
Saat menyadari tubuhnya seperti di himpit benda yang berat, wanita yang sedang tertidur dengan tangan terikat, itu langsung tersentak, "Uhmm, Mas Dicky!" sentaknya sambil ia meronta-ronta, agar tubuh besar Dicky segera turun dari tubuhnya, "Binatang kamu Mas!, cepat lepaskan Aku!" teriak wanita itu sekuatnya dengan tatapan kebencian melihat Dicky.
Mendengar makian dari wanita itu, wajah Dicky, langsung berubah, rahangnya terlihat mengeras , dan ia juga langsung mencakup kedua pipi wanita itu dengan tangan tangannya, sehingga mulut wanita itu memanjang kedepan dan sulit berbicara karena Dicky menekannya terlalu keras.
"Dasar wanita tidak tahu di untung!, beraninya kau mengatakan aku binatang hah!, hei Susi, seharusnya kamu bersyukur karena aku telah melindungi kamu dari kejaran polisi, dan itu menandakan aku masih peduli dengan kamu, apakah kamu paham hm?" ujar Dicky, yang terlihat sekali ia tak terima bila wanita itu yang ternyata dia adalah Susi, mengatakan binatang padanya.
Karena kedua rahangnya terasa sakit akibat di tekan oleh Dicky, Susi pun mengangguk pasrah, agar Dicky mau melepaskan cengkraman tangannya di kedua pipinya.
"Bagus!, ingat jangan pernah mengatakan itu lagi oke!" kata Dicky lagi dan kembali di balas anggukkan kepala oleh Susi.
"Tapi Mas, aku mohon tolong bukakan ikatan tangan dan kakiku, ini sangat menyakitkan Mas, aku janji tidak akan pernah keluar dari rumah ini Mas" pinta Susi dengan tatapan memohonnya.
"Oke, tapi dengan satu syarat..."
"Apa Mas?" Susi terlihat tidak sabaran untuk mendengarkan syarat dari Dicky hingga ia langsung memotong perkataan Dicky.
"Wah, tidak sabaran sekali kamu yaa, baiklah, yang pertama, kamu harus melayani aku hingga aku terpuaskan, apakah kamu bersedia?" tanya Dicky dengan tatapan tajam penuh gairah pada Susi.
"Baiklah aku bersedia, tapi aku minta lepaskan ikatan ini," pinta Susi masih dengan tatapan berharap pada Dicky.
"Hai, mengapa harus dilepaskan, bukankah cara ini sangat seru" kata Dicky yang tangannya mulai membuka kancing baju Susi
"Tapi bagaimana caraku untuk memuaskan kamu Mas?, bila tangan dan kakiku terikat begini mas," rayu Susi lembut, Ia masih berusaha mencari alasan agar Dicky mau melepaskan ikatan tangannya.
Dicky mengerenyit mendengar perkataan Susi, ia tampak sedang berpikir, "Hmm benar juga yang dikatakan wanita ini, dan dia juga sangat pintar dan memuaskan aku, sangat berbeda dengan Diany" _batin Dicky.
__ADS_1
Melihat Dicky tidak merespon perkataannya Susi semakin bingung dengan cara apa lagi, agar dirinya terlepas, dari pria psikopat ini, "Apa yang harus aku lakukan lagi sekarang?, apakah aku harus membuat dia bergairah dulu?, hmm seperti memang harus seperti itu, agar dia mau melepaskan ikatan ini, nanti setelah itu baru pikirkan cara kabur dari dia, baiklah Susi buat dia bergairah dulu, pasti nanti dia akan melepaskanmu"_batin Susi, yang kemudian menatap Dicky dengan tatapan kalau dirinya sedang ingin bercinta padanya.
" Mas, mau sampai kapan kamu diam seperti itu?. Bukankah kamu ingin aku memuaskan hm?" kata Susi dengan suara yang di buat sedikit seksi, di tambah lagi, ia sertakan dengan kedipan genit matanya, membuat hasrat Dicky timbul saat melihatnya.
"Baiklah, aku sangat menginginkan hal itu, tapi sebelum kita memulainya, aku mau kasih kamu kabar yang menyenangkan untuk kamu" kata Dicky, sambil tangannya yang mulai nakal menggerayangi tubuh Susi, membuat tubuh Susi menggeliat hingga akhirnya ia mengeluarkan lenguhnya.
"Uhmm...apa itu mas?..ahmm" tanya Susi yang sepertinya ia menikmati belaian tangan Dicky hingga matanya merem melek, membuat Dicky semakin ingin bercinta dengannya.
"Tadi anak kita datang ke kantorku sayang" kata Dicky dengan suara yang terdengar berat, sambil ia menelusuri leher jenjang Susi, dan sekali lagi Susi mengeluarkan lenguhannya.
"Ukhmm..Reza?..hmm mau apa dia datang Mas? umm" tanya Susi dengan tubuh yang semakin menggeliat, akibat kerakusan Dicky yang terus menelusuri seluruh tubuhnya.
