
*┈┉━•❖❀🌼 Mutiara Alfaqiroh🌼❀❖•━┉┈*
"Tubuh dibersihkan dengan air. Hati dibersihkan dengan air mata. Akal dibersihkan dengan pengetahuan. Dan jiwa dibersihkan dengan cinta.
– Ali bin Abi Thalib --
*┈┉━━━━━━•❖❀🌼❀❖•━━━━━━┉┈*
Mendengar penjelasan sang istri yang begitu menyejukkan hatinya Dhanu tak bisa berkata apa-apa, ia hanya memeluk Salwah dengan rasa syukur karena ia telah memiliki seorang yang begitu sempurna di matanya.
"Wawa?" panggilnya lembut, masih memeluk sang istrinya.
"Iya Mas?"
"Terima kasih, karena sudah menerima Mas, dan kekurangan Mas ini ya," ucap Dhanu lirih.
"Sama-sama Mas, Wawa juga berterima kasih, karena Mas sudah mau menjadi suaminya Wawa," balas Salwah lembut.
"Wawa?"
"Iya Mas?"
"Maukah kamu mengajari Mas, menjadi imam yang terbaik untuk kamu?" tanya Dhanu dengan suara lirihnya.
"Tentu saja Mas, tentu saja Wawa mau, kapan pun Wawa bersedia kok Mas, kita belajar sama-sama ya" jawab Salwah lembut, dan tetap di sertai dengan senyum manisnya, membuat hati Dhanu menghangatkan.
"Terima kasih Wawa" ucapnya sambil membalas senyumannya Salwa.
"Iya Mas sama-sama, ya sudah sekarang mas tidur ya, pasti mas lelah karena perjalanan tadikan," ujar Salwah dan dibalas dengan anggukan oleh Dhanu, yang kemudian ia pun membaringkan tubuhnya.
"Wawa, juga bobo di sini" pintanya sambil menepuk ranjangnya yang tepat di sisinya. Yaa begitulah Dhanu terkadang sisi kekanak-kanakan sering muncul secara tiba-tiba, tapi itu tak membuat Salwah kaget karena sang kakek, sudah lebih dulu memberitahu padanya, makanya ia harus lebih sabar mengajarinya.
"Iya Mas," bales Salwah dan Ia pun mengikuti keinginan suaminya dengan membaringkan tubuhnya di samping Dhanu, melihat sang istri sudah berbaring Dhanu pun merapatkan tubuhnya, dan kemudian ia langsung melingkarkan tangannya di perutnya Salwah.
Sedangkan Salwah hanya tersenyum melihat tingkah Suaminya. Untuk sesaat kamar mereka menjadi hening, namun itu cuma sebentar karena Dhanu kembali buka suara.
"Wawa?" panggil Dhanu lirih dengan posisi wajahnya yang ia rapatkan di wajah Salwa yang kebetulan posisi Salwa yang terlentang sementara ia posisi miring dengan tangan yang masih berada di perutnya Salwah.
"Iya Mas?" jawab Salwah lembut.
"Maukah ya kamu ikut dengan Mas Adan ke kota?" tanya Dhanu lembut.
"Tentu saja mau dong Mas, kan emang kewajiban Wawa, harus mengikuti suami Wawa kemana pun berada, dan Wawa juga tak ingin mempersulit Mas, yang sudah memenuhi kewajiban mas untuk memberikan tempat tinggal untuk Wawa dan Wawa senang Mas mengikuti perintah Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
"Dan tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu.''
(QS at-Talaq (65):6).
Mendengar perkataan Salwa yang terlihat senang hingga terlihat sekali dari matanya yang berbinar membuat Dhanu terlihat senang.
__ADS_1
"Benaran yaa besok Wawa ikut Mas Adan ke kota," kata Dhanu memastikannya lagi
"Iya Mas, kapan pun mas membawa Wawa, in syaa Allah Wawa siap kok" bales Salwah lembut dan tak lupa di hiasi dengan senyum manisnya.
"Alhamdulillah, Terima kasih Warna"
"Iya Mas" balas Salwah, dan kembali ruang menjadi hening Kembali dan tak berapa lama Dhanu buka suara Kembali.
"Wawa?"
"Hmmm?"
"Kenapa kamu tak pernah protes dengan setiap permintaan Mas Adan?" tanya Dhanu polos.
Kembali lagi Salwa tersenyum mendengar pertanyaan suaminya, "Mas, Mentaati Suami adalah kewajiban Wawa, dan Wawa juga ingin nantinya bisa masuk pintu surga dari manapun Wawa mau, karena itu sudah janji Allah juga mas, dan itu sesuai yang di katakan dalam sebuah hadits"
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Jika seorang wanita melaksanakan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, 'Masuklah ke dalam surga dari pintu mana yang kamu kehendaki."
(HR. Thabrani dan Ibnu Majah).
Sekali lagi Dhanu menjadi takjub, mendengar penjelasan dari istrinya, membuat rasa syukurnya semakin besar karena dalam beberapa jam saja, ia sudah mendapatkan ilmu dari sang istri cantiknya.
"Maa syaa Allah, Mas nggak bisa berkata apa-apa lagi, hanya puji syukur kehadirat Allah, yang telah memberikan Mas bidadari surga-Nya, begitu sempurna kamu Wawa, Mas harap kamu akan selalu berada disisi Mas selamanya, bahkan hingga di akhirat nanti yaa?" ucap Dhanu dengan tulus.
