
━⊱••⊰❁❁🌸Kalam Hadits🌸❁❁⊱••⊰━
"Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai ke tenggorokan."
👉(Hasan: HR. At-Tirmidzi no. 3537)
━━━━━━━━•⊰❁🌸❁⊱•━━━━━━━━
Setelah mendapatkan teguran dari Darma Reza pergi dengan rasa kesalnya. Hingga tanpa terasa ia membawa mobilnya dengan dengan kecepatan tinggi dan baru melambat karena hampir saja ia menabrak orang yang sedang menyebrang.
CIIIITK.. Seketika suara rem yang di pinjak dengan mendadak terdengar keras. Membuat seorang pria tua menjerit kaget karena ia menyangka mobil Reza hendak menabraknya.
"Aaakh... Astaghfirullah!" jerit Pria tua, sambil menutup wajahnya dengan lengannya, "Alhamdulillah.. " ucapnya lagi saat ia melihat mobil Reza tinggal satu meter lagi darinya berhenti seketika.
"Sial, gara-gara kesal lihat anak idiot selalu mendapatkan keberuntungan, gue hampir membunuh orang!" gerutu Reza yang kemudian ia langsung turun dari mobilnya dan menghampiri pria tua tersebut.
"Maaf Kakek, Anda tidak apa-apakan?" tanya Reza terlihat merasa bersalah.
"Alhamdulillah Kakek tidak apa-apa Nak, Anak sendiri tidak apa-apakan?" tanya Pria tua itu dengan suara lembutnya. Membuat hati Reza menghangat mendengar kata anak dari Pria tua tersebut.
"Saya juga tidak apa-apa Kek, tunggu sebentar Kek" kata Reza yang kemudian ia kembali ke mobilnya dan tak berapa lama ia kembali lagi dengan membawa sebotol air mineral.
"Minumlah Kek, biar tenang, karena sudah pasti Kakek kaget sekalikan?" tanya Reza seraya ia menyerahkan botol berisi air mineralnya tadi pada Pria tua tersebut.
__ADS_1
"Iya Nak, terima kasih," balas Sang pria itu, sambil mengambil botol yang diberikan oleh Reza. Yang kemudian ia pun meminumnya.
"Alhamdulillah," ucapnya setelah selesai meminumnya.
"Bagaimana Kek, sudah merasa tenang?" tanya Reza yang ternyata ia mengkhawatirkan Kakek itu. Karena tadi ia sempat melihat sang Kakek wajahnya terlihat pucat.
"Alhamdulillah Nak, Kakek sudah tenang kok"
"Syukurlah. Oh iya Kakek mau kemana? biar saya antarkan" tanya Reza lagi dengan sopan.
"Kakek mau pulang Nak, sudah dekat kok di gang itu rumah Kakek Nak" jawab Pria tua itu, sambil menunjuk sebuah gang yang tak begitu jauh dari mereka, "Mari Nak singgah kerumah Bapak," ajaknya lagi sambil memegang tangan Reza,
Seperti ada magnet pada tangan pria tua tersebut. Sehingga Reza yang biasanya tidak perduli pada orang kecil, dan terkadang suka semaunya pada mereka, kali ini ia seperti bisu dan begitu menurut sehingga mengikuti sang pria tua itu.
Mereka berjalan memasuki sebuah dan terus berjalan hingga mereka berhenti di sebuah gubuk bambu, yang sekitarnya banyak terdapat barang bekas. Dan sekali lagi Reza yang biasanya jijik dengan hal itu kini ia seperti biasa saja.
"Terima kasih Kek, tidak papa Kek" balas Reza yang kemudian ia pun masuk dan langsung duduk di sebuah tikar pandan.
"Nak, Kakek lihat hati kamu seperti bimbang, dan tujuan juga seperti ngambang, antara menuju kebaikan, atau keburukan, sebenarnya ada apa Nak? ceritakanlah ke Kakek siapa tahu Kakek bisa membantumu Nak." tanya Sang Kakek, yang sepertinya ia mengetahui apa yang sedang bergejolak di hatinya Reza.
