Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN
KISAH PERCINTAAN YANG TRAGIS.


__ADS_3

*┉━•❖❀💥 Kalam Al-Qur'an 💥❀❖•━┉*


Munafik adalah hati yang menyembunyikan kedustaan, hati yang selalu mengingkari apa yang diucapnya, dan hati yang tak pernah jujur dengan dirinya.


"Sesungguhnya orang-orang munafik itu, (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka".


📖 (QS. An-Nisa '[4]:145)


❖❀┉━━━━━•❖❀💥❀❖•━━━━━┉❀❖


Mendengar makian dari Susi, Dicky tertawa terbahak-bahak. Namun seketika ia langsung berhenti, sambil menangkup kedua pipinya Susi dengan satu tangannya.


"Oh Sayang.. Mengapa sekarang mulutmu begitu pedas hm? Apakah cinta yang kamu punya untukku sudah luntur hm?" tanya Dicky yang kemudian ia memberikan gigitan kecil pada kupingnya Susi.


"Cih cinta? Bulshit dengan cinta, dan Bulshit dengan kau Dicky! Aku menyesal telah mengenalmu! Manusia yang tidak punya hati hingga begitu tega menembak anaknya sendiri hah! Aku membencimu Dicky! Sangat membencimu!" seru Susi, dengan mata yang menatap Dicky di penuhi dengan tatapan kebencian, terlihat jelas ia sudah dikuasai dengan amarah yang meluap-luap.


Mendengar perkataan Susi, sekali lagi Dicky tertawa terbahak-bahak, "Hahahaha.. Anak? Kau pikir Reza Anakku? Hahahaha.. Dasar bodoh! Kamu pikir aku akan membiarkan anaku di urus Eriko, kalau dia benaran anakku hah? Jangan mimpi! Karena aku tak akan membiarkan anakku di sentuh oleh si Eriko sih dungu itu" ujar Dicky dengan tatapan dingin ketika ia menyebut nama Eriko.


"Hah? Apa itu artinya...."


"Iya Sayang, Reza bukanlah anakku!" potong Dicky sambil tersenyum sinis.


"Hahaha.. Dasar kamu bodoh! Aku hanya memalsukan DNAnya saja, kamu sudah percaya sama aku, dan akhirnya aku bisa melihat Eriko dan kamu hancur! Hahahah.." jelas Dicky di sertai tawa kemenangan, "Kamu tau Sayang? Sebenarnya malam itu aku tak pernah menyentuh kamu. Karena aku tak suka melakukan itu pada orang yang sedang mabuk. Bahkan yang membuka baju kamu bukanlah aku, tapi pelayan hotel," lanjut Dicky lagi, membuat Susi kaget.


"Apa maksudnya? Lalu video yang kamu kirim untuk mengancamku itu apa?" tanya Susi tambah penasaran.

__ADS_1


"Hahahaha" lagi-lagi Dicky tertawa, "Kamu memang bodoh! Sehingga kamu tidak bisa membedakan dirimu dengan Diany istriku. Jadi kesimpulannya video itu adalah video bercinta aku dan istriku," ungkap Dicky lagi.


Mendengar ungkapan Dicky, Susi menjadi semakin membenci Dicky, karena gara-gara ancaman video palsu itu, Ia sampai mengkhianati Suaminya.


"Dasar bajiangan kau Dicky, gara-gara kau rumah tanggaku hancur! Dan gara-gara kau juga aku sampai membunuh Abang iparku yang begitu baik padaku, dan gara-gara kau juga.. hiks..aku membunuh Ayah mertuaku..hiks..hiks..aku sangat membenci kau Dicky! Aku bersumpah akan membunuhmu sebelum aku mati!" teriak Susi dengan mata yang berapi-api di penuhi dengan dendam yang membara.


"Heh! Mengapa kamu menyalahkan aku hah? Asal kamu tahu, orang yang patut di persalahkan itu seharusnya kamu sayang. Mengapa waktu itu kamu meninggalkan aku, dan memilih Eriko, apa karena waktu itu aku orang miskinkah sehingga kamu meninggalkan aku iya?" tanya Dicky dingin.


"Tidak bukan karena itu! Seharusnya kamu tahu karena waktu itu aku di jodohkan, aku tidak berdaya Dicky, Ayahku mengancam akan membunuh kamu, makanya aku harus menuruti keinginannya" jelas Susi terlihat sedih.


