
🔸ೋ๑୨❤️ Mutiara Hikmah❤️୧๑ೋ🔸
"Jodohmu? Jangan risaukan perkara jodoh, karena dimanapun dia saat ini, meski berada di belahan bumi manapun. Maka dia akan sampai kepadamu di saat yang tepat.
Jadi jangan khawatir, karena Jodoh, Rezeki dan Maut. Sudah Allah tuliskan di lauh Mahfuz lima puluh ribu tahun sebelum ALLAH menciptakan langit dan bumi.
Maka percayalah, sesuatu yang Allah takdirkan untukmu takkan Allah biarkan jatuh ke tangan orang lain. Dan sesuatu yang Allah takdirkan untukmu tetap akan menjadi milikmu meski seluruh dunia menentangnya.
Dan begitu juga sebaliknya sesuatu yang tidak ditakdirkan untuk mu takkan pernah menjadi milikmu meski dirimu sangat menginginkannya.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
🔸ೋ๑୨୧๑ೋೋ๑୨❤️୧๑ೋೋ๑୨୧๑ೋ🔸
Melihat kebahagiaan Eriko berserta anak-anaknya. Darma, Dhanu dan Salwah, membiarkan mereka untuk lebih leluasa melepaskan kerinduan mereka. Dan ketiganya lebih memilih, pergi dari ruang rawat Reza. Dan langsung menuju ke ruang rawat Zahro.
Disaat ketiganya sudah mendekati ruangan Zahro. Salwah, melihat tiga orang yang ia kenali, sedang berdiri didepan kaca ruang instensif. Wajah mereka terlihat begitu sedih, sambil menatap kearah seseorang yang sedang dirawat di dalam ruangan tersebut.
"Assalamu'alaikum, Om Iwan, Tante Rina, Om Budi," sapa Salwah memberi salam pada ketiga orang tersebut, saat ia dan Dhanu sudah di dekat mereka.
"Wa'alaikumus salam, Salwah?" balas seorang pria paruh baya yang terlihat kaget saat melihat Salwah. "Ada apa ini Nak? Apa sebenarnya yang terjadi pada Zahro? Mengapa dia bisa tertembak Nak?" tanya Pria paruh baya yang di panggil Iwan oleh Salwah tadi.
"Ini semua pasti karena kamukan? Karena setiap Zahro dekat sama kamu, pasti dia selalu kenak masalah!" seru wanita yang di panggil Rina itu.
"Rina diamlah! Ini juga karena kamukan? Kalau saja kamu tidak memaksa anakku menikah yang ternyata hanya untuk menutupi hutangmu, mungkin dia tidak akan kabur! Jadi kamu jangan sok peduli padanya lagi, kamu Paham!" hardik Iwan yang terlihat sekali, ia sedang kesal dengan wanita yang bernama Rina itu.
__ADS_1
"Huh! Baiklah Bang Iwan, aku tidak akan ikut campur lagi, tapi Abang harus membayar hutang Abang pada saya sekarang juga. jadi aku tidak akan memaksa anak Abang menikah dengan anak rentenir itu!" seru Rina, sambil tersenyum mengejek pada Iwan.
"Wah, akhirnya keluar juga sifat asli adik iparku ini yaa? Sebenarnya aku tahu, kalau selama ini kebaikanmu, tidaklah ikhlas. Namun karena keadaan, terpaksa aku menerimanya. Dan hari ini akhirnya terungkap sudah," kata Iwan, terlihat sekali ia kecewa sekaligus malu. Karena aib Keluarganya diketahui orang lain.
"Heh.. Bang di dunia ini nggak ada yang gratis, bahkan untuk buang air saja bayar. Jadi jangan pernah bermimpi kal..." balas Rina. Namun langsung di potong oleh Pria yang sedang berdiri di sampingnya.
"Hentikan Rina! Apakah kamu tidak punya malu hah? Ingat ini rumah sakit, lihat banyak orang memperhatikan kamu!" tegur Pria itu.