"Maksudnya Kakek apa ya, saya nggak paham Kek?" tanya Reza yang terlihat bingung, dengan perkataan sang Kakek.
Sang Kakek tersenyum lembut pada Reza, "Hati kamu saat ini sedang memikirkan Ibu kamukan Nak, kamu ingin melindunginya, walaupun kamu tahu, kalau perbuatan kamu ini salah bukan?" Reza spontan kaget mendengar perkataan sang Kakek.
__ADS_1
"Bagaimana Kakek bisa tahu?" tanya Reza terlihat penasaran.
Sang Kakek kembali tersenyum pada Reza, sembari ia memberikan segelas air putih pada Reza, "Minumlah terlebih dahulu Nak, maaf Kakek cuma punya air putih," katanya, dan karena rasa penasaran yang semakin meningkat Reza langsung mengambil gelas air putih itu yang kemudian ia langsung meminumnya.
"Sudah Kek, sekarang katakanlah, darimana Kakek mengetahui tentang ibu saya?" tanya Reza yang terlihat begitu penasaran
Sang Kakek kembali tersenyum seraya berkata,“Semoga Allah Azza wa Jalla memberi hidayah dan kemauan bertaubat bagi orang tua kamu Nak, dan Kakek berpesan agar engkau tetap berlaku lembut kepadanya dan menasehatinya dengan cara halus, tidak pernah putus asa dalam rangka menunjukkannya kepada hidayah" ujarnya dengan lembut, "Nak Allah perintahkan kepada semua hamba-Nya untuk memperlakukan kedua orang tua dengan baik walaupun ia melakukan hal yang tidak baik, seperti firman-Nya
Allah Azza wa Jalla berfirman :
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan"
[QS. Luqmân /31:14-15]
"Nak, di dalam tafsir (Pada ayat tersebut) :
"Allah Azza wa Jalla berwasiat supaya mensyukuri kedua orang tua. Perintah ini ternyata dipadukan dengan perintah bersyukur kepada-Nya. Ayat itu juga memerintahkan anak agar mempergauli mereka di dunia ini dengan cara-cara yang baik, kendatipun mereka memaksa berbuat kufur. Melalui ayat di atas, engkau tahu bahwa sikap yang diperintahkan syariat dalam kondisi ini (memaksa anak berbuat kufur,) adalah agar seorang anak tetap menjalin hubungan dengan orang tua dengan cara-cara yang baik, berbuat baik kepada mereka meski mereka berbuat jelek kepadanya, serta gigih mengajak mereka kepada kebenaran. Semoga Allah Azza wa Jalla memberi hidayah baginya melalui tanganmu. Engkau tidak boleh menaatinya dalam kemaksiatan"
"Dari perkataan tafsir tersebut kamu pahamkan Nak?, jadi Kakek juga berpesan setelah memohon pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla, kamu juga meminta bantuan orang-orang shaleh dari kalangan kerabatmu dan paman-pamanmu dan pihak lainnya, yaitu orang-orang yang sangat dihormati dan dimuliakan oleh bapakmu. Mungkin saja, beliau akan lebih mudah menerima nasehat mereka. Intinya kamu jangan berputus asa Nak, dan tetap semangat dalam. memperbaiki hubungan keluarga kamu Nak" jelas Sang Kakek panjang lebar.
Mendengar nasehat sang Kakek, entah mengapa Reza merasa hati seperti ada sesuatu yang mengalir di sana. Sehingga hati terasa ringan dan terasa hangat. Namun seketika itu juga, bayang-bayang perbuatan jahatnya muncul membuat Reza tubuhnya jadi menggigil. Keringat jagung nan dingin mengucur begitu saja. Terlihat jelas sekali kalau ia sedang ketakutan.
Melihat ketakutan Reza Sang Kakek malah tersenyum seraya berkata, "Alhamdulillah.." ucapnya lalu ia kembali memberikan Reza segalas air putih kembali, "Minumlah Nak" titahnya, dan dengan cepat Reza meminum air putih tersebut dengan terburu-buru seakan ia kehausan yang amat sangat.
__ADS_1
"Kek, tolong saya Kek, tolong saya!"
______________