
Bagh.. Bugh.. Dugh.. Bagh..
Tubuh Reza di pukuli oleh para anak buahnya Dicky, Namun sedikit pun ia tak mengeluarkan suara jeritan kesakitan apapun. Bahkan ia malah tersenyum sinis melihat Dicky dengan tatapan mata yang menantang, membuat Dicky semakin kesal melihatnya.
"Hahahaha! hanya seperti ini saja kekuatan anak buah lo Dicky, Bahkan pukulan mereka seperti wanita tidak ada tenaganya" teriak Reza yang terdengar mengejek.
"Kau! sombong sekali ya! oke aku mau lihat seberapa kuat kamu menahan pukullanku ini" ujar Dicky yang terlihat sudah memegang kayu persegi panjang, " Rasakan ini!" teriak Dicky sambil memukuli Reza dengan kayu balok panjang tersebut.
"Hahaha, tubuh gue malah kegelian! Lo seperti menggelitiki gue Dicky" teriak Reza sembari ia tertawa terbahak-bahak, membuat Dicky semakin geram melihatnya.
"Heh! seperti kau memiliki kekebalan tubuh ya? oke aku ingin lihat seberapa kebal diri mu bila menerima peluru dari pistol ini" ujar Dicky sembari ia mengeluarkan sebuah pistol dari jas hitamnya. Dan ia pun mulai menodongkan pistol itu kearah Reza, dan di saat ia sudah menarik pelatuknya, tiba-tiba.
DOOR!... Satu peluru melesat mengenai pistol Dicky, hingga membuat pistol tersebut jatuh, membuat Dicky kaget. Dan ia pun langsung menoleh kearah arah sumber peluru itu di lepaskan.
Mata Dicky langsung terbelalak saat melihat kedatangan beberapa Pria yang sedang memegang sebuah pistol di tangan Mereka masing-masing dan menodongkan kearah Dicky dan anak buahnya.
"Dhanu! jangan ikut campur urusanku! pergi kau dari sini! atau aku tidak akan melepaskanmu juga!" ancam Dicky dengan wajah yang terlihat sangat marah.
Mendengar ancaman dari Dicky, salah satu Pria yang ternyata Dhanu itu pun tertawa, "Hahaha kau mengancamku Dicky? kau pikir aku akan takut mendengar ancamanmu hah?!" tanyanya dengan wajah terlihat santai.
Dicky tersenyum sinis melihat Dhanu, "Heh! sudah mulai belagu kamu, semenjak sebuh ya? Oke, baiklah kalau begitu, kita mulaikan saja permainan kita!.. prok-prok-prok" katanya sambil menepuk kedua tangannya. Dan tak berapa lama muncullah dari atas gudang beberapa pria berjas hitam turun lewat tali-tali dengan membawa beberapa senjata juga.
Dhanu tersenyum miring saat melihat kedatangan mereka, dengan sekali mengedipkan matanya para anak buah Dhanu langsung menyambut kedatangan mereka, baku tembak pun terjadi antara para anak buah Dhanu dan Dicky.
Dicky yang melihat banyak anak buahnya yang tertembak, ia mulai terlihat ketakutan, danub meminta salah satu anak buahnya untuk melindunginya dan bermaksud melarikan diri.
Sementara Dhanu menyempatkan diri untuk menyelamatkan Reza yang terlihat mulai melemah akibat pukulan dari Dicky dan anak buahnya
"Reza! sadarlah kamu tidak boleh memejamkan mata mu!" seru Dhanu setelah ia berhasil melepaskan ikatan tangannya Reza.
__ADS_1
"Uugh! kenapa Lo nyelamatkan gue? seharusnya Lo biarkan saja gue mati, jadi Lo bisa membalaskan dendam orang tua Lo pada kedua orang tua gue yang serakah itu" tutur Reza dengan suara terdengar lemah. Dan terlihat juga ada kesedihan di matanya.
Mendengar perkataan Reza Dhanu tersenyum "Hmm, Emang siapa orang tua kamu?" tanyanya terdengar ambigu.
Reza mendengus kesal, "Huh! gue aja geli ingin menyebut nama mereka, apalagi melihat si tua bangka Dicky, ingin rasanya gue tembak mati saja dia!" jawab Reza terlihat ada penyesalan karena memiliki orang tua seperti Susi dan Dicky.
"Sudahlah tidak usah membahas hal itu, sebaiknya kita kerumah sakit terlebih dahulu," ajak Dhanu yang bermaksud merangkul pundak Reza dan menaruh lengannya di pundaknya juga.