"Iya Mas, in syaa Allah, kita doa sama-sama ya?, semoga kita akan selalu bersama hingga di surga-Nya nanti" balas Salwah lembut.
"Aamiin ya Allah, iya sayang" kata Dhanu Sambil memberikan kecupan lembut pada dahi Istrinya.
"Iya Wawa" balas Dhanu terdengar pasrah, yang kemudian ia pun memejamkan matanya, Salwah tersenyum melihat suaminya yang akhirnya tertidur juga, lalu ia pun membenarkan selimut sang suami, lalu ia juga memberikan kecupan lembut pada dahinya dan setelah itu ia pun ikut memejamkan matanya juga.
Dan akhirnya kamar menjadi Hening karena penghuninya sedang terhanyut dalam mimpi mereka. Namun itu tak berlangsung lama hanya jangka setengah jam Dhanu tersentak dan terbangun, di saat ia membuka matanya yang terlihat adalah wajah cantik Istrinya yang terlihat sudah terlelap dalam tidurnya.
"Kamu cantik banget Wawa, kamu adalah bidadarinya mas Adan Wawa, dan kamu adalah anugerah yang harus mas jaga, dan Mas janji akan memberikan kamu kebahagiaan" gumam Dhanu yang kemudian ia memberikan kecupan lembut pada dahinya Salwah dan kemudian ia kembali memandangi wajah istrinya dan di saat ia melihat bibir meronanya, yang seakan memiliki maghnet membuat ia tak tahan untuk tidak meraihnya, hingga membuat Salwah Akhirnya ikut terbangun.
"Maaf Wawa, kamu jadi kebangun" ucapnya polos.
"Tidak papa Mas, tapi kenapa mas terbangun?" tanya Salwah heran.
"Hmm, itu Mas juga nggak tahu Wawa" kata Dhanu lagi dengan memasang wajah polosnya.
"Ya sudah kalau begitu Mas bobo lagi ya." ujar Salwah lembut.
"Hmm, tapi Wawa hmm itu Mas..hmm.." kata Dhanu sambil memainkan kedua jari telunjuknya dan tetap wajah yang terlihat polos.
"Hmm Apa Mas?" tanya Salwah, sambil tersenyum, sebenarnya ia tahu apa yang sedang di inginkan suaminya itu.
"Humm Wawa?"
"Iya Mas?"
__ADS_1
"Mas Adan ingin main gunung-gunungan Wawa" kata Dhanu dengan wajah polosnya.
"Haah?!" Salwah terlihat tercengang mendengar permintaan suaminya.
"Eh, Maksudnya Mas Adan, bolehkah Mas melakukan itu?" jelas Dhanu yang kembali ia menyatukan kedua jari telunjuknya.
Salwah tersenyum lucu melihat suaminya.
"Mas ingin Sunnah?, katakan saja kalau Mas ingin Sunnah" kata Salwah mengajari suaminya.
"Hu'um Wawa, Mas ingin Sunnah" katanya mengikutin perkataan Salwa.
"Ya sudah kita wudhu dulu ya Mas" ajak Salwah
"Baiklah Wawa" kata Dhanu yang terlihat bersemangat, lalu keduanya pun akhirnya ke kamar mandi dan setelah itu mereka kembali lagi ke ranjang mereka, Kembali Salwa mengajarkan Sunnah-sunnahnya dalam melakukan bersihgama, yang di awali dengan berdoa.
do’a sebelum bersihgama dengan membaca:
بِسْمِ اللهِ، اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا.
“Dengan menyebut Nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan agar tidak mengganggu apa yang Engkau rezekikan kepada kami.”
(HR al-Bukhari (no. 141) dan Muslim)
Sedangkan lanjutan lafaz hadits tersebut adalah:
…فَقُضِيَ بَيْنَهُمَا لَمْ يَضُّرَهُ.
"Apabila ditakdirkan mendapatkan anak, maka setan tidak dapat mengganggu selama-lamanya.” (HR al-Bukhari dan Muslim )
Setelah ritual doa, Dhanu melanjutkan dengan melakukan Sunnah berikutnya,
"Assalamu'alaikum yaa Humairahku?"
"Wa'alaikumus salam yaa Hubby" bales Salwah lembut.
Setelah mendapatkan jawaban salam dari Salwah, Dhanu pun memulai ritual Sunnah selanjutnya, dengan di Awali ia memberikan kecupan lembut pada dahi Salwah, setelah itu turun ke kedua matanya dan turun kembali ke pucuk hidungnya dan kemudian berpindah ke kedua pipinya, dan yang terakhir di tempat yang mulai ia gemari yaitu bibirnya Salwah, Dhanu begitu menikmati bibirnya Salwah, bak memakan sebuah permen hingga kecapannya berkali-kali terdengar.
Dan seetelah itu ia pun mulai melanjutkan petualangannya turun kejalanan yang curam yang mendekati pergunungan, di saat ia menulusri jalanan tersebut Salwa mulai mengeluarkan lenguhannya, membuat jiwa petualang Dhanu semakin membara, hingga akhirnya keduanya hanyut dalam mahligai bercinta mereka yang sangat hot dan setelah itu..
Bersambung Akh 😜😜
---------------------------------------
Author nggak mau ngintip 🙈🙈🙈
TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
__ADS_1
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..
Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.