"Mas Budi diam aja deh! Lagian itukan salah Abang kamu Mas! Sudah syukur aku membantu carikan jodoh untuk anaknya yang kaya! Eh dia malah nyalahin aku, ya sudah sekalian aku minta di kembalikan uang yang pernah aku kasih padanya! Aku punya utang juga karena..." balas Rina terlihat begitu angkuhnya. Namun perkataannya langsung di potong oleh suara seorang Pria yang baru saja datang dari arah mereka.
"Berapa hutangnya? Saya yang akan membayarnya!" potong Pria tersebut dengan suara bernada tegas. Dan mereka semua langsung menoleh kesumber suara tersebut.
"Dewo..?" gumam Dhanu dan Darma.
"Siapa kamu?" tanya Rina dengan tatapan dingin pada Pria yang baru saja datang, yang ternyata ia adalah Dewo.
"Siapa saya, itu tidak penting Nyonya! Sekarang katakan saja berapa hutangnya Bapak ini?" tanya Dewo dengan tatapan datarnya.
"Huh! Sombong sekali kamu! Tapi baiklah saya akan hitung seluruhnya uang pokok berserta bunganya hampir enam puluh juta! Apakah kamu sanggup hah?" tanya Rina dengan tatapan meremehkan pada Dewo.
"Rina! Kamu jangan kelewatan! Bukankah hutang kamu pada rentenir itu hanya tiga puluh juta hah?!" tegur Budi, terlihat tidak suka melihat istrinya yang selalu membuat masalah di keluarganya.
"Kamu Diam saja deh Mas! Jangan ikut campur urusanku!" bentak Rina, yang semakin tidak sopan pada suaminya.
"Baik! Saya akan membayar Anda seratus juta! Tapi dengan syarat, Anda jangan pernah muncul lagi atau menggangu, Keluarganya Zahro! Kalau sampai Anda melanggarnya, jangan salahkan saya bila bertindak tidak sopan pada Anda!" tegas Dewo sedikit mengancam, dengan tatapannya terlihat dingin pada Rina.
__ADS_1
"Heh! Siapa kamu mengatur-ngatur kehidupan saya, hah?! Kamu nggak punya hak untuk mengancam saya!" balas Rina, dengan tatapan menantang pada Dewo. Terlihat sekali ia tidak takut sedikitpun pada Dewo.
"Apakah itu begitu penting?"
"Iya tentu saja, itu penting! Jadi saya bisa tahu punya hak apa Anda berani mengancam saya!" seru Rina yang masih ingin mengembangkan, siapa Dewo sebenarnya.
"Baiklah Saya akan memperkenalkan diri saya! Dan simak baik-baik, agar Anda tidak salah lagi!"
"Ah lama! Cepat katakan siapa kamu sebenarnya!" bentak Rina terlihat tidak sabaran.
"Perkenalkan! Saya Sadewo Angkasa! Calon suaminya Ardhita Zahro!" ungkap Dewo tegas. Spontan Rina, Iwan dan Budi tercengang. Namun tidak pada Darma, Dhanu dan Salwah, mereka malah tersenyum senang mendengar perkataan Dewo yang terlihat tegas.
"Apa Kamu Bilang? Kamu siapanya Zahro?" tanya Rina yang masih belum percaya dengan perkataan Dewo.
"Kenapa Tante? Kuping Anda tidak salah kok, Saya memang Calon suaminya Zahro, yang sebentar lagi akan saya halalkan Dia!"
__________
Hay guys..
Mohon maaf ya kalau Ceritanya Adan Author Vakumkan. Ya maklumlah novel-novelnya Author sepertinya selalu bermasalah sama Ntoon 🤧 Jadi ya gitu. Selalu turun level 🤧 Inginnya sih tidak ingin melanjutkannya. Tapi Author kok nggak tega yaa sama Readers, yang terlanjur sayang sama Novel ini.😔
Hah! Ya sudahlah Bismillah saja..
Semoga author mampu meneruskan novel ini. Untuk itu Author mohon dukungan kalian ya Guys 🙏😘 SYUKRON 🙏🥰
__ADS_1