
*┈┉━━•❖❀🌼Kalam Hadits🌼❀❖•━━┉┈*
"Kebaikan akan mendatangkan ketenangan, sedangkan kejelekan (Dosa) akan mendatangkan kegelisahan."
👉(Shahih: HR. Al Hakim 2/51)
*┈┉━━━━━━•❖❀🌼❀❖•━━━━━━┉┈*
Sesampainya di Mekkah Dhanu dan Salwah langsung pergi ke hotel yang sudah di Persiapkan juga oleh Darma, mereka berencana untuk istirahat terlebih dahulu dan mereka juga berencana besok pagi baru melaksankan ibadah umrohnya.
Keesokan paginya setelah sarapan bersama mereka pun berangkat dari hotel Mekkah jam 09.00 untuk berangkat menuju miqot, kemudian kembali lagi ke Masjidil haram untuk memulai prosesi umroh sampai Ashar.
Di mulai dari Ihram Umrah. Ihram umrah adalah niat untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti dengan Talbiyah. Masuk ke Masjidil Haram dan mereka pun mulai melakukanTawaf, Rukun Yamani, Shalat di Maqam Ibrahim, Minum Air Zam-zam dan Sai.
Di Hari kedua di Makkah Dhanu dan Salwah pergi mengunjungi tempat-tempat suci, seperti masjid dan makam para nabi. Karena mereka ikut kegiatan tur keliling Makkah yang di pandu oleh salah satu gaet dari hotel tempat mereka menginap, dan saat ini mereka berada di tempat Bertemunya Adam-Hawa yaitu di Jabal Rahmah
Jabal Rahmah di Makkah, Arab Saudi, diyakini sebagai tempat pertemuan Adam dan Hawa setelah terpisah pasca diturunkan dari surga ke bumi. Adam, diceritakan diturunkan di Sri Lanka sementara Hawa di Arab, tepatnya di Jeddah.
"Alhamdulillah, akhirnya kita sampai juga Mas, di Jabal Rahmah, tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa," ujar Salwah yang terlihat begitu senang saat melihat sebuah bukit di depan matanya, yang terlihat berbinar.
"Iya sayang, Alhamdulillah kita bisa menyaksikan tempat yang indah penuh sejarah ini ya," balas Dhanu yang terlihat tak kalah senangnya dari Salwa.
"Iya Mas, ya sudah kita ikut naik yuk," ajak Salwah yang kemudian ia melingkarkan tangannya ke lengan Dhanu, yang kemudian ia sedikit menariknya agar Dhanu mau mengikuti keinginannya naik ke bukit Jabal Rahmah.
"Baiklah sayang, tapi pelan-pelan saja ya, soalnya bukit terlihat ramai sayang" kata Dhanu lembut sambil mengikuti langkah istrinya yang terlihat tidak sabaran ingin mencapai puncak bukit Jabal Rahmah.
"Iya Mas." Dan akhirnya mereka mulai mendaki, suasana saat itu sangat ramai. Panas sinar matahari pun terasa menyengat. Jalan turun dan naik menjadi satu sehingga perlu sangat berhati-hati saat menaiki anak tangga.
__ADS_1
Mereka terus menyusuri tangga menuju puncak bukit, terlihat beberapa pedagang menjajakan barang dagangannya seperti aksesori, bubuk henna juga makanan. Banyaknya pedagang mungkin juga jadi salah satu penyebab ramai dan sempitnya area menuju bukit.
Mereka berjalan bersama rombongan tur dan dibantu pemandu, setelah lebih kurang 15 menit, sampailah di puncak Jabal Rahmah. Terlihat beberapa orang asyik berfoto, memanjatkan doa dan salat. Beredar mitos bahwa jika berdoa di puncak Jabal Rahmah, akan segera dipertemukan dengan jodohnya bagi yang belum memiliki jodoh.
"Maa syaa Allah, banyaknya orang yang ingin menyaksikan tempat ini ya Mas, kayanya kita tidak bisa melihat tugu itu dari dekat deh" ujar Salwah saat mereka sudah berada di puncak Jabal Rahmah.
"Iya Sayang makanya tetaplah seperti ini karena di sini terlalu ramai" balas Dhanu sambil memeluk istrinya dari belakang untuk melindungi sang istri karena padatnya orang yang juga ingin menyaksikan tempat bersejarah itu.
"Baiklah Mas," bales Salwa lembut, setelah itu mereka pun melakukan doa, dan di lanjutkan berfoto-foto disana dan karena suasana yang begitu ramai membuat Salwah tiba-tiba merasa sakit kepala.
"Mas sudah yuk kita turun saja" ajaknya namun ia tak memberi tahukan Dhanu apa penyebab ia tiba-tiba ingin turun.
