhanu pun bergegas keluar dari kamarnya dan menuju ke pintu keluar, yang ternyata di teras rumah sudah ada Kyai Zainal yang sedang duduk di sana, setelah setelah memberi penjelasan pada Kyai Zainal, Dhanu pun berpamitan pada sang kakek Salwa, dan setelah itu ia pun masuk kedalam mobilnya, Yang ternyata di dalamnya sudah ada dewo yang duduk di belakang kemudinya, dan setelah dirasa bosnya sudah duduk dengan nyaman dewo pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah Kyai Zainal.


4 jam sudah mereka melakukan perjalanan kembali ke kota, dan kini mobil mereka telah memasuki gedung berlantaikan 7, Dhanu yang tadi sempat berganti pakaian dahulu, kini sudah terlihat seperti seorang bos besar. setelah mobil sudah terparkir dengan sempurna Dhanu pun langsung turun dan di ikuti oleh Dewo, yang terlihat juga ia telah merubah tampilannya bila sedang berada di perusahaan Dhanu, agar antek Susi dan Diky tidak curiga kepada mereka.


Mereka berjalan terlihat penuh wibawa dan saat mereka memasuki ruangan pertemuan, Dhanu kaget melihat seseorang yang ia kenali.


"Reza?, hmm sepertinya permainan semakin seru Nih,."_ batin Dhanu sambil ia tersenyum sinis saat melihat Pria yang ia kenali itu, yang ternyata Reza anak Susi dan Dhanu berpura-pura tidak mengenalinya.


" Selamat siang juga, tidak apa-apa pak, mungkin kami yang terlalu cepat datang, karena ingin bertemu langsung dengan pemilik DHIA grup, yang namanya mulai meroket." ujar Salah satu dari mereka.


" Hahaha, Anda bisa saja pak, baiklah karena waktu adalah uang, sebaiknya sekarang kita mulaikan saja rapat kita." ujar Dhanu penuh wibawa, sehingga membuat salah satu pria, memperhatikannya begitu detail. dan akhirnya rapat pun di mulai, dan terlihat juga para klien baru mereka, begitu menyukai cara penyampaian Dhanu, sehingga mereka menyetujui atas kerja sama mereka, Dua jam sudah rapat itu berlangsung hingga akhirnya Dhanu menutup pertemuan mereka, dan satu persatu mereka menyalami Dhanu, hingga giliran Reza pun masuk yang sejak tadi begitu penasaran pada Dhanu.


Dhanu yang merasa dirinya sedang di perhatikan, ia pun tersenyum tipis pada pria tersebut. " Maaf, mengapa anda melihat saya sampai seperti itu ya?, apakah saya telah memiliki hutang pada anda?." tanya Dhanu yang masih berpura-pura tidak mengenal Reza.


" Eh, Maaf pak, saya hanya merasa sepertinya mengenali Anda, tapi saya lupa di Mana, Dan Apakah kita pernah bertemu sebelumnya pak?." tanya Reza yang terlihat penasaran.


" Saya rasa tidak pernah karena saya baru pulang dari luar negeri." ujar Dhanu santai.

__ADS_1


" Oh, maaf kalau begitu, berati saya melihat orang yang berbeda." kata Reza sedikit malu karena merasa telah salah mengenali orang.


" Tidak apa-apa pak, oh iya tadi sepertinya Anda belum memperkenalkan diri Anda beserta perusahaan anda, apakah anda juga ingin bekerjasama dengan perusahaan saya?." tanya Dhanu yang masih memainkan perannya.


"Oh iya saya hampir lupa sebenarnya saya utusan dari WYP grup, berhubung Ayah saya sakit jadi saya mewakilinya, Nama saya Reza Pratama pak " ujar Reza memperkenalkan dirinya pada Dhanu.


"Oh, sakit apa CEO WYP grup pak, sehingga ia harus di wakili oleh Anaknya ini?." tanya Dhanu berpura-pura tidak tahu.


" Mungkin sakit kelelahan Pak, maklumlah Ayah saya bekerja keras Pak." ujar Reza membohongi Dhanu


" Oh begitu, ya sudah nanti saya akan menjenguk Ayah Anda bila di perbolehkan." kata Dhanu yang ia sempat tersenyum tipis kala mendengar kebohongan Reza.


" Maaf pak, bukannya saya tidak memperbolehkan Anda untuk menjenguk Ayah saya, cuma memang ini keputusan rumah sakit, yang melarang siapapun untuk tidak menjenguknya dulu." ujar Reza yang kembali berbokong.


" Oh, sayang sekali padahal saya sangat ingin berkenalan dengan CEO WYP grup, perusahaan yang begitu terkenal itu." kata Dhanu dengan memasang wajah yang berpura-pura sedih.


" Sabar saja pak, nanti kalau ada kesempatan, pasti anda akan bertemu juga." ujar Reza.


" Okelah kalau begitu, Oh iya, apakah Anda menyukai presentase saya tadi?, apakah anda berniat untuk bekerja sama dengan perusahaan saya?." tanya Dhanu, yang terlihat ia sangat berharap kalau perusahaan milik ayahnya itu mau bekerja sama dengannya, karena akan mudah baginya untuk merebut kembali perusahaan Tersebut.


" Saya sangat tertarik pak, dan sepertinya kita akan menjadi di kemudian hari." ujar Reza penuh percaya diri.


" *Bingoo!, Umpan sudah terpancing, tinggal selangkah lagi WYP, akan kembali kepada ku !"


_________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😘.


Jangan pelit untuk memberikan dukungan kepada author Ok guys 🙏😘*.


__ADS_2