Dhanu berhasil memapah Reza yang terlihat lemah. Namun di saat mereka hendak keluar dari gudang tersebut, tiba-tiba Reza melihat dari kejauhan Dicky mengarahkan pistolnya ke arah Dhanu, dengan cepat Reza pun mendorong tubuh Dhanu.
"AWAAAS!!" teriaknya sambil mendorong kuat tubuh Dhanu, hingga Dhanu terhempas jauh dan .
DOOR..DOOR..! Dua peluru melesat menghujamkan bagian dada dan punggung Reza karena ia sempat memutarkan tubuhnya.
"REZAAA!" teriak Dhanu saat melihat tubuh Reza langsung terkulai dan jatuh kelantai gudang. Dan tatapannya Dhanu langsung berpindah ke Dicky yang terlihat masih berdiri di depan pintu mobilnya dengan tangan yang masih menodongkan pistol.
"Bangsat kau Dicky!" teriak Dhanu langsung mengarahkan pistolnya kearah Dicky, dengan amarah yang sudah menguasai dirinya, Dhanu pun menembakin Dicky.
DOOR!..DOOR!..DOOR!..
Peluru Dhanu melesat cepat mengenai tubuh Dicky dan mengenai punggungnya dan hanya dua peluru yang mengenainya. Karna ia sudah sempat membuka pintu mobilnya dan langsung masuk kedalam mobilnya. Namun Dhanu tak putus asa Ia berlari mengejar mobil Dicky dan masih menembakin Mobil tersebut, Namun karena mobil itu terlalu cepat Dhanu tak bisa menembakin lagi.
"Sialan! dasar pengecut!" teriaknya dengan amarah yang meluap-luap dan seketika ia teringat dengan Reza, "Reza, aku harus secepatnya membawanya kerumah sakit!" Dhanu kembali berlari menuju tempat Reza tergeletak, dan saat bersamaan.
"Tuan Muda Anda tidak apa-apa?" tanya Dewo, yang tadi Dialah yang menangani para anak buah Dicky.
"Aku tidak apa-apa Wo, tapi Reza kenak tembak ayo kita angkat dia!" ajak Dhanu kembali berlari kearah Reza
"Baik Tuan muda," balas Dewo, dan ia pun ikut berlari mengikuti Dhanu dari belakang.
__ADS_1
Sesampainya di depan pintu gudang, tempat Reza tergeletak, Dhanu dan Dewo langsung mengangkat tubuh Reza dan membawanya ke mobilnya Dhanu.
"Cepat Wo! jalankan mobilnya! kita langsung kerumah sakit!" seru Dhanu yang kini sudah berada di dalam mobil dengan kepala Reza yang sudah berada di pangkuannya.
"Baik Tuan muda!" balas Dewo yang kemudian ia langsung melanjukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, menuju ke rumah sakit di dalam perjalanan mereka, nampak Reza mulai sadar.
"Uugh..gu-e ma-sih hi-dup? huk-uhuk-huk" ucapnya sembari terbatuk-batuk, sambil ia memegang dadanya yang terkena tembakan.
"Diamlah! jangan banyak bicara" balas Dhanu sambil mengelap darah yang keluar dari mulut Reza.
"He-h ke-napa Lo ti-dak mem-bi-arkan gue ma-ti saja? ugh." kata Reza dengan suara terbata-batanya.
"Bisa Diam nggak Lo? nanti mulut Lo gue sumpelin nih!" ancam Dhanu karena ia tak ingin Reza banyak bicara dulu, karena setiap dia bicara pasti mulutnya akan mengeluarkan darah.
"He-he-he pe-ma-rah ba-nget sih Lo!" kata Reza lagi yang masih terbata-bata dengan mata yang terlihat merem melek, "Dhan.. ka-lau gu-e ma-ti, gu-e ti-tip nyo-kap gu-gue yaa! ugh..hufs.." lanjutnya lagi namun ia langsung memejamkan matanya.
"Reza!, Reza!"
Bersambung akh
______________
Biar Readers pada penasaran week 😜🤣
tapi tetap berikan dukungannya ya guys 🙏😉
Oh iya sambil menunggu author update terus kepoin yaa karya sahabat seperjuangan Author, in syaa Allah tak kalah seru ceritanya kok.
__ADS_1
Sekali lagi jangan lupa ya guys, cus mampir Oke🙏 dan sebelumnya Author mengucapkan Syukron 🙏😉🥰