"Ia sedang mencari kamu sayang hmm" kata Dicky yang kini bibirnya sudah mendarat ke bibir Susi, sehingga Susi tidak dapat bertanya lagi.
"Ada apa Reza mencariku..?, akh sudahlah itu pikirkan nanti saja, sekarang aku bisa bersandiwara agar mas Dicky membukakan ikatanku dulu, setelah aku kabur darinya baru aku akan mencari Reza" batin Susi yang kemudian ia pun memainkan sandiwara, lalu Susi pun berpura-pura sangat kesulitan saat ia hendak membuka kancing baju Dicky, dan ia pun memasang wajah sedihnya.
"Hmm, ini sangat sulit, maaf Mas, sepertinya aku tidak bisa memuaskan Mas," kata Susi dengan memasang wajah sedihnya
"Hmm, sebegitunya kamu ingin memuaskan aku sayang?"
"Iya dong Mas itukan kewajibanku, karena kamukan suamiku Mas, walaupun tidak ada buktinya karena kita hanya menikah sirih" Susi kembali memasang wajah sedihnya, saat mengatakan menikah sirih.
"Kenapa lagi?, kenapa memasang wajah semakin sedih?, apa kamu menginginkan sebuah bukti, pernikahan kita hm?" tanya Dicky sambil mengerutkan keningnya.
"Setiap wanita pasti menginginkan itu Mas, karena itu adalah sebuah kebahagiaan tersendiri, karena memiliki status yang jelas, tidak seperti aku, yang memiliki status istri kamu, tapi bila orang bertanya mana buktinya, aku harus berkata apa Mas, ya paling aku hanya diam dan menerima ejekan mereka, yang pasti mereka akan mengatakan aku pembohong, dan hanya tukang halu" jelas Susi yang terlihat sekali ia sedang berusaha mengeluarkan air mata buayanya.
__ADS_1
"Jangan sedih sayang, setelah kamu memuaskanku kita akan ke kantor catatan sipil, biar kamu punya bukti nantinya kalau kamu adalah istriku" kata Dicky sambil ia menghapus air matanya Susi dengan memakai mulutnya.
"Terima kasih Mas, sekarang lepaskanlah aku, biar aku bisa memuaskan suaminya aku" pinta Susi yang kali ini dengan nada manjanya.
"Baiklah sayang, aku akan melepaskan ikatan kamu yaa" kata Dicky dan di anggukkan oleh Susi dengan mata yang berbinar, sedangkan langsung turun dari ranjangnya yang kemudian ia menghampiri sebuah lemari laci setelah ia membuka salah satu laci, Dicky langsung mengambil sebuah kunci di sana.
"Terima kasih Mas" kata Susi yang terlihat bahagia karena ia melihat Dicky percaya padanya
Sedangkan Dicky setelah mendapatkan kunci, Dicky kembali ke ranjangnya, setelah ia pun membuka sebuah gembok yang berada di kedua tangannya Susi, setelah tangannya terlepas Dicky juga membuka kunci yang ada di kaki Susi, membuat Susi langsung memeluk tubuh Dicky karena senang, dan bukan hanya memeluknya, Susi dengan kelihaiannya, membuat Dicky terlena akan permainannya, membuat ia benar-benar terpuaskan di buat Susi, bahkan setelah ia melakukan pelepasan, Susi kembali membuatnya Ingin melakukannya lagi dan lagi hingga tubuhnya melemas dan akhirnya ia tertidur.
Susi tersenyum licik, setelah dia rasa, Dicky benar-benar sudah tertidur pulas, Susi dengan perlahan ia bangkit dan langsung duduk, lalu dengan perlahan juga ia mengikat tangan dan kaki Dicky, persis seperti yang ia lakukan kepadanya, dan setelah itu, ia memakai bajunya, walaupun sebenarnya tubuhnya juga terasa lemas ia tetap masih berusaha untuk melarikan diri dari rumah Dicky.
"Hah? banyak penjaga kalau aku dari depan, apa yang harus aku lakukan sekarang?" _ gumam Susi yang kemudian ia melihat sekitar jendela. " Apa aku harus lompat dari sini ya, lumayan juga tingginya, aduh gimana ini?"
Susi masih berpikir hingga ia akhirnya mendapatkan akal, ia berjalan menghampiri lemari kemudian ia mengambil beberapa sperai lalu ia sambungkan satu persatu setelah itu, ia berjalan menuju balkon kamarnya lalu mengikat seprai itu di sela-sela pagar balkon, lalu dengan perlahan ia turun, dan di saat ia sudah mencapai bawah, tiba-tiba mulutnya di sekap seseorang, dengan tangan yang sutunya sudah melingkar di pinggang Susi membuat ia tersentak kaget.
"Umm...!!!"
___________
TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YA.,🙏😇
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
__ADS_1
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..
Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.