"Huh! Bulshit gue tidak percaya karena aku lihat kau begitu menikmatinya bahkan kau mempunyai anak darinya! Makanya aku bertekad untuk menghancurkanmu berserta seluruh keluargamu! Hahaha.. Sekarang aku sudah puas Sayang, melihat kau hancur Hahaha..." Dicky begitu puas setelah mengungkapkan kebenarannya pada Susi. hingga ia tertawa tak terbahak-bahak bahkan tak terus menertawakan kebodohan Susi selama ini.


"Hahaha..Hahaha..Aku menang Susi! Hahahaha.. Hahaha!" Dan disaat ia sedang terlena dengan tawa kemenangannya,


"Aaakh!!" Dicky masih menahan tubuh Susi sebagai tamengnya, di saat Susi memegang bagian pinggang Dicky ia memegang sesuatu, yang ia yakini kalau itu sebuah pistol hingga dengan cepat ia mengambilnya, lalu dengan sekuat tenaga yang ia punya Susi mendorong tubuh Dicky lalu mengarahkan pistol itu kepadanya sambil berteriak


"Mati kau Dickyy.. Pergilah ke neraka!" teriak Susi sambil menghujani peluru ke tubuh Dicky berkali-kali, sampai peluru di pistol tersebut habis. Setelah dilihatnya Dicky tidak bergerak lagi Susi pun langsung terkulai kelantai.


Dan tak berapa lama gerombolan pria bersenta masuk keruangan tersebut, dan salah satu pria yang baru muncul menghampiri Susi yang terlihat masih tersadar, dan Susi juga sedang menatap pria tersebut dengan nafas yang terlihat melemah.


"D-dha-nu..ma-ma-afkan Tan-te.. hes..ka-rena Ta-nte su-dah me-mbu-at ka-mu men-jadi a-nak ya-tim pia-tu, hes..da-n sam-paikan ju-ga ma-af Tan-te pa-da Om ka-mu yaa...heks..ju-ga pa-da a-nak-an-ak Ta-nte se-kali la-gi ma-afkan Ta-nte Dha-nu..ugh..heks.hek..heekhms.." ucap Susi dengan suara yang terbata-bata. Dan terlihat begitu sulit mengeluarkan kata-katanya karena nafasnya yang terlihat terputus-putus, hingga akhirnya nafas itu pun berhenti dengan bersamaan tertutupnya mata Susi.


"Innalilahi wa innailaihi Raji'un" ucap pria itu yang ternyata dia adalah Dhanu, "Gimana dengan pria itu Wo?" tanya Dhanu pada Dewo.


"Sudah meninggal juga Tuan muda," balas Dewo yang terlihat tangannya sedang berada di leher Dicky.

__ADS_1


"Heh! Sungguh kisah percintaan yang tragis, hingga mereka akhirnya menemukan kematian dengan cara yang sama" ujar Dhanu yang kemudian ia berjalan meninggalkan mayat Susi, seraya berkata, "Uruslah mayat mereka dan kebumikan dengan layak" kata Dhanu lagi pada salah satu anak buahnya.


"Baik Bos!" jawab salah satu anak buahnya.


"Ayo Wo kita segera kembali ke rumah sakit lagi" ajak Dhanu.


"Baiklah Tuan muda," balas Dewo yang kemudian ia pun mengikuti Dhanu yang sudah berjalan terlebih dahulu, menuju ke mobil mereka terparkir.


Yang ternyata disana juga banyak terdapat mobil polisi dan Sebenarnya senjata Senapan ZKZM-500 itu adalah milik kepolisian makanya tidak sembarang orang memiliki senjata tersebut, dan mengapa mereka membunuh Dicky itu karena ia yang memang menjadi buronan yang sangat sulit di tanganin apalagi Dicky adalah seorang mafia yang sangat berbahaya makanya mereka menjatuhkan hukuman mati padanya.


"Terima kasih atas kerjasamanya pak Dhanu!" ujar salah satu pria berseragam, sambil menyalami Dhanu.


"Sama-sama Pak Dirga, saya juga berterima kasih pada Anda yang sudah banyak membantu saya" balas Dhanu dengan sopan.


"Iya pak sama-sama juga" balas Dirga.


"Baiklah pak kalau begitu saya permisi" Pamit Dhanu.


"Silahkan Pak!"


Setelah mendapatkan jawaban dari Dirga, Dhanu dan Dewo pun memasuki mobil mereka, dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju meninggalkan tempat tragedi tersebut.


__________


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😘 SYUKRON 🙏🥰.

__ADS_1


__ADS_2