"Loh Kitakan baru sampai sayang, masa mau langsung turun sih Sayang?" tanya Dhanu terlihat heran karena saat masih di bawah istri cantiknya itu terlihat menggebu-gebu ingin naik, namun baru melakukan berapa kegiatan ia malah ingin cepat turun kembali.
"Maaf Mas, karena di sini terlalu padat, kepala Wawa jadi sedikit pusing Mas" mendengar keluhan dari Salwa, Dhanu tak ingin bertanya lagi ia pun langsung mengikuti keinginan istrinya,
"Iya Mas."
Sebelum mereka turun Dhanu terlebih dahulu pamit pada ketua rombongan, agar mereka tak mencari mereka, setelah itu dengan perlahan mereka kembali menurunin tangga, sesampainya di bawah Salwah mengajak Dhanu mencari tempat peristirahatan dulu karena ia merasa kepalanya semakin pusing.
"Apakah semakin pusing sayang?" tanya Dhanu karena melihat Salwah berkali-kali memejamkan matanya.
"Iya Mas, semakin sakit" keluh Salwa.
"Sabar ya sayang, Mas telpon hotel agar mereka mengirim mobil kemari, Karna kita nggak mungkin memaksa rombongan untuk pulang jugakan," ucap Dhanu, yang kemudian ia mengambil benda pipihnya, dan kemudian ia pun melakukan panggilan pada pihak hotel agar mereka mengirimkan mobil ketempat mereka berada saat ini.
"Sayang, sakit banget ya?" tanya Dhanu saat melihat Salwa menyandarkan kepalanya di bahu Dhanu sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
"Hu'um" balas Salwah yang masih memejamkan matanya, Dhanu pun memijatkan pelipisnya Salwah dengan lembut, berharap mengurangi rasa sakit yang di rasakan oleh Salwa.
Dan tak berapa lama mobil yang diutus dari pihak hotel pun telah datang, dan dengan cepat Dhanu membawa istrinya menaiki mobil tersebut, setelah keduanya naik, tak berapa lama mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang, di dalam mobil.
"Sayang kita langsung ke rumah sakit saja ya?" tanya Dhanu dengan lembut.
"Nggak mau akh Mas, Wawa ingin istirahat di hotel aja mas, nanti setelah tidur pusingnya pasti hilang nanti Mas" balas Salwah yang masih menyadarkan kepalanya di pundak Dhanu.
"Tapi sayang, kalau kamu ke rumah sakit Kitakan bisa tahu kamu sakit apa, jadi kita kerumah sakit saja ya," pinta Dhanu yang terlihat cemas karena istrinya sejak tadi hanya memejamkan matanya saja, mendengar perkataan Dhanu, Salwa hanya membalasnya dengan gelengan kepala saja.
"Ayolah sayang, kita kerumah sakit saja ya, Mas sangat khawatir melihat keadaan kamu yang seperti ini sayang" ujar Dhanu yang terlihat semakin cemas, di tambah lagi kali ini Salwa tak memberikan respon sama sekali, entah ia sedang tertidur, atau pingsan, tidak ada yang tahu.
"Sayang?, kamu mendengar Maskan?" tanya Dhanu sambil mengusap pipinya Salwah dengan lembut.
Sekali lagi Salwa tidak memberikan responnya lagi.
"Wawa.. sayang kamu tidurkah?" Dhanu semakin cemas, ketika tangan Salwah yang sedang melingkar di lengannya tiba-tiba terjatuh begitu saja.
"Astaghfirullah, Wawa, bangun Wawa jangan bikin mas takut sayang," panggil Dhanu sambil membuka cadar istrinya dan ia pun semakin panik setelah melihat wajah Salwah yang terlihat amat pucat.
"Pak, tolong cepat antar kami kerumah sakit terdekat ya pak," ujar Dhanu pada sopir yang membawa mereka, dengan bahasa Inggrisnya.
"Baik pak" balas sang supir yang ternyata ia bisa merasakan kepanikan Dhanu, hingga ia mempercepat laju mobilnya, agar secepatnya mereka sampai di rumah sakit dan 20 menit kemudian akhirnya mereka sampai di salah satu rumah sakit yang berada di Mekah, dan dengan wajah yang terlihat panik, Dhanu langsung menggendong tubuh istrinya dan kemudian ia langsung membawanya ke ruang UGD dengan langkah seribunya.
Sesampainya di ruangan UGD, Dhanu meletakkan Salwah ke tempat tidur pemeriksaan, dan setelah itu Dhanu di minta salah satu Suster untuk menunggu di luar, dan ia pun mengikuti perintah Suster tersebut.
"*Ya Allah lindungilah istri hamba, semoga tak terjadi apapun padanya" _batin Dhanu yang terlihat cemas hingga ia mondar mandir di depan ruang pemeriksaan tersebut.
________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😘*.