
*┈┉━❖❀🤍 Mutiara Hikmah.🤍❀❖━┉┈*
"Waktu terus berjalan, terkadang kita selalu memikirkan untuk kebahagiaan hari esok. Sehingga kita melupakan kebahagiaan hari ini.
Seharusnya tetaplah mempersiapkan masa depan.
Tetapi jangan lupakan hari ini, di mana kita bisa memilih untuk bahagia, karena hari esok belum tentu masih ada.
Jangan menunggu waktu untuk bahagia.
Sedangkan setiap waktu kita bisa menciptakan kebahagiaan itu."
__Quotes of the day__
*┈┉━━━━━•❖❀🤍❀❖•━━━━━┉┈*
Hari-hari telah berlalu dengan cepat, kebahagiaan Dewo dan Zahro, semakin lengkap setelah mereka mendengar dokter menyatakan kalau Zahro sedang hamil. Dan itu membuat Dewo semakin mencintai dan menyayangi Zahro, ia juga selalu memberikan kebahagiaan terindah untuk Zahro.
***
Begitu juga dengan hari-hari Dhanu dan Salwah, yang mereka dilewati dengan penuh kebahagiaan. Apalagi saat ini mereka sedang menanti kelahiran buah hati mereka. Karena saat ini kandungan Salwah sudah memasuki usia sembilan bulan. Dan itu membuat Dhanu lebih ekstra memberikan perhatiannya pada Salwah. Bahkan ia selalu memanjakan istri cantiknya itu.
__ADS_1
"Loh Mas kamu kok belum siap-siap sih? Emangnya kamu nggak kekantor apa hari ini?" tanya Salwah saat melihat suaminya malah tidur kembali setelah melaksanakan sholat subuh tadi.
"Tidak Sayang, Mas hari ini ingin dirumah saja, menjaga kamu. Kata kata dokter kelahiran anak kita sebentar lagi, jadi aku tidak mau, saat kamu kontraksi Mas nggak ada Sayang," jelas Dhanu, dengan mata yang masih tertutup.
"Eh, tapikan sembilan bulan baru memasuki Mas. Lagian kata dokter, kemungkinankan sekitar dua mingguan lagikan? Masa iya sih kamu dirumah selama itu Mas? Bagaimana dengan pekerjaan kamu dikantor? Pasti akan menumpuk, dan apa kata karyawan kamu nanti Mas?" tanya Salwah yang bertubi-tubi, membuat rasa kantuknya Dhanu langsung menghilang mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi dari istrinya itu.
"Ya ampuun... kenapa istriku sekarang tambah cerewet yaa...?" keluh Dhanu sambil menggretekkan giginya karena gemas. Sembar ia turun dari ranjangnya, lalu ia menghampiri istrinya, yang sedang duduk di kursi rias. Lalu tanpa memberi aba-aba ia langsung menggendong tubuh Salwah, membuat Salwah terpekik karena kaget.
"Kyaaa..! Mas Adan! Turunkan Wawa! Nanti kalau jatuh bagaimana Mas? Wawa sudah tambah berat Mas!" seru Salwah, yang terlihat ia langsung melingkarkan tangannya di leher Dhanu begitu erat karena ia takut terjatuh.
"Siapa suruh kamu mengganggu tidurnya Mas hm?" balas Dhanu, yang kemudian ia membawa Salwah ketempat tidur mereka.
"Kan Wawa cuma mengingatkan Mas, kerja apa nggaknya Mas," protes Salwah, yang terlihat pasrah melihat kelakuan suaminya itu.
"Sekarang karena kamu sudah mengusik tidurnya Mas.Maka kamu harus bertanggung jawab," lanjut Dhanu, yang kemudian ia langsung meraih bibir merahnya Salwah dan menyesapnya dengan lembut. Karena merasa bersalah akhirnya Salwah, pasrah dan membiarkan suaminya, melakukan sesukanya.
Melihat istrinya langsung merespon ciumannya, membuat hasrat Dhanu langsung bangkit. Bahkan ia ingin melakukan hal yang lebihnya. Sehingga tangannya pun langsung aktif, dan membuka kancing baju gamis istrinya satu persatu. Hingga terlihat bagian-bagian tubuh Salwah, yang menjadi favoritnya. Dan Dhanu pun mulai menjajaki satu persatu ke daerah-daerah yang membuat istrinya terlena.
Mendapatkan serangan dari suaminya, akhirnya Salwah pun mengeluarkan suara-suara lenguhan yang amat disukai, oleh Dhanu. Membuat hasrat Dhanu semaksimal terpicu. Sehingga pertempuran yang begitu hot pun terjadi dipagi itu. Keduanya terlihat sudah terhanyut didalam lautan panas di samudera percintaan mereka. Sampai keduanya mengapai surganya dunia.
"Terimakasih Sayang, karena sudah mau menemani Mas berolahraga pagi. Dan Mas sangat puas," ucap Dhanu, dengan napas yang terlihat masih memburu, akibat pertempuran bercintanya dengan Salwah. Dan ia juga memberikan kecupan lembut pada dahinya Salwah.
__ADS_1
"Sama-sama Mas, udah ah, Wawa mau mandi," balas Salwah sembari ia mendorong tubuh Dhanu, yang masih saja ingin memeluknya.
"Kita mandi bareng yuk Sayang?" kata Dhanu sembari mengedipkan matanya. Membuat mata Salwah langsung membulat, karena heran.
"Tidak-tidak Salwah mau mandi sendiri saja! Kalau kita mandi bareng yang ada menjadi mandi plus-plus lagi! Dan akhirnya Wawa nggak keluar-keluar dari kamar mandi!" sergah Salwah, yang kemudian ia langsung pergi dengan cepat ke kamar mandi, dengan tubuh berbalutkan selimut.
Sesampainya di kamar mandi ia langsung mengunci pintu kamar mandi tersebut. Karena ia tahu, bagaimana sifat suaminya, yang bila mengajak mandi bersama, akan berujung lama karena, akan ada acara mandi plus-plusnya.
Melihat istrinya, yang pergi dalam keadaan ketakutan membuat Dhanu tersenyum lucu. "Lucu banget sih istriku, segitu takutnya diajak mandi bareng, tapi malah bikin aku gemas. Huh padahal baru sarapan, tapi kok jadi ingin tambah yaa?" gumam, seraya ia memandangi pintu mobilnya kamar mandi yang didalamnya terdapat istri cantiknya.
"Eh, tapi kok tadi agak beda yaa? Seperti ada yang mengganjal di dalam sana tadi? Apakah juniorku sudah menyentuh kepala baby kami?" gumamnya lagi yang teringat saat ia dalam mode mengasah pedangnya tadi. Disaat ia sedang hanyut dalam pemikirannya tiba-tiba ia mendengar suara teriakkan Salwah di dalam kamar mandinya.
"Kyaaa Mas Adhaaan!"
┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE bila menyukai karya Author.
dan LIKE Bila inggin memberikan semangat.
__ADS_1
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊🙏