Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
WANITA YANG SERAKAH.


__ADS_3

Di suatu daerah terpencil terdapat sebuah rumah kecil yang letaknya lumayan jauh dari rumah para penduduk, bahkan rumah itu berada di tengah-tengah sebuah hutan kecil di daerah itu, hingga jarang sekali ada yang tahu keberadaan rumah itu.


Rumah itu juga sepertinya sudah lama ditinggalkan oleh penghuninya, itu terlihat dari bangunannya yang terlihat sudah banyak yang rusak, di tambah lagi halamannya yang sudah di penuhi oleh dedaunan dari pohon-pohon yang tumbuh di sekitar rumah tersebut, hingga tanahnya tak terlihat lagi. Namun tak berapa jauh dari rumah ada sebuah mobil yang baru saja terparkir, bahkan orang yang menumpanginya belum turun.


"Silahkan turun Nyonya, karena kita sudah sampai," ujar seorang pria kepada seorang wanita yang tangannya sedang di ikat, serta matanya yang juga sedang di tutup.


"Siapa kalian sebenarnya? Mengapa kalian mengikatku dan menutup wajahku hah?, apakah kalian anak buahnya Dicky?, cepat katakan siapa kalian, hah?" tanya wanita itu dengan bernada keras, pada pada pria tersebut, namun bukannya menjawab pertanyaannya, pria itu malah memanggul wanita itu di bahunya, membuat sang wanita berteriak-teriak sambil ia memukul-mukuli punggung sang pria dengan tangannya yang masih terikat


"Aakh, lepaskan!.. lepaskan aku!, mau kau bawa kemana aku hah?!" teriaknya masih memukuli Pria tersebut, yang masih berjalan menuju ke rumah kosong itu, dan ternyata di belakang Pria itu berjalan, ada seorang pria juga yang mengikuti langkahnya, menuju pintu masuk rumah kosong tersebut.


Sesampainya di dalam pria itu langsung mendudukan kan wanita tersebut di sebuah kursi yang terdapat di sebuah kamar yang nampak kosong hanya ada dua kursi kayu, serta sebuah bale kayu, yang terdapat di dalam kamar tersebut.


Setelah wanita itu di dudukk di kursi pria itu pun langsung membuka penutup wajah si wanita, dan betapa kagetnya si wanita saat melihat seorang pria yang sedang duduk di hadapannya.


"Reza!" sentak wanita itu terlihat kaget, dan dengan mata terbelalak ia seperti ingin memastikan kalau pandangannya tidak salah.


"Hai Mami?, Apakah mami menyukai surprise dari aku hm?" tanya pria yang dipanggil Reza, dengan suara datarnya, dan dengan gaya duduk yang menyandarkan di sandaran kursi, terlihat begitu santai sambil melipatkan tangannya di bawah dadanya.


"Apa maksud dengan semua ini Reza?. Mengapa Mami diperlakukan seperti ini?" tanya wanita itu yang sudah pasti ia adalah Susi ibu kandungnya Reza.


"Kenapa nggak suka ya Mi?, padahal aku sudah mempersiapkan spesial loh untuk Mami, dan rumah ini akan menjadi tempat tinggal Mami yang baru loh." balas Reza dengan santai.

__ADS_1


"Apa?... tidak!, Mami tidak mau!, Mami tidak suka tinggal disini Reza!" seru Susi dengan tatapan tidak sukanya.


"Ooh, apa itu artinya Mami lebih suka tinggal di penjarakah?, atau tinggal bersama si bajiangan Dicky itu hah?"


Mendengar kata 'penjara' Susi langsung bergidik, apa lagi mendengar nama nama Dicky, membuat langsung teringat akan perlakuan pria yang mulai ia benci itu, hingga terlihat jelas suratan mata kebencian saat ia mengingatnya.


"Tidak Mami tidak mau dengan keduanya!" balas Susi ketus, Mendengar perkataan Susi Reza langsung tertawa mengejek.


"Hahaha... kenapa Mami?, bukankah keduanya adalah pilihan Mami sendiri?, Lalu kenapa hari ini Mami makah menunjukkan kebencian hah?" tanya Reza sambil ia menyunggingkan senyum mengejeknya.


"Pilihan Mami?..apa maksudnya pilihan Mami?, siapa juga yang mau tinggal di penjara Reza?" sangkal Susi.


"Iyakah bukan pilihan mami?.. lalu Mengapa mami melakukan pembunuhan terhadap keluarga abangnya Papi hah? dan dia juga tahu kalau mami hampir membunuh Papikan?.. Apakah Mami berpikir setelah melakukan itu Mami bisa bebas tanpa harus di hukum hah?" tanya Reza sambil ia tatapan tajam kepada Susi, terlihat sekali ada kemarahan sekaligus kesedihan dari pancaran matanya yang memerah.


"Dari mana aku tahu?..heh.." Reza mengulang perkataan Susi sambil tersenyum sinis, "Apa itu artinya benar Mi?" tanyanya masih menatap tajam ke wajah Susi.


"Na..nak.. Mami melakukan itu sebenarnya untuk kamu dan Ratih, karena Mami tak ingin kalian hidup susah, dan sebenarnya ini juga untuk Papi, agar harta milik Abangnya menjadi memilikinya Nak" dalih Susi masih tergugup.


"Benarkah itu alasannya?..Apa bukan karena pakde Raka sudah mengetahui perselingkuhan serta niat Mami ya?"


Lagi lagi ucapan Reza membuat Susi terkejut, dia juga heran mengapa Reza bisa mengetahui sampai sedetail itu, "Sebenarnya siapa yang memberi tahu kamu Reza?, apakah papi kamu?" tanyanya terlihat ia begitu penasaran

__ADS_1


"Akh, sudahlah, itu sudah tak penting lagi!, karena kenyataannya Mamiku sayang adalah seorang pembunuh, jadi untuk itu mau nggak mau mami harus tinggal disini, oke Mami, jadi nikmatilah" ujar Reza seraya ia bangkit dari duduknya dan bermaksud melangkahkan kakinya, namun tangan langsung di tahan oleh Susi.


"Apa maksudnya Nak, kamu akan meninggalkan mami di sini?"


"Aku tidak bermaksud apa-apa mamiku sayang, aku melakukan ini hanya ingin melindungi mami dari kejaran polisi dan juga dari kejaran selingkuhan mami si Dicky brengsek itu," jelas Reza terlihat marah saat menyebut nama Dicky.


"Tapi kenapa dengan cara seperti ini Nak?, Mami sudah seperti seorang sandara disini, tidak bisakah kamu tempatkan Mami di tempat yang layak?," tanya Susi yang terlihat bingung melihat kelakuan anaknya.


"Maaf, Mi tidak bisa, karena hanya tempat ini saja yang menurutku Mami akan Aman, terkecuali bila Mami ingin tinggal di penjara, maka dengan senang hati aku akan mengantar Mami" ujar Reza sembari ia menepis tangan Susi yang memegang erat tangannya, "Lagian saat ini di kota sedang kacau, semenjak anak idiot itu telah sembuh Mi, dan saat ini juga anak buahnya sedang ikut mencari keberadaan Mami" jelasnya lagi,


Mendengar penjelasan dari Reza, Susi mengerutkan keningnya, terlihat juga wajah penasarannya, saat mendengar Reza menyebutkan Anak idiot, "Apa kamu bilang?, Anak idiot itu telah sembuh?" tanyanya seperti tak percaya dengan perkataan Reza.


"Ya begitulah kenyataannya Mi, bahkan anak idiot itu juga sudah mengambil Alih WYP grup, sedangkan Papi saat ini sedang menikmati hidupnya di dalam penjara, itulah informasi yang aku dapatkan kemarin Mi" jelas Reza lagi.


"Apa? Mas Riko di penjara?"


"Iyaa, tahu kenapa?, karena dia adalah laki-laki yang bodoh yang hanya karena cintanya pada wanita yang serakah, akhirnya ia harus rela kehilangan keluarganya, bahkan sampai melindungi wanita yang tak pernah menghargainya!" balas Reza dengan tatapan mata yang tajam mengarah ke Susi "Baiklah karena aku masih ada urusan lagi, sebaiknya aku pergi sekarang. Oh iya selamat nikmati tempat baru ya mi, bye" lanjut Reza yang kemudian ia kembali melangkah kakinya meninggalkan Susi yang terlihat ia hendak mengejar Reza namun seorang pria menahan tubuhnya.


"Tidak Reza, jangan tinggalkan Mami! Rezaa!.." teriak Susi memanggil nama anaknya.


"Rezaa..Mami mohon jangan tinggalkan Mami disini, Rezaaa!!"

__ADS_1


____________


__